
Naya dan Bella saling berpandangan dengan sorotan mata tajam. Naya tetap kekeh tidak akan membiarkan wanita licik yang akan merusak rumah tangganya itu masuk ke dalam. Sedangkan Bella tetap memaksa ingin masuk bertemu dengan pria yang masih sangat dicintainya.
"Kenapa kamu masih di sini? Sebaiknya sekarang kamu pergi. Kamu sama sekali tidak dibutuhkan disini, kedatangan kamu tidak dibutuhkan Bella. Kamu ingat bahwa kamu itu bukan siapa-siapa, saudara bukan, teman bukan, apalagi keluarga. Alangkah baiknya kamu pergi dari sini sebelum aku menyuruh satpam menyeretmu," ucap Naya dengan tatapan serius.
"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum aku bertemu dengan Gerald," ucap Bella kekeh.
"Siapa juga yang akan mengizinkanmu untuk bertemu dengan suamiku. Sudah aku katakan bahwa aku sama sekali tidak mau mempertemukanmu dengan Gerald, suamiku. Suamiku saat ini sedang sakit, tidak akan ada satupun orang yang akan aku biarkan untuk mengganggunya," ucap Naya.
"Justru karena Gerald sedang sakit, aku mau menjenguknya," kata Bella.
"Tidak perlu, Gerald tidak perlu dijenguk oleh orang asing sepertimu," bantah Naya.
Karena mendengar keributan, Gerald yang saat itu keluar dari kamar karena merasa bosan, ia pun segera menghampiri istri dan mantan kekasihnya itu.
"Ini ada apa?" Kemunculan Gerald yang tiba-tiba itu membuat Naya dan Bella sontak menatap ke arahnya.
"Hai Sayang, akhirnya kamu keluar juga dan akhirnya kita bertemu lagi Sayang," ucap Bella.
Gerald tampak bingung menatap wanita yang saat ini ada di depannya dan memangilnya dengan sebutan Sayang. Tiba-tiba memori ingatannya teringat pada saat ia dan Bella bersama sedang memadu kasih.
"Sayang, kamu panggil aku Sayang?" Tanya Gerald untuk memastikan.
"Iya aku ini pacar kamu. Gerald apa kamu sama sekali nggak ingat sama aku?" Tanya Bella yang menggelayut manja di lengan Gerald.
Bella memang sudah mengetahui jika Gerald saat ini sedang hilang ingatan, maka dari itu ia sengaja datang ke sini ingin mencari kesempatan untuk mempengaruhi gerald.
"Lepaskan tangan kotormu itu dari lengan suamiku," kata Naya yang panas melihat Bella bermanja dengan suaminya, ia pun menepis tangan Bella dengan kasar sembari menatap tajam.
"Apa-apaan sih kamu, aku ini lagi berbicara dengan Gerald. Sebaiknya kamu tidak usah ikut campur," hardik Bella.
__ADS_1
"Hah, apa aku tidak salah dengar? Tidak mungkin aku diam saja atau tidak ikut campur di saat jelas-jelas ada wanita yang sedang menggoda suami aku. Gerald ini suamiku dan kamu hanyalah perusak rumah tangga orang, kamu tahu apa sebutannya, pe la kor," ucap Naya yang membuat Bella sangat murka mendengarnya.
"Kurang ajar!" Ucap Bella sembari mengangkat tangannya hendak menampar Naya.
Akan tetapi dengan cepat Naya menangkap tangan Bella dan malah ia yang berbalik menamparnya, sehingga Bella merasakan kesakitan dan memegangi pipinya yang memerah.
"Stop! kalian berdua ini benar-benar buat kepala aku semakin pusing. Apa benar kamu kekasih ku?" Tanya Gerald menunjuk Bella.
"Iya aku Bella pacar kamu, tapi tiba-tiba perempuan licik ini datang mempengaruhi kamu hingga kamu pun menikah dengannya," kata Bella.
Gerald tampak terdiam, sedangkan Bella tersenyum puas karena merasa Gerald saat ini pasti sudah terpengaruh oleh ucapannya.
"Itu tidak benar Gerald, justru perempuan ini adalah perusak rumah tangga kita," kata Naya.
