Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Teman Baru


__ADS_3

"Sayang, kamu sarapan dulu ya. Aku sudah buatkan kamu sarapan," kata Naya saat ia melihat Gerald yang baru saja selesai mandi.


Sedangkan Naya saat itu masih menggunakan piyama dengan rambut dikuncir seadanya, tetapi sama sekali tidak mengurangi kecantikannya itu.


"Ya sebentar lagi aku sarapan Sayang. Kamu sudah sarapan belum?" Tanya Gerald.


"Belum, seperti biasa yang penting aku sudah menyiapkan sarapan untuk kamu dulu, terus aku mau urus Kania, setelah itu baru deh aku mandi dan sarapan," jawab Naya.


"Tapi, aku maunya sarapan ditemani sama kamu ya, kan Kania ada Suster," kata Gerald.


"Ya sudah kalau gitu boleh," jawab Naya.


Memang suami Naya ini jika sudah datang manjanya, maka Naya tidak akan bisa untuk menolaknya.


Lalu Gerald pun segera saja memakai pakaian untuk ke kantor yang telah disiapkan oleh sang istri. Tak lupa pula Naya membantu merapikan kemejanya serta memasangkan dasi suaminya itu. Setelah itu mereka berdua segera saja keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan.


Naya mengambilkan sepiring nasi goreng dan menyerahkannya kepada Gerald.


"Kamu makan juga dong Sayang," pinta Gerald.


"Aku temenin kamu aja ya. Kan kamu tahu kalau aku nggak terlalu biasa sarapan pagi," kata Naya.


"Sedikit aja Sayang, aku suapin kamu mau nggak," tawar Gerald.


"Nggak usah Sayang, kamu aja yang sarapan," tolak Naya.


"Sedikit aja ya, biar aku yang suapin kamu," pujuk Gerald.


"Ya sudah kalau begitu," jawab Naya yang akhirnya pun menyetujuinya.


Segera saja Gerald menyuapi sesendok nasi goreng ke mulut Naya, begitu juga dengan Naya yang bergantian menyuapi Gerald. Keduanya terlihat begitu romantis seperti sepasang remaja yang sedang di landa asmara, nyatanya mereka adalah sepasang suami istri yang sudah memiliki 1 anak.


"Oh iya Sayang, nanti siang aku mau ke kampus ya. Kamu tahu kan kalau kemarin itu aku udah lama cuti kuliah dan setelah aku baru mulai kuliah lagi, aku harus cuti lagi karena hamil dan melahirkan. Jadi kali ini aku mau urus masalah kuliah aku lagi, supaya aku cepat lulus dan aku nggak akan memikirkan masalah kuliah lagi. Sayang juga soalnya kalau perjuangan aku selama ini harus sia-sia karena putus kuliah begitu aja. Paling nggak aku harus wisuda dan mendapatkan ijazah dari hasil kerja keras aku selama ini. Aku juga masih punya cita-cita Sayang, semoga saja suatu saat nanti aku bisa mewujudkan cita-cita aku itu," kata Naya.


"Iya Sayang, boleh dong. Tapi kamu diantar sama supir ya, jangan pergi sendirian," kata Gerald yang mengkhawatirkan sang istri, ia tidak banyak bertanya karena sudah harus segera pergi ke perusahaan.


"Oke, nanti aku minta antar supir," kata Naya menyetujuinya.

__ADS_1


Selesai sarapan bersama, Gerald segera saja berpamitan dengan sang istri untuk segera pergi ke kantor. Sedangkan Dania masih berada di kamarnya beristirahat dan David sedang berada di luar kota.


Setelah mandi dan bersiap-siap, Naya pun segera saja pergi ke kampus dengan diantar oleh supir sesuai perintah Gerald, suaminya itu.


***


Kini Naya telah selesai mengurus segala sesuatunya untuk kembali melanjutkan kuliah, di saat itu ia melihat seseorang wanita yang saat itu sedang kebingungan seperti baru pertama kali datang ke kampus tersebut.


"Hai, ada yang bisa aku bantu?" Tanya Naya menegur wanita muda yang umurnya kira-kira tidak jauh berbeda dengannya.


"Hai, kalau boleh aku mau tanya dong ruangan dekan dimana ya?" Tanya wanita itu


"Kamu anak baru ya ...?" Tanya Naya.


"Iya, aku baru pindah dari Jogja karena Ayah aku pindah tugas di Jakarta. Kenalin aku Putri," ucap wanita tersebut memperkenalkan diri.


