
"Halo Ma," ucap Naya saat menjawab telepon dari ibunya mertuanya.
"Halo Sayang, maaf ya Mama mengganggu dengan menelpon kamu malam-malam seperti ini," ucap Dania dari seberang telepon.
Sedangkan Gerald dan Kania saat itu sudah tampak tertidur pulas sehingga tidak mendengar percakapan Naya bersama sang mertua. Lalu Naya pun memilih untuk keluar dari kamar agar tidak mengganggu keduanya dan bisa berbicara dengan bebas.
"Sama sekali nggak menganggu kok Ma. Kebetulan Naya juga belum tidur, aku lagi scroll-scroll medsos aja," kata Naya.
"Oh begitu, syukurlah kalau memang tidak mengganggu. Bagaimana liburan kalian di Jogja? Apakah menyenangkan?" Tanya Dania.
"Seru banget Ma. Aku nggak menyangka benar-benar bisa datang ke kota Jogja ini bersama orang-orang yang aku cintai, persis seperti impian Gerald juga kan Ma," kata Naya.
"Ya kamu benar Sayang, Gerald memang pernah mengatakan jika ingin pergi ke Jogja bersama orang-orang yang dicintainya. Mama juga tidak menyangka ternyata impiannya itu sama dengan kamu," kata Dania.
"Iya Ma, Mama benar," kata Naya.
"Oh ya Nay, bagaimana apakah Gerald mengingat sesuatu di rumah itu?" Tanya Dania.
"Mumpung Mama sekarang lagi menelpon aku dan kebetulan juga Gerald tidak mendengarnya, apa lebih baik aku bilang aja ya ke Mama tentang kecurigaan aku? Mungkin aja kan kalau Mama juga merasakan hal yang sama," batin Naya.
"Halo Naya, kamu masih di situ? Kamu kenapa diam?" Tanya Dania.
"Oh iya Ma maaf. Ma, sebenarnya ada yang mau aku sampaikan ke Mama," kata Naya.
"Oh ya? Kamu mau menyampaikan apa Sayang?" Tanya Dania.
"Ma, sepertinya Gerald sudah mengingat sesuatu. Tetapi dia menyembunyikannya dari kita," kata Naya.
__ADS_1
"Apa iya? Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?" Tanya Dania.
"Jadi Ma tadi sewaktu Gerald menceritakan tentang masa lalunya di rumah ini bersama Oma dan Opanya, itu semua begitu sangat lancar Ma keluar dari mulutnya. Gerald sama sekali nggak bilang kalau informasi itu dari Mama atau Papa, memang murni keluar dari mulutnya. Tetapi Meskipun aku sedikit terkejut, aku tetap berusaha untuk bersikap tenang dan tidak menanyakan hal itu terlebih dahulu, aku memilih diam-diam untuk menyelidiki apa benar jika Gerald sudah mengingat masa lalunya itu," kata Naya.
"Menurut Mama apa yang kamu katakan itu masuk akal juga sih. Karena Mama juga merasa sejak malam itu, Gerald seperti sudah mengingat sesuatu tetapi ia berusaha untuk menyembunyikannya. Tapi kalau benar seperti itu, apa alasan Gerald menyembunyikannya dari kita?" ucap Dania ikut kebingungan.
"Ma untuk saat ini kita memang tidak tahu apa alasan Gerald, tapi kalau menurut aku lebih baik kita diam aja dulu. Kita lihat bagaimana kelanjutannya nanti, mungkin aja Gerald memang mempunyai alasan yang kuat untuk ini semua," kata Naya.
"Iya, kamu benar Sayang. Mama ikuti saja apa kata kamu, yang penting kalian di sana baik-baik saja, have fun, nikmati liburan kalian," kata Dania.
"Iya Ma terimakasih ya. Rencananya besok pagi kita mau jalan-jalan dulu ke Mini Zoo sebelum kita pulang ke Jakarta siang harinya," kata Naya.
"Oke, Mama tunggu ya kepulangan kalian. Hati-hati ya Sayang," ucap Dania.
"Iya Ma. Ya sudah kalau begitu aku matikan ya Ma teleponnya, takut Gerald mencari aku karena nggak ada di kamar," kata Naya.
