Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Mengetahui Masalah Gerald


__ADS_3

"Gerald lepaskan aku," pinta Bella.


Naya yang tadinya begitu sangat puas melihat perlakuan Gerald terhadap Bella, tetapi kini merasa sangat kasihan karena melihat air mata Bella yang saat itu menetes. Ia bisa merasakan bagaimana sakitnya karena Gerald sudah berkali-kali melakukan sikap kasar itu terhadap dirinya. Lalu Naya pun melangkah maju mendekati Gerald dan menarik lengannya.


"Gerald sudah. Lepaskan dia, biarkan saja dia pergi," kata Naya.


"Tidak, aku tidak akan melepaskan wanita ini sebelum aku menjelaskan apa kesalahannya," bantah Gerald.


"Naya tolong aku, rasanya begitu sakit," ucap Bella memelas.


"Gerald Sudahlah, lepaskan dia!" Perintah Naya.


Gerald seakan menulikan telinganya, bukannya melepas tetapi ia semakin erat mencengkeram dagu Bella seraya menatap matanya tajam seperti binatang buas yang sudah siap menerkam mangsanya.


"Kau mau tahu apa kesalahanmu," kata Gerald.


"Ya aku ingin tahu apa kesalahanku, kenapa kau tiba-tiba bersikap kasar seperti ini kepadaku?" Tanya Bella.


"Kau telah selingkuh Bella, kau selingkuh di belakangku. Kau mengkhianatiku!" Bentak Gerald.


Bella membelalakkan matanya seakan tak percaya mendengar ucapan yang baru saja Gerald katakan tadi. Tentunya ia keheranan, bagaimana bisa Gerald mengetahui hal itu, padahal ia sudah bermain cantik selama ini.


"Apa maksudmu Gerald? Aku sama sekali tidak melakukannya. Kenapa kau menuduhku selingkuh?" Tanya Bella mengelak.


"Jangan mencari pembelaan Bella, jangan merasa seolah kau korban di sini. Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri kau sedang bermadu kasih bersama kekasihmu itu di rumahmu. Dasar wanita murahan, aku sudah salah memujamu selama ini. Bahkan aku menyakiti istriku sendiri hanya demi kau, tapi apa yang kau lakukan di belakangku? kau itu tidak lebih dari seorang pelacur!" Hina Gerald.

__ADS_1


Bella terdiam, rasanya begitu sakit seperti ditusuk ribuan jarum, ia begitu tertampar mendengar ucapan yang dilontarkan dari mulut pria yang ada di depannya itu. Sikap manis Gerald kepadanya, kini telah berubah 180 derajat menjadi kasar seperti binatang buas yang sangat ganas kepadanya.


Naya sendiri begitu terkejut akan pengakuan dari Gerald, ternyata inilah penyebabnya kenapa suaminya itu menjadi uring-uringan. Ya Naya dapat menebak jika itulah masalah yang sebenarnya sedang terjadi. Tadinya Naya berpikir jika Gerald mengakhiri hubungannya dengan Bella karena kondisinya yang saat ini sedang sakit, ia tidak mau melihat kekasihnya itu sedih, tetapi ternyata dugaan Naya salah. Namun menurut Naya ini adalah kesempatan yang sangat baik karena Gerald telah mengakhiri hubungannya dengan Bella, itu berarti Naya akan lebih leluasa untuk mendekati Gerald dan memiliki gerald seutuhnya.


"Gerald, aku-" ucapan Bella terhenti karena Gerald memotongnya.


"Mau apa lagi? Kau mau menjelaskan apa lagi hah? Aku sudah melihatnya, aku sudah melihatnya langsung Bella! Kau sudah tidak bisa mengelak," kata Gerald lalu melepaskan cengkeramannya itu dengan sangat kasar.


Sedangkan Bella saat ini menangis tersedu-sedu dengan air matanya yang telah jatuh membasahi pipi. Naya mendekati Bella untuk menenangkan hatinya, meskipun ia sangat membenci wanita yang menjadi benalu di dalam rumah tangganya, tetapi sebagai seorang wanita dan karena memang hatinya yang begitu lembut, ia merasa sangat kasihan terhadap Bella saat ini.


"Bella, sebaiknya kau pergi saja dari sini sebelum amarah Gerald memuncak," kata Naya.


