Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Saling menyalahkan


__ADS_3

"Kanaya Agatha, bangun kau!"


Suara teriakan itu membangunkan Naya dari mimpi indahnya.


"Akh … ."


Kini Naya yang berganti berteriak sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhnya seorang.


"Akh … ."


Keduanya memekik secara bersamaan karena melihat sesuatu yang berdiri tegak dari bagian tubuh Gerald. Spontan saja Gerald pun kembali menarik selimut itu untuk menutupi tubuhnya, tetapi Naya dengan sangat kuat pun menariknya kembali hingga gerald kembali polos, Naya menutup matanya tidak mau melihatnya karena malu. Lalu tidak ada cara lain, Gerald pun terpaksa menarik seprai yang ada bercak darahnya itu untuk menutupi tubuhnya. Naya sendiri sudah tidak memperhatikan hal itu karena rasa malunya.


"Kenapa kau berteriak? Apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Gerald degan suara meninggi.


"Hah? Apa yang aku lakukan? Kau tidak salah menanyakan apa yang aku lakukan? Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan kepadaku? Ini kamarku," kata Naya.


"Ini semua salahmu, pasti kau yang sudah menyebabkan kita seperti ini kan? Aku tidak mungkin melakukannya terlebih dahulu," kata Gerald.


"Enak saja kau menyalahkanku, kau yang salah, kau yang memulai duluan Gerald," kata Naya yang tak ingin disalahkan.


"kalau kau tadi malam tidak menarikku dan melarangku untuk pergi, ini semua tidak akan terjadi," bantah Gerald.


"Lalu kenapa kau tetap berada di sini? Kenapa kau tidak pergi saja, pokoknya ini semua salahmu," kata Naya ngotot.


"Salahmu," ucap Gerald.


Keduanya tidak ada yang mau mengalah, hingga Naya pun memilih beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Setelah Naya sudah tidak terlihat lagi dari pandangan matanya, Gerald juga keluar dari kamar Naya dan menuju ke kamarnya.


"Bisa-bisanya aku dan Naya melakukan hal itu. Tapi tunggu, dia itu kan istriku. Bukankah tidak ada salahnya juga, toh semua juga sudah terjadi," gumam Gerald sembari melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Gerald tersenyum, terbesit rasa bahagia yang saat ini sedang menyelimuti hatinya. Karena selama ia menikah, baru kali ini ia merasakan nikmatnya bertukar peluh. Meskipun biasanya ia dan Bella sudah saling bersentuhan untuk melepaskan adrenalin, tetapi mereka tidak pernah melakukan penyatuan.


Dalam guyuran air Shower, Gerald teringat bagaimana kejadian yang tadi malam telah ia lakukan bersama sang istri, ia terus saja membayangkan bibir mungil yang kini membuatnya candu dan lekuk tubuh Naya yang menurutnya sangat indah, berbeda jauh dengan mantan kekasihnya.


"Gerald, apa yang kau pikirkan? Kau malah memikirkannya, sudah jelas-jelas ini adalah kesalahan. Kenapa kau malah terus saja membayangkan wanita itu," kesal Gerald, lalu ia pun segera saja menyelesaikan mandinya.


Selesai mandi, Gerald bersiap-siap untuk pergi ke perusahaannya. Tidak lupa terlebih dahulu ia menikmati sarapan yang telah dibuatkan oleh Naya seperti biasa.


Hening, tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Keduanya terlihat sangat gugup dan tidak tahu harus berbicara apa. Selesai sarapan, Gerald langsung saja berpamitan dan seperti biasa Naya mencium punggung telapak tangan suaminya itu.


"Aku pergi dulu," pamit Gerald.


"Hm hati-hati," Ucap Naya


Lalu Gerald pergi meninggalkan rumah dan melajukan mobil menuju ke perusahaan.


"Aduh Naya, padahal bukankah yang tadi malam terjadi itu adalah impian yang sudah lama kamu inginkan? Tetapi kenapa sepertinya kamu seolah tak terima dan terlihat sangat gugup saat berhadapan dengannya? Apa mungkin karena itu semua dilakukan di saat Gerald belum mencintaimu? Ah ya sudahlah, semuanya juga sudah terjadi. Lagipula sah saja kan suami istri melakukan hal tersebut," gumam Naya.


***


Saat ini Naya sedang menunggu taksi online yang telah dipesannya di depan rumah. Tidak Berapa lama kemudian taksi online itu pun tiba, Naya segera saja masuk ke dalam taksi dan menuju ke pusat perbelanjaan.


Saat tiba di supermarket, Naya tampak sibuk memilah barang apa saja yang hendak dibelinya sehingga tidak memperhatikan orang-orang disekitarnya.


"Awh … ," Naya merintih saat tidak sengaja kepalanya itu terbentur oleh kepala seseorang.


"Ku itu, apa kau tidak bisa melihat jalan dengan baik," kata seorang wanita yang tidak sengaja bertabrakan dengannya.


"Bella," ucap Naya yang mengenali wanita tersebut.

__ADS_1


"Kau," ucap Bella.


Terlihat juga saat itu Bella sedang bersama dengan seorang pria yang tidak asing baginya.


"Denis," ucap Naya.


"Naya," ucap Denis yang sangat senang melihat Naya.


"Jadi kau sudah mengenal wanita ini, wanita ini nih yang sudah merebut kekasihku dan menjadikan suaminya," kata Bella to the point.


"Tidak, aku tidak percaya kalau Naya seperti itu. Karena aku sudah mengenal Naya sangat lama. Naya wanita yang sangat baik, jadi tidak mungkin Naya seperti itu," bantah Denis.


"Denis, kau harus percaya padaku. Wanita ini telah menghancurkanku, dia telah membuat Gerald tidak lagi menginginkanku. Semua ini gara-gara dia," tuding Bella sembari menunjuk Naya.


"Heh maaf ya Nona Bella, aku sama sekali tidak melakukan apa yang kau tuduh itu. Aku dan Gerald dijodohkan dan saat ini Gerald sudah sah menjadi suamiku. Seharusnya kau sadar jika kau itu hanya menjadi benalu dalam rumah tangga kami. Ya tapi aku bersyukurlah karena ternyata Gerald dengan cepat mengetahui sifat burukmu itu, kasihan kalau dia harus berlama-lama termakan oleh rayuan tipu dayamu itu," cibir Naya.


"Kurang ajar, berani sekali kau mengatakan hal itu kepadaku anak kecil! Kau sama sekali tidak mengerti," kata Bella.


"Ya aku memang anak kecil tapi sayangnya kau kalah dengan anak kecil sepertiku," tantang Naya.


"Sudah, sudah, stop! Kalian berdua kenapa jadi berdebat di tempat umum seperti ini sih, malu lah. Lagipula apa bagusnya pria yang kalian perebutkan itu? Siapa namanya? Gerald. Seperti tidak ada pria lain saja," hardik Denis.


"Diam kau!" Bentak Bella.


"Aku sampai lupa, jadi kamu kenal sama wanita ini?" Tanya Naya.


"Ya tentu saja aku kenal Nay, Bella ini sepupu aku," kata Denis.


Dinda sedikit terkejut, tetapi itulah kenyataannya bahwa ternyata Bella dan Denis saling mengenal dan bersaudara.

__ADS_1


...Bersambung... ...


__ADS_2