Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Memberikan Kesempatan


__ADS_3

"Kenapa kalian tersenyum? Papa lagi bertanya loh ini, bukannya dijawab malah senyum-senyum," hardik David.


"Sudahlah Pa, Papa tuh tidak usah ngurusin si Gerald, biar saja dia tahu rasa. Naya sudah punya rencananya sendiri kok tentang nama anaknya," kata Cynthia yang selalu percaya kepada Naya.


Jika sudah istrinya yang berbicara, maka David pasti akan terdiam karena dia tahu itu semua adalah yang terbaik.


"Ya sudah kalau begitu, Papa hanya kasihan saja melihat Gerald. Dari tadi uring-uringan sendiri, sepertinya dia sangat marah dan kecewa karena sama sekali tidak disangkut pautkan namanya di belakang nama anak kalian," kata David.


"Iya Pa, Naya punya rencana sendiri kok," ucap Naya dan David pun menanggapinya dengan mengangguk dan tersenyum.


***


Pada malam hari, Naya meminta Gerald yang saat itu sedang berada di ruang keluarga untuk menghampirinya di kamar. David dan Dania yang sudah tahu tujuan menantunya itu pun segera saja keluar dari kamar mereka. Sedangkan baby sister Kania juga sudah kembali ke kamarnya, ia hanya bertugas penuh pada siang hari, sedangkan malam hari jika dibutuhkan saja.


"Ada apa? Kalau nggak ada hal yang penting, lebih baik kamu istirahat aja. Kamu pasti capek kan seharian jaga Kania?" Tanya Gerald.


"Nggak juga, kan aku dibantuin sama Mama dan Mbak, jadi aku nggak terlalu capek lah. Lagipula aku meminta kamu ke sini ya karena memang ada hal penting," kata Naya.


"Oh iya aku lupa, kamu kan sekarang sudah jadi anak kesayangannya Mama. Bahkan aku yang anak kandungnya aja seperti sudah tidak dianggap lagi sebagai anaknya," gerutu Gerald dengan memasang wajah bete.


"Kamu nggak lagi cemburu kan?" Tanya Naya.


"Nggak, siapa bilang aku cemburu," jawab Gerald ketus dan terlihat gengsi.


Naya tersenyum melihat sikap Gerald. Naya bingung dengan perasaannya sendiri, terkadang ia merasa sangat mencintai pria di depannya itu, tetapi terkadang juga ia merasa kesal dan sakit hati. Ia juga bisa dibuat ketawa oleh kelakuan suaminya yang seperti bocah seperti sekarang ini.


"Sudahlah Gerald, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu," kata Naya.

__ADS_1


"Menyampaikan apa?" Tanya Gerald yang tampak tegang.


"Jadi aku sudah memutuskan untuk memberi nama anak kita Kania Agatha Antonio," ucap Naya.


Gerald sontak terkejut dan membelalakkan matanya menatap Naya.


"Apa aku nggak salah dengar?" Gerald ingin memastikannya.


"Tentu aja nggak, aku serius Gerald. Bukankah kamu bilang sudah menganggap Kania ini sebagai anak kandung kamu sendiri. Oke fine, aku bisa terima kalau kamu belum bisa percaya sekarang, mungkin seiring berjalannya waktu kamu akan merasakan bahwa Kania ini memang anak kandung kamu atau bukan. Aku akan kasih kamu kesempatan, aku menghargai kamu sebagai suami aku dan memang kenyataannya kamu adalah ayah kandung Kania. Satu lagi, ini semua demi Mama juga," ucap Naya.


"Maafkan aku Naya, terimakasih sudah memberi aku kesempatan. Aku hanya butuh waktu untuk meyakinkan hati, aku juga berharap kalau Kania benar-benar anak kandung aku," ucap Gerald dengan sorotan mata mendamba.


Naya tersenyum, ia tak peduli jika saat ini dikatakan sebagai wanita bodoh. Dengan rasa Cinta yang masih Naya punya, maka ia memberikan suaminya itu kesempatan terakhir untuk memperbaiki semuanya. Naya melakukan ini semua juga demi anaknya agar mempunyai keluarga yang utuh dan juga demi kesehatan ibu mertuanya.


