
Hari begitu sangat cerah, secerah perasaan Nadine dan Putri saat ini. Karena setelah melewati berbagai macam rintangan tentunya juga dengan penuh perjuangan, kini mereka pun telah sama-sama wisuda, pertanda berakhirnya masa pendidikan yang mereka tempuh dengan menyandang gelar S1.
Meskipun usia Naya dan Putri terpaut 2 tahun, tetapi mereka menyelesaikan kuliahnya itu secara bersamaan karena Naya yang sempat cuti kuliah waktu itu. Akan tetapi hal tersebut membuat Naya pun merasa bersyukur karena ia bisa bertemu dengan Putri, wanita yang sangat baik dan telah menjadi sahabatnya.
Bahkan Naya sudah menganggap Putri sebagai keluarganya sendiri. Keakraban mereka kian hari semakin erat. Di antara mereka selalu saling terbuka, tidak pernah ada satupun yang mereka tutupi jika sedang ada masalah. Mereka selalu berbagi baik dalam suka maupun duka.
"Selamat ya sayangku, selamat juga buat kamu Putri karena kalian berdua telah lulus dan menjadi sarjana," ucap Gerald sembari memberikan buket bunga, coklat dan boneka wisuda untuk Naya. Tak lupa ia memberikan kecupan hangat di kening istri tercintanya itu.
"Terimakasih ya Sayang," ucap Naya yang menerima hadiah dari sang suami dengan senang hati.
"Terimakasih ya Kak," ucap Putri pula.
"Istriku tersayang, juga sahabatku, selamat ya karena akhirnya kalian berdua sudah lulus kuliah. Itu artinya sebentar lagi kita akan jalan-jalan ke New York kan," ucap Goerge yang memberikan buket bunga dan juga uang untuk istrinya. Berbeda dengan Gerald yang mengecup kening sang istri, George terlihat memberikan kecupan pada pipi kanan dan kiri istrinya itu.
"Terimakasih George," ucap Naya.
"Terimakasih Sayang, kamu nih jalan-jalan terus ya pikirannya. Sepertinya sudah nggak sabar banget mau pergi ke New York," ucap putri.
"Iya dong, aku nggak sabar. Kan kita kemarin belum sempat honeymoon ke luar negeri dan kamu bilang ke New York nanti pengganti honeymoon kita," ucap George yang membuat Naya dan Gerald pun tersenyum.
***
__ADS_1
Seminggu pun telah berlalu, setelah memastikan seluruh pekerjaan yang urgent sudah George dan Gerald selesaikan dan memastikan semuanya aman saat ditinggal, serta menitipkan perusahaannya kepada orang-orang percayaan mereka, begitu juga dengan Naya dan putri yang saat ini sudah lulus kuliah dan tentunya sudah tidak ada lagi kegiatan yang akan menghalangi mereka, kini mereka berlima pun termasuk Kania sedang dalam perjalanan menuju ke New York Amerika Serikat. Negara yang merupakan negara impian Naya sejak dulu, ia tidak menyangka jika akhirnya akan pergi bersama dengan orang-orang yang dicintainya, bukan hanya suami dan anaknya saja tetapi dengan dua sahabatnya itu juga.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih selama dua hari, kini kedua pasangan suami istri itu beserta anaknya telah tiba di Amerika Serikat. Segera saja mereka menuju ke hotel yang telah dipesan oleh Gerard sebelumnya. Tentu saja Gerald dan George tidak mau membuang-buang waktu sehingga mereka pun telah mempersiapkan semuanya dengan matang, karena juga tidak mau melihat istri mereka nantinya akan kelelahan.
Selama berada di New York, mereka akan menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan dan bisa dikatakan untuk honeymoon yang terlambat karena mereka bukanlah pasangan pengantin baru. Hanya saja sedang merencanakan program kehamilan. Kania pun seakan mengerti maksud dari orang tuanya itu, ia tampak tenang, waktunya bermain dia akan bermain dan di saat waktunya tidur dia akan tidur dengan sangat nyenyak.
"Kania ini benar-benar anak yang sangat baik ya, dia seakan mengerti dan nggak mau menyusahkan kedua orang tuanya," ucap Putri yang melihat Kania begitu tenang saat bermain.
"Iya, aku juga merasa seperti itu. Aku sangat bersyukur memiliki anak seperti Kania," ucap Naya.
"Mudah-mudahan disaat aku punya anak nanti, aku akan mempunyai anak seperti kakaknya ini deh," ucap Putri.
"Aamiin. Setiap anak itu baik kok, mereka terlahir polos, hanya tergantung bagaimana kita sebagai orang tua untuk mendidiknya," ucap Naya.
"Kamu jangan memuji aku berlebihan seperti itu dong Put, aku hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik, meskipun masih banyak yang lebih baik daripada aku di luar sana. Sebagai seorang ibu, aku masih banyak kekurangannya dan masih belajar untuk menjadi lebih baik lagi," ucap Naya.
Di saat Naya dan Putri sedang bercerita dan juga bermain dengan Kania, George dan Gerald pun datang menghampiri mereka. Saat ini istri dan anak Gerald itu sedang berada di kamar Putri.
"Sayang, kita balik ke kamar yuk. Sudah malam. Besok juga kan kita mau jalan-jalan," ucap Gerald.
"Alasan besok mau jalan-jalan, bilang daja mau ambil jatah," kata George.
__ADS_1
"Memangnya kau tidak mau melakukan hal itu?" Tanya Gerald.
"Ya, ya mau juga sih," ucap George lirih yang membuat Putri pun menjadi malu.
"Ya sudah Put, kita balik ke kamar dulu ya. Aku mau tidurkan Kania juga, supaya besok dia bisa bangun lebih awal, jadi kita bisa jalan-jalan dari pagi deh," ucap Naya.
"Iya Nay, aku juga nggak sabar mau jalan-jalan besok," ucap Putri.
"Ayo Sayang," ajak Gerald yang mengambil Kania lalu menggendongnya.
Setelah itu, segera saja Gerald dan Naya keluar dari kamar George dan Putri.
Tidak usah ditanya lagi apa yang mereka lakukan setelah Naya dan Gerald keluar dari kamar mereka, sudah pasti George langsung saja menjalankan aksinya sesuai dengan rencana agar mereka segera memiliki anak. Begitu juga yang dilakukan oleh Gerald dan Naya di saat anaknya sudah tidur.
***
Keesokan harinya, cuaca sangat cerah sehingga mendukung rencana mereka untuk jalan-jalan.
Mereka benar-benar menghabiskan waktu seharian untuk berjalan-jalan dengan pergi ke tempat-tempat rekreasi yang terkenal di kota New York Amerika Serikat. Salah satunya yaitu taman Central Park, bangunan bersejarah Patung Liberty dan juga tak lupa pula mereka mampir ke Jembatan Brooklyn. Mereka tampak menikmati liburan bersama dan tak lupa pula mengabadikan kebersamaan mereka itu lewat foto-foto sebagai kenang-kenangan. Rasa bahagia pun tak terelakkan dari mereka, Kania juga seakan merasakan kebahagiaan itu bersama orang-orang yang mencintainya.
Di saat rasanya sudah sangat lelah, kini mereka pun mencari salah satu restoran untuk makan bersama sebelum pulang ke hotel. Tentunya mereka pergi ke restoran yang tersedia menu halal untuk mereka santap. Akan tetapi rasanya belum puas menghabiskan waktu seharian untuk berjalan-jalan di kota tersebut. Setelah kembali ke hotel dan beristirahat, mereka berniat untuk menyambung berjalan-jalan kembali keesokan harinya.
__ADS_1
...Bersambung …...