Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Kabar Bahagia


__ADS_3

"Kenapa kalian berdua terkejut seperti itu?" Tanya Toni.


"Ya bagaimana kita nggak terkejut Pa sewaktu Om Firman mengatakan pernikahan kita bulan depan. Apa nggak terlalu cepat, sementara kita belum ada persiapan apa-apa," ucap George.


"Oh … kalian tenang saja, jika tanggal pernikahan bisa kalian serahkan kepada kita, itu artinya segala sesuatunya juga sudah jelas bisa kita atur semuanya," ucap Lisa.


"Maksud Mama? Mama sudah menyiapkan semuanya?" Tanya George.


"Belum menyiapkan, baru saja di bahas tanggal pernikahannya. Jadi menunggu persetujuan kalian dulu dong. Tapi kita bisa menyiapkannya, jadi kalian berdua tenang saja, tinggal terima beres. Tetapi tetap dong kalian harus tetap terlibat, misalnya memilih gaun yang seperti apa, ingin dekornya seperti apa, karena ini adalah pernikahan sekali seumur hidup. Jangan sampai kalian menyesalinya dan Mama yakin kalau Putri pasti mempunyai impiannya saat menikah nanti kan," ucap Lisa.


"Benar yang dikatakan Tante Lisa. Putri bukankah waktu itu kamu mengatakan ingin menikah temanya itu seperti di taman, jadi pernikahan outdoor gitu. Lebih baik kamu sampaikan saja di sini biar kita langsung atur pernikahan itu," ucap Vira.


Putri tampak terdiam, karena ia masih tak bisa mempercayai jika bulan depan akan menikah dengan George, pria yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mungkin ini lah yang dikatakan jodoh tidak ada yang tahu. Sehingga sebisa mungkin ia pun akan menerimanya, karena ini juga sudah menjadi keputusannya sendiri.


"Iya Ma," jawab Putri.


Lalu mereka pun segera saja membahas perihal pernikahan Putri dan George saat saat ini juga, hingga semuanya pun tampak bahagia karena pada akhirnya Putri dapat membuka hatinya untuk George dan sebentar lagi akan menikah.


Sebagai orang tua Putri, Vira dan Firman merasa sangat lega dan bahagia melihat putrinya itu juga bisa bahagia bersama pria yang mencintai dan dicintainya.


***


Saat sedang mengikuti kelas siang hari ini, tiba-tiba saja Naya merasakan perutnya begitu mual, ia pun meminta izin kepada dosen untuk pergi ke toilet. Segera saja Naya berlari menuju ke toilet dan hampir tersungkur karena terlalu terburu-buru. Setibanya di toilet, Naya memuntahkan seluruh isi perut yang sedari tadi ditahannya ke wastafel. Tidak hanya itu saja, tiba-tiba Naya juga merasakan kepalanya begitu sakit, pandangannya berangsur buram dan tidak disadari ia jatuh pingsan begitu saja di atas lantai.


Sedangkan Putri yang saat ini sudah selesai mengikuti kelas sedang mencari Naya di kelasnya. Padahal kelas Naya baru saja bubar, akan tetapi ia tidak menemukan dimana keberadaan sahabatnya itu.


"Maaf, kalian ada liat Naya nggak dimana?" Tanya Putri pada salah satu teman kelas Naya.


"Tadi sebelum kelas selesai, Naya izin ke toilet dan belum kembali," jawab teman Naya.


"Terimakasih ya," ucap Putri lalu melangkahkan kakinya hendak menyusul Naya.


Di saat itu Putri melihat ada salah satu teman di kampusnya yang terlihat panik sedang meminta pertolongan, sebut saja namanya Mawar.


"Mawar, ada apa?" Tanya Putri.


"Putri kebetulan ada kamu, Naya pingsan di toilet. Putri itu sahabat kamu kan," kata Mawar.


"Hah serius? Iya Naya sahabat aku," ucap Putri dan segera saja berlari masuk ke dalam toilet untuk melihat apakah benar jika yang dimaksud Mawar benar.


Ternyata benar, Putri sangat terkejut melihat Naya yang sudah pingsan tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Tanpa menunda lagi, Putri langsung saja di bawa ke rumah sakit oleh putri dengan dibantu oleh beberapa teman kampusnya itu.


***


Saat tiba di rumah sakit, Naya langsung dibawa ke ruang IGD dan langsung ditangani oleh Dokter. Sedangkan Putri segera menghubungi George, memintanya untuk memberitahu Gerald tentang kondisi Naya.


"Halo George," ucap Putri.


"Halo Put, ada apa?" Tanya George dari seberang telepon.


"George, saat ini aku sedang berada di rumah sakit. Tadi tiba-tiba saja Naya pingsan di toilet kampus. Tolong ya kamu beritahu soal ini ke Kak Gerald, aku tidak punya kontak Kak Gerald," ucap Putri yang terdengar sangat panik.


"Kamu yang tenang ya Sayang. Oke aku akan segera memberitahu Gerald," ucap George.


