Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Rencana Jahat


__ADS_3

Tak mau berlama-lama meladeni wanita itu, Naya pun segera saja meninggalkan Bella dan Denis. Bella sangat kesal dan ingin rasanya mengejar Naya serta menjambak-jambak rambutnya, tetapi untung saja ada Denis yang mencegah hal itu terjadi.


"Sudahlah Kak Bella, untuk apa juga kau merasa sangat kesal seperti itu. Memang benar kan jika Gerald itu adalah suami Naya, seharusnya kau tidak perlu berbicara seperti itu. Lagipula kau yang sudah berani selingkuh dan menyebabkan Gerald tak lagi menginginkanmu, tapi kenapa kau malah menyalahkan orang lain.


"Diam kau! Aku tidak butuh ceramahmu. Kau begitu membelanya, atau jangan-jangan kau menyukainya?" Tuding Bella.


"Kata siapa? Kau jangan asal menuduhku. Aku hanya berteman dengannya dan aku sudah sangat mengenalnya," Denis mengelak tak mau mengakui didepan kakak sepupunya itu.


"Kau jangan membohongiku Denis, aku sudah mengenal kau dari lama, aku sangat yakin kalau kau menyukainya kan?" Tanya Bella.


"Ya kau benar, aku memang menyukainya sejak pertama kali bertemu. Maka dari itu aku tahu betul bagaimana sifat Naya," ungkap Denis.


"Tetap saja aku tidak terima. Aku sudah bisa menerima pernikahan mereka, tetapi aku tidak terima karena Gerald sekarang tidak lagi menginginkanku. Semua gara-gara wanita yang jelas-jelas tidak ia cintai, aku tahu kalau Gerald hanya mencintaiku saja," kata Bella.


"Kalau memang seperti itu, kenapa kau tidak memperjuangkan cintamu?" Tanya Denis.


"Maksudmu?" Tanya Bella sembari melirik adik sepupunya itu.


"Kau rayu saja dia untuk kembali. Aku yakin kalau kau terus merayunya, lama kelamaan dia pasti akan luluh lagi padamu," kata Denis.


"Tapi tidak bisa, tidak semudah itu Denis," ujar Bella.


Gunakan otakmu Kak, setidaknya kau harus melakukan suatu cara dulu agar pria itu terpuruk dan nantinya dia pasti akan membutuhkanmu," kata Denis.


"Apa maksudmu, jangan berbelit-belit," kata Bella.


"Kita bisa bekerja sama," Kata Denis lalu membisikan idenya di telinga Bella.


Bella tersenyum, menurutnya ide Denis itu sangat luar biasa dan dengan senang hati Bella akan melakukannya.


"Boleh juga, akhirnya kau mengakui kalau kau mencintai wanita itu dan ingin mendapatkannya," kata Bella.

__ADS_1


"Ya memang benar, tetapi aku sabar dan ingin bermain cantik, tidak gegabah sepertimu," hardik Denis.


Keduanya pun tersenyum merasa apa yang mereka lakukan akan berhasil.


"Lalu bagaimana dengan kekasihmu Kelvin?" Tanya Denis.


"Kau tidak perlu memikirkannya, dia kembali ke Indonesia hanya sebentar karena ada urusan di sini. Jadi setelah selesai dia langsung kembali lagi ke Canada," kata Bella.


"Ya baguslah, itu artinya kita bisa langsung menjalankan rencana kita," kata Denis.


"Ya kau benar," jawab Bella, lalu keduanya tersenyum smirk.


Dengan tergesa-gesa, Naya pun keluar dari pusat perbelanjaan menghampiri taksi online yang sudah menunggunya. Ia memang sengaja memesan taksi online tersebut untuk mengantarnya pulang sekaligus agar ia tidak perlu lagi memesannya dua kali, tujuannya juga agar lebih mudah dan ia tidak perlu menunggunya terlalu lama. Naya langsung saja masuk ke dalam taksi tersebut dan meminta sang supir untuk segera menjalankan mobilnya.


"Sungguh pertemuan yang tak aku inginkan, kenapa aku harus bertemu dengan wanita gila itu, terus Denis? Jadi Denis sepupuan dengan wanita itu? But, wait! Bukankah Dennis bilang kalau dia itu keponakannya Ibu? Ya apa itu artinya Bella juga keponakan Ibu? Atau Denis keponakan Ibu dari sebelah ibunya dan Bella adalah sepupunya dari sebelah ayahnya? Ah entahlah, lagipula untuk apa juga sih aku jadi memikirkan mereka, nggak penting," Naya bermonolog dengan hatinya.


