
Akhirnya Dania sudah diperbolehkan pulang oleh dokter setelah menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit. Akan tetapi banyak syarat yang dokter sarankan kepada keluarganya itu untuk benar-benar menjaga kondisi Dania.
Lalu bagaimana hubungan Dania dengan Gerald? Dania tetap saja tidak mau berbicara kepada anaknya itu. Sering kali Gerald mengajak ibunya untuk berbicara, tetapi Dania sama sekali tak menggubrisnya. Berbeda halnya dengan Naya, ia semakin menyayangi menantunya, terlebih lagi saat ini Naya sedang hamil. Ia selalu saja berbicara dan bersikap manis terhadap sang menantu bahkan terkadang sengaja memanas-manasi Gerald.
Akan tetapi Gerald tak pantang menyerah, ia selalu berusaha mencari cara bagaimana untuk meminta maaf kepada sang ibu, bahkan ia sendiri juga sudah tidak lagi bersikap kasar terhadap Naya, tetapi sikap Naya sendiri malah sama seperti Dania yang enggan meladeni suami arogannya. Bahkan Naya juga memilih tidur di kamar yang biasanya ditempatinya saat orang tua Gerald itu tidak ada di rumah, tentu saja Naya melakukan itu juga karena dukungan dari kedua orang tua Gerald.
"Nay, apa kau sama sekali tidak bisa membantuku untuk berbicara dengan Mama? Tanya Gerald yang menghampiri istrinya.
Naya yang saat itu sedang mengambil air minum di dapur sama sekali tak menggubrisnya, ia hanya menganggap omongan Gerald itu adalah hembusan gas karbon yang akan hilang begitu saja dibawa oleh hembusan angin.
"Naya, mau sampai kapan kau mendiamiku seperti ini? Apa tidak cukup Mama saja yang mendiamiku dan sekarang kau juga malah ikut-ikutan," kata Gerald serta menghalangi jalan Naya yang saat itu membawa segelas air dan hendak menuju ke kamar Dania.
"Minggir!" Usir Naya.
"Tidak!" Bantah Gerald.
"Minggir!" Naya mengusirnya lagi sembari menatap tajam.
Gerald yang keras kepala itu tetap tak menuruti kemauan Naya, ia tetap pada pendiriannya dan malah semakin mendekati Naya, sehingga sama sekali tidak ada celah untuk wanita tersebut melewatinya.
Byur …
Tiba-tiba saja Naya menyiram tubuh Gerald dengan segelas air yang sedang dipegangnya.
"Apa-apaan kau Naya, Kenapa kau malah menyiramku seperti ini?!" Bentak Gerald.
__ADS_1
"Sudah aku katakan minggir Gerald, aku mau lewat, tapi kau tetap saja menghalangi jalanku," hardik Naya kesal, lalu ia pun kembali lagi mengambil air untuk ibu mertuanya itu dan segera meninggalkan suaminya yang terlihat sangat kesal.
Terbukti karena saat ini Gerald mengepal erat kedua tangannya, lalu dengan perasaan yang sangat emosi ia pun segera saja menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian.
"Sial! Naya, aku sudah berusaha untuk bersikap baik denganmu, aku juga tidak ada memarahimu, tetapi sepertinya kau sengaja memancing emosiku. Apa maksudmu Naya? Apa karena saat ini sedang ada kedua orang tuaku yang selalu mendukungmu sehingga kau bisa bersikap seenaknya terhadapku. Kau pikir kau siapa?" Umpat Gerald yang menatap wajahnya sendiri dibalik cermin kamar mandi dengan tatapan yang sangat tajam.
***
Beberapa hari kemudian, di saat David baru saja pulang dari kantor, Dania memintanya untuk memanggil Gerald ke kamarnya dengan alasan ada yang ingin ia sampaikan kepada anak dan menantunya. David pun segera saja menuruti perintah sang istri untuk memanggil Gerald yang saat ini sedang berada di kamarnya.
Tok … tok … tok …
David mengetuk pintu kamar sang anak, Gerald pun segera saya membukakan pintu untuk ayahnya itu.
"Mama meminta kamu untuk ke kamarnya sekarang, ada yang mau Mama sampaikan," ucap David.
"Papa serius?" Gerald sangat senang karena akhirnya Dania masih mau berbicara dengannya.
