Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Hilang Ingatan


__ADS_3

Setelah satu minggu Gerald berada di rumah sakit, Naya terlihat begitu tak semangat untuk menjalani hari-harinya. Naya juga bolak-balik ke rumah sakit dengan menitipkan sang anak kepada Baby Sister yang pernah membantunya, ia sengaja mempekerjakannya kembali hingga Kania bisa ditinggal di rumah dalam keadaan seperti ini. Sedangkan Dania lebih banyak beristirahat di rumah karena kondisinya yang tidak stabil.


Berbeda halnya dengan David yang sampai saat ini masih sibuk mencari dalang dibalik penculikan Gerald, belum lagi ditambah dengan pekerjaannya yang menumpuk di kantor. Untung saja Boy saat ini sudah sembuh dan bisa kembali bekerja, meskipun tidak bisa bekerja terlalu berat karena masih harus menjaga kondisinya hingga benar-benar pulih.


"Boy, sebaiknya sekarang kamu pulang saja. Beristirahatlah di rumah, biarkan pekerjaan ini saya yang menyelesaikannya," kata David saat mereka masih berada di perusahaan.


"Tidak Tuan, saya sudah 1 minggu tidak masuk bekerja, jadi biar ini menjadi pekerjaan saya. Sebaiknya Tuan saja yang pulang atau pergi ke rumah sakit untuk melihat Tuan gerald," ucap Boy.


"Tidak Boy, kamu sendiri saat ini keadaannya masih tidak stabil dan ini adalah hari pertama kamu masuk kerja setelah sakit. Saya tidak mau kondisi kamu akan memburuk kembali. Sekarang begini saja, kita sama-sama pulang. Saya juga mau melihat keadaan Gerald ke rumah sakit, bagaimana?" Ucap David.


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan kita ini Tuan? Sedangkan kita masih banyak pekerjaan yang deadline-nya sudah dekat," kata Boy.


"Kamu tenang saja Boy, meskipun salah satu proyek ini nanti akan ada yang batal, tidak mengapa bagi saya, sama sekali tidak ada menjadi masalah. Mengingat bagaimana keadaan Gerald dan kamu saat ini, kita tidak mungkin memaksanya, yang terpenting adalah kesehatan kalian terlebih dahulu. Meskipun dengan batalnya proyek akan membuat perusahaan rugi besar, tapi saya yakin akan ada rezeki lain lagi nantinya," ucap David.


Karena Tuan besarnya sudah mengatakan hal itu, Boy pun sudah tidak bisa berkata apapun lagi maupun menolak. Tetapi tentu saja Boy tidak mungkin akan membiarkan proyek yang sedang mereka tangani akan gagal, ia akan berusaha agar proyek tetap berjalan dengan lancar sesuai rencana.


Lalu mereka segera saja meninggalkan perusahaan. Akan tetapi Boy tidak langsung pulang ke rumah, memilih ikut bersama David untuk mengetahui kondisi Gerald aat ini.


***


Sedangkan Naya saat ini masih setia menunggu di samping suaminya itu, sambil menunggu ayah mertuanya tiba agar bisa pulang ke rumah sebentar. Naya yang sangat kelelahan karena bolak-balik ke rumah ke rumah sakit, bahkan ia tidak sempat tidur sama sekali membuatnya begitu mengantuk, hingga tanpa sadar ia pun ketiduran sambil menggenggam tangan sang suami dan menindih tangannya itu. Tiba-tiba Naya tersentak saat merasakan ada pergerakan yang menyentuh pipinya. Naya sangat senang karena mendapati tangan Gerald yang saat itu bergerak.


"Sayang, kamu sudah bangun Sayang," ucap Naya.


Perlahan Gerald mengerjapkan-ngerjapkan matanya hingga ia pun dapat melihat dengan jelas di sekitar ruangan tempat ia berada saat ini.


"Syukurlah Sayang, kamu sudah sadar," ucap Naya lalu memeluk tubuh suaminya itu.

__ADS_1


Akan tetapi Naya sadar, jika saat ini Gerald tidak dapat mengucap kata dengan leluasa karena ia masih menggunakan peralatan medis yang menempel pada wajah dan tubuhnya. Naya pun segera saja menekan tombol darurat untuk memanggil suster maupun Dokter.


Segera saja dokter dan suster masuk ke ruangan tersebut dan langsung memeriksa kondisi Gerald, lalu melepas beberapa alat medis yang sekiranya sudah tidak perlu digunakan lagi.


