Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Terlambat Menyadari


__ADS_3

"Tidak … aku tidak mau berpisah denganmu Naya, tolong jangan tinggalkan aku. Naya, aku benar-benar tidak mau kehilangan kamu. Jangan tinggalkan aku … !" Teriak Gerald.


"Gerald bangun … bangun Sayang." Dania terus saja memanggil dan mengguncang tubuh anaknya itu hingga Gerald pun membuka matanya.


Ia langsung terduduk, tatapannya seperti orang yang sedang ketakutan dan dengan keringat yang bercucuran di sekitar keningnya.


"Ma, aku tidak mau berpisah dengan Naya Ma, aku tidak mau bercerai dengannya," ucap Gerald dengan tubuh bergetar.


"Apa maksud kamu? Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?" Tanya Dania.


"Ma, aku mimpi Naya mengirim surat dari pengadilan agama untukku. Mimpi itu seperti nyata Ma," ucap Gerald.


"Sayang, itu hanya karena rasa ketakutan kamu sehingga kamu bisa bermimpi buruk seperti itu," kata Dania yang mencoba menenangkan anaknya.


Dania begitu kasihan melihat kondisi Gerald saat ini, untungnya saat ini kondisi Dania sudah stabil lagi sehingga tidak perlu pergi ke luar Negeri, ia juga tidak tega jika harus meninggalkan anaknya dalam kondisi yang sedang tidak baik-baik saja. Setelah 2 bulan kepergian Naya, Gerald seperti tidak peduli dengan dirinya sendiri, ia menjadi tidak terurus, bahkan makan pun ia enggan jika tidak dipaksa oleh Dania. Pergi ke kantor juga bermalas-malasan sehingga David pun turun tangan mengambil alih semua pekerjaan Gerald di perusahaan. Gerald benar-benar sudah seperti tidak ada semangat lagi untuk hidup.


Meskipun Dania sangat marah dan kecewa terhadap sikap Gerald, tetapi bagaimanapun sebagai seorang ibu ia tidak mungkin akan mengabaikan anak kandungnya sendiri, terlebih lagi di saat Gerald dalam kondisi terpuruk seperti saat ini.

__ADS_1


"Ma, bagaimana kalau mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan? Bagaimana Ma? Sudah dua bulan lebih aku tidak bertemu dengan istri dan anak aku Ma. Aku tidak tahu dimana keberadaan mereka sekarang, aku benar-benar sangat merindukan mereka Ma," ucap Gerald yang terlihat begitu khawatir.


"Gerald, kamu sabar dan tetap berpikir positif, Mama yakin kok Naya dan Kania dalam kondisi baik-baik saja. Mama dan Papa juga kan tidak pernah menyerah mencari keberadaan mereka, anak buah Papa tidak pernah berhenti mencari tetapi memang belum ada kabarnya. Bahkan beberapa anak buah Papa juga sudah ada yang mencari di beberapa kota, tetapi belum juga bertemu dengan mereka. Kamu yang sabar ya Nak, Mama yakin jika kamu dan Naya memang berjodoh pasti kalian akan bertemu lagi. Jika Naya mau menceraikan kamu pasti sudah ada surat pengadilan yang dikirim ke sini, tapi belum ada kan? Untuk saat ini, beri Naya waktu dulu Sayang, biarkan dia tenang. Naya butuh waktu untuk merenungi semuanya," ucap Dania.


"Iya Ma, tapi mau sampai kapan? Aku benar-benar merasa kehilangan mereka Ma, aku sangat menyayangi mereka, aku sudah jatuh cinta dengan Naya tanpa aku sadari selama ini. Aku terlambat menyadari perasaan apa sebenarnya yang sudah aku miliki untuk Naya," ucap Gerald dengan air matanya yang bercucuran.


Ia tak mampu lagi untuk berkata-kata, kenapa setelah Naya pergi baru ia menyadari jika cintanya untuk sang istri begitu besar, bahkan ia benar-benar tak bisa hidup tanpa Naya. Akan tetapi semuanya sudah terlambat, karena Naya benar-benar sudah pergi meninggalnya dan tidak tahu apakah wanita yang telah disakitinya itu masih sudi untuk kembali dengannya atau tidak.