Apakah ini artinya ibunya itu sudah memaafkannya? Entahlah, yang jelas saat ini Gerald merasa sangat bahagia hingga dengan semangat ia pun melangkahkan sepasang kakinya menuju ke kamar orang tuanya itu.
"Ma, aku datang. Mama mau bicara apa? Aku senang sekali karena akhirnya Mama mau bicara lagi denganku," ucap Gerald yang mendekati Dania.
"Kamu duduk saja di sana Gerald! Pinta Dania sembari menunjuk sofa yang tidak jauh dari ranjangnya. Sedangkan Naya dan David duduk di kursi samping Dania.
Gerald pun segera saja mengikuti perintah ibunya yang terlihat masih enggan berdekatan dengannya.
__ADS_1
"Memang ada apa Ma? Apa yang sebenarnya mau Mama bicarakan?" Tanya Gerald penasaran.
"Naya, Mama mau tanya sama kamu. Apakah kamu mencintai Gerald?" Tanya Dania.
"Iya Ma, aku mencintai Gerald. Selama ini aku berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Gerald, berharap supaya dia bisa mencintaiku tapi nyatanya Gerald tak pernah mencintaiku Ma, Pa. Gerald tak pernah menganggap aku ada, bahkan seperti yang Mama dan Papa tahu, Gerald tak mengakui anak yang ada di dalam kandunganku ini adalah anaknya," jawab Naya yang seakan terpancing untuk mengungkapkan semua uneg-uneg yang telah lama dipendamnya.
"Dan sekarang kamu Gerald, Mama mau tanya kenapa kamu tidak mau mengakui jika anak yang dikandung Naya adalah anakmu? Dan kenapa kamu tidak pernah belajar untuk mencintai Naya? Jawab yang jujur," pinta Dania.
"Karena pernikahan kami adalah perjodohan, dan di saat itu aku masih mempunyai Bella, wanita yang aku cintai. Tapi aku sudah memutuskannya Ma, disaat aku ingin mencoba untuk mencintai Naya, ternyata Naya malah sudah hamil duluan padahal kita berdua hanya melakukannya satu kali, itu pun dalam keadaan tidak sadar. Mana mungkin Naya bisa hamil. Dan yang aku tahu Naya mempunyai hubungan dengan pria lain," jawab Gerald.
"Hanya melakukannya sekali tanpa sadar? Apa maksudnya ini?" Tanya Dania.
Naya pun menceritakannya kepada Dania dan David kenapa waktu itu mereka bisa sampai berhubungan badan. Akan tetapi bukan dalam keadaan tidak sadar seperti yang Gerald ucapkan, melainkan sewaktu itu mereka terbawa oleh suasana.
"Jadi itu yang membuat kamu tidak percaya bahwa Naya sedang mengandung anakmu? Kamu tetap kekeh menyangkalnya. Apa kamu tidak pernah mencari tahu tentang kehamilan cepat, bahkan baru menikah 2 minggu saja usia anak dalam kandungan bisa berusia 1 bulan Gerald, atau kamu memang tidak pernah mau tahu," kata Dania.
"Tapi itu tidak mungkin Ma, aku yakin jika anak yang ada di dalam kandungan Naya bukan anakku tapi anak pria itu," ucap Gerald dengan sangat yakin.
"Apa kamu punya bukti jika Naya berhubungan dengan pria lain sampai ia berbuat yang tidak-tidak dan hamil? Apa kamu punya buktinya Gerald!" Bentak Dania.
"Tidak Ma, tapi aku yakin dan aku sama sekali tidak percaya dengan wanita itu," kata Gerald seraya menunjuk Naya.
"Ya sudah kalau kamu memang yakin dan tidak bisa mempercayai Naya, sebaiknya kamu ceraikan saja Naya, ceraikan dia Gerald! Karena Mama yakin kalau Naya tidak akan mau menceraikan kamu, dia mencintai kamu. Sedangkan kamu sama sekali tidak mencintai Naya kan, jadi lebih baik kamu saja yang menceraikannya. Mama tidak mau melihat Naya terus menderita karena kelakuan kamu. Mama juga ikut menderita Gerald, Mama ikut menanggung dosa anak Mama yang sudah dilakukannya terhadap istrinya sendiri. Mama benar-benar kecewa dengan kamu Gerald," ucap Dania dengan menahan perih di dadanya serta bulian bening yang terus saja mengalir tanpa henti.
...Bersambung......
__ADS_1