"Iya George, terimakasih ya," ucap Putri.


"Iya sama-sama," jawab George mengakhiri telepon tersebut.


Lalu George pun segera saja menelpon Gerald dan menyampaikan pesan dari Putri. Setelah mendapat kabar dari George tentang istrinya, di saat itu juga Gerald menghentikan pekerjaannya karena begitu khawatir terhadap sang istri dan langsung saja ia melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit dimana Naya berada.


***


"Putri, bagaimana keadaan Naya?" Tanya Gerald yang terlihat begitu cemas.


"Naya masih diperiksa Kak di dalam," jawab Putri.


"Sayang," ucap George menghampiri kekasihnya itu.


"Iya Sayang, Naya masih diperiksa di dalam," ucap Putri dengan tatapan sendu.


Sedangkan Gerald tampak mondar-mandir karena tidak sabar ingin melihat dan mendengar kabar tentang istrinya itu.


Hingga 5 menit kemudian pun pintu ruang IGD terbuka dan terlihat seorang suster yang keluar dari ruangan tersebut.


"Apakah di sini ada suami dari Nyonya Naya?" Tanya suster.


"Saya, saya suaminya Sus. Bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Gerald.


"Tuan silahkan ikut saya masuk, nanti Dokter yang akan menjelaskan," ucap suster.


Lalu Gerald segera saja mengikuti suster masuk ke dalam ruang IGD dan di saat itu Gerald melihat Naya yang masih terbaring dengan kondisinya yang lemah.

__ADS_1


"Sayang," ucap Gerald seraya memeluk sang istri.


"Sayang, kok kamu bisa ada di sini?" Tanya Naya


"Iya Sayang, aku panik banget sewaktu tadi Putri mengabarkan kalau kamu pingsan, syukurlah kamu sudah sadar," ucap Gerald.


"Iya, aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba aku mual, kepala aku pusing dan tiba-tiba saja pingsan. Stelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi hingga akhirnya aku berada di sini," ucap Naya.


"Dokter istri saya kenapa?" Tanya Gerald.


"Untuk kalian berdua tidak perlu merasa khawatir, itu wajar terjadi pada usia kehamilan muda," ucap dokter.


"Apa Dokter? Kehamilan muda?" Tanya Naya.


"Maksud dokter istri saya hamil?" Tanya Gerald.


"Iya benar, Nyonya, Tuan. Saat ini Nyonya Naya sedang hamil dan usia kandungannya sudah memasuki 2 bulan. Selamat ya untuk Nyonya dan Tuan. Bayi dalam kandungannya juga sehat," ucap dokter.


"Terima kasih Dokter," ucap Gerald lalu ia pun kembali memeluk erat istrinya itu.


Naya dan Gerald tersenyum bahagia karena telah diberikan rezeki yang tak ternilai harganya. Gerald merasa sangat bersyukur karena diberitakan kesempatan untuk memiliki anak lagi. Ia yang dulu sama sekali tidak bisa menjaga Naya dengan baik, selalu menyiksanya di saat hamil Kania dan bahkan tidak mengakui Kania sebagai anaknya, kali ini berjanji akan terus menjaga istrinya itu dengan baik dan penuh kasih sayang.


"Terimakasih ya Sayang karena kamu telah memberikan adik buat Kania. Aku bahagia banget sayang, ini benar-benar kabar bahagia buat aku," ucap Gerald sembari mengecup mesra kening sang istri.


"Sama-sama Sayang, aku juga bahagia. Tapi sayang, bagaimana ya dengan Kania. Kania kan saat ini masih berusia 1 tahun, apa ini nggak terlalu cepat? Kasihan dong kalau Kania harus berhenti ASI, Sayang," ucap Naya.


"Sayang, jangan berbicara seperti itu dong. Ini sudah rezeki dari Tuhan, kita juga tidak bisa menolaknya kan. Kalau menurut aku nggak jadi masalah kok, kita bisa memberikannya susu formula yang terbaik untuk anak pertama kita. Apalagi kamu kan tahu kalau Kania itu anak yang hebat, aku yakin kok dia akan baik-baik saja. Mengalah demi adiknya.


"Iya Sayang, benar kata kamu. Oh iya, aku nggak sabar deh mau memberitahu kabar bahagia ini ke Papa ucap Naya.


"Iya, nanti kita beritahu Papa ya. Tapi sekarang ini sudah pasti George dan Putri dulu yang akan mengetahui kabar bahagia Ini," ucap Gerald.


"Oh ya? Memangnya Putri dan George ada dimana?" Tanya Naya.


"Oh iya aku lupa bilang ke kamu kalau Putri yang bawa kamu ke rumah sakit dan sekarang George juga ada di luar menemani Putri," jawab Gerald.


Naya tersenyum, ia merasa sangat beruntung mempunyai suami dan juga sahabat yang begitu peduli dengannya. Bahkan saat ini George juga sudah sudah dianggap sebagai sahabatnya sendiri karena merupakan calon suami dari sahabatnya.


...Bersambung …...


__ADS_1


__ADS_2