"Aku tidak butuh pembelaanmu, aku tidak butuh rasa kasihanmu," kata Bella lalu mendorong tubuh Naya hingga terhuyung, untungnya saat itu Gerald dengan cepat menangkap tubuh Naya sehingga ia pun terjatuh di dalam pelukan Gerald dan mereka saling bertatapan.


Bella mengepal erat kedua tangannya, ia semakin kesal dan marah melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.


"Sekarang tinggalkan rumahku, aku sudah tidak ingin lagi melihat wajahmu. Jika kau masih tetap berada di sini, kau tahu kan apa yang akan aku lakukan kepadamu, aku bisa saja membunuhmu sekarang juga!" Usir Gerald seraya mengancamnya.


"Oke, oke, aku mengakui itu semua kesalahanku. Tapi apa kau sadar itu juga semua karena kau Gerald. Kalau kau tidak menikah dengan wanita ini, aku tidak mungkin selingkuh, terlebih lagi kau terlalu naif. Untuk itulah aku berselingkuh dengannya," kata Bella mencoba membela dirinya. Tentu saja ia tak mau disalahkan dalam masalah ini, padahal sudah jelas-jelas dialah yang bersalah.


"Sekarang kau malah menyalahkanku. Padahal kau sendiri yang mengatakan bahwa kau menerimanya asalkan aku tetap memberikanmu uang dan tetap menjalin hubungan denganmu. Sekarang aku sadar, ternyata selain murahan kau itu juga wanita matre. Sekarang pergi kau dari sini, cepat!" Teriak Gerald.


Dengan rasa kesal, Bella pun segera saja pergi meninggalkan rumah Gerald.


"Kau lihat saja gerald, aku tidak akan tinggal diam, aku tidak terima kau menghinaku seperti itu dan kau mencampakkanku seperti sampah setelah apa yang kau lakukan kepadaku," gumam Bella saat ia di dalam perjalanan.

__ADS_1


Hatinya begitu terasa hancur karena ia harus kehilangan Gerald, bukan hanya uang yang ia butuhkan dari Gerald tetapi juga kasih sayang darinya yang membuat Bella tidak rela untuk kehilangan Gerald.


***


Sedangkan saat ini Gerald dan Naya masih diam mematung, Naya pun mencoba mendekati Gerald meski ia tahu Gerald sedang mencoba untuk menetralisir perasaannya.


"Apa kau sudah sedikit lebih tenang?" Tanya Naya.


"Ya aku sudah sedikit tenang, sekarang pasti kau puaskan setelah tahu apa masalahku," kata Gerald.


"Ya aku sudah tahu, tapi syukurlah karena ternyata Tuhan telah memberikanmu petunjuk untuk segera tahu bagaimana sikap kekasihmu itu yang sebenarnya," ucap Naya.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu? Kenapa seolah kau mengetahui sikap buruk Bella?" Tanya Gerald yang menatap Naya.


"Aku tidak bilang kalau aku mengetahui sikap buruk Bella, aku hanya bilang syukurlah kau mengetahui sikap buruk bella itu lebih cepat sebelum kau semakin tertipu daya oleh rayuan wanita itu. Sadar gerald, kau itu sudah mempunyai istri. Istrimu ini kurang apa? Baik, cantik dan selalu ada untukmu," kata Naya dengan pede-nya yang bermaksud untuk menghibur Gerald.


"Kau tidak perlu menghiburku," kata Gerald, lalu ia pun masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh Naya di belakangnya.


"Gerald, aku sudah menyiapkan makan malam. Lebih baik sekarang kita makan dulu," kata Naya.


"Aku tidak mau, kau makan saja sendiri," tolak gerald.


"Kalau kau tidak mau makan, aku juga tidak mau makan. Padahal Aku sudah lapar, apa kau mau membiarkanku sakit? Kau sendiri yang akan susah kalau aku kenapa-napa," ancam Naya, entah kenapa Gerald pun jadi menuruti apa keinginan Naya meskipun dalam hatinya terasa sangat kesal.


Lalu mereka berdua pun segera saja menuju ke meja makan untuk menikmati makan malam bersama. Naya sangat puas karena ia yakin perlahan Gerald akan luluh terhadap dirinya, jika ia terus saja bersikap baik terhadap Gerald.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2