Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Mulai Bersemangat


__ADS_3

Meeting pagi berjalan dengan lancar meskipun Gerald tadi tampak tak bersemangat untuk mengikutinya. Bagi David kedatangan Bella ke rumah tadi juga merupakan suatu keberuntungan, karena jika wanita itu tidak datang menghampiri Gerald, belum tentu saat ini Gerald duduk bersamanya di ruang meeting dengan beberapa jajaran dewan direksi membahas pembangunan proyek baru yang akan mereka jalani.


"Bagaimana perasaanmu Gerald? Apa kamu sudah sedikit lebih tenang? Karena yang Papa lihat kamu masih bisa menyimak meeting pagi ini meskipun tidak terlalu bersemangat dan terkadang masih suka melamun," kata David.


"Ya begitulah Pa. Aku hanya terpikir saja dengan ucapan Papa tadi, seharusnya aku lebih semangat, aku tidak boleh seperti ini terus. Seandainya nanti Istri dan anak kembali, ya aku yakin mereka pasti akan kembali, aku dalam keadaan baik-baik saja dan aku akan berhasil untuk membahagiakan Naya dan Kania. Aku akan berusaha untuk tetap semangat Pa. Meskipun saat ini mereka tidak ada bersama denganku di sini, tapi Naya dan Kania selalu ada di hati aku Pa," ucap Gerald.


"Nah seperti itu dong, itu baru namanya anak Papa," ucap David sembari menepuk pelan pundak anaknya.


Sedangkan Boy yang saat ini duduk di samping Gerald hanya terdiam saja. Sebenarnya ia merasa tidak enak karena menjadi bagian dari rencana yang telah dibuat oleh David dan Dania, tetapi ia juga ikut senang karena melihat Tuannya itu benar-benar sudah berubah. Mengingat bagaimana dulu Gerald memperlakukan istrinya, bahkan di depan Boy sendiri Gerald pernah mengusir dan memaki-maki istrinya itu saat datang ke perusahaan hanya karena membela kekasihnya yang jelas-jelas tidak baik.


"Iya Pa, aku yakin aku bisa melewati ini semua demi orang-orang yang aku cintai," ucap Gerald dengan penuh keyakinan.


"Baguslah, Papa senang karena kamu bisa bersemangat kembali," kata David.


"Iya Pa," jawab Gerald menatap sendu, ia selalu merasa tersentuh jika sudah pahlawannya itu berbicara dan memberi semangat untuknya.


"Boy kamu ikut ke ruangan saya, saya mau berbicara soal pekerjaan!" Perintah David dan ditanggapi anggukan cepat oleh Boy. "Dan untuk kamu Gerald, kamu kerjakan pekerjaan kamu yang selama ini sudah tertunda. Tidak semua pekerjaan kamu Papa dan Boy mengerjakannya. Selagi belum deadline, kami tetap membiarkan pekerjaan kamu, karena itu tetap menjadi tanggung jawab kamu," ucap David menegaskan kepada anaknya itu.


"Iya Pa, hari ini akan aku kerjakan semuanya. Kalau bisa lembur, aku akan lembur Pa," kata Gerald.


"Itu lebih baik, Boy ayo ke ruangan saya," ajak David.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab Boy. lalu ia pun melangkahkan kakinya mengikuti Direktur utama.


Sedangkan Gerald masih duduk di ruang meeting hingga akhirnya ia pun juga ikut meninggalkan ruangan tersebut.


***


Saat Gerald hendak melangkahkan kaki menuju ke ruangannya, entah kenapa perasaannya itu seakan menuntun langkah kakinya untuk pergi ke ruangan ayahnya. Mendadak ia ingin tahu tentang apa yang akan dibicarakan oleh ayah dan juga asistennya. Padahal itu adalah hal yang biasa, lagipula hanya berbicara soal pekerjaan. Tetapi entah kenapa kali ini Gerald merasa sesuatu ada yang beda dan ia ingin mengetahuinya. Perlahan dan sangat berhati-hati ia pun segera saja melangkahkan kakinya itu menuju ke ruangan Direktur Utama.


