Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Kejadian Buruk


__ADS_3

Setelah taksi online yang dipesan oleh Naya tiba di depan rumah sakit, ia pun segera saja menaiki taksi online tersebut dan supir pun segera saja melajukan taksi itu menuju ke alamat yang dituju.


Saat melewati perjalanan yang cukup sepi dan juga gelap, tiba-tiba saja supir memberhentikan mobilnya itu yang membuat Naya kebingungan.


"Ada apa Pak?" Tanya Naya.


"Maaf Nyonya, sepertinya ada yang tidak beres dengan ban mobil saya. Saya akan memeriksanya terlebih dulu," ucap supir.


"Oh iya Pak, silahkan!" Ucap Naya tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun.


Supir tersenyum smirk, lalu ia segera turun dari mobil. Akan tetapi bukannya memeriksa kondisi bannya itu, ia malah membuka pintu belakang mobil dan masuk menghampiri Naya.


"Loh Pak, Anda mau apa?" Tanya Naya yang merasa khawatir, mendadak ia juga menjadi takut karena supir itu saat ini semakin mendekatinya.


"Sebelum saya melanjutkan perjalanan, tidak ada salahnya kan kalau kita berdua bersenang-senang dulu," ucap supir dengan tatapan mesumnya yang membuat Naya bergidik.


"Apa maksud Anda? Jangan berbuat macam-macam sama saya ya Pak. Saya bisa teriak di sini," ucap Naya. Meskipun ia tahu keadaan jalanan sangat sepi dan sudah pasti tidak akan ada yang mendengar jika ia berteriak.


"Kamu mau teriak, teriak saja. Saya yakin hanya hantu yang mendengarnya, tapi sayangnya hantu tidak akan bisa menolong kamu," ucap supir, lalu dengan beraninya ia mencolek dagu Naya.


Dengan sekuat tenaga Naya mencoba memberanikan dirinya menepis tangan supir tersebut.


"Jangan kurang ajar ya Pak, Anda ini seorang sopir taksi. Kenapa Anda berbuat seperti ini, Anda malah mau melecehkan customer Anda sendiri," ucap Naya dengan berani, ia tidak mau terlihat lemah di depan supir paruh baya yang bejat itu.


"Ternyata kamu ini punya nyali juga ya melawan saya. Membuat saya semakin tertarik," ucap supir menarik turunkan alisnya menggoda Naya.


Lalu dengan sangat kasar supir tersebut menarik paksa baju Naya hingga sobek di bagian bahunya sehingga menampakkan bahu Naya yang putih mulus itu. Melihat akan hal itu tentu saja membuat supir terpesona, ia semakin gila dan hendak langsung mencium leher jenjang milik Naya.


"Lepaskan … lepaskan saya. Saya mohon jangan lakukan ini!" Teriak Naya sembari memberontak.


Akan tetapi supir yang sudah kesetanan itu pun sama sekali tidak memperdulikannya, ia terus saja mengendus-ngenduskan hidungnya itu ingin menyentuh leher Naya, meskipun Naya sudah bersusah payah untuk menutupinya. Dan di saat supir ingin memegang kedua bukit kembar miliknya, Naya menendang kepemilikan supir hingga supir itu pun merasa kesakitan.

__ADS_1


"Akh … brengsek!" Umpat supir yang merasakan kesakitan.


Melihat akan hal itu, Naya pun mencari kesempatan untuk segera kabur. Akan tetapi baru saja Naya hendak membuka pintu mobil, supir yang sudah terlihat baik-baik saja langsung menarik tangannya dan malah terlihat semakin ganas dan marah ingin segera menjamah Naya.


Naya menangis sejadi-jadinya, ia begitu sangat takut dan memohon minta untuk dilepaskan. Di saat supir hendak memperko**nya, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang membuka pintu mobil dan langsung menghajar supir sehingga supir itu pun kesakitan. Lalu pria itu juga menarik supir keluar dari mobil dan menghabisinya hingga supir itu jatuh tersungkur ke tanah serta tidak sadarkan diri dalam kondisi babak belur. Tak lupa pula pria itu menelepon polisi untuk menangkap supir mesum itu.


Naya merasa lega karena ternyata ia selamat, tetapi tidak bisa dipungkiri jika saat ini ia trauma, masih merasa ketakutan atas kejadian buruk yang baru saja menimpanya. Sehingga ia pun meringkuk serta memeluk kedua kakinya itu diiringi isak tangisnya.


Setelah dirasa supir itu sudah tidak lagi berdaya, pria itu pun segera saja menghampiri Naya yang masih berada di dalam mobil.


"Maaf Nona, apa kamu baik-baik saja?" Tanya pria itu.


Naya tetap tertunduk, ia tidak berani mendongakkan wajahnya karena masih ketakutan.


"Tolong, tolong jangan jangan lakukan itu kepada saya. Saya mohon!" Hanya itu yang keluar dari mulut Naya.


"Nona, saya tidak akan melakukan apapun terhadap kamu, justru saya tadi sudah menolong kamu. Sekarang supir kurang ajar itu sudah saya habisi dan sudah saya laporkan ke polisi. Kamu tenang ya, semua akan baik-baik saja. Saya juga bukan orang jahat," ucap pria itu meyakinkan Naya.


