Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Sesuai dengan saran dari kedua orang tua Gerald, Naya mencoba untuk mendekati Gerald kembali dan membantu mengembalikan ingatan suaminya itu. Karena menurut mereka, dengan hanya berdiam diri, itu sama sekali tidak bisa membantu Gerald untuk mengingat kembali tentang masa lalunya. Bahkan saat ini mereka tidak ada yang tahu bagaimana perasaan Gerald, apa yang Gerald rasakan seolah mereka tidak ingin tahu. Gerald sendiri tidak ingin bercerita kepada keluarganya sendiri.


Di saat itu Naya menghampiri Gerald di kamar yang saat itu sedang duduk di sofa menonton televisi, Naya mencoba untuk mendekati suaminya itu.


"Gerald!" Panggil Naya.


"Hm," jawab Gerald singkat.


"Malam ini mau nggak kalau kita keluar makan malam?" Tanya Naya yang terlihat gugup. Padahal ia hanya ingin mengajak suaminya sendiri, bukan orang lain.


"Makan malam di luar? Memangnya ada apa kita harus makan malam di luar? Memang di rumah tidak ada makanan sampai kita harus pergi?" Tanya Gerald.


"Ya nggak gitu juga. Bagaimanapun juga kita ini kan adalah pasangan suami istri dan kita sudah lama tidak bertemu, di saat kita bertemu dalam kondisi kamu hilang ingatan. Jadi aku hanya ingin saja makan malam berdua denganmu di luar, menikmati waktu berdua, apa itu salah?" Ucap Naya.


Gerald tampak berpikir, tidak ada salahnya jika ia mengikuti keinginan Naya. Memang benar jika mereka adalah pasangan suami istri dan tentu tidak ada salahnya mereka makan malam di luar bersama. Gerald hanya bingung saja karena menurutnya ini tiba-tiba.


"Kita berdua saja? Tidak bersama Papa, Mama atau Kania?" Tanya Gerald.


Naya menganggukkan kepalanya. "Iya, hanya kita berdua, itupun kalau kamu bisa dan kamu mau," kata Naya yang terlihat begitu pasrah.


"Ya aku mau," jawab Gerald yang membuat Naya begitu senang mendengarnya, lalu mendekati Gerald serta memeluk tubuhnya itu.

__ADS_1


Gerald merasa terkejut akan perlakuan Naya yang tiba-tiba, tetapi ia juga merasakan sangat senang karena mendapatkan pelukan yang terasa hangat hingga ia pun membalasnya. Beberapa saat kemudian Naya pun tersadar dan melepaskan pelukannya itu.


"Maaf ya, aku hanya terlalu senang saja," ucap Naya tersenyum dan mendapatkan balasan dari Gerald.


"Nggak masalah, bukankah kamu itu istriku? Jadi tidak ada salahnya kan jika seorang istri memeluk suami sendiri," ucap Gerald.


Tetapi Gerald merasa aneh kenapa di saat Naya memeluknya tadi, ia tidak merasakan ingatannya bersama Naya. Gerald semakin yakin jika dulu ia selalu menyiksa Naya dan tidak pernah berperilaku baik terhadapnya sehingga kenangan indah bersama Naya tidak pernah muncul di ingatannya. Gerald merasa tidak pantas menjadi suami wanita sebaik Naya yang tulus dan selalu sabar menghadapinya.


***


Kini malam yang ditunggu-tunggu oleh Naya telah tiba, dimana ia akan makan malam bersama suami yang sangat ia cintai. Jantungnya begitu berdebar, seperti anak ABG yang baru pertama kali akan ngedate bersama pasangannya.


Naya memberitahu supir untuk segera melajukan mobil ke restoran langganan favorit keluarga mereka. Naya teringat jika di restoran itulah dulu mereka pernah makan malam bersama yang sudah direncanakan oleh kedua orang tua Gerald. Meskipun saat itu mereka berdua berkelahi karena Gerald tidak suka melihat Naya yang memuntahkan isi perutnya di saat ia sedang mengidam Kania.


Gerald dan Naya tampak sedang menunggu pesanan mereka. Di saat itu, seorang pelayan yang dulu pernah menolong Naya pun datang menghampiri mereka, mengantar makanan dan minuman yang telah dipesan.


