
Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 sore, David menuju ke ruangan Gerald dan saat itu ia melihat anaknya yang masih sibuk dengan pekerjaannya dengan dibantu oleh sang asisten.
"Gerald, Boy, kalian belum pulang?" Tanya David.
"Belum Pa, seperti yang aku katakan tadi bahwa aku akan lembur hari ini, selagi aku masih bersemangat," jawab Gerald.
"Kamu yakin? Jika kamu merasa sudah lelah, lebih baik kamu pulang saja, asalkan itu belum deadline," kata David.
"Tidak Pa. Meskipun deadline-nya masih seminggu lagi, tetapi aku akan mengerjakannya sekarang. Lagipula aku juga masih sibuk memeriksa beberapa file yang kemarin belum sempat aku periksa," kata Gerald.
"Ya sudah jika memang seperti itu, tapi lebih baik kamu suruh Boy pulang, karena sudah beberapa hari ini dia juga lembur terus bersama Papa untuk menangani pekerjaan kamu," kata David.
"Aku juga sudah menyuruhnya pulang Pa, tapi Boy-nya saja yang tidak mau pulang," ucap Gerald.
"Saya akan tetap berada di sini untuk menemani Tuan Gerald Tuan," sahut Boy.
"Ya sudah kalau begitu. Untuk kalian berdua selamat bekerja, lembur boleh tapi jangan sampai pulang kemalaman. Papa mau mengajak Mama kamu jalan-jalan malam ini," kata David.
"Jalan-jalan? Tumben, mau kemana Pa?" Tanya Gerald mendadak ingin tahu.
"Kamu ini mau tahu saja, yang jelas Papa ingin membuat Mama kamu bahagia," kata David.
"Ya, ya, aku percaya. Ya sudah Pa kalau gitu selamat jalan-jalan bersama Mama. Tapi ingat Pa, Mama itu tidak boleh kecapean," pesan Gerald.
"Kamu ini malah menasehati Papa, Papa yang lebih tahu bagaimana kesehatan Mama," kata David yang tak mau kalah dengan anaknya.
__ADS_1
"Hehm tidak mau kalah, ya sudah lebih baik Papa pulang sana supaya tidak terlalu kemalaman ajak Mama jalan-jalannya," kata Gerald.
"Oke. Boy titip Gerald ya, kalau kamu lihat dia sudah sangat lelah dan tidak bersemangat lagi, sebaiknya kalian akhiri pekerjaan ini dan ajak Gerald pulang," ucap David.
"Siap Tuan, hati-hati di jalan," ucap Boy.
"Hati-hati Pa, ucap Gerald pula dan hanya ditanggapi anggukan kepala oleh David.
David pun segera saja pergi meninggalkan ruangan Gerald.
Ting …
Sebuah pemberitahuan pesan WhatsApp di ponsel Boy, Boy pun segera saja meraih ponselnya itu dan membaca satu pesan dari David.
"Dari siapa? kenapa kamu hanya membacanya saja tanpa membalas?" Tanya Gerald yang entah kenapa sedari tadi ia selalu saja ingin tahu urusan orang lain.
"Oh itu dari calon istri saya Tuan," jawab Boy asal.
"Oh ya, apa kamu ada janji dengan calon istri kamu?" Tanya Gerald.
"Tidak ada Tuan, tadi saya mengabarkan kalau saya lembur, jadi dia hanya mengingatkan saya untuk hati-hati jika pulang nanti," jawab Boy beralasan.
"Cukup perhatian. Ya sudah lanjutkan pekerjaan kamu," kata Gerald.
Boy mengangguk, lalu ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya itu.
__ADS_1
***
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Dania dan David pun telah tiba di villa untuk menemui menantu dan juga cucunya yang sangat mereka rindukan. Naya begitu senang karena setelah satu bulan tidak bertemu, kini ia dapat bertemu dengan David dan Dania lagi, padahal satu bulan sebelumnya Dania dan David mondar-mandir ke villa ini.