"Iya Sayang, selamat malam dan selamat istirahat ya," ucap Dania
***
Keesokan hari saat semua telah rapi dan juga selesai sarapan, keluarga kecil Gerald itu pun langsung saja pergi jalan-jalan. Tujuan mereka adalah ke Mini Zoo seperti niat mereka sebelum pulang ke Jakarta. Tak lupa juga sekalian membawa barang-barang yang akan dibawa pulang ke Jakarta dan di taruh ke dalam bagasi mobil, karena nantinya sepulang dari Mini Zoo mereka akan langsung pulang ke Jakarta tanpa singgah lagi ke rumah lamanya itu.
Setengah jam kemudian, Gerald beserta anak dan istrinya itu pun telah berada di Mini Zoo. Kania yang saat ini sudah berusia 4 bulan tampak begitu senang melihat binatang yang ada di kebun binatang itu di dalam gendongan sang ayah.
"Sayang kamu lihat kan, Kania senang banget kita ajak ke Mini Zoo," kata Gerald.
"Iya aku juga lihat Sayang. Sepertinya Kania ini pencinta binatang deh," ucap Naya dan ditanggapi senyuman oleh suaminya itu.
__ADS_1
Keluarga kecil yang terlihat begitu bahagia dan membuat siapa saja yang melihatnya akan iri, telah menghabiskan waktu setengah hari untuk berjalan-jalan di Mini Zoo itu. Setelah itu mereka pun ke mall yang ada di kota Jogja untuk berbelanja, membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah. Dilanjutkan dengan makan siang, barulah setelah itu langsung saja mereka melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
Meskipun liburan kali ini begitu singkat, hanya dua hari satu malam, tetapi rasanya begitu berkesan untuk Naya dan juga Gerald. Karena mereka benar-benar bisa menikmati liburan bersama keluarga kecil. Saat ini Gerald dan Naya juga merasakan bahwa cinta di antara mereka berdua semakin kuat.
Gerald begitu yakin jika ia sangat mencintai Naya dan tidak mau kehilangan wanita itu. Ia merasa sangat bersyukur karena telah dipertemukan oleh Naya, wanita yang dengan sangat tulus mencintainya meskipun bagaimana sikap arogannya dulu terhadapnya.
***
Tanpa terasa, kini keluarga kecil itu telah tiba di Jakarta dan sudah berada di kediaman keluarga David. Tampak David dan Dania yang sudah menunggu kepulangan mereka di depan rumah dan langsung saja menyambut dengan hangat.
"Cucu Oma, Oma kangen sekali sama kamu. Padahal baru saja satu malam Oma tidak bertemu kamu," ucap Dania yang mengambil Kania dan gendongan sang ibu lalu merangkul cucunya itu, membuat Naya, Gerald dan David tersenyum bahagia melihatnya.
"Mama kangen sama Kania aja nih, nggak kangen sama kita?" Tanya Gerald.
"Kamu jangan berbicara seperti itu dong Sayang, tentu saja Mama merindukan kalian berdua juga. Tapi dia nih yang paling Mama rindukan, cucu Oma," ucap Dania sembari menatap Kania yang sangat menggemaskan.
"Oh ya bagaimana liburan kalian? Apakah menyenangkan?" Tanya David.
"Iya Pa, alhamdulillah menyenangkan. Otak aku menjadi lebih fresh setelah pulang dari Jogja," kata Gerald.
"Ya syukurlah kalau begitu. Ya sudah sekarang kita masuk," ajak David, lalu mereka semua pun masuk ke dalam rumah.
Sedangkan barang bawaan Naya dan Gerald telah dibawa masuk oleh supir dan juga ART yang ada di rumah tersebut.
"Gerald, bagaimana keadaan rumah di sana?" Tanya Dania yang sengaja memancing, ia ingin mendengar langsung apa yang dikatakan oleh menantunya lewat telepon tadi malam.
"Rumah itu masih sama seperti dulu Ma, masih asri, nyaman dan tata letak barang-barangnya juga masih sama seperti yang dulu. Aku juga melihat kamar Mama, tidak ada yang berubah, semuanya dibersihkan dengan sangat rapi. Ternyata para penjaga itu benar-benar menjaga amanah ya Ma," ucap Gerald dengan sangat lancar tanpa menunjukkan jika saat ini ia sedang hilang ingatan, sehingga membuat David, Dania dan juga Naya menatapnya penuh curiga.
__ADS_1
...Bersambung …...