Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Tak Bisa Menerima


__ADS_3

"Ma kenapa Mama tertawa? Aku sedang bertanya Ma, aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini dengan Naya," kata Gerald.


"Apa benar itu yang saat ini sedang terjadi pada Naya?" Tanya Dania untuk memastikan.


"Iya Ma, baru saja aku yang mengambilkan mangga untuknya dan Mama tahu Naya tidak mau aku meminta pada tetangga itu sehingga aku pun mencurinya, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Naya saat ini," kata Gerald.


"Mama katakan padamu jika itu artinya Naya sedang hamil," kata Dania dengan semangat.


"Apa itu benar Ma?" Tanya Gerald yang tidak yakin.


"Ya tentu saja. Apa Naya belum ada memeriksanya atau dia memang belum menyadari jika dirinya hamil?" Tanya Dania.


"Entahlah Ma, aku juga tidak tahu," jawab Gerald.


"Kamu ini bagaimana sih Gerald, sebaiknya kamu tanyakan kepada Naya atau kamu suruh istri kamu itu memeriksanya langsung untuk memastikan apa yang Mama katakan ini benar atau tidak," kata Dania.


"Baik Ma, nanti akan aku bicarakan soal itu dengan Naya. Terima kasih ya Ma, Mama jangan terlambat minum obat dan beristirahat. I love you Ma," ucap Gerald.


"I love you more Honey. lya Sayang, kalau benar itu terjadi kamu langsung kabarin ke Mama ya. Kamu juga jangan lupa istirahat, jaga Naya baik-baik, jangan pernah kamu menyakiti hatinya," ucap Dania.


"Baik Ma, salam untuk Papa ya Ma. Aku matiin dulu Ma teleponnya, bye … ," ucap Gerald.


"Iya Sayang, bye …," balas Dania.


Lalu panggilan telepon pun berakhir.


"Apa benar Naya hamil? Tapi bagaimana bisa? Sedangkan kita baru melakukannya sekali, atau jangan-jangan Naya hamil anak pria brengsek itu. Aku harus tanyakan langsung kepada Naya," gumam Gerald dengan pikiran kotornya itu.


***

__ADS_1


"Katakan padaku siapa ayah dari anak yang kau kandung itu Naya?" Tanya Gerald sembari menarik tangan Naya dan menghempaskannya di atas kasur.


"Apa maksudmu Gerald?" Tanya Naya kebingungan.


"Sudahlah kau tidak usah mengelak lagi, aku tahu saat ini kau sedang hamil kan? Katakan padaku anak siapa yang kau kandung itu?" Gerald mengulangi pertanyaannya itu sembari menatap tajam mata Naya.


Naya merasa heran dari mana Gerald mengetahuinya jika saat ini ia hamil, tapi itu tidak penting. Yang membuat Naya tidak habis pikir, kenapa Gerald bisa berpikiran jika Naya mengandung anak orang lain, sudah jelas ini adalah anaknya, darah dagingnya sendiri.


"Aku tidak hamil," bantah Naya.


"Jangan bohong," kata Gerald.


Lalu ia mengobrak-abrik isi dalam laci nakas di samping tempat tidur Naya.


"Stop! Apa yang kau lakukan Gerald!" Teriak Naya.


"Aku ingin mencari bukti jika kau memang hamil," kata Gerald.


Deg …


Jantung Naya seakan berdetak lebih cepat saat ia melihat Gerald menemukan sebuah amplop yang ada di laci bawah nakas. Akan tetapi saat Gerald hendak membuka amplop tersebut, dengan cepat Naya merampasnya.


"Kau tidak perlu melihat ini," kata Naya.


"Berikan itu padaku!" Pinta Gerald.


"Tidak Gerald, ini rahasia pribadiku. Kau tidak perlu ikut campur," kata Naya sembari menyembunyikan amplop itu di belakang badannya.


"Berikan padaku Naya!" Bentak Gerald sembari berusaha merebutnya dari tangan sang istri.

__ADS_1


"Tidak Gerald, sudah aku katakan kau tidak boleh membuka amplop ini. Kau sama sekali tidak berhak tahu urusan pribadiku, pergi kau dari kamarku!"


Naya mengusir Gerald dan tetap mempertahankan amplop yang ada di tangannya. Akan tetapi, tenaganya tidak sekuat Gerald sehingga ia tidak dapat melawannya. Tentu saja Gerald mendapatkan amplop itu dan langsung saja membukanya. Naya hanya bisa pasrah saat Gerald membuka lipatan kertas yang ada di dalam amplop tersebut.


Gerald membelalakkan matanya, ternyata apa yang dikatakan oleh ibunya itu benar bahwa Naya hamil.


"Ternyata kau memang hamil, dan aku yakin kalau itu bukan anakku," kata Gerald.


Hati wanita mana yang tak sakit mendengarnya, begitu juga dengan Naya. Ia merasa begitu sakit dan perih di dada. Apa yang Naya takutkan ternyata benar, Gerald tidak mungkin senang menerima bahwa Naya hamil. Buktinya dia tidak mengakui jika itu anaknya, malah menuduh anak dari orang lain.


"Apa yang kau katakan Gerald, aku sama sekali tidak hamil dengan orang lain. Aku hanya melakukannya denganmu," bantah Naya.


"Tidak, tidak mungkin. Kita hanya melakukannya sekali, tidak mungkin kalau kau bisa langsung hamil," Gerald menyangkal.


"Tapi itu kenyataannya. Maksudmu aku melakukannya dengan pria lain itu siapa? Denis? Aku dengannya hanya berteman, bersentuhan tangan saja tidak pernah apalagi sampai aku melakukan hal kotor yang kau tuduhkan itu. Aku tidak serendah itu Gerald," kata Naya.


"Kalau kau memang hamil anakku, kenapa kau menyembunyikannya dariku bahwa kau sedang hami. Pasti kau takut kan? Kau takut kalau aku tahu bahwa kau mengandung anak dari selingkuhanmu itu," tuding Gerald yang membuat Naya semakin sakit hati.


"Kau salah Gerald, aku menyembunyikannya karena aku takut kau tidak mau menerima anak ini. Dan ketakutanku itu benar kan, kau tidak senang dan kau tidak menerimanya. Apa yang kau lakukan? Kau malah menuduhku melakukannya dengan orang lain. Aku tidak pernah melakukannya dengan pria manapun. Apa kau lupa waktu itu kita melakukannya dengan sadar," kata Naya dengan suara lantang dan sorotan mata yang tajam.


"Aku tetap tidak percaya kau bisa hamil dengan sekali berhubungan saja denganku." Gerald membalas menatap Naya dengan tajam.


"Itu saja yang bisa kau ucapkan dari tadi, sekali, sekali dan sekali. Banyak Gerald orang yang melakukannya sekali bisa langsung hamil termasuk aku," kata Naya yang kini mulai meneteskan air matanya meluapkan rasa kepedihan di hatinya itu.


Gerald benar-benar bingung dengan situasi saat ini, ia pun pergi begitu saja meninggalkan Naya di kamarnya.


Naya menangis sejadi-jadinya. Hatinya sakit bagai teriris sembilu jika mengingat tuduhan yang dilontarkan oleh suaminya sendiri. Dia benar-benar tidak kuat, seharusnya sebagai seorang istri yang sedang hamil, ia mendapatkan kasih sayang dan perhatian lebih seperti drama-drama yang selalu ditontonnya. Tetapi kenyataannya, hidup tak seindah drama, karena hal yang terjadi pada dirinya tidak seperti yang ia harapkan, meskipun saat ini ia telah mengandung benih dari suaminya. Ia yakin saat itu mereka melakukannya karena rasa cinta dari keduanya meskipun hanya sedikit. Hanya mereka berdua saja yang belum menyadari sepenuhnya.


***

__ADS_1


Gerald melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak tahu kemana akan pergi hanya mengikuti arah mobilnya itu saja. Pikirannya benar-benar kalut dan sebagai seorang suami seharusnya dia senang karena mendengar kabar bahwa istrinya itu hamil. Tapi entah kenapa begitu sulit untuk Gerald menerimanya, ia tetap menyangkal bahwa anak yang dikandung Naya bukan anaknya melainkan anak dari pria lain.


...Bersambung......


__ADS_2