"Oke, so how are you feeling right now? are you happy? Aku sudah menautkan nama kamu di belakang nama Kania, kenapa kamu malah diam aja?" Tanya Naya yang melihat Gerald hanya tersenyum menatapnya.


"I'm sorry. Of course, i'm very happy. Thank you so much Naya," ucap Gerald yang tanpa sadar telah memegang kedua tangan istrinya karena merasa sangat bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Beberapa menit kemudian, Naya dan Gerald pun sama-sama sadar dan melepaskan tangan mereka, lalu menjadi salah tingkah seperti anak ABG yang baru saja pacaran.


"Ya sudah Nay, lebih baik kamu istirahat aja. Kalau nanti Kania bangun, biar aku yang mengurusnya," kata Gerald.


Lalu Naya dan Gerald pun merebahkan tubuh di atas kasur untuk beristirahat.


***


Setelah 1 minggu melahirkan, karena Naya yang begitu dirawat dan dijaga oleh keluarganya, kini ia pun sudah pulih total dan dapat beraktivitas seperti biasa meskipun tidak bisa terlalu aktif. Apalagi Dania selalu melarang jika Naya hendak melakukan pekerjaan berat.

__ADS_1


"Naya, kan sudah Mama bilang berapa kali kamu tidak usah mencuci pakaian bayi. Biar saja Bibi yang cuci, itu kan sudah tugasnya Bibi. Mama sudah bayar Bibi mahal-mahal loh," ucap Dania.


"Tapi Ma nggak apa-apa kok, ini kan hanya baju bayi doang, nggak bakalan berat kok. Baju Naya dan Gerald sudah dicuciin sama Bibi, masa bajunya Kania juga di cuciin sama Bibi Ma. Terus Naya ngapain dong Ma," kata Naya.


"Kamu cukup menjaga Kania saja," ujar Dania.


"Bahkan menjaga Kania juga dibantuin sama Mama dan Mbak, aku lebih banyak santainya, paling hanya menyusui aja. Kalau malam Kania boboknya nyenyak," kata Naya.


"Ya itu karena Kania anak baik. Kamu harus tetap istirahat full supaya kamu tidak stress dan kecapean, lalu ASI kamu banyak. Kania juga akan senang kalau dapat ASI yang banyak dari kamu," ucap Dania.


"Iya deh Ma, tapi kalau siang ini aku mau antar makanan untuk Gerald ke kantor boleh nggak?" Tanya Naya.


"Boleh deh, tapi diantar supir ya," jawab Dania. " Tapi, ini kamu serius?"


"Loh memangnya kenapa? Serius dong Ma. Kan Naya sudah kasih Gerald kesempatan, jadi nggak apa-apa dong Ma kalau Naya mau jadi istri yang baik buat Gerald," ucap Naya tersenyum.


"Syukurlah, Mama senang mendengarnya. Mudah-mudahan hubungan rumah tangga kalian benar-benar akan membaik dan tidak ada lagi masalah-masalah yang menghampiri," ucap Dania penuh harapan.


"Aamiin … makasih ya Ma doanya. Kalau gitu Naya mau siapkan makan siangnya dulu, terus aku antar ke kantornya Gerald," kata Naya yang terlihat begitu bersemangat.


"Iya Sayang, kamu tenang saja ya Kania biar Mama dan Mbak yang urus," kata Dania.


"Iya Ma," jawab Naya lalu segera saja pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang.


Setelah masakannya itu selesai, Naya pun segera saja mengantar makanan tersebut ke kantor Gerald diantar oleh supir pribadi keluarga Gerald.


***

__ADS_1


Setibanya di kantor, setelah mendapat kabar dari resepsionis jika suaminya itu ada di dalam ruangan, Naya pun segera saja menuju ke ruangannya. Ia sengaja tidak memberi kabar ataupun mengetuk pintunya untuk memberikan Gerald kejutan. Akan tetapi saat Naya membuka pintu, justru Naya yang mendapatkan kejutan dengan apa yang dilihatnya saat ini.


...Bersambung... ...


__ADS_2