Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Melepas Rindu


__ADS_3

"Terimakasih ya Nay, karena kamu sudah memaafkan aku. Jujur aku takut banget kalau aku mengatakan hal ini kamu akan marah dan kecewa, terus kamu nggak mau lagi bersahabat denganku. Untuk itu aku memilih untuk menyimpan rahasia ini dari kamu. Tapi ternyata kamu itu benar-benar baik ya Nay, kamu murah hati, kamu bisa berlapang dada untuk menerima semuanya dan kamu memaafkan aku begitu saja. Sungguh di luar dugaan aku Nay," ucap Putri.


"Bukan hanya aku yang bersikap seperti itu Put, tapi kamu juga. Selama ini kamu telah menunggu pria yang kamu cintai, kamu berharap pria itu akan menjadi milik kamu. Aku tahu bagaimana perasaan kamu karena kamu sudah menceritakannya padaku. Dan sekarang aku juga tahu bagaimana rasa kecewa dan sedihnya kamu di saat tahu pria itu sudah memiliki keluarga. Apalagi setelah kamu tahu dia adalah suamiku, pasti kamu mencoba untuk menyimpan rasa kekecewaan kamu itu, kamu rela sakit hati demi menjaga perasaan aku sebagai sahabat kamu dan itu sangat tidak mudah. Dari sini aku yakin, aku bisa melihat kalau kamu benar-benar orang yang baik. Aku beruntung bisa memiliki sahabat seperti kamu Put," ucap Naya dengan mata berkaca-kaca sembari menggenggam erat tangan sahabatnya.


"Naya, jangan menangis dong. Kalau kamu menangis seperti itu, aku jadi ikut menangis juga nih. Aku juga beruntung punya sahabat seperti kamu Naya," ucap Putri pula, ia meminta Naya untuk tidak menangis tapi nyatanya air matanya dulu lah yang saat ini terjatuh.


Hingga mereka berdua pun kembali berpelukan untuk kesekian kalinya. Akan tetapi keduanya menangis bukan karena sedih, tapi karena haru bahagia yang mereka rasakan masing-masing karena beruntung memiliki sahabat yang begitu baik.


***


Setelah memakai serangkaian Skin Care malam, Naya menghampiri sang suami yang saat itu sedang berbaring di atas ranjang bersama dengan sang anak yang sudah tertidur pulas. Naya terlihat begitu cantik menggunakan lingerie berwarna merah transparan sehingga lekuk tubuhnya itu pun terlihat jelas oleh Gerald. Sehingga membuatnya menelan saliva secara kasar serta merasakan sesuatu di bawah sana yang telah menegang.


"Sayang, kamu sengaja ya memancing aku menggunakan pakaian dinas seperti itu," ucap Gerald yang begitu terpesona.

__ADS_1


Naya mendekati suaminya itu dengan tatapan yang menggoda. "Memang apa salahnya kalau aku menggunakan pakaian sepeti ini di depan suamiku sendiri, nggak salah dong," ucap Naya sembari mengelus lembut dada bidang milik sang suami.


Gerald yang merasa istrinya itu memang sedang memancing, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung saja meraih tubuh sang istri hingga Naya kini telah berada di bawah tubuhnya. Naya dan Gerald saling bertatapan dan tersenyum, mereka yang sama-sama merasa saling merindukan, karena masalah yang dihadapi keluarganya itu membuat mereka berdua pun jarang menghabiskan waktu bersama.


Hingga malam ini Naya sengaja menggunakan pakaian haram karena tadi sore Gerald sempat mengatakan jika ia sangat merindukan Naya dan ingin melepas rindu bersamanya. Naya yang mengerti apa keinginan suaminya sengaja menyiapkan segalanya untuk suami tercintanya itu.