"Dokter, bagaimana keadaan suami saya?" Tanya Naya.


"Ini merupakan suatu keajaiban Nyonya, suami Anda sudah sadar dan sudah berhasil melewati masa kritisnya," kata dokter.


"Alhamdulillah, saya senang sekali dengarnya Dokter. Terimakasih banyak Dokter," ucap Naya.


"Kalian siapa?" Tanya Gerald sehingga mereka pun terkejut dan menatapnya.


"Sayang, aku Naya. Aku ini istri kamu dan kita sudah punya anak 1," ucap Naya.


"Naya istri saya? Anak? Apa maksud kamu, saya sama sekali tidak mengerti," kata Gerald.


Dokter segera saja memeriksa Gerald dan langsung mendapatkan jawabannya.


Jadi begini Nyonya, sewaktu diculik itu sepertinya Tuan Gerald banyak terkena benturan dan pukulan di kepalanya, hingga ia pun mengalami amnesia. Tapi Nyonya tidak perlu khawatir, ini hanyalah amnesia ringan dan akan kembali pulih. Nyonya bisa juga membantu mengembalikan ingatan Tuan Gerald dengan mengingatkan kenangan-kenangan kalian," ucap dokter.


Naya begitu terkejut mendengarnya, meskipun saat ini ia sangat senang karena Gerald sudah sadar, tetapi ia juga harus menerima kenyataan pahit bahwa Gerald hilang ingatan dan melupakan dirinya. Tetapi apa yang bisa Naya lakukan selain melakukan perintah dokter.


"Baik Dokter, tapi benar kan kalau amnesia ini hanya sementara?" Tanya Naya yang begitu khawatir.


"Iya benar Nyonya. Berapa lamanya tergantung bagaimana otak Tuan Gerald menerima. Dan saya sarankan agar tidak terlalu memaksanya untuk terlalu mengingat, karena hal itu akan berpengaruh pada kesehatan Tuan Gerald. Jika terus dipaksa, maka otaknya yang tidak mampu akan merasakan sakit. Jadi pelan-pelan saja," ucap dokter.


"Baik. terimakasih Dokter," ucap Naya.

__ADS_1


"Baik Nyonya. Sebentar lagi Tuan Gerald akan dipindahkan ke ruang rawat inap, Nyonya bisa menemaninya di sana," ucap Dokter dan ditanggapi anggukan kepala oleh Naya.


***


Setelah Gerald dipindahkan ke ruang rawat inap, Naya pun segera saja memberi kabar kepada keluarganya tentang kondisi Gerald saat ini. Tepat di saat itu, David dan Boy juga telah tiba di rumah sakit. Mereka sangat senang karena melihat Gerald saat ini sudah sadar, akan tetapi mereka juga sama terkejutnya dengan Naya mendapati Gerald yang tidak mengingat siapa mereka.


"Gerald, kamu benar-benar tidak ingat dengan Papa?" Tanya David.


"Kalian siapa? Aku benar-benar tidak ingat dengan kalian semua. Sebenarnya aku ini siapa dan kenapa aku bisa ada di sini?" Tanya Gerald.


Naya tak sanggup lagi untuk menyembunyikan kesedihannya itu, menahan pedih dan juga tak kuasa menahan kesedihannya itu.


"Kamu adalah Gerald dan saya David orang tua kamu. Sedangkan ini adalah Boy, Boy adalah asisten kamu di perusahaan. Kamu pasti sudah tahu Naya kan, pasti Naya sudah mengatakan jika dia adalah istri kamu. Kalian juga punya anak yang masih bayi bernama Kania. Apa kamu sama sekali tidak pernah ingat akan hal itu," ucap David.


Tiba-tiba saja kepala Gerald terasa sangat sakit saat ia mencoba mengingat semuanya.


"Ahk … !" Teriak Gerald.


"Gerald kamu tidak perlu memaksakannya,. Lebih baik sekarang kamu istirahat saja," kata David yang begitu terlihat panik.


"Pa, tadi Dokter katakan kalau kita tidak boleh memaksa Gerald untuk mengingat semuanya," kata Naya .


"Iya Naya. Lebih baik sekarang kita panggil dokter saja," kata David. Lalu ia pun segera saja pergi untuk memanggil dokter


...Bersambung......


__ADS_1


__ADS_2