
"Tapi Papa tidak lama kan keluar kotanya?" Tanya Dania.
"Baru saja mau pergi Ma, sudah ditanya lama atau tidaknya," kata David.
Di saat itu, langkah mereka berdua pun terhenti saat melihat Naya dan Gerald yang masih berbaring di lantai dalam posisi berpelukan.
"Ups … kita tidak sengaja ya melihatnya," ucap Dania.
Gerald dan Naya terkejut dan langsung saja bangun.
"Mama, Papa, ini tidak seperti yang kalian lihat kok. Tadi nggak sengaja kita berdua jatuh," terang Naya.
"Naya, kamu tidak perlu menjelaskannya. Mau kalian tidak sengaja jatuh atau kalian sengaja mau peluk-pelukan, itu juga tidak jadi masalah," ucap Dania.
"Iya, tapi kalau sengaja mau pelukan ya jangan di depan pintu juga lah Ma," sahut David.
"Oh iya juga," ucap Dania yang membuat Naya dan Gerald tersipu malu.
"Papa, Papa mau kemana? Kok bawa koper?" Tanya Gerald mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, Papa lupa. Papa harus mengurus perusahaan kita yang ada di Bandung, sudah lama sekali Papa tidak datang ke sana. Saat ini kan kamu juga sudah masuk ke kantor, lagipula ada Boy yang akan membantu kamu, ada sekretaris Papa juga. Jadi tidak ada salahnya kan kalau Papa tinggal dulu selama beberapa hari saja di Bandung," kata David.
"Oh begitu. Ya Pa, Papa tenang saja ya, Gerald janji semuanya akan aman di tangan aku," ucap Gerald.
"Ya Papa percaya sama kamu, maka dari itu sekarang Papa akan pergi," kata David.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada istri, anak dan menantunya itu, David pun segera saja pergi ke bandara di diantar oleh supir. Gerald yang hendak mengantarnya itu pun ditolak, karena menurut David lebih baik Gerald beristirahat saja.
***
Kini Naya dan Gerald pun sudah berada di dalam kamar mereka.
"Aku mandi duluan ya, udah Gerah banget rasanya," ucap Naya.
"Aku juga udah gerah, tapi nggak apa-apa kamu mandi di kamar mandi ini dan aku mandi di kamar mandi sebelah, kamar mandi sebelah kan juga nggak ada yang pakai," ucap Gerald.
"Oh … ya udah kalau gitu," ucap Naya.
Akhirnya mereka pun sama-sama mandi di kamar mandi yang berbeda. Selesai mandi, Naya melihat Gerald yang sudah selesai terlebih dahulu dan duduk di atas ranjang. Memang kalau urusan mandi, tentunya wanita akan lebih lama dengan segala aktivitasnya di kamar mandi.
Naya yang menggunakan handuk kimono itu pun membuat Gerald terpesona melihatnya, terlebih lagi ia dapat melihat belahan dada sang istri yang begitu menggoda iman. Hingga di saat Naya sedang berdiri di depan kaca rias menyisir rambutnya, Gerald memberanikan dirinya untuk merangkul tubuh istrinya itu dari belakang serta membenamkan kepalanya di leher cekung Naya sembari menghirup Wangi tubuh istrinya itu yang membuat Gerald mabuk kepayang. Sontak saja Naya sangat terkejut, tetapi ia juga merasa senang karena setelah sekian lama menikah dengan Gerald, akhirnya ia merasakan pelukan hangat yang Gerald berikan untuknya tanpa paksaan. Entahlah ini hanya keinginan Gerald saja atau mungkin memang sudah ada rasa cinta yang dimiliki untuknya. Naya pun tersenyum dan menggenggam tangan kekar yang melingkar di pinggangnya itu.
"Hm," jawab Naya diiringi anggukan kepalanya.
"Sebenarnya aku tidak perlu belajar lagi," ucap Gerald yang membuat Naya merasa bingung dengan ucapan suaminya itu.