"Selamat malam Nyonya, Tuan, saya tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian lagi setelah sekian lama. Dan ternyata Nyonya masih bersama suami Nyonya yang arogan ini ya," kata pelayan tersebut.


Tentu saja Gerald terkejut mendengarnya, bahkan seorang pelayan saja bisa mengetahui sikap buruknya terhadap istrinya sendiri.


"Maaf Mas, sebaiknya Anda tidak perlu berbicara seperti itu. Orang yang Anda katakan arogan ini adalah suami saya. Apapun yang terjadi di masa lalu tentang suami saya, itu sama sekali bukan urusan Anda," ucap Naya dengan serius yang membuat pelayan bungkam, sedangkan Gerald merasa kagum dengan pembelaan Naya untuk dirinya.

__ADS_1


"Baik Nyonya, saya minta maaf. Ini makanannya dan silahkan dinikmati," ucap pelayan tersebut lalu pergi meninggalkan Naya dan Gerald.


Naya dapat melihat jika perasaan Gerald saat ini pasti sedang bingung, dia pasti bertanya-tanya kenapa pelayan tadi bisa mengucapkan kata-kata tersebut.


"Gerald, aku minta maaf ya atas ucapan pelayan tadi. Kamu tidak perlu memasukkannya ke dalam hati ya, yang penting sekarang kita makan saja," ucap Naya.


Gerald mengangguk menyetujuinya, lalu menyantap makanan yang telah tersaji di atas meja.


***


Selesai makan malam, Naya tidak langsung mengajak Gerald pulang ke rumah. Ia mengajak Gerald ke suatu tempat yang sudah lama ingin ia kunjungi bersama pria yang dicintainya. Tempat tersebut merupakan sebuah taman yang terdapat di atas bukit. Banyak juga pasangan yang datang ke sana bersama pasangannya masing-masing. Gerald dan Naya duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon yang terkenal dengan sebutan pohon cinta. Dari atas mereka dapat melihat pemandangan indah dengan lampu kemerlapan yang ada di bawah sana.


"Gerald Maaf ya kalau aku tidak membawamu langsung pulang ke rumah, padahal kamu harus banyak beristirahat," ucap Naya.


"Iya tidak apa-apa, lagipula aku bosan selalu berada di rumah. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan keluar, tetapi aku juga belum ingat jalan, aku juga tidak ingat tempat-tempatnya, bahkan tempat seindah ini aku tidak tahu. Apa kita sudah pernah ke sini sebelumnya?" Tanya Gerald.


"Belum, kita belum pernah ke sini. Tapi aku sudah pernah mengajakmu ke sini, hanya saja kamu belum ada waktu," kata Naya.


"Oh ya? Lalu untuk apa kamu mengajakku ke sini?" Tanya Gerald.


"Oh iya, ada yang ingin aku sampaikan padamu. Gerald, aku mencintaimu. Aku tidak ingin kehilangan kamu, aku menerima apapun kondisi kamu saat ini. Aku tidak peduli kamu sakit, kamu hilang ingatan, bahkan kamu tidak pernah mengingat aku lagi. Tapi aku mohon, jika memang kamu tidak mengingat siapa aku di masa lalu, buatlah aku ada di masa kamu sekarang. Aku mohon cintailah aku Gerald, belajarlah mencintai aku, karena aku adalah istri kamu. Dan ingat, kamu juga punya Kania. Kania itu anak kamu, darah daging kamu sendiri. Apa kamu bisa untuk belajar mencintai aku Gerald. Aku yakin seiring berjalannya waktu, perlahan kamu akan mengingat siapa aku sebenarnya," kata Naya menatap Gerald dengan penuh harapan.

__ADS_1


Gerald memberanikan diri untuk menatap mata Naya yang terlihat begitu teduh, ia dapat melihat jika Naya mengucapkan kata-kata yang tulus dari dalam lubuk hatinya. Gerald juga dapat merasakan getaran di dalam hatinya, memang saat ini dia belum mengingat siapa Naya, tetapi ia bisa merasakan jika rasa cinta itu sudah ada untuk Naya. Entah ini baru ataukah memang rasa cintanya yang sudah lama tumbuh.


...Bersambung......


__ADS_2