Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Mengakhiri Hubungan


__ADS_3

"Gerald kau ke mana sih? Kenapa kau sama sekali tak menjawab teleponku, kau tidak ada kabar sama sekali, bahkan kau juga tidak ada di rumah. Aku harus mencarimu kemana Gerald?" Gumam Bella yang merasa kebingungan, karena sudah hampir seminggu ia kehilangan jejak Gerald.


Memang Bella sama sekali tidak mengetahui bagaimana kondisi Gerald saat ini, ia juga bisa keluar untuk mencari Gerald di saat selingkuhannya sedang sibuk mengurusi perusahaannya yang ada di Jakarta.


"Kau kenapa? Kenapa sepertinya kau sedang kebingungan?" Tanya kelvin yang mendadak ada di belakang Bella dan mengejutkannya.


"Kau membuatku terkejut saja, aku tidak kenapa-napa baby," jawab Bella.


"Benarkah? Bukan karena kau sedang memikirkan pria lain?" Tanya kelvin yang begitu sangat posesif.


"Tidak Kelvin, untuk apa juga aku memikirkan pria lain sedangkan sudah ada kau di sisiku," kata Bella.


"Ya sudah, kalau begitu aku akan pergi mengurus perusahaanku dulu," kata Kelvin.


"Oh ya Vin, kapan kau akan kembali ke Canada?" Tanya Bella.


Kelvin melirik Bella, "Kenapa? Sepertinya kau ingin sekali aku cepat kembali ke Canada. Apa karena aku ada di sini kau tidak leluasa untuk menemui selingkuhanmu itu?" Tudingnya.


"Kau lagi-lagi menuduhku selingkuh, sudah kukatakan jika aku tidak mempunyai pria lain. Kalau kau selalu beranggapan seperti itu sebaiknya kita tidak usah lagi menjalin hubungan, kita akhiri saja hubungan ini," kata Bella terpaksa mengancam meskipun sebenarnya ia takut Kelvin akan murka. Untungnya Kelvin yang sangat mencintainya itu sama sekali tak ingin berpisah dengannya sehingga memilih untuk mengalah.


"Ya sudah aku minta maaf. Jangan pernah berkata untuk mengakhiri hubungan itu lagi denganku, aku sangat tidak suka. Kau tahu kan apa yang akan aku lakukan jika kesabaranku habis," ucap Kelvin.


"Tapi kau juga jangan pernah menuduhku selingkuh lagi. Aku sama sekali tidak selingkuh," ucap Bella.


"Oke, sekarang aku pergi ke perusahaan dulu, jaga dirimu baik-baik di rumah. Tunggu aku pulang, nanti malam aku akan mengajakmu jalan-jalan," kata Kelvin.


"oke baby, aku menunggumu," jawab Bella.

__ADS_1


Setelah mencium kening kekasihnya itu, Kelvin segera saja pergi meninggalkan rumah Bella menuju ke perusahaan.


***


Saat mobil Kelvin sudah tak terlihat lagi dari depan rumahnya, Bella pun langsung saja keluar dari rumah dan hendak pergi ke perusahaan Gerald. Meskipun gerald sudah melarangnya untuk datang ke perusahaan karena takut ketahuan oleh mata-mata dari orang tuanya, tetapi Bella tetap saja nekat karena menurutnya hanya ini satu-satunya cara agar ia bisa bertemu dengan Gerald.


Akan tetapi kenyataan saat tiba di perusahaan, Bella sama sekali tidak menemui Gerald bahkan asisten Gerald mengatakan jika Tuannya itu sudah seminggu tidak bekerja karena sakit.


Bella cukup terkejut mendengarnya, Gerald sakit apa sampai tidak bisa mengabarinya sama sekali. Lalu tanpa berpikir panjang, Bella yang merasa khawatir segera saja pergi menuju ke kediaman Gerald dan Naya.


***


"Mau apa kau datang ke sini?" Tanya Naya saat mendapati kekasih dari suaminya itu ada di depan pintu rumahnya.


"Bukan urusanmu, aku ingin bertemu dengan kekasihku," jawab Bella.


Ia sudah tidak mau lagi mengalah dan melihat suaminya berhubungan dengan wanita lain. Karena Naya sudah merasa mencintai Gerald, ia berjanji akan memperjuangkan cintanya untuk Gerald dan menjaga keutuhan rumah tangga mereka berdua.


