
"Halo Denis, ada apa?" Tanya Naya saat menjawab telepon tersebut.
"Halo Nay, maaf aku mengganggu. Kamu sedang apa?" Tanya Denis dari seberang telepon.
"Oh … ini aku sedang beristirahat saja, aku lagi kurang enak badan," jawab Naya.
"Kamu sedang sakit Nay? Apa boleh aku menjengukmu ke rumah?" Tanya Denis.
Meskipun saat ini Naya begitu kesal terhadap Gerald, tetapi ia tetap menghargai pria arogan itu sebagai suaminya. Tidak mungkin ia menerima tamu pria di dalam rumah, terlebih lagi ini adalah rumah keluarga suaminya itu.
"Maaf Denis, lebih baik nggak usah. Aku nggak kenapa-napa kok, aku baik-baik saja," kata Naya.
"Ya aku tahu pasti kamu tidak enakkan dengan suamimu itu, but it's ok lah. Aku yang seharusnya meminta maaf karena terlalu mengkhawatirkanmu," ucap Denis.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkanku," Ucap Naya.
"Iya Nay, besok kamu kuliah nggak?" Tanya Denis yang sangat merindukan Naya, ia ingin sekali untuk bertemu dengannya.
"Iya Den besok aku kuliah kok," jawab Naya.
"Syukurlah, sampai ketemu besok ya Nay. Tapi kalau keadaan kamu masih belum pulih, sebaiknya kamu istirahat aja dulu di rumah," cap Denis.
"Iya Denis," jawab Naya.
"Ya sudah selamat istirahat ya Nay, Maaf ya aku ganggu kamu. Bye … ," ucap Denis.
"Nggak ganggu sama sekali, tapi aku memang mau istirahat. Bye … ," balas Naya.
"Iya Nay," jawab Denis.
Lalu panggilan telepon berakhir.
***
Naya melihat dari balik jendela kamar, ada sebuah pohon mangga tetangga yang menjulang tinggi, dahannya sedikit memasuki rumah Gerald dengan buahnya yang begitu besar-besar dan masih muda. Entah kenapa mendadak air liurnya mengalir karena sangat menginginkan buah mangga tersebut.
"Duh … kenapa jadi ingin makan mangga muda ya, sepertinya mangga itu enak sekali kalau dimakan," ucap Naya.
__ADS_1
Padahal ia paling tidak suka dengan yang namanya buah mangga, mau mangga masak maupun mangga muda. Tetapi kali ini ia begitu sangat menginginkannya.
"Tapi aku menginginkan Gerald yang mengambil mangga itu. Duh … bagaimana ini? Apa ini yang namanya mengidam? Pasti anak dalam perut ini yang menginginkannya," ucap Naya sembari mengelus perutnya yang masih tampak rata.
"Lebih baik aku aja deh yang langsung memintanya kepada pemilik mangga itu," gumam Naya beranjak dari tempat tidurnya, ia keluar dari kamar dan hendak menuruni tangga.
Akan tetapi di dalam hatinya terus bergejolak ini segera menghampiri Gerald dan memintanya untuk mengambilkan buah mangga tersebut.
"Ada-ada aja sih," umpat Naya.
Dengan sangat terpaksa, seperti ada yang menuntunnya Naya pun melangkahkan kaki menuju ke kamar Gerald.
Tok … tok … tok …
Beberapa kali Naya mengetuk pintu kamarnya, tetapi Gerald belum juga membukakan pintu, pada akhirnya Naya membuka pintu kamar Gerald yang memang saat itu tidak dikunci. Naya masuk dan mencari keberadaan Gerald tetapi tidak menemuinya. Tiba-tiba …
"Ahk … !" Naya berteriak saat melihat Gerald yang keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya. Sangat terlihat tubuh sispex Gerald yang akan menggoda iman setiap wanita.
"Heh Naya, kenapa kau berteriak? berani sekali kau masuk sembarangan ke kamarku dan sekarang malah kau berteriak melihatku seperti ini," hardik Gerald.
"Cepat pakai pakaianmu!" perintah Naya. Saat itu ia juga menutup mata dengan kedua telapak tangannya.
"Menjauh dariku Gerald! Cepat pakai pakaianmu, aku ingin berbicara," kata Naya.
Gerald mengernyitkan dahinya, lalu ia mencari pakaian dan segera saja memakainya.
