
"Untuk apa lagi kau datang ke sini anak kecil, bukankah kau sudah tak mau lagi memuaskanku? Atau kau sedang membutuhkan uang lagi?" Tanya Rosa saat Denis berkunjung ke rumahnya.
"Ck, Tante salah besar. Aku sama sekali tidak membutuhkan uangmu lagi," kata Denis.
"Lalu untuk apa kau ke sini?" Tanya Rosa lagi.
"Aku hanya ingin Tante membantuku untuk bisa dekat dengan Naya," kata Denis to the point.
"Apa maksudmu? Kau tahu sendiri kan jika Naya itu sudah menikah, aku sendiri yang menjodohkan mereka. Lalu kau meminta aku untuk mendekatkanmu dengannya, apa yang ada di dalam pikiranmu itu?!" Bentak Rosa.
"Tante, aku sangat mencintai Naya, aku tahu jika pernikahan Naya dan suaminya itu tidak bahagia. Naya selalu disiksa Tante," ucap Denis.
"Lalu apa urusannya denganku? Dengar ya Denis, apapun yang dilakukan Gerald terhadap Naya itu bukan urusanku dan kau juga tidak berhak ikut campur. Naya sudah menjadi istrinya, jadi kita sama sekali tidak berhak mencampurinya. Lagipula bagiku tidak ada untungnya Naya itu hidup bahagia, yang penting saat ini uang terus mengalir di rekeningku," kata Rosa yang begitu teganya, ia memang sama sekali tak pernah peduli terhadap anak tirinya itu.
Denis mengepal erat kedua tangannya menahan emosi, jika saja Rossa itu bukanlah seorang wanita, sudah pasti ia akan menghajarnya saat ini juga. Tentu saja ia sangat tidak terima wanita yang dicintainya itu dianggap sepele oleh Rosa. Denis juga berpikir bagaimana mungkin ada seorang ibu yang begitu tega terhadap anaknya sendiri meskipun hanya anak tiri, bagaimanapun juga Rosa sendiri dulu pernah merawat Naya dari kecil sewaktu ayahnya masih ada.
"Tante benar-benar keterlaluan, Tante lihat saja jika tante tidak mau membantu aku, maka aku akan membocorkan masalah kita ini kepada suami Tante," ancam Denis.
"Hei anak kecil bau kencur, kau mengancamku? jika kau memberitahu tentang hubungan kita kepada suamiku, apa kau tidak takut jika aku akan menyebarkannya ke kampusmu. Apa kau tidak takut jika Naya wanita yang kau cintai itu akan mengetahui bagaimana kelakuan busukmu itu?" Rosa balik mengancam, tidak tahu ucapannya itu benar atau tidak tetapi dia tidak mau kalah dengan anak kecil yang sudah berani mengancamnya.
Denis begitu tampak kesal, lalu ia pun menghancurkan sebuah vas bunga yang ada di atas nakas meluapkan emosinya itu.
"Apa yang kau lakukan? Kau sengaja ingin mengundang tetangga datang ke sini melihat kita berdua," tuding Rosa.
"Biar saja tetangga dulu yang tahu apa yang terjadi di antara kita," tantang Denis.
__ADS_1
"Kau benar-benar ingin melawanku, sekarang juga aku akan menghubungi Naya untuk memberitahu semuanya," kata Rosa yang tak tahu lagi harus melakukan apa agar Denis segera meninggalkannya rumahnya.
***
Plak …
Sebuah tamparan mendarat di pipi tampan Gerald yang membuatnya begitu tercengang, karena mendapat perlakuan yang tak biasa dari ibunya.
"Ma sabar Ma, ingat sama kesehatan Mama. Lagipula ini sedang di kantor, tidak baik kalau nanti ada pegawai lain yang melihatnya," ucap David saat melihat Dania yang begitu emosi.
"Ma ada apa? kenapa Mama tiba-tiba menampar aku seperti ini? Aku salah apa?" Tanya Gerald.
"Terus, terus saja kamu bersandiwara Gerald. Mau sampai kapan kamu bersandiwara di depan Mama, mau sampai kapan kamu membohongi orang tua kamu. Apa kamu pikir Mama tidak tahu semuanya? Mama sudah tahu Gerald!" Kata Dania dengan suara meninggi dan tubuh yang terasa bergetar.