Gerald menempelkan daun telinganya mendekat ke pintu agar dapat mendengar jelas tentang pembicaraan antara kedua orang yang dicurigainya itu.


"Ya sudah Boy, sebaiknya kamu langsung kabarkan saja ya kepada Pak Dodi tentang kerja sama kita kali ini. Nanti biar saya serahkan proses selanjutnya kepada Gerald. Mungkin untuk saat ini dia belum terlalu bersemangat, tetapi saya yakin setelah dia bangkit nanti, perlahan semuanya akan berjalan dengan baik," ucap David.


"Ya kamu benar. Ya sudah kalau begitu kamu boleh kembali ke ruangan kamu," kata David.


"Baik Tuan, sekali lagi terimakasih," ucap Boy.


Karena tidak ada hal apapun yang mencurigakan menurut Gerald, akhirnya ia pun segera saja melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan direktur.


Boy yang saat itu menuju ke arah pintu pun segera saja mengintip dan melihat Gerald saat itu sudah pergi, lalu ia memberikan kode kepada David bahwa keadaan di luar sudah aman sehingga ia kembali lagi duduk di kursi seberang David.


"Bagaimana, apa Gerald benar-benar sudah pergi?" Tanya David.

__ADS_1


"Ya benar Tuan, hampir saja kita ketahuan. Untungnya tadi ada sekretaris Tuan yang baru keluar dari sini sehingga kita dapat melihat jika Tuan Gerald sedang berjalan menuju ke sini," kata Boy.


"Ya kamu benar. Jadi kita sambung ya pembicaraan yang tadi, bagaimana keadaan Naya dan Kania?" Tanya David.


Memang tadi ia belum sempat bertanya karena di saat itu Gerald sudah terlebih dulu tiba di ruangannya sehingga mereka pun membahas soal pekerjaan.


"Nyonya Naya dan Nona Kania baik-baik saja Tuan, mereka hidup dengan baik. Tetapi saya bisa melihat jika mereka berdua sangatlah kesepian karena hanya tinggal berdua di villa tersebut. Ya memang ada penjaga dan juga para pelayan, tetapi pasti rasanya berbeda karena tidak ada keluarga. Meskipun Nyonya Naya berbicara kepada saya bahwa dia sudah terbiasa hidup sendiri dengan kesepian, tapi saya bisa melihat dari sorotan matanya saat berbicara kepada saya bahwa dia sangat merindukan kalian sebagai keluarganya Tuan," terang Boy.


"Ya ya saya mengerti. Nanti bila ada waktu, saya akan meminta Dania untuk memberi pengertian kepada Naya agar bersabar sedikit lagi. Saat ini saya dan istri saya benar-benar belum bisa mengunjunginya untuk menghindari kecurigaan Gerald. Mungkin dalam waktu sebulan atau dua bulan lagi setelah kita melihat Gerald benar-benar berubah, maka kita akan membawa Naya kembali ke rumah lagi," ucap David.


"Iya Tuan, saya juga berharap seperti itu. Jujur saya juga sangat kasihan melihat keadaan Tuan Gerald saat ini, dia benar-benar merasa sangat terpukul. Bahkan di saat dulu dia masih menjalin hubungan dengan Bella, saat sedang ada masalah dengannya, Tuan Gerald tidak pernah terpuruk seperti ini, hanya sekedar uring-uringan beberapa hari saja," jelas Boy.


"Ya itu artinya Gerald benar-benar mencintai Naya tulus dari dalam hatinya. Terimakasih banyak ya Boy karena kamu sudah membantu saya dan tetap menjaga rahasia ini dari Gerald. Kamu juga sudah saya anggap seperti anak saya sendiri Boy, kamu juga selalu membantu saya dan menjadi orang kepercayaan saya," ucap David.


"Sama-sama Tuan, saya juga mengucapkan terimakasih karena Tuan selama ini sudah bersikap baik terhadap saya dan keluarga saya," ucap Boy.


"Iya sama-sama. Baiklah kalau begitu kamu boleh melanjutkan pekerjaan kamu," ucap David.


"Baik Tuan, saya permisi," ucap Boy dan segera saja meninggalkan ruang direktur.


...Bersambung... ...

__ADS_1


__ADS_2