***


"Bella? Untuk apa dia datang ke sini? lebih baik kau suruh saja dia pergi. Katakan saja aku sedang sibuk," kata Gerald.


"Tapi Tuan aku sudah mengatakannya hal itu dari tadi, tetapi dia tetap ngotot ingin bertemu dengan Tuan. Katanya hanya sebentar saja, dan dia mengancam akan membuat keributan di lobby kalau Tuan tidak mau menemuinya," kata Boy.


"Mau apa lagi sih wanita itu? Ya sudah sekarang kau suruh saja dia ke ruanganku!" Perintah Gerald.


Lalu Boy segera saja pergi menuju lobby untuk menyampaikan pesan tersebut kepada Bella. Dengan sangat senang Bella pun melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Gerald.


Tok … tok … tok …


Bella mengetuk pintu dan langsung saja masuk ke dalam ruangan tersebut. Gerald sama sekali tak mau melihat wajah wanita itu, ia tetap fokus dengan hal-hal yang ada di depan matanya meskipun ia tahu saat ini Bella sudah berdiri dihadapannya.


"Gerald, apa aku boleh duduk?" Tanya Bella.

__ADS_1


"Ya silahkan dan waktumu hanya lima menit. Apa yang ingin kau bicarakan?" kata Gerald.


"Lima menit? Itu sama sekali tidak cukup," protes Bella sembari mendudukkan dirinya di atas kursi.


"Aku sibuk. Kalau kau tidak mau bicara sebaiknya kau pergi dari sini sekarang!" Usir Gerald.


"Iya, iya, oke lima menit. Apa kau tidak bisa melihat lawan bicaramu?" sindir Bella.


"Tersisa empat menit lagi" ucap Gerald sehingga membuat Bella pun menghentikan ucapan yang tidak penting saat ini.


"Gerald, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, kalau Naya istrimu itu tidak sebaik yang kau pikirkan, tidak sepolos yang kau lihat. Dia mempunyai hubungan dengan pria lain," kata Bella.


Gerald yang sama sekali enggan melihat wajah Bella itu pun spontan meliriknya dan menghentikan aktivitasnya karena mendengar nama istrinya disebut.


"Apa maksud dari ucapanmu itu? Kenapa kau menuduh istriku mempunyai hubungan dengan pria lain? Padahal kau sendiri yang melakukan hal seperti itu," kata Gerald.


"Aku tidak bohong Gerald. Apa kau tahu jika Naya mempunyai hubungan dengan pria bernama Denis," kata Bella semakin menjadi-jadi.


Tentu saja Gerald sangat terkejut. Bagaimana bisa Bella mengetahui tentang pria yang bernama Denis itu? Bahkan dia mengatakan jika Naya mempunyai hubungan dengan pria tersebut.


"Dari mana kau tahu dan bagaimana bisa kau mengenal Denis?" Tanya Gerald yang mulai kepancing dengan ucapan Bella.


"Waktunya sudah lima menit bukan? Itu artinya aku sudah tidak ada hak untuk berbicara lagi," kata Bella.


"Jangan bermain-main denganku, cepat katakan!" Bentak Gerald sembari menatap tajam mata Bella.


Ini adalah kedua kalinya Gerald membentak dan menatap Bella dengan begitu tajamnya, sehingga ia pun merasa ketakutan.


"Iya, iya aku akan mengatakannya padamu, jadi Denis itu adalah sepupuku. Apa kau tahu tadi pagi saat aku dan Denis berbelanja, kami bertemu dengan Naya di sebuah supermarket, saat itu aku melihat Denis dan Naya terlihat sangat akrab dan mesra. Mereka berdua berbelanja bersama, bercanda tanpa melihatku. Sepertinya mereka memang sudah janjian di supermarket itu. Ternyata Denis mengajakku ke supermarket hanya sebagai alasannya saja agar kau tidak mengetahui tentang keburukan yang istrimu itu lakukan," ucap Bella yang membuat Gerald mengepal erat kedua tangannya karena menahan emosi.


"Apa kau punya bukti? Kalau kau berbicara harusnya dengan bukti! Aku tidak akan percaya dengan kata-katamu itu tanpa ada bukti," kata Gerald yang kembali menatap Bella dengan begitu tajamnya.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2