David mencoba menenangkan sang istri, terlebih lagi mengingat keadaan istrinya yang saat ini masih dalam tahap penyembuhan.
"Kamu lihat apa ini?!" Kata Dania seraya menyodorkan sebuah video yang yang ada pada ponselnya.
Dalam keadaan masih bingung, Gerald segera saja melihat video tersebut yang ternyata adalah percakapannya dengan Naya saat mereka berada di restoran seminggu yang lalu. Tentu saja Gerald merasa terkejut, dari mana ibunya bisa mendapatkan rekaman video tersebut? Ia juga bingung harus mengatakan apa saat ini, meskipun di video itu benar adanya tetapi tidak mungkin ia mengakuinya. Sudah jelas pasti akan memperburuk keadaan Dania.
"Ma, aku bisa jelaskan. Ini tidak seperti apa yang Mama lihat di video," ucap Gerald.
"Tidak seperti apa yang Mama lihat? Kamu pikir Mama ini buta ya? Mama benar-benar tidak menyangka, kamu tega sekali menyakiti wanita baik seperti Naya. Apa yang kamu lakukan kepadanya Gerald? Bahkan kamu tidak mengakui anak yang dikandung Naya adalah anak kamu. Mama benar-benar kecewa dengan kamar. Entah dosa apa yang telah Mama perbuat hingga mempunyai anak tidak bermoral seperti kamu," ucap Dania yang menahan perih di dadanya dan juga dengan linangan air mata yang terus saja keluar dari pelupuk matanya, ia merasa begitu kecewa terhadap anak satu-satunya itu.
Lalu tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung dan ambruk di dada bidang sang suami yang memang sedari tadi ada di belakangnya.
__ADS_1
"Ma kamu kenapa?" Tanya David yang sangat panik melihat keadaan istrinya.
Begitu juga dengan Gerald yang langsung berlari menghampiri ibunya. "Ma, Mama kenapa Ma?" Tanyanya sembari memegang pundak Dania.
"Lepaskan! Kamu jangan sentuh saya!" Bentak Dania murka.
David memberi gestur kepada anaknya untuk melepaskan sang ibu, akan tetapi tiba-tiba saja Dania pingsan saat itu juga. Sehingga mereka berdua bergegas membawa Dania menuju ke rumah sakit.
***
Saat mendapatkan kabar bahwa ibu mertuanya masuk rumah sakit, Naya yang saat itu sedang berada di kampus meminta izin tidak mengikuti jam kuliah saat itu dan bergegas menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan perasaannya sangat gelisah, takut terjadi sesuatu kepada Dania.
Setibanya di rumah sakit, dilihatnya Gerald dan David saat itu sedang berada di depan ruang IGD dengan wajah yang tegang menunggu kabar Dania yang saat ini sedang ditangani oleh Dokter.
"Pa, Gerald, bagaimana keadaan Mama?" Tanya Naya yang kini berada di hadapan mereka.
Gerald menatap Naya dengan sorotan mata tajam, ia sangat yakin jika semua ini adalah Naya yang memberitahu ibunya sehingga mengetahui sandiwaranya selama ini dan tentu saja Gerald juga menyalahkan Naya yang menyebabkan kondisi Dania menjadi ngedrop.
"Kita berdoa saja ya semoga Mama baik-baik saja. Saat ini dokter sedang menanganinya, kita belum tau bagaimana kondisi Mama," ucap David.
"Iya Pa, aku pasti akan mendoakannya. Semoga Mama tidak kenapa-napa," ucap Naya.
"Pa, aku ingin berbicara sebentar dengan istriku," kata Gerald.
"Kalau kamu ingin berbicara dengan istrimu, sebaiknya di sini saja biar Papa juga mendengarnya," kata David.
__ADS_1
Ia sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Gerald kepada istrinya itu. Mengingat bagaimana sikap Gerald terhadap Naya yang baru saja ia ketahui, sudah pasti dia akan menyalakan Naya dengan yang terjadi kepada ibunya. Sebagai seorang ayah, tentu saja David sangat tidak mendukung sikap arogan yang telah dilakukan oleh anaknya itu kepada istrinya sendiri. Entah kenapa Gerald bisa mempunyai sifat seperti itu, tidak seperti dirinya yang begitu menyayangi sang istri.
...Bersambung... ...