"Naya," ucap George.


Ya pria itu adalah George yang kebetulan melewati jalanan ini. Ia mendengar teriakan seorang wanita serta mobil yang bergoyang, sehingga ia tahu jika ada sesuatu yang tidak beres di dalam mobil tersebut. Untungnya pintu mobil itu tidak dikunci sehingga George bisa membuka pintunya dan menghabisi sang supir yang hendak berbuat tidak senonoh kepada Naya.


Naya sendiri juga merasa terkejut karena ternyata pria itu mengenalinya. Karena keadaan cukup gelap ia pun mencoba menatapnya lebih jeli lagi, dan ternyata Naya juga mengenali pria tersebut. Langsung saja Naya menghamburkan pelukan di tubuh George. Meskipun George merasa tidak enak karena Naya adalah isteri rekan bisnisnya, tetapi ia yakin jika saat ini Naya hanya butuh ketenangan setelah kejadian buruk yang menimpanya, sehingga ia pun membalas pelukan Naya.


"Kamu baik-baik saja kan Nay?" Tanya George.


Akan tetapi Naya sama sekali tidak menjawab apapun, ia hanya terus menangis di dalam pelukan George. George kebingungan, lalu ia pun membawa sahabat dari kekasihnya masuk ke dalam mobilnya sambil menunggu polisi datang. George juga memakaikan Naya jaket miliknya karena melihat pakaian Naya yang telah robek.


Tidak Berapa lama kemudian, polisi telah tiba dan menangkap supir yang saat itu ternyata telah sadar, hanya saja ia tidak dapat bangun karena tubuhnya terasa sangat sakit. Setelah dirasa Naya cukup tenang, polisi pun berhasil mendapatkan beberapa informasi dari George dan Naya tentang kejadian yang baru saja terjadi. Lalu polisi membawa supir beserta mobilnya itu ke kantor polisi tanpa membawa Naya, karena Naya menolaknya. Akan tetapi nantinya polisi akan menghubungi Naya jika membutuhkan informasi lagi darinya.


"Nay, Gerald dimana? Kenapa kamu malah naik taksi online malam-malam seperti ini?" Tanya George.

__ADS_1


"Gerald ada di rumah sakit menjaga Mama," jawab Naya.


"Ya sudah, sekarang kamu mau aku antar pulang atau ke rumah sakit?" Tanya George.


"Tolong antar aku pulang saja George, karena Kania membutuhkan aku saat ini. Dan aku mohon jangan mengatakan apapun kepada Gerald tentang kejadian buruk tadi," pinta Naya.


"Baiklah!" Jawab George menyetujuinya, karena ia tahu bahwa saat ini keadaan ibu mertua Naya masih kritis. Sehingga ia pun mengerti kenapa Naya memintanya untuk tidak memberitahu Gerald, pastinya Naya tidak mau menambah beban suaminya itu.


Segera saja George melajukan mobilnya untuk mengantar Naya pulang ke rumah.


***


Sementara itu, saat ini Gerald tampak mondar-mandir di depan ruang ICU sembari memegang ponselnya, serta wajahnya yang terlihat khawatir memikirkan sang istri.


"Kenapa perasaan aku menjadi tidak enak seperti ini? Kenapa tiba-tiba aku tidak tenang memikirkan Naya. Naya juga kemana sih, kenapa sampai sekarang tidak mengabariku, bahkan aku telepon juga tidak dijawab," gumam Gerald.


Sebagai pria yang sangat mencintai Naya, tentunya saat ini ia merasakan jika sedang terjadi sesuatu terhadap wanitanya itu.


Di saat itu tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ada panggilan masuk dari sang istri yang sedari tadi ditunggunya. Segera saja Gerald menjawab telepon tersebut.


"Sayang akhirnya kamu telepon aku juga. Kamu itu kemana aja sih, dari tadi aku menunggu kabar kamu. Aku telepon kamu juga nggak jawab," ucap Gerald yang tampak cemas.


"Iya, maaf Sayang. Aku sudah sampai dari tadi kok di rumah. Tapi tadi Kania menangis, jadi aku langsung menenangkannya dulu baru mengabari kamu," ucap Naya lirih.


Meskipun saat ini Gerald merasa lega karena akhirnya mendapatkan kabar dari sang istri, tetapi dari suaranya Gerald tahu jika saat ini sedang terjadi sesuatu yang sedang Naya tutupi darinya.


"Sayang, ada apa? Aku tahu kamu sedang ada masalah. Karena saat ini suara kamu lain, kamu pasti habis menangis kan?" Tanya Gerald.


Bukannya menjawab, tetapi Naya langsung saja menutup telepon begitu saja. Naya meringkuk dan menangis karena tiba-tiba ia teringat lagi dengan kejadian buruk yang baru saja menimpanya. Rasanya benar-benar membuatnya trauma dan terus saja merasa ketakutan.


...Bersambung …...

__ADS_1


__ADS_2