
"Lepaskan aku Gerald, aku bisa sendiri," kata Naya saat gerald membantu menuntunnya hendak masuk ke dalam rumah.
"Tapi Nay, kau masih lemah," kata Gerald.
"Aku tidak lemah, aku juga tidak butuh rasa kasihanmu. Aku bisa sendiri seperti yang biasa aku lakukan. Bukankah biasanya kau juga tidak peduli padaku," kata Naya yang begitu sensitif. Entah karena bawaan bayi yang ada di dalam perutnya atau karena memang dia sudah lelah menghadapi sikap Gerald selama ini, sehingga ia bersikap cuek seperti itu.
Sedangkan Gerald sendiri benar-benar tulus, ia merasa khawatir terhadap istrinya, terlebih lagi ia sudah mendapat pencerahan dari sahabatnya, Leo
"Kau benar-benar bisa sendiri?" Tanya Gerald.
"Ya aku bisa sendiri, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku," jawab Naya ketus, tak ada lembutnya sama sekali.
Lalu Gerald pun melepaskan tangannya dari tubuh Naya, akan tetapi saat itu tiba-tiba saja Naya hampir terjatuh karena tubuhnya begitu lemah, dengan sigap Gerald menangkap tubuh sang istri hingga jatuh kedalam pelukannya.
"Lepaskan!" Naya hendak melepaskan dirinya dari dekapan Gerald tetapi di tahan oleh suaminya itu.
"Kenapa kau ini bandel sekali, aku tidak mau melepaskanmu. Aku akan membawamu ke kamar," kata Gerald yang langsung saja membopong tubuh mungil Naya.
"Lepaskan aku Gerald, lepaskan!" Teriak Naya sembari memberontak.
"Diam Naya! Kita ini sedang berada di atas tangga. Kalau kau terus memberontak, kita berdua akan jatuh bersama," kata Gerald.
Naya pun terdiam, ia berpikir apa yang dikatakan oleh Gerald adalah benar. Ia tidak mau hal itu terjadi, terlebih lagi saat ini ada nyawa di dalam perutnya, pastinya akan ikut celaka jika ia terjatuh. Lalu dengan rasa malu dan segan Naya pun mengalungkan tangannya itu di leher Gerald karena takut terlepas dari gendongannya, akan tetapi matanya tetap dialihkannya ke arah lain tak ingin melihat Gerald. Gerald tersenyum, ia merasa sangat puas karena akhirnya Naya mengalah juga.
Begitu tiba di kamar Naya, dengan sangat hati-hati Gerald menaruh tubuh Naya di atas kasur, tak seperti biasa yang selalu bersikap kasar terhadap Naya.
"Kau tidak usah membantah. Kali ini aku yang akan merawatmu. Anggap saja aku membalas kebaikanmu karena kau telah merawatku waktu aku sakit, aku tidak mau berhutang budi padamu," tegas Gerald.
__ADS_1
"Aku tidak membutuhkanmu, aku bisa merawat diriku sendiri," tolak Naya.
"Sudahlah Naya menurut saja, kau jangan keras kepala. Anggap saja di antara kita tidak ada masalah apa-apa, kita ini pasangan suami istri yang harmonis. Aku minta padamu untuk kali ini aja di saat kau sedang sakit," pinta Gerald.
Naya terdiam. "Hanya kali ini, aku kira kau tulus Gerald. Ternyata … ," gumam Naya dalam hati.
"Ya sudah, ini minum dulu obatnya seperti yang dokter anjurkan tadi. Setelah itu kau langsung istirahat saja," kata Gerald.
Tanpa menjawab apapun, Naya pun segera saja mengkonsumsi obat tersebut. Lalu ia kembali berbaring. Gerald menyelimuti tubuh Naya lalu duduk di tepi ranjang menemaninya.
"Kau mau apa di sini?" Tanyain Naya Ketus.
"Ya tentu saja menemanimu, kau pikir aku mau berbuat apa lagi berