
Setelah seharian mencari Naya, Kini Dania memutuskan untuk mengajak Gerald pulang ke rumah. Karena kesehatan Dania yang juga belum stabil, Gerald pun menuruti saja permintaan ibunya itu. Tetapi ia berniat setelah mengantar Dania, maka ia akan mencari Naya dan Kania kembali. Ia tidak akan bisa tenang sebelum menemukan anak dan istrinya itu.
"Mama istirahat saja ya, aku harus pergi lagi mencari istri dan anak aku Ma. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan mereka berdua. Sekarang ini kita tidak tahu kan mereka ada dimana? Bagaimana kalau mereka kedinginan, tempat mereka tidak nyaman? Apa yang akan terjadi dengan mereka nanti Ma?" Ucap Gerald yang tampak linglung, ia juga terlihat sangat khawatir membuat Dania begitu merasa hancur. Dania tahu dan menyadari jika anaknya saat ini benar-benar menyesal, Gerald benar-benar telah mencintai istri dan anaknya itu tanpa disadarinya.
"Sudah Nak, Mama yakin dan percaya dengan Naya, Naya pasti akan melakukan yang terbaik untuk anaknya. Kita cari lagi besok ya, ini sudah malam," ucap Dania. Ia juga khawatir terhadap menantu dan cucunya, tetapi ia juga tidak mau terjadi sesuatu dengan anaknya karena memaksakan diri untuk mencari padahal dia juga sudah terlihat sangat lemah.
"Tapi aku tidak tenang Ma, aku tidak bisa diam saja sebelum tahu bagaimana nasib mereka saat ini. Aku harus tahu dimana keberadaan mereka," kata Gerald seperti orang gila, ia terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi Gerald, kenapa Naya tiba-tiba pergi? Apa maksudnya dia dengan melihat pengkhianatan di depan matanya langsung?" Tanya Dania yang sedari tadi ingin menanyakan hal itu, tetapi karena ia melihat Gerald tadi sangat terpukul sehingga ia mengurungkan niatnya. Saat ini Dania memberanikan diri untuk bertanya.
Flashback On ...
Tok … tok … tok …
Seseorang mengetuk pintu ruangan CEO dan Gerald pun mempersilahkannya masuk.
Terlihat seorang wanita yang menggunakan gaun seksi dengan tatapan menggoda berdiri tepat di hadapannya, Gerald begitu terkejut melihat wanita itu semakin mendekatinya dan langsung saja duduk di pangkuannya.
"Heh apa yang kau lakukan Bella? kau datang ke sini saja sudah membuatku muak, dan kau sekarang melakukan hal yang menjijikan seperti ini!" Bentak Gerald terang-terangan dan mendorong tubuh Bella hingga wanita tidak tahu diri itu terjatuh ke lantai.
"Akh, sakit Gerald. Kenapa kau mendorongku? Kau ini benar-benar tidak ada perasaan ya!" Teriak Bella.
__ADS_1
"Diam kau wanita Jala**, kau tidak usah berbicara soal perasaan terhadapku. Sudah aku katakan jangan pernah menggangguku lagi Bella, aku ini sudah punya istri dan anak, aku sudah memilih mereka dan aku tidak mau lagi berhubungan denganmu," kata Gerald.
"Tidak, itu bukan anakmu Gerald. Bukankah kau sendiri yang meragukannya? Sampai sekarang aku masih tidak rela kehilanganmu Gerald, wanita itu telah merebutmu dariku. Aku sama sekali tidak rela. Ayolah kita balikan, aku tidak masalah kok kalau kamu memiliki seorang istri maupun anak, yang penting kau selalu ada buatku, kau selalu menemaniku Gerald. Aku tidak masalah menjadi yang kedua," ucap Bella yang kini telah berdiri lagi tepat di hadapannya.
"Aku sama sekali tidak butuh Bella, bagiku Naya dan Kania saja sudah cukup, tidak perlu ada wanita lain lagi di dalam hidupku," ucap Gerald.
Lalu Gerald pun melangkahkan kakinya membelakangi Bella untuk membukakan pintu ruangannya bermaksud ingin mengusir Bella, akan tetapi saat itu Bella malah dengan cepat memeluknya dari belakang.
