
Waktu pun terus berlalu, hari berganti minggu dan minggu pun telah berganti menjadi bulan. Hingga kini tiba saatnya hari dimana pernikahan Putri dan George akan dilaksanakan.
Keduanya terlihat sangat tampan dan cantik menggunakan gaun dan juga setelan tuxedo yang membuat George dan Putri begitu tampil sempurna bak seorang raja dan ratu dalam acara mereka.
Setelah melewati acara ijab kabul dengan lancar yang itu artinya keduanya telah sah menjadi pasangan suami istri, kini pun telah tiba acara resepsi pernikahan yang dihadiri oleh kerabat, sahabat, teman-teman Putri dan George juga para tamu undangan lainnya yang ikut mengucapkan selamat dan memberikan doa kepada kedua mempelai. George dan Putri terlihat sangat bahagia, begitu juga dengan para tamu yang hadir pun ikut merasakan kebahagiaan mereka. Termasuk Naya dan juga Gerald sebagai sahabat dari keduanya.
"Selamat ya, akhirnya kalian berdua sudah resmi juga menikah, menjadi sepasang suami istri. Bentar lagi bakalan ada yang menyusul punya adik bayi nih," ucap Naya.
"Apaan sih Nay, baru juga nikah. Tapi terimakasih ya Naya, Kak Gerald. Ini juga karena doa kalian berdua yang selalu mendukung hubungan kita dan pada awalnya selalu berusaha untuk menjodohkan kita, eh ternyata orang tua juga menjodohkan kita berdua," ucap Putri.
"He … he … he … nggak apa-apa dong, pada akhirnya kalian memang berjodoh kan," ucap Naya.
"George, Putri, selamat ya untuk kalian. Jangan lupa nanti malam langsung tancap gas supaya cepat nyusul kita berdua. Pokoknya jangan berhenti," ucap Gerald yang membuat George dan Putri pun tersipu malu.
"Sayang, kamu nggak usah mengajari George yang enggak-enggak deh. Memangnya kamu pikir semua sama seperti kamu," ucap Naya.
"Kalau untuk urusan itu pasti sama saja Sayang," ucap Gerald.
Naya memutar bola mata malas, ia enggan meladeni suaminya itu yang membuat George dan Putri pun tertawa melihat tingkah laku pasangan suami istri yang ada di depan mereka.
Hingga tidak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 22.00 dan berakhirnya acara resepsi pernikahan George dan Putri. Naya dan Gerald berpamitan akan pulang setelah tadi siang mereka juga sudah pulang terlebih dahulu mengantarkan Kania, dan memilih datang kembali pada sore hari tanpa membawa anak. Tetapi karena pesta telah berakhir, maka mereka pun akan meninggalkan lokasi acara pernikahan yang digelar di tepi danau, tema outdoor dan taman seperti yang Putri impikan.
Tentu saja Putri merasa sangat bahagia karena impian pernikahannya bisa terwujud. Meskipun ia tidak menikah dengan Gerald pria yang selalu dicintainya sejak dulu, tetapi ia yakin jika saat ini telah mencintai George dan berjanji akan memberikan seluruh cintanya untuk suaminya itu. Ia juga telah melupakan Gerald dan mengikhlaskan Gerald seutuhnya untuk Naya, sahabatnya.
__ADS_1
***
Setelah resmi menjadi pasangan suami istri, malam ini merupakan malam pertama kalinya untuk George dan Putri akan tidur bersama. Untuk sementara waktu, mereka akan tinggal di rumah orang tua Putri terlebih dulu hingga nantinya mereka akan pindah ke rumah sendiri. Karena sebelum menikah Putri dan George juga sudah mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa setelah menikah mereka tidak mau tinggal bersama orang tua. Putri dan George ingin hidup mandiri, sehingga kedua orang tua mereka pun juga menyetujuinya selagi itu yang terbaik untuk anak-anaknya. Lagipula bukankah itu adalah hal yang bagus, jika pasangan yang sudah berumah tangga itu tidak ingin menyusahkan orang tuanya lagi.
"Alhamdulillah ya sekarang kita sudah sah menjadi pasangan suami istri. Aku merasa masih seperti mimpi bisa menikah denganmu Sayang," ucap George saat mereka sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.
Padahal keduanya belum berganti pakaian, tetapi karena rasa lelah yang dirasakan, membuat keduanya pun langsung saja merebahkan tubuh di atas kasur.