"Sudahlah, aku tidak mau mendengar apapun lagi. Lebih baik sekarang kalian tidak usah ribut di sini, aku akan beristirahat lagi di kamar," kata Gerald dan segera saja pergi meninggalkan Naya dan Bella.
"Gerald, Sayang tunggu! Aku masih mau bicara denganmu," teriak Bella yang hendak masuk ke dalam, tetapi Naya menghalanginya dengan mendorong tubuh Bella keluar dari pintu.
"Heh tutup mulut kamu itu, aku tidak mau pergi dari sini sebelum aku bertemu dengan Gerald," kata Bella.
"Pak satpam!" Panggil Naya.
Segera saja satpam datang menghampiri Nyonya mudanya itu.
"Iya Nyonya ada apa?" Tanya Satpam.
"Tolong kamu bawa wanita ini keluar dan jangan pernah izinkan dia masuk ke dalam rumah ini lagi. Bila perlu kamu tempel peringatan di depan pagar bahwa siapapun yang ada di rumah ini tidak boleh membukakan pintu untuk wanita ular ini," ucap Naya.
"Baik Nyonya, akan saya laksanakan!" jawab satpam. "Ayo silahkan Anda pergi dari sini!" Satpam menarik tangan Bella.
__ADS_1
"Tidak usah pegang-pegang, aku bisa pergi sendiri," kata Bella dengan ketus, lalu ia pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah Gerald.
"Sialan! Kamu lihat saja Naya, sebentar lagi Gerald pasti akan jatuh ke tanganku lagi. Aku pasti akan terus mencari kesempatan untuk mempengaruhinya dan melupakan kamu juga anak kamu itu," gumam Bella yang penuh iri dengki.
***
Setelah memastikan Bella sudah pergi meninggalkan rumahnya, Naya pun langsung saja menghampiri suaminya ke kamar. Dilihatnya Gerald yang saat itu sedang terduduk diam tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Gerald, kamu kenapa?" Tanya Naya.
"Naya, apa benar wanita tadi adalah kekasihku?" Tanya Gerald.
Naya menatap pria yang menunggu jawabannya itu, lalu ia pun mencoba untuk menetralisir perasaannya dan menjawab pertanyaan dari Gerald, "Bella adalah mantan kekasihmu Gerald, hubungan kalian sudah lama berakhir hingga akhirnya kamu menikah denganku," kata Naya yang enggan menceritakan kisah sebenarnya.
"Tapi kenapa saat melihatnya tadi, bayanganku dengannya sedang bermadu kasih muncul begitu saja. Sedangkan denganmu, aku tidak pernah mengingat apapun tentang hubungan kita. Malahan aku mengingat siksaan yang pernah aku lakukan kepada seorang wanita, apa itu kamu?" Tanya Gerald.
Sontak Naya terkejut mendengar pertanyaan itu, ia tidak tahu harus menjawab apa saat ini, mengingat kondisi Gerald yang sedang tidak baik-baik saja dan tidak boleh dipaksakan untuk mengingat sesuatu secara berlebihan.
"Gerald, lebih baik sekarang kamu istirahat saja ya supaya kondisi kamu cepat pulih. Aku mau ke kamarnya Kania dulu," ucap Naya yang lebih memilih menghindar, daripada harus membahas masalah itu.
Meskipun masih penasaran, tetapi Gerald pun menurutinya dan langsung merebahkan diri di atas kasur. Sedangkan Naya langsung saja keluar dari kamar lalu menuju kamar anaknya dengan perasaan hancur serta air mata yang tak dapat ia bendung lagi.
***
Malam harinya di saat Gerald sedang beristirahat, Naya duduk di ruang keluarga bersama Dania dan David, ia membicarakan masalah yang tadi siang terjadi saat Bella datang ke rumah.
"Apa benar seperti itu Naya yang dirasakan oleh Gerald?" Tanya Dania.
"Iya Ma, Gerald sendiri yang bilang ke aku. Sepertinya ingatan Gerald sudah mulai kembali, tetapi kenapa Gerald malah mengingat kisah cintanya dengan Bella dan bagaimana dia menyiksa aku. Aku takut Ma," ucap Naya dengan wajahnya yang terlihat begitu khawatir.
__ADS_1
...Bersambung ......