Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Kepergian Dania


__ADS_3

Putri masih tampak tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, akan tetapi itulah kenyataan.


"Jadi ternyata George sudah mencintai aku sejak pertama kali bertemu dan sekarang rasa cinta itu semakin besar untuk aku. Dan Naya, ternyata Naya benar-benar sangat tulus menyayangi aku, dia nggak mau melihat aku sedih, kecewa apalagi tersakiti gara-gara pria. Bagaimana kalau Naya tahu saat ini aku sedang merasa kecewa, aku sedang patah hati karena cinta lamaku yang kandas, yang tidak bisa aku gapai itu adalah cinta dari suaminya sendiri. Ya Tuhan, rasanya aku sudah nggak sanggup lagi untuk menyembunyikan rahasia ini dari Naya, tetapi aku juga nggak bisa melihat Naya kecewa nantinya. Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus memberitahu Naya atau aku harus diam saja," batin Putri dalam kegundahan hatinya.


Lalu dengan sekuat hatinya Putri pun mencoba menetralisir perasaannya itu. Setelah itu, ia pun melangkahkan kaki perlahan mendekati George dan Naya, seolah tidak mendengar apapun tentang obrolan mereka tadi.


"Naya, George, sepertinya asyik sekali ya obrolan kalian. Jadi kamu sudah memberitahu semuanya ke Naya tentang hubungan kita kan George?" Tanya Putri.


"Putri, kamu sudah lama berdiri di situ?" Tanya Naya yang melihat putri berjalan mendekat.


"Enggak kok. Aku baru saja ke sini," jawab Putri berbohong.


"Iya Put, aku sudah menceritakan semuanya ke Naya tentang hubungan kita, bagaimana dan kenapa kita bisa dijodohkan," jawab George.


"Iya Nay dan aku senang karena kalian berdua ternyata bisa mempunyai hubungan. Jadi aku nggak perlu capek-capek lagi deh menjodohkan kalian berdua," kata Naya .


"Tuh kan, jadi benar ya dugaan aku selama ini kalau kamu benar-benar mau nyomblangin aku dengan George. Pantas saja ya selama ini kamu itu seperti sengaja membuat aku selalu bertemu dengan George," kata Putri.


"He … he … he … ketahuan. Tapi tujuan aku baik kok, karena aku nggak mau melihat kamu sedih terus Put. Aku mau kamu itu merasa bahagia. Dan aku tahu kalau George adalah pria yang tepat untuk kamu. bahkan suami aku juga bisa melihat kalau George itu memang orang yang baik," ucap Naya.

__ADS_1


"Terimakasih ya Put, aku jadi terharu," ucap Putri.


"Sama-sama Nay," jawab Putri, lalu mereka berdua pun kembali berpelukan.


George yang melihatnya pun merasa sangat bahagia.


***


Hari-hari pun telah berlalu, meskipun terkadang Naya masih selalu teringat tentang kejadian buruk yang menimpanya itu, tetapi kondisinya sedikit lebih membaik. Jika teringat akan hal itu, Naya bisa menenangkan hatinya sendiri atau mengontrol emosinya meskipun saat itu Gerald sedang tidak berada di dekatnya. Sebisa mungkin Naya melawan rasa takutnya itu, karena ia tidak mau orang-orang di dekatnya, orang-orang yang mencintai dan menyayanginya itu terus-terusan merasa khawatir melihat kondisinya.


Kini Naya, Gerald, David, George dan Putri sedang berada di rumah sakit setelah dikabarkan oleh dokter jika keadaan Dania semakin memburuk. Sudah 1 bulan Dania sama sekali belum juga sadar pasca operasi waktu itu. Bahkan saat ini dokter mengatakan jika Dania hanya perlu untuk ditunggu, tanpa terlalu berharap lebih lagi.


Perasaan Gerald dan David begitu hancur, begitu juga dengan Naya yang begitu menyayangi Dania dan tidak sanggup mendengar kabar tentang mertuanya itu. Kini Naya pun sedang masuk ke dalam ruang ICU untuk menghampiri Dania.


"Kita semua di sini menunggu Mama bangun. Aku pernah mendengar kalau orang yang sedang koma itu memang tidak sadarkan diri, raganya tertidur tetapi jiwanya bisa mendengar jika ada orang yang sedang berbicara. Dan aku yakin kalau sekarang ini Mama pasti mendengar kalau aku sedang berbicara. Kalau memang itu benar, aku minta Mama bangun ya, Mama berjuang, Mama harus kuat dan sembuh Ma demi orang-orang yang Mama cintai dan mencintai Mama. Kita di sini ada untuk Mama, setiap hari kita selalu menunggu Mama bangun. Begitu juga dengan Kania, dia juga merasa sedih dan sering tiba-tiba menangis sendiri. Aku yakin itu karena Kania teringat dengan omanya, Kania pasti rindu bermain dengan omanya. Sudah sebulan lamanya Mama tidak berada ditengah-tengah kita, Naya rindu Ma. Mama bangun ya," gumam Naya dengan air matanya yang tidak dapat dibendung lagi dan kini bercucuran bak air sungai yang mengalir deras.


Sekilas Naya juga teringat jelas memori tentang kedekatannya dengan ibu mertuanya itu. Bagaimana baiknya Dania yang memperlakukannya sebagai anak sendiri, yang membuat Naya merasakan kasih sayang seorang ibu yang sudah lama tidak ia dapatkan semenjak kepergian ibu kandungnya.