"Apa maksudmu, kau sendiri tahu kan kalau Gerald itu hanya mencintaiku, dia menikahimu hanya karena terpaksa," kata Bella.


"Ya aku tahu, tapi dengan cinta yang aku punya, aku yakin suatu saat nanti hati Gerald akan luluh dan juga akan mencintaiku," kata Naya yang sebenarnya tidak yakin.


"Jadi kau mencintai Gerald?" Tanya Bella.


"Tentu saja aku mencintainya. Lagipula aku mencintai Gerald itu adalah hal yang wajar, karena dia adalah suamiku. Tetapi kalau kau mencintainya, itu sama sekali tidak wajar. Kau bisa mencintai pria lain, tidak perlu menjadi pelakor dalam rumah tangga orang," ucapan Naya yang begitu pedas telah memancing amarah Bella.


"Berani sekali kau berbicara seperti itu, kau yang pelakor, kau datang menghancurkan hubunganku dengan Gerald. Aku dan Gerald sudah berpacaran lama, kalau tidak ada kau sudah pasti aku akan menikah dengan Gerald," kata Bella yang tak terima dituding sebagai pelakor.

__ADS_1


"Oh ya? Tapi bukankah orang tua Gerald tidak menyetujui hubungan kalian sehingga orang tuanya menjodohkan Gerald denganku. Sebaiknya kau pergi saja dari sini, karena aku tidak akan mengizinkanmu untuk bertemu dengan suamiku. Aku tidak akan mengizinkanmu menginjakkan kaki masuk ke dalam rumah ini," kata Naya dengan tatapan tajam.


"Kurang ajar!" Ucap Bella seraya mengangkat tangannya hendak menampar Naya, tetapi dengan cepat Naya menangkis tangannya itu lalu menghempaskannya dengan kasar sehingga Bella terjungkal ke lantai.


Di saat itu ternyata Gerald sudah berada di dekat mereka dan mendengar semua percakapan mereka tadi. Ia cukup senang dan tersenyum mendengar apa yang Naya ucapkan tadi dan terang-terangan melawan Bella.


Kini Gerald pun menampakkan diri di depan dua wanita itu. Setelah melihat Gerald, Bella merasa sangat senang dan mulai menjalankan rencananya.


"Sayang, akhirnya kau keluar juga. Wanita ini telah menyakitiku. Ayo bantu aku bangun," adu Bella.


"Kau bisa bangun sendiri kan? Kenapa kau harus meminta bantuanku?" hardik Gerald.


Bella cukup terkejut mendengar akan hal itu, begitu juga dengan Naya. Kenapa Gerald yang selalu bersikap manis kepada Bella kali ini malah membentaknya dan terlihat sangat tidak peduli


Bella pun berusaha untuk bangun sendiri lalu ia mendekati Gerald dan menggelayut manja di lengannya, sehingga membuat Naya begitu kesal melihatnya.


"Lepaskan!" Bentak Gerald.


"Kau Kenapa Sayang? Kenapa kau jadi bersikap seperti itu padaku? Pasti ini semua gara-gara perempuan ini kan? Pasti perempuan ini yang telah mempengaruhimu," tuduh Bella sembari menunjuk Naya.


"Kau tidak perlu menyalahkan orang lain. Dan aku tegaskan padamu bahwa hubungan kita berakhir sampai di sini, aku tidak mau lagi melihat wajahmu. Pergi dari sini!" Usir Gerald.


Naya merasa begitu senang mendengarnya, ia tidak menyangka jika Gerald akan mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya itu seperti yang ia harapkan tepat di depan matanya. Meskipun Naya tidak pernah meminta langsung di depan Gerald, tetapi itulah yang sangat Naya inginkan, ia ingin memiliki Gerald seutuhnya tanpa ada wanita lain.


"Tidak, aku tidak mau berpisah denganmu. Apa salahku sampai kau mengakhiri hubungan kita? Selama ini aku sudah menerimamu apa adanya, bahkan aku menerima pernikahanmu dengan wanita ini," kata Bella.


"Kau benar-benar ingin tahu apa kesalahanmu?" Tanya Gerald yang kini menatap Bella dengan tajam sehingga Bella pun ketakutan, karena baru kali ini Gerald bersikap kasar terhadapnya seperti itu.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2