Kini wajah keduanya pun saling berdekatan hingga bibir mereka menempel satu sama lain. Naya yang memulai mengecup bibir Gerald terlebih dahulu, hingga Gerald pun melum** bibir sang istri dengan penuh kelembutan dan membuat keduanya hanyut dalam suasana. Semakin lama ciuman itu pun semakin dalam, mereka saling bergantian bermain lidah di dalam rongga mulut pasangannya masing-masing sambil sesekali bertukar saliva. Tanpa mereka sadari kini keduanya pun telah polos tanpa sehelai benang pun yang menempel pada tubuh keduanya. Gerald terus menyapu leher serta dada milik sang istri sembari menyesap kedua ujung bukit kembar yang selalu menggodanya hingga suara desa*** terdengar dari mulut istrinya itu serta melengkungkan tubuhnya karena merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tidak hanya sampai di situ, tangan Gerald yang nakal juga aktif terus meraba seluruh tubuh sang istri hingga sampai ke lembah yang sudah terasa sangat basah karena ulahnya. Kini Gerald pun beralih membenamkan wajahnya diantara dua paha mulus sang istri, memain-mainkan lidahnya di sana lalu mengecup kepemilikan Naya hingga sang istri merasakan getaran hebat yang luar biasa serta kedutan di bawah sana pertanda ia sudah melakukan pelepasan yang pertama.


Gerald tersenyum puas karena ia merasa istrinya begitu puas dengan permainannya. Kini giliran ia memanjakan sang junior yang dari tadi sudah meminta untuk segera saja dimasukkan ke dalam Goa milik Naya. Perlahan tapi pasti Gerald memasukkan juniornya ke dalam lembah kenikmatan, lalu memaju-mundurkan pinggulnya secara perlahan sambil sesekali bercumbu mesra agar merasakan kenikmatan yang lebih lagi. Hingga pada akhirnya mereka berdua pun telah mencapai puncaknya secara bersamaan dan terbaring karena kelelahan.


"Sama-sama Sayang, bukankah ini memang sudah menjadi kewajibanku. Lagipula aku juga sangat merindukanmu," ucap Naya.


Lalu Gerald pun memeluk tubuh sang istri dengan erat dan penuh kasih sayang, keduanya berpelukan dalam kondisi polos dan hanya ditutupi selimut hingga kulit keduanya pun saling bersentuhan.

__ADS_1


Naya merasakan begitu nyaman dan bahagia berada di dalam dekapan suaminya, beban dalam pikirannya seakan hilang jika sudah mendapatkan perlakuan manis dari sang suami. Hingga ia pun lupa ingin mengatakan kepada Gerald tentang Putri, mungkin menurut Naya ini bukan waktu yang tepat. Tetapi besok Pagi ia sudah berniat akan mengatakan hal itu kepada suaminya, untuk malam ini biarlah menjadi momen romantis untuk mereka terlebih dahulu. Bukannya egois, tapi Putri sendiri tadinya sudah melarang Naya untuk memberitahu kepada Gerald, karena Naya terus saja memaksa dan mengatakan tidak akan terjadi apa-apa, akhirnya Putri pun menyetujuinya.


"Sayang, aku boleh minta lagi nggak?" Tanya Gerald.


"Apa? Memangnya kamu belum puas tadi?" Tanya Naya yang cukup terkejut.


"Sayang, kamu ini seperti nggak biasa saja. Kamu tahu kan kita melakukannya setiap hari saja aku bisa memintanya lebih. Apalagi ini sudah hampir 2 bulan kita tidak melakukannya, semenjak Mama sakit. Kamu tahu kan bagaimana rindunya aku dan apakah menurut kamu dengan sekali saja rindu aku itu sudah terlepas? No, belum Sayang. Pokoknya kalau kamu lelah kamu tinggal baring saja, nikmati saja, biar aku yang akan bermain. Kamu pasrah saja dan kamu juga boleh kok tidur," kata Gerald yang terus aja merayu sang istri.


"Aku mana bisa tidur Sayang kalau kamu terus saja menjelajahi tubuhku," hardik Naya yang membuat Gerald tersenyum mendengarnya.


"Ya kalau begitu kamu harus melayani suami kamu ini," kata Gerald.


Naya tidak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum menyetujuinya.

__ADS_1


Di saat Gerald merasakan miliknya kembali tegang, ia pun tidak mau membuang-buang waktu dengan kembali melakukan penyatuan dengan milik sang istri. Entah beberapa kali mereka melakukannya dalam satu malam. Naya sendiri sudah tidak ingat dan merasakan tubuhnya begitu lelah hingga ia pun ketiduran dan sama sekali tidak melakukan perlawanan di saat terakhir Gerald melakukannya. Untungnya besok adalah hari libur sehingga Naya dan Gerald pun sama-sama tidak pergi untuk melakukan aktivitas mereka. Mereka bisa beristirahat, menghabiskan waktu bersama Kania dan David di rumah.


...Bersambung …...


__ADS_2