
"Stop!" ucap Dania lirih tetapi suaranya itu terdengar oleh mereka bertiga dan langsung saja menghampirinya.
"Mama," ucap Gerald dan Naya secara bersamaan.
"Sayang," ucap David pula lalu mencium kening sang istri. Ia merasa sangat lega karena akhirnya Dania sadar.
"Cukup! Kenapa kalian berdebat di saat kondisiku sedang seperti ini?" Apa kalian sama sekali tidak peduli dengan keadaanku," kata Dania.
"Tidak Ma bukan seperti itu." Gerald menggelengkan kepalanya.
"Sayang, tidak seperti itu. Papa tadi hanya ingin menasehati Gerald, Papa ingin dia menghargai istrinya. Mama jangan berpikir yang macam-macam ya Sayang, Papa senang sekali melihat Mama sudah sadar. Maafkan Papa ya sudah membuat keributan," ucap David.
"Ma, maafkan Naya ya Ma. Naya yang sudah memancing emosi Gerald sehingga terjadi keributan tadi," ucap Naya menatap sendu sembari memegang tangan mertuanya itu.
"Naya, tidak Sayang, ini bukan kesalahan kamu. Mama sudah mengetahui semuanya tentang sikap Gerald itu juga bukan dari kamu," ucap Dania.
"Ma, Mama tidak perlu menyembunyikannya dari aku. Aku tahu pasti Naya kan yang sudah memberitahukan soal ini kepada Mama," tuding Gerald, iya tetap saja kekeh menuduh Naya yang sudah memberitahukan hal tersebut kepada mamanya.
"Gerald apa kau bisa diam dulu, biar Mama yang menjelaskannya," ucap David.
__ADS_1
"Kamu salah Gerald, bukan Naya yang memberitahu Mama. Apa kalian berdua ingat dengan pelayan restoran yang saat itu menolong Naya dengan memberikan air putih karena Naya muntah?" Tanya Dania.
Gerald dan Naya pun mengingat kejadian yang tentu saja masih melekat jelas di pikiran mereka. Dimana saat itu Gerald merasa jijik dengan apa yang Naya lakukan, sedangkan Naya mengingat jelas bagaimana ketidak pedulian Gerald terhadapnya.
"Iya Ma, aku ingat," jawab Gerald, begitu juga dengan Naya.
"Dia adalah anak teman Mama. Mama yang meminta tolong kepadanya untuk mengurus makan malam romantis kalian, dan Mama juga minta tolong padanya untuk merekam kalian. Mama pikir makan malam kalian itu romantis seperti apa yang Mama bayangkan, tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan Mama. Apa yang Mama lihat itu benar-benar telah mengecewakan Mama, telah menyakiti hati Mama. Naya maafkan Mama ya, karena Mama telah menjerumuskan kamu ke dalam rumah tangga yang seperti neraka untukmu. Kenapa kamu tidak pernah memberitahu Mama Naya, kenapa kamu menyimpan ini sendirian," ucap Dania yang terlihat begitu sedih.
"Ma maafkan Naya, Naya hanya tidak mau menambah beban pikiran Mama, Naya tidak mau kondisi Mama semakin ngedrop. Naya ingin Mama sembuh, fokus sama kesehatan Mama," ucap Naya.
Dania dapat melihat dan merasakan jika ucapan Naya benar-benar tulus dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Tetapi kenapa anaknya sama sekali tidak dapat melihat dan merasakan hal itu sedikitpun.
Naya tampak terdiam, bibirnya terasa berat seakan terkunci untuk mengungkapkan semuanya. Dania dapat melihat jika Naya sudah pasti tidak akan menceritakannya karena merasa takut.
