
Denis yang biasanya selalu menggebu-gebu ingin bertemu dengan Naya, kali ini begitu terlihat canggung untuk mendekatinya. Selain ia tahu bahwa Naya adalah anak dari wanita yang telah menjadi teman ranjangnya itu, ternyata Naya juga sudah memiliki seorang suami.
Tentu saja ia mengetahui tentang hal itu dari Rosa. Rasanya ia tidak bisa percaya dan terima jika wanita yang selama ini ia cintai ternyata sudah memiliki seorang pendamping hidup. Akan tetapi bukankah Rosa mengatakan bukan keinginan Naya untuk menikah, Naya dan Gerald menikah karena dijodohkan. Lalu apakah Naya saat ini sudah mencintai suaminya itu? Jika belum, maka masih ada kesempatan untuk Denis mendekati Naya dan mengambil hatinya.
Lalu ia memberanikan diri mendekati Naya yang saat ini sedang berada di kantin, terlihat Naya sedang duduk sendirian menikmati makanannya.
"Hai Nay, boleh aku duduk di sini," ucap Denis.
Naya mendongakkan kepalanya menatap Denis.
"Denis? Hai, iya boleh. Silahkan duduk!" Jawab Naya.
"Makasih Nay. Oh ya Maaf ya kalau beberapa hari ini aku sibuk sampai nggak bisa menghampirimu," ucap Denis.
"Kenapa harus minta maaf? Kamu sama sekali nggak ada salah Denis. Lagipula kenapa juga kamu harus menghampiriku, kita mempunyai urusan yang berbeda kan?" Kata Naya.
"Iya kamu benar, apalagi aku juga sudah tahu dari Tante Rosa kalau ternyata kamu sudah menikah," kata Denis.
"Iya kamu benar, aku memang sudah menikah Denis dan rumah yang waktu itu kamu mengantarku pulang, itu adalah rumah suamiku," jawab Naya.
"Oh ya? Tapi kenapa sepertinya suamimu sama sekali nggak keberatan kalau kamu pulang bersamaku?" Tanya Denis, terlihat jelas ia ingin mengorek informasi tentang hubungan pernikahan Naya dan Gerald.
"Kalau kamu sudah mengetahui bawa aku sudah menikah dari Ibu, pasti Ibu juga sudah mengatakannya padamu kenapa aku bisa menikah dalam usia yang masih sangat muda seperti ini," kata Naya.
__ADS_1
"Iya Nay kamu benar, aku memang sudah tahu, maaf ya. Jadi apa kamu sama sekali tidak mencintai suamimu itu?" Tanya Denis.
"Ya begitulah," jawab Naya yang enggan mengakuinya, karena menurutnya sangat tidak penting jika Denis mengetahuinya atau tidak. Cukup dirinya sendiri saja yang tahu, sedangkan Gerald sendiri saja belum mengetahui tentang perasaan Naya terhadapnya.
"Ternyata benar, berarti aku masih ada kesempatan untuk mendekati Naya. Aku tak peduli jika aku harus mendapatkan Naya sebagai janda. Kalau Naya tidak mencintai suaminya itu, sudah pasti Naya masih tetap perawan meskipun sudah berstatus sebagai seorang janda," gumam Denis tersenyum smirk.
"Kamu kenapa? Kok jadi senyum-senyum sendiri seperti itu?" Tanya Naya karena melihat gerak-gerik Denis yang mencurigakan.
"Nggak apa-apa kok Nay, aku hanya merasa senang karena bisa ngobrol dengan kamu lagi meskipun agak terasa canggung," kata Denis.
"Santai aja lah Den, nggak perlu merasa canggung seperti itu," kata Naya.
"Iya Nay, ya sudah lanjutkan makannya," ucap Denis.
"kamu nggak makan?" Tanya Naya.
"Oh gitu, ya sudah kalau gitu aku lanjutin makan ya," kata Naya melanjutkan makannya.
"Iya Nay," jawab Denis.
***
"Katakan padaku, kenapa selama aku berada di Canada, kau selalu susah untuk dihubungi bahkan kau selalu menolak jika aku meminta untuk video call?" Tanya Kelvin.