"Buka matamu! Aku sudah memakai baju," kata Gerald.
Perlahan Dinda membuka matanya itu untuk memastikan jika yang dikatakan Gerald benar, bisa saja pria itu sengaja menggodanya kembali.
"Gerald, aku ingin mangga muda yang ada di rumah tetangga itu. Bisakah kau mengambilkannya untukku?" Tanya Naya.
Gerald mengernyitkan dahinya kembali, ia merasa kebingungan. Kenapa tiba-tiba Naya menginginkan mangga muda, setahunya wanita ini sangat tidak menyukainya buah tersebut. Ia ingat jelas saat itu mamanya membelikan buah-buahan untuk Naya, tetapi Naya sama sekali tidak menyentuh mangga karena alasannya tidak suka.
"Apa kau serius atau aku yang salah dengar kau menginginkan mangga muda? Yang aku tahu kau paling tidak suka mangga," kata Gerald.
"Aku juga tidak tahu kenapa aku menginginkannya Gerald. Dan aku mau kau yang mengambilnya langsung," ucap Naya.
__ADS_1
"Ada apa dengan Naya?" Kenapa sikapnya begitu aneh dan menginginkan mangga muda?" Tanya Gerald di dalam hatinya.
"Gerald, apa yang kau pikirkan?" Tanya Naya yang membuyarkan lamunan suaminya itu.
"Kau ini ada-ada saja, kenapa tidak kau sendiri saja yang memintanya ke tetangga," cibir Gerald.
"Tapi ini semua keinginan A-" ucapan Naya terhenti.
"A A apa?" Tanya Gerald dengan ekspresi wajah yang penasaran.
"Duh hampir saja," batin Naya. "A aku yang menginginkannya maksudnya."
"Kau ini bersikap acuh padaku, tetapi sekarang kau malah mau menyusahkanku. Ya sudah aku akan memintanya," kata Gerald.
"Tidak memintanya Gerald, aku ingin kau mengambil langsung. Mangga itu kan ada di dalam pagar rumah kita, kau tinggal memetiknya saja untukku," pinta Naya.
Gerald semakin tidak mengerti akan sikap wanita ini, dia yang ia kenal sebagai wanita baik-baik malah mengajarinya untuk menjadi pencuri.
"Kau sengaja mengerjaiku ya. Kau ingin aku menjadi maling agar aku digebukin oleh pemiliknya," tuding Gerald.
"Kau tidak mungkin digebukin Gerald, nggak usah lebay seperti itu. Mangga itu ada di pagar rumah kita, aku yakin kok pemiliknya juga tidak akan mengetahuinya. Lagipula setelah kau mengambilkannya untukku, besok-besok saat bertemu dengan tetangga kita kau bisa bilang kan jika kau mengambil mangganya. Aku yakin mereka tidak keberatan," kata Naya yang begitu kekeh dengan soroton mata mendamba.
Gerald menatap mata Naya, ia dapat melihat jika istrinya itu memang sangat menginginkannya. Ia hanya bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Meskipun sangat enggan, Gerald segera saja keluar rumah dan terpaksa mengambil mangga yang diminta oleh Naya. Dengan sangat senang Naya menerimanya lalu mengupas mangga tersebut dan memakannya begitu saja. Terasa ngilu, ya itulah yang Gerald rasakan tetapi tidak dengan Naya yang sangat lahap mengunyah mangga tersebut.
"Oh ya aku lupa, terimakasih Gerald," ucap Naya tersenyum manis. Lalu ia pun masuk ke dalam kamarnya setelah merasa puas memakan mangga curian suaminya itu.
***
"Halo Ma, maaf aku mengganggu Mama," ucap Gerald yang memutuskan untuk menghubungi ibunya.
"Halo Sayang, nggak masalah kok. Ada apa kamu menelepon Mama?" Tanya Dania.
"Aku mau tanya Ma, kalau seorang wanita yang sama sekali tidak menyukai mangga tetapi tiba-tiba sangat menginginkan mangga muda hasil curian suaminya, lalu ia begitu senang mendapatkannya dan memakannya dengan lahap, itu artinya apa?" Tanya Gerald.
"Ha … ha … ha … Gerald, Gerald, seperti itu saja kamu nggak tahu?" Dania malah menertawakan anaknya yang saat ini sedang kebingungan.
__ADS_1
...Bersambung... ...