Di saat itu tiba-tiba saja Dania menetaskan air matanya tanpa Naya ketahui. Dan tidak lama setelah itu Dania mengalami kejang-kejang serta diiringi suara berisik di layar monitor. Naya merasa takut serta panik, ia mendadak menjadi linglung tidak tahu harus berbuat apa. Untungnya saat itu ada Gerald yang melihatnya dari balik kaca dan segera saja memanggil dokter.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian dokter dan Suster telah datang dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Mereka berusaha melakukan segala cara untuk melakukan penyelamatan kepada pasien, hingga pada akhirnya semua peralatan yang menempel di tubuh Dania pun dilepaskan karena sama sekali sudah tida ada fungsinya lagi.


Tentu saja siapapun yang melihatnya akan mengetahui apa maksud dari itu semua. Mereka semua pun menangis sejadi-jadinya, Naya menangis di pelukan Gerald, Putri menangis di pelukan George, sedangkan David hanya meringkuk, mencoba untuk menenangkan hatinya sendiri serta ikhlas di saat dokter mengatakan bahwa Dania telah pergi untuk selama-lamanya. Tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini, hanya berusaha untuk ikhlas menerimanya. Karena bagaimanapun juga Dania selama ini sudah sangat tersiksa dengan penyakitnya itu. Kini mereka semua pun berada di dalam ruang ICU untuk melihat jasad Dania yang terlihat polos dan tersenyum karena sudah tidak merasakan penyakit yang dideritanya selama ini.


"Gerald, Naya, sudah ya. Kalian berdua harus kuat ya. Doakan saja Mama tenang di sana. Sekarang Mama sudah tidak sakit lagi, Mama sekarang sudah bahagia, kalian juga pasti tidak mau kan melihat Mama terus-terusan menahan rasa sakitnya. Yang penting keinginan Mama untuk melihat kalian menikah dan punya anak sudah terwujud, kalian sudah mewujudkan cita-cita Mama sebelum dia pergi," kata David.


"Iya Naya, benar kata Om David. Kamu harus kuat ya Nay. Aku juga sedih karena kepergian Tante Dania, tapi Tuhan lebih menyayanginya. Dan aku yakin kok kalau Tante Dania nggak mau melihat kita semua di sini sedih," ucap Putri sembari memeluk sahabatnya itu.


Sedangkan David dan Gerald saat ini juga berpelukan untuk sama-sama saling menguatkan. Sebisa mungkin David menahan kesedihannya, meskipun ia merasa sangat rapuh kehilangan istri tercintanya itu.


****


Setelah mengurus segala administrasi di rumah sakit, keluarga langsung membawa jasad Dania pulang ke kediamannya untuk segera disemayamkan. Tampak warga, saudara, sahabat maupun kerabat yang telah berkumpul di kediaman David untuk ikut membantu semua prosesi pemakaman Dania ataupun untuk mengucapkan belasungkawa serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.


Hingga kini pun mereka semua telah berada di pemakaman untuk mengantar Dania ke peristirahatan terakhir. Setelah proses pemakaman selesai, satu persatu yang ikut membantu serta memberikan doa di pemakaman Dania pun berangsur pergi. Hanya tinggal David, Gerald, Naya, George dan juga Putri yang masih berada di sana. Sedangkan orang tua putri yang tadi tampak hadir juga sudah berpamitan untuk pulang.


"Ma selamat jalan ya Ma. Semoga Mama tenang di alam sana. Sekarang Mama sudah tidak sakit lagi. Mama sudah sembuh dan Mama sudah bertemu dengan orang-orang yang mama cintai yang sudah pergi terlebih dahulu. Mama sudah bertemu dengan Oma dan Opa Ma. Meskipun Mama sudah tidak ada lagi di dunia ini, tapi percayalah Mama selalu ada di hati Naya, rasa sayang dan cinta Naya terhadap Mama begitu besar, rasanya nggak rela setelah dulu Naya kehilangan kedua orang tua Naya, sekarang Naya harus kehilangan Mama ya sudah aku anggap seperti orang tua kandung aku sendiri. Mama sangat baik dan menyayangi aku, karena Mama lah aku bisa bertahan dengan Gerald hingga merasakan kebahagiaan seperti sekarang ini, Mama yang selalu mendukung dan menguatkan aku," ucap Naya.


"Ma, Mama yang tenang ya di sana. Mama harus bahagia. Mama tenang saja, aku pasti akan menjaga Papa, Naya dan juga Kania. Naya adalah menantu terbaik pilihan Mama, Naya juga istri terbaik buat aku dan aku janji tidak akan pernah menyakiti Naya seperti dulu aku pernah menyakitinya. Aku akan selalu menjaga dan menyayangi Naya Ma sampai maut penjemput aku," ucap Gerald pula.

__ADS_1


Suasana di pemakaman terlihat begitu mengharukan, Naya dan Gerald tak hentinya meneteskan air mata yang rasanya tidak pernah kering. Lalu Gerald pun meraih tubuh istrinya itu hingga mereka berdua pun saling berpelukan, menumpahkan rasa kesedihan dengan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan tersebut.


...Bersambung …...


__ADS_2