Memang akhir-akhir ini David sedang sibuk mengurusi perusahaan, ditambah lagi ia harus menangani pekerjaan Gerald sehingga ia baru sempat untuk mengajak Dania pergi ke villa mengunjungi Naya dan Kania. Sedangkan Dania tidak mungkin akan pergi ke sini sendirian atau diantar oleh supir karena lokasinya yang begitu jauh dan pastinya akan menimbulkan curiga untuk Gerald yang selalu saja berdiam diri di rumah.
"Mama, Papa, kenapa tidak mengabari aku jika kalian mau datang?" Tanya Naya.
"Surprise dong, lagipula tidak sempat lagi untuk memberi kabar kepada kamu Sayang. Seperti yang Mama bilang lewat telepon tadi jika hari ini Gerald sudah terlihat sedikit bersemangat untuk pergi ke perusahaan dan kata Papa juga lembur untuk mengerjakan pekerjaannya yang selama ini telah tertunda. Sehingga ini adalah kesempatan Mama dan Papa datang ke sini meskipun terburu-buru," kata Cynthia.
"Iya Naya benar kata Mama, Gerald hari ini terlihat lebih bersemangat dari biasanya. Ya semua itu karena dia benar-benar ingin menunjukkan kepada kamu jika dia benar-benar sudah berubah. Gerald semangat lagi untuk bekerja agar di saat kamu pulang nanti bisa melihat dia kuat dan nantinya bisa membahagiakan kalian berdua," kata David.
Tanpa disadari Naya meneteskan air matanya, sebenarnya Naya sangat merindukan sosok pria yang yang masih sah menjadi suaminya itu. meskipun selama ini Gerald selalu bersikap kasar kepadanya, tetapi dia juga pernah bersikap manis terhadapnya dan membuat Naya merindukan hal itu semua. Sesungguhnya Naya juga merasa kesepian karena sudah dua bulan lebih tidak mendengar ocehan dari mulut Gerald di saat sedang memarahinya. Naya berharap jika Gerald benar-benar berubah sehingga nantinya ia tidak ragu untuk kembali padanya.
"Mama dan Papa menginap di sini kan? Ini sudah malam loh Ma, Pa. Perjalanan pulang juga sangat jauh, ditambah lagi jalanannya hutan-hutan seperti itu. Aku khawatir kalau Mama dan Papa pulang, apalagi cuacanya seperti mau hujan," ucap Naya.
Benar saja tiba-tiba di luar sana hujan lebat datang mengguyur di sekitar villa, sehingga perjalanan pastinya sangat tidak aman jika dilewati meskipun menggunakan mobil. David dan Dania menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama menantu dan bermain dengan cucu mereka. Naya juga begitu sangat senang karena kedatangan sang mertua ke villa, ia benar-benar sangat merindukan mertuanya itu.
Karena semakin malam cuaca juga semakin tidak baik, hujan semakin terlihat lebat, akhirnya David dan Dania memutuskan untuk menginap di villa. Tidak lupa mereka pun mengabarkan kepada Gerald bahwa malam ini mereka tidak pulang ke rumah dengan alasan menginap di rumah saudara karena terjebak hujan. Ternyata bukan hanya di villa tersebut saja, bahkan di lokasi kantor dan juga rumah mereka saat ini sedang diguyur hujan lebat yang merata, sehingga Gerald pun mempercayainya dan tidak menaruh curiga apapun.
***
Tepat jam 10.00 malam, Gerald sudah siap dengan segala aktivitasnya hari ini dan memutuskan untuk pulang. Sedangkan Boy yang sudah sangat lelah sudah pulang terlebih dahulu pukul 08.00 malam. Kini hanya tinggal Gerald seorang diri yang melangkahkan kakinya hendak keluar perusahaan. Akan tetapi di saat ia baru saja melangkahkan kakinya keluar dari pintu ruangan CEO, tiba-tiba lampu seluruh ruangan padam dan di saat itu ada seseorang yang memukul kepala Gerald dengan keras sehingga ia jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri
...Bersambung... ...
__ADS_1