
Bukan hanya George yang saat ini sedang menasehati sahabatnya itu, tetapi Putri juga mencoba untuk menenangkan Naya yang sudah terbangun dan kembali histeris karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia telah kehilangan anak di dalam kandungannya.
"Nay, kamu nggak bisa seperti ini terus. Ini semua adalah takdir dan tidak ada yang bisa merubah takdir itu Nay," ucap Putri dengan linangan air matanya.
Putri begitu sangat terharu dan iba melihat kondisi Naya. Ia juga ikut merasakan sakit yang diderita oleh sahabatnya sembari terus memeluk dan mengusap-usap pundaknya, berharap Nya akan merasa lebih tenang.
"Tetapi aku benar-benar tidak mau kehilangan bayi dalam kandunganku Put. Kamu tidak tahu bagaimana rasanya, sangat sakit," ucap Naya.
"Siapa yang bilang Nay, mungkin aku memang belum pernah merasakan kehilangan bayi dalam kandungan seperti kamu, tetapi aku pernah merasakan bagaimana kehilangan orang yang aku cintai, yaitu adik aku sewaktu dulu. Itu sama aja kan, jadi aku tahu bagaimana sakitnya, mengerti perasaan kamu. Tapi kamu nggak bisa seperti ini terus Nay, apa kamu tahu di luar sana Gerald juga sedih memikirkan ini semua. Di sini bukan hanya kamu saja yang merasakan kehilangan, tapi Gerald juga. Gerald juga merasa sedih, apalagi ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga kamu dan juga calon anak kalian. Kamu bisa bayangkan betapa rapuhnya Gerald saat ini, tetapi dia tetap berusaha kuat demi kamu, istrinya. Kamu nggak boleh sedih terus, kamu harus kuat, kamu harus semangat untuk sembuh demi Gerald dan Kania. Kania juga butuh kamu Nay, apa kamu lupa dengan Kania? Apa hanya gara-gara kamu kehilangan anak dalam kandungan kamu, terus kamu melupakan Kania? Bagaimana nasib Kania sekarang saat kamu berbaring di rumah sakit ini, memangnya kamu sama sekali tidak mau sembuh," ucap Putri yang sedikit keras.
Putri benar-benar sangat kesal melihat kelakuan Naya. Sehingga ia pun terpaksa bersikap seperti itu juga demi kebaikan Naya, berharap sahabatnya itu akan sadar.
Naya terdiam mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya itu. Ia tetap menangis, tetapi tidak histeris seperti tadi. Lalu Putri pun kembali memeluk sahabatnya itu yang kini terlihat lebih tenang.
"Kamu benar Put, seharusnya aku tidak seperti ini. Apalagi sampai aku tidak memikirkan perasaan Gerald dan kamu benar ada Kania yang membutuhkanku saat ini. Aku nggak boleh seperti ini terus," ucap Naya.
"Nah gitu dong. Ini baru Nya sahabat aku yang aku kenal. Aku percaya kamu pasti kuat untuk menghadapi ini semua Nay. Aku janji kalau aku akan selalu ada buat kamu, aku akan selalu mendampingi kamu supaya kamu lebih kuat untuk menghadapi ini semua. Aku sayang sama kamu Nay," ucap Putri.
"Terimakasih ya Put, aku juga sayang sama kamu," ucap Naya.
Di saat itu, Gerald dan George pun masuk ke dalam ruang rawat inap Naya dan melihat dua wanita yang saat itu sedang berpelukan. Karena melihat kehadiran Gerald, Putri pun melepas pelukannya itu, memberi ruang untuk Gerald mendekati sang istri.
__ADS_1
"Sayang aku minta maaf ya," ucap Naya dengan tatapan sendu.
Gerald pun segera meraih tubuh istrinya itu ke dalam dekapannya dan dibalas pelukan erat dari sang istri.
"Kenapa kamu harus minta maaf?" Tanya Gerald.
"Karena tadi aku sudah bersikap seperti itu, padahal di sini bukan hanya aku yang merasa sedih tapi kamu juga. Aku nggak memikirkan perasaan kamu, aku benar-benar minta maaf," ucap Naya.
"Kamu nggak perlu minta maaf Sayang, aku mengerti kok. Yang penting sekarang kamu harus lebih kuat dan semangat untuk sembuh ya," ucap Gerald.
"Iya Sayang, aku akan kuat. Aku akan berusaha untuk menerima semuanya demi kamu dan Kania juga orang-orang yang peduli terhadap kita. Kamu juga ya Sayang,"" ucap Naya.
"Iya aku juga akan seperti itu Sayang," ucap Gerald.
****
"Sudah siap untuk sidang?" Tanya Gerald kepada sang istri.
Ya hari ini adalah jadwal sidang skripsi Naya yang itu artinya sebentar lagi ia akan lulus kuliah.
"Siap dong, apalagi diantar sama suami tercinta aku. Pasti aku akan selalu siap," jawab Naya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau seperti itu. Aku suka sifat kamu yang sudah bersemangat kembali. Sayang, aku doakan semoga semuanya lancar dan berjalan dengan baik. Aku yakin kamu pasti berhasil dan akan lulus dengan nilai terbaik," ucap Gerald sembari mengecup mesra kening sang istri.
"Aamiin. Terimakasih ya Sayang karena selama ini kamu selalu support aku dan membuat hari-hari aku lebih bersemangat," ucap Naya.
"Iya, sama-sama Sayang. Bukan hanya kamu, tetapi aku juga merasakan seperti itu. Karena kehadiran kamu yang telah membuat aku bersemangat dan begitu bahagia menjalani hidup ini," ucap Gerald.
"Ya sudah, kalau sudah selesai sekarang kamu cepat antar aku ke kampus ya, aku nggak mau terlambat," ucap Naya.
"Siap Bos, aku akan antar kamu sampai di depan ruang sidang seperti waktu itu," ucap Gerald.
"Jangan dong. Kamu juga sedang banyak pekerjaan kan di kantor, jadi kamu cukup antar aku sampai di depan kampus aja dan setelah itu kamu langsung pergi ke perusahaan. Yang penting kamu doakan aku aja ya, nanti pasti aku akan selalu memberi kabar untuk kamu," ucap Naya.
"Iya Sayang, lagipula aku hanya bercanda. Iya aku hanya antar kamu sampai depan kampus aja kok dan setelah itu aku akan pergi ke kantor untuk menyiapkan pekerjaan aku," ucap Gerald.
Lalu Naya dan Gerald pun segera saja pergi untuk beraktivitas.
****
Bukan hanya Naya, tetapi hari ini juga adalah jadwal Putri untuk sidang skripsi di kampus. Keduanya tampak tegang, hingga ketegangan itu pun berakhir karena keduanya berhasil melewati sidang dengan sangat baik.
Naya dan Putri begitu bahagia karena pada akhirnya mereka akan lulus kuliah dan bisa fokus untuk menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Meskipun Putri mengatakan bahwa ia mempunyai keinginan di saat lulus kuliah nanti, tetapi entah kenapa setelah ia memiliki suami malah ingin fokus untuk mengikuti program kehamilan agar cepat memiliki anak. Begitu juga dengan Naya, setelah mengalami keguguran ia ingin melakukan program kehamilan lagi, tentunya setelah ia berkonsultasi dengan dokter. Naya dan Putri sangat berharap jika mereka berdua bisa menjadi ibu hamil secara bersamaan.
__ADS_1
...Bersambung …...