"Kamu tidak perlu menceritakannya kepada Mama, dengan video tersebut Mama sudah melihat segalanya dan bisa menyimpulkan bagaimana sikap Gerald selama ini terhadap kamu, sikap arogan Gerald terhadap kamu. Mama benar-benar minta maaf ya Sayang, terlebih lagi tentang sikap Gerald yang tidak mau mengakui jika anak dalam kandungan kamu itu adalah anaknya. Mama benar-benar tidak menyangka dia bisa bersikap seperti itu Naya. Mama menyesal karena telah menjodohkan kalian, Mama pikir perjodohan kalian akan berjalan dengan lancar seperti dulu saat Mama dijodohkan dengan Papa. Tapi ternyata Mama salah, Gerald sama sekali tidak pantas mendapatkan wanita sebaik kamu. Seharusnya Mama tidak menjodohkan kalian, ini semua salah Mama, maafkan Mama Naya, Mama-" Dania menghentikan ucapannya itu karena sudah tidak sanggup lagi untuk mengungkapkan kata-kata, air matanya pun terus mengalir bak air sungai.
Naya menggenggam erat tangan ibu mertuanya, lalu memeluknya.
"Jangan bicara seperti itu Ma, ini semua bukan salah Mama, ini sudah takdir hidup Naya Ma. Meskipun Naya tidak pernah bahagia dengan pernikahan ini, tapi Naya bersyukur karena bisa mengenal Mama yang begitu menyayangi Naya, kasih sayang dari seorang ibu yang sudah lama tidak Naya dapatkan, kini Naya dapatkan lagi dari Mama. Naya sangat menyayangi Mama, jangan bicara seperti itu lagi ya. Mama tidak perlu meminta maaf, Mama tidak bersalah," ucap Naya dengan air matanya yang jatuh ke pipi Dania.
__ADS_1
Pemandangan yang ada di depan mata, telah membuat David dan Gerald juga ikut merasakan sedih dan menangis. Saat ini Gerald benar-benar bingung, apa benar jika Naya sama sekali tidak mengadukan hal itu kepada ibunya, melainkan ibunya sendirilah yang mencari tahu. Lalu apakah sikapnya kepada Naya selama ini benar-benar sudah sangat keterlaluan? Apa yang harus ia lakukan sekarang ia tidak tahu, yang jelas saat ini Dania terlihat sangat kecewa kepadanya, bahkan enggan melihat wajahnya dan meminta David suaminya untuk membawa Gerald keluar dari ruangannya.
***
"Kenapa kita berada di luar Pa? Aku ingin bicara dengan Mama. Aku ingin meminta maaf pada Mama Pa," ucap Gerald.
"Gerald, untuk saat ini biarkan Mama kamu tenang dulu. kamu dengarkan tadi Dokter bilang apa? Kondisi Mama kamu itu sedang tidak baik, jadi lebih baik biarkan saja dulu Mamamu tenang. Biarkan Naya yang menemani Mama, Papa yakin bersama Naya hati Mama kamu akan lebih tenang. Ya mudah-mudahan saja Naya bisa memberikan pengertian terhadap Mama agar mau memaafkan kamu," kata David.
"Tapi Pa, aku tidak bisa seperti ini. Aku mau dekat Mama, aku sangat menyayangi Mama Pa," kata Gerald.
"Jika kamu memang menyayanginya Mama, kamu turuti saja apa permintaannya untuk saat ini ya. Sekarang sudah malam, sebaiknya kamu pulang saja. Biar Papa yang berada di sini untuk menjaga Mama dan istri kamu," kata David.
"Tapi Pa-" ucapan Gerald terpotong.
"Sudahlah Gerald, ikuti saja," kata David.
"Tapi Papa selalu kabarin aku ya apapun yang terjadi dengan Mama," pinta Gerald.
"Iya, itu pasti. Yang penting sekarang kamu pulang saja, renungkan semua kesalahan kamu itu. Papa juga yakin jika Naya tidak seburuk yang kamu pikirkan, yakin lah Gerald jika Naya adalah wanita yang baik, saat ini dia sedang mengandung anak kamu bukan orang lain," ucap David yang tak pernah lelah memberi nasehat kepada gerald, bagaimanapun juga sikap buruk yang Gerald lakukan, dia tetaplah putranya yang sangat ia sayangi.
__ADS_1
...Bersambung... ...