__ADS_1
"Baby, kau tahu sendiri kalau aku ini sibuk," terang Bella.
"Sibuk? Kau sibuk kenapa Bella? Setahuku kau tidak bekerja. Pekerjaanmu hanya berbelanja, menghabiskan uang yang aku kirimkan untukmu. Sudah jelas kau memiliki banyak waktu di rumah, tapi sepertinya kau memang sengaja menghindariku. Atau jangan-jangan kau mempunyai selingkuhan, kau pasti memiliki pria lain kan, maka dari itu kau selalu sibuk dengannya," tuding Kelvin yang merasa curiga terhadap kekasihnya itu.
"Bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu? Tentu saja tidak. Mana mungkin aku menyelingkuhimu, kau itu pria tampan yang sangat aku sayangi, jadi aku tidak mungkin berselingkuh darimu," bantah Bella.
"Ya aku percaya padamu, tapi awas saja sampai aku mengetahui kau selingkuh. Aku pasti akan membunuhmu," ancam Kelvin menatap Bella dengan tajam.
Bella sangat bergidik mendengar ancaman kekasihnya itu. Jika bukan karena kekasihnya yang sangat arogan dan tidak segan-segan untuk bermain tangan jika Bella melakukan kesalahan, sudah pasti Bella akan meninggalkan Kelvin sejak lama. Tapi entah kenapa dia bisa kepincut dengan pria itu meskipun saat itu ia sudah mempunyai kekasih yaitu Gerald. Mungkin karena saat itu Kelvin selalu memanjakannya di saat Gerald sedang sibuk dengan urusan pekerjaannya.
"Sudahlah, aku sangat merindukanmu. Lebih baik sekarang kau puaskan saja aku sebagai bukti kalau kau benar-benar tidak berselingkuh," pinta Kelvin yang sudah sangat merindukan Bella.
"Tentu saja aku akan melakukannya, aku juga sudah sangat merindukanmu baby," ucap Bella
Dengan sangat agresif Bella mendekati wajah Kelvin dan menempelkan bibir keduanya. Kelvin pun langsung saja melu*** bibir milik sang kekasihnya itu yang sudah satu tahun tidak ia nikmati, rasanya masih sama, sangat manis dan membuat Kelvin ketagihan juga selalu merindukannya.
***
Gerald baru saja selesai dengan aktivitasnya, ia akan mengunjungi kediaman Bella yang sampai saat ini masih enggan menjawab teleponnya karena ngambek, pasalnya tadi pagi Gerald tidak mengikuti keinginannya untuk sarapan bersama. Gerald lebih memilih sarapan dengan Naya di rumah.
Gerald sudah tidak sabar lagi ingin menemui kekasihnya itu, perasaannya begitu menggebu ingin segera menggauli Bella untuk sekedar melepas rindu.
Setibanya di rumah Bella, Gerald melihat sebuah mobil di depan rumah yang terlihat asing baginya. Ia pun segera saja melangkahkan kaki menuju ke pintu utama, akan tetapi tidak sengaja Gerald melihat tragedi panas dari balik jendela yang saat itu tirainya tidak tertutup. Ia melihat Bella sedang main kuda-kudaan dengan seorang pria dalam keadaan polos. Bukan seperti yang mereka lakukan hanya sekedar untuk melepas adrenalin, tetapi kali ini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Bella sedang bercocok tanam dengan pria tersebut.
__ADS_1
Tentu saja Gerald merasa begitu marah, dia tidak menyangka jika Bella wanita yang selalu ia puja tega melakukan hal seperti itu di belakangnya. Dengan rasa kesal dan emosi yang meledak, Gerald pun segera saja pergi meninggalkan rumah Bella. Ia lebih memilih membiarkan keduanya melanjutkan aksinya, karena jika saat ini ia menghampiri Bella, sudah pasti Bella dan selingkuhannya itu akan sangat malu. Gerald sendiri tidak mau untuk melihat lebih jelas apa yang sedang mereka lakukan, menurutnya melihat dari jendela saja sudah sangat menjijikan. Dengan membawa rasa kecewa, Gerald pun melajukan mobilnya pulang ke rumah.
...Bersambung... ...