Lalu Naya pun membalikan tubuhnya hingga kini mereka berdua saling berhadapan.
"Maksud kamu apa?" Tanya Naya meminta penjelasan dari suaminya.
"Maksud aku, meskipun aku hilang ingatan tetapi karena kamu selalu menjaga aku dengan baik, dengan tulus, kamu memberikan seluruh cinta kamu buat aku, aku sudah merasakan bahwa cinta itu ada buat kamu Naya. Tapi aku takut semenjak aku tahu bagaimana sifat buruk aku di masa lalu terhadap kamu. Aku takut jika suatu saat nanti ingatan aku kembali, aku akan kembali menyiksa kamu lagi," kata Gerald.
__ADS_1
Naya tersenyum bahagia karena mendengar pengakuan dari suaminya itu.
"Gerald seandainya kamu memang sudah mencintaiku, aku yakin meskipun suatu saat nanti ingatan kamu sudah kembali, kamu tidak mungkin memperlakukanku dengan kasar. Lagipula Mama dan Papa Waktu itu mengatakan kalau kamu sudah mengatakan kepada mereka bahwa kamu mencintai aku, malah sangat mencintai aku," kata Naya.
"Apa itu benar?" Tanya Gerald yang tak terlalu yakin, ia takut nantinya akan menyakiti hati Naya lagi.
"Iya benar. Dan sebenarnya aku ingin mendengar ungkapan itu langsung dari mulutmu, tapi sayangnya-" Naya tidak sanggup lagi untuk melanjutkan ucapannya itu.
"Gerald yang mengerti akan kesedihan Naya itu pun segera saja memeluknya .
"Naya sudah, sudah ya jangan kamu ingat-ingat lagi tentang masalah yang membuat kamu sedih. Mulai sekarang, ayo kita buka lembaran baru, kita mulai semuanya dari awal lagi dengan rasa cinta yang sudah aku miliki untuk kamu. Aku janji akan aku pupuk sehingga nantinya rasa cinta ini semakin besar untuk kamu, asalkan kamu mau bersabar menungguku. Kamu mau kan?" Ucap Gerald dengan penuh ketulusan.
"Tentu saja aku mau, justru itu yang aku harapkan Gerald. Karena aku juga sangat mencintaimu, I love you," ucap Naya.
"I love you too," balas Gerald.
Lalu keduanya pun saling mendekatkan wajah dan menautkan bibir mereka, saling melum** dari lembut sehingga semakin dalam dan penuh gairah. Tidak hanya sampai di situ, Gerald melanjutkan aksinya dengan membuka tali kimono pada tubuh sang istri lalu membuka celana pendek juga kaos yang digunakannya, hingga kini mereka berdua sama-sama polos.
"Apa aku boleh melakukannya?" Tanya Gerald.
Naya tersenyum seraya mengangguk. Mana mungkin ia menolak Gerald suaminya sendiri untuk melakukan hal yang sudah sewajarnya.
Karena mendapatkan lampur hijau dari Naya, segera saja Gerald melakukan penyatuan dengan milik sang istri, Gerald melakukannya secara lembut sambil sesekali membungkam mulut Naya dengan ciumannya di saat istrinya itu merasakan kesakitan. Gerald dan Naya pun melepaskan malam yang indah itu dengan pergulatan di atas ranjang dengan penuh gairah. Untuk kedua kalinya mereka melakukan hubungan suami istri, tetapi saat ini benar-benar dalam keadaan sadar dan dengan rasa cinta yang mereka miliki. Entah beberapa kali mereka melakukannya dalam satu malam, yang jelas Gerald dan Naya begitu merasa sangat bahagia karena akhirnya setelah sekian lama menikah, mereka benar-benar bisa merasakan hidup berumah tangga yang sesungguhnya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa saat berhubungan.
Tidak hanya kali ini saja Gerald dan Naya melakukannya, hampir setiap hari mereka mengulangi kegiatan mereka itu hinga tanpa sadar cinta Gerald untuk Naya pun semakin dalam.
__ADS_1
...Bersambung ......