"Gerald, aku merindukanmu," ucap Bella sembari menyandarkan kepalanya di punggung Gerald.
Gerald tampak terdiam hingga akhirnya ia pun melepas tangan Bella secara kasar dan menghempaskannya hingga untuk kedua kalinya Bella tersungkur di atas lantai.
Flashback off.
Seperti itu Ma ceritanya, aku yakin pasti sewaktu Naya datang tadi dia melihatnya. Naya sudah salah paham Ma, pasti itu penyebabnya sekarang dia pergi. Karena dulu Naya juga pernah melihat Aku dan dan Bella sedang bermadu kasih di rumah ini Ma, maka dari itu Naya mengatakan ini bukan pertama kalinya dia melihat pengkhianatan itu di depan matanya. Aku benar-benar salah Ma, aku benar-benar menyesal dengan sikap bodoh aku ini," ucap gerald.
Plak …
Sebuah tamparan mendarat di pipi Gerald, Dania begitu sakit hati mendengarnya. Ia tidak menyangka jika anaknya hanyalah seorang baji****. Mengetahui Gerald tidak memperlakukan Naya dengan baik dan tidak mengakui Kania sebagai anaknya saja sudah membuat Dania begitu sakit hati, terlebih lagi mengetahui sikap tidak terpujinya itu. Dania dapat merasakan bagaimana tersiksanya Naya selama ini, ia benar-benar kecewa dengan anaknya hingga kesehatan dan Dania pun tampak terganggu. Dania segera saja masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan diri tanpa gangguan Gerald.
***
__ADS_1
Waktu terus berlalu, Gerald dan juga keluarganya sudah berusaha mencari Naya kemana-mana hingga ke seluruh pelosok kota tetapi tetap saja belum mengetahui keberadaan Naya dan Kania. Hari-hari yang Gerald lalui begitu terasa berat tanpa Naya, dia benar-benar menyesal dengan perbuatan buruk yang pernah ia lakukan terhadap istrinya itu. Gerald sadar betul jika saat ini ia benar-benar tak bisa hidup tanpa istri dan juga buah hatinya. Jika waktu bisa diputar kembali, sudah pasti ia akan memperlakukan Naya dengan sangat baik. Akan tetapi semuanya sudah terjadi, nasi telah menjadi bubur dan tidak akan bisa berubah lagi menjadi nasi. Sedangkan kondisi Dania tampak memburuk, sehingga David memutuskan akan kembali membawa istrinya ke luar negeri untuk melakukan pengobatan. Tentunya hidup Gerald semakin terasa hampa dan rapuh tanpa orang-orang terdekatnya. Tetapi ia berjanji akan mencari keberadaan Naya dan Kania sampai ketemu, yang terpenting adalah ibunya juga mau berjuang untuk sembuh, nantinya akan kembali lagi ke Indonesia dan akan bertemu dengan menantu beserta cucunya.
Tok … tok … tok …
Bibi mengetuk pintu dan langsung saja Gerald membukakan pintu tersebut.
"Ada apa Bi?" Tanya Gerald.
"Maaf Tuan, tadi ada kurir yang mengantarkan paket ini," ucap bibi sembari menyerahkan sebuah paket yang berbentuk dokumen kepada Gerald.
Gerald langsung saja menerima dokumen tersebut.
"Terima kasih Bi," ucap Gerald.
"Sama-sama Tuan," jawab bibi seraya sedikit menundukkan tubuhnya tanda hormat dan setelah itu ia pergi meninggalkan kamar Tuannya.
Sejenak Gerald menatap berkas yang sedang dipegangnya. Tidak ada nama pengirim beserta alamatnya. Karena penasaran, ia pun segera saja membuka dan membaca apa isi dalam dokumen tersebut. Ternyata isinya adalah surat dari Kantor Pengadilan Agama. Gerald sangat syok dan tidak percaya melihat surat gugatan cerai dari Naya.
"Tidak, ini tidak mungkin. Naya tidak boleh menceraikan aku, Aku tidak mau berpisah dengan Naya," ucap Gerald dengan tubuhnya yang bergetar.
...Bersambung …...
__ADS_1