"Iya aku juga masih nggak percaya rasanya. Tapi aku merasa sangat bersyukur karena akhirnya bisa membuka hati aku untuk pria lain, yaitu kamu. Aku juga nggak pernah menyangka sebelumnya, bahwa kamu pria yang bertemu denganku di Jogja waktu itu dan pada akhirnya kita bertemu lagi, kamu telah berhasil mencuri hati aku, hingga akhirnya kita pun menikah," ucap Putri.
"Iya dong karena jujur dari awal kita bertemu, aku sudah langsung mencintai kamu. Tapi begonya aku, aku sama sekali tidak meminta kontak kamu waktu itu, sehingga aku pun bingung bagaimana caranya untuk menghubungimu kembali. Tetapi ternyata Tuhan memang telah menjodohkan kita, buktinya saat itu kita bisa bertemu lagi kan makan siang dan yang yang membuat aku tidak mempercayainya lagi, kita dijodohkan oleh orang tua kita yang ternyata mereka teman bisnis, bahkan Papa aku dan Papa aku sudah begitu dekat. Benar-benar di luar dugaan aku," ucap George.
"Iya kamu benar. Terimakasih George karena kamu sudah sabar menunggu aku, kamu sudah mencintai aku hingga aku pun mempunyai perasaan itu terhadap kamu," ucap Putri.
Lalu George pun mendekati wajah istrinya itu dan menempelkan bibirnya di atas bibir sang istri, lalu melu***nya dengan penuh kelembutan. Putri yang merasa terhanyut akan perlakuan suaminya itu pun membalasnya.
Ini benar-benar ciuman pertama yang dilakukan oleh putri dan George. Sebelumnya mereka sama sekali belum pernah berpacaran. Jadi wajar saja jika ciuman di antara keduanya terlihat kaku, tetapi tetap mencoba untuk bersikap biasa.
"Apakah aku sudah boleh melakukannya malam ini?" Tanya George.
"Tentu saja, kenapa nggak. Kita kan sudah sah menjadi suami istri," ucap Putri yang sebenarnya malu, tetapi memang benar jika ia saat ini sudah sah menjadi istri George, yang itu artinya ia telah menjadi milik George seutuhnya.
"Akan tetapi, di saat sedang melakukan pemanasan yang membuat Putri terbuai, tiba-tiba saja ia merasakan ada sesuatu yang keluar di bawah sana.
__ADS_1
"Sayang, maaf. Boleh nggak aku permisi ke toilet sebentar," ucap Putri.
George yang menganggap kemungkinan istrinya itu sudah tidak tahan lagi, akhirnya ia pun memberhentikan aktivitasnya yang rasanya sudah di ujung tanduk.
Putri segera saja berlari masuk ke dalam toilet dan hanya beberapa menit saja ia sudah keluar kembali dengan wajah yang ditekuk.
"Sayang, ada apa?" Tanya George.
"Aku minta maaf ya Sayang, aku kedatangan tamu," ucap Putri.
"Loh memangnya masih ada tamu yang belum datang ke acara kita tadi ya Sayang, kenapa kamu nggak bilang. Dan ini juga sudah jam setengah 12 malam Sayang, bagaimana bisa mereka datang tengah malam seperti ini?" Tanya George.
"Bukan tamu itu Sayang, tapi tamu bulanan aku, biasa wanita," ucap Putri.
George tampak memasang wajah kecewa karena malam pertama yang sudah dibayangkan begitu Indah untuknya harus gagal karena mendadak sang istri yang kedatangan tamu.
"Maafkan aku ya Sayang, aku benar-benar nggak tahu. Jadi nggak apa-apa kan kalau kita tunda aja dulu. Lebih baik sekarang kita tidur, sudah lelah juga kan seharian berada di acara resepsi pernikahan kita tadi," ucap Putri.
"Ya mau gimana lagi Sayang. Kamu juga nggak perlu minta maaf, kamu nggak salah kok. Itu juga kan bukan keinginan kamu, sudah ada jadwalnya. Ya sudah nggak masalah kok, kalau begitu kita tidur aja ya," jawab George yang sangat mengerti dengan kondisi saat ini.
Lalu mereka berdua pun segera saja membersihkan diri, mengganti piyama dan memejamkan mata dengan posisi tidur yang saling berpelukan.
...Bersambung …...
__ADS_1