"Oh iya, aku Naya. Yuk aku antar ke ruangan Dekan," ucap Naya.


Naya dan Putri pun jalan berdampingan menuju ke ruangan dekan. Selama Putri menemui dekan, Naya menunggunya di depan ruangan itu hingga Putri keluar dari ruangan tersebut.


"Naya, kamu masih di sini? Memangnya kamu lagi nggak ada kelas?" Tanya Putri.


"Oh … begitu. Jadi sudah selesai semua kan urusan kamu? Nanti gara-gara aku urusan kamu malah belum selesai lagi," kata Putri.


"Sudah dong, kamu juga sudah kan? Tanya Naya pula.


"Sudah juga dong dan besok aku sudah mulai berkuliah di sini," jawab Putri.


"Wah … kalau begitu kita sama dong. Ya sudah kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita makan dulu di kantin, kebetulan ini sudah siang dan aku juga belum makan nih," ajak Naya.


"Boleh, kebetulan aku juga lapar," kata Putri. Lalu Naya dan Putri pun segera saja pergi menuju ke kantin.


Meskipun baru kenal, tetapi rasanya keduanya sudah kenal lama. Mereka berdua bercerita, bercanda, seperti sahabat.


"Naya, aku boleh nggak minta nomor WA kamu? Ya nanti siapa tahu ada yang mau aku tanyakan sama kamu soal kampus dan supaya kita lebih akrab. Lagipula jujur ya Nay, teman aku yang pertama kali di sini ya kamu," kata Putri.


"Oh ya, boleh dong. Jujur aku juga nggak punya teman dekat di kampus ini," kata Naya lalu memberikan nomor ponselnya kepada Putri.

__ADS_1


"Terimakasih ya Naya. Oh ya, kamu pulang sama siapa?" Tanya Putri.


"Aku pulang sama supir, nih aku mau hubungi supir aku dulu. Kamu sendiri pulang sama siapa?" Tanya Naya pula.


"Aku bawa mobil, gimana kalau aku antar kamu pulang aja," tawar Putri.


"Eh nggak usah, nanti malah merepotkan kamu," tolak Naya.


"Nggak apa-apa Nay. Memangnya rumah kamu dimana Nay?" Tanya Putri.


"Aku tinggal di Perumahan Anggrek Jalan xx," jawab Naya.


"Serius? Kok bisa kebetulan banget ya, aku juga tinggal di perumahan itu. Memang kamu tinggal di gang apa dan nomor berapa?" Tanya Putri lagi.


"Oh ya? Aku tinggal di gang Anggrek 1 Nomor 15," jawab Naya.


"Iya Nay, kalau aku di gang Anggrek 5 Nomor 2. Kalau gitu biar sekalian aja ya aku antar kamu. Kan kita searah, bukan hanya searah tapi satu komplek malahan," kata Putri.


Akhirnya Naya pun menyetujuinya karena ternyata Putri juga tinggal di perumahan elit itu, dari situ Naya juga tahu jika Putri dari keluarga yang berada. Berbeda dengannya, jika bukan karena menikah dengan Gerald, mana mungkin Naya bisa merasakan hidup seperti saat ini.


Lalu Putri dan Naya pun segera saja berjalan menuju ke parkiran mobil. Setelah mengantar Naya, Putri langsung saja pamit pulang ke rumahnya.


***


Pada malam harinya, di saat Naya sedang menemani Kania di kamar, Gerald menghampiri anak dan istrinya saat ia baru saja selesai dengan pekerjaan kantor yang ia bawa pulang ke rumah.


"Sayang, kata Mama tadi kamu diantar pulang sama teman baru ya, siapa?" Tanya Gerald.


"Jadi Mama sudah kasih tahu ke kamu ya?" Tanya Naya pula.


"Iya, kata Mama kamu pulang nggak dijemput sama supir tapi diantar sama teman baru," kata Gerald.


"Iya, tadi aku diantar sama teman baru aku. Namanya Putri, anaknya baik deh Sayang, meskipun baru kenal tapi kita seperti sudah kenal lama dan kebetulan dia juga tinggal di sini juga, di gang Anggrek 5," terang Naya.


"Oh ya? Bisa kebetulan gitu ya. Tapi kamu harus berhati-hati ya dalam berteman, aku nggak mau kalau kamu sampai salah pilih teman," kata Gerald.


"Iya Sayang, kamu tenang saja," jawab Naya.

__ADS_1


...Bersambung …...



__ADS_2