***


Di saat itu, ia melihat sebuah mobil sport yang berhenti di depan villanya. Wanita itu pun segera saja memberhentikan aktivitasnya untuk menemui siapa yang datang.


"Selamat sore Nyonya," ucap seorang pria yang keluar dari mobil tersebut.


"Selamat sore Boy, kamu sudah datang. Ayo masuk," ajak Naya lalu mendorong stroller baby anaknya itu masuk ke dalam villa.


Ya wanita itu adalah Naya, ia dan anaknya saat ini tinggal di villa tersebut sesuai dengan rencana dari kedua orang tua Gerald untuk memberikan pelajaran pada anaknya, agar dia benar-benar sadar bagaimana rasanya kehilangan anak dan istri yang selama ini telah disia-siakan.

__ADS_1


"Iya Nyonya, pasti Nyonya Dania juga sudah mengabarkan kepada Nyonya jika saya akan datang ke sini untuk mengantarkan keperluan Nyonya Naya dan juga Nona Kania," kata Boy.


"Iya, tadi Mama sudah mengabariku. Aku juga sudah mengatakan kepada Mama, seharusnya kamu tidak perlu datang ke sini setiap minggu Boy. Kebutuhanku dan Kania juga tidak sebanyak ini, yang kemarin kalian kirim juga masih ada. Bahkan uang yang diberikan oleh Mama sama sekali belum aku gunakan, karena menurutku kalian sudah menyediakan semuanya sehingga aku tidak kekurangan apapun," kata Naya.


"Saya hanya menjalankan tugas yang diperintahkan dari Nyonya Dania dan Tuan David. Saya hanya mengantarkan semua ini dan setelah itu saya akan kembali lagi ke Jakarta," ucap Boy seraya memberikan beberapa bingkisan berupa pakaian, makanan dan juga kebutuhan lainnya. Ada juga mainan untuk Kania yang sengaja dibelikan oleh David dari luar Negeri.


Meskipun tidak bisa selalu bertemu, Dania dan David ingin selalu memastikan jika menantu dan cucunya itu selalu hidup aman, tanpa kekurangan apapun.


"Terimakasih Boy, tolong sampaikan kepada Mama dan Papa ucapan terimakasihku ini," ucap Naya.


"Iya sama-sama Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu." Boy berpamitan dan segera saja pergi meninggalkan villa.


Ternyata dua bulan yang lalu di saat Naya dan anaknya sudah masuk ke dalam bus, salah satu anak buah Frans sebut saja namanya Jony, berhasil menemukan Naya dan mengikutinya hingga ia pun menangkap Naya bersama Kania tanpa sepengetahuan Gerald. Naya meminta tolong untuk dilepaskan saat Jony hendak membawanya pulang. Sehingga pada akhirnya Jony menghubungi Dania untuk meminta pendapat apakah Naya harus dilepaskan sesuai keinginan Naya. Pada akhirnya kedua orang tua Gerald segera menyusul ke tempat dimana Naya, Kania dan Jony berada. Setelah bertemu Dania dan David memberitahu Naya tentang rencana mereka.


Kedua orang tua Gerald sengaja menyembunyikan Naya di sebuah villa tua milik keluarga mereka yang ada di pelosok, bahkan Gerald sendiri sudah tidak ingat lagi tentang villa itu, karena dulu ia datang ke sana saat ia masih kecil bersama nenek dan kakeknya sewaktu masih hidup. Villa tersebut sudah sangat lama tidak mereka datangi, tetapi di sana tetap ada yang menjaganya dan selalu terawat. Saat ini pun setelah Naya berada di sana, ada beberapa pelayan dan penjaga yang menjaga Naya dan anaknya beserta villa tersebut. Naya hanya perlu duduk manis saja menjaga anaknya sambil menunggu keputusan dari Dania bagaimana selanjutnya. Dania juga selalu memberikan kabar tentang suaminya, tetapi Naya tampak masih ragu. Ia ingin benar-benar memastikan dulu apakah Gerald benar-benar mencintainya baru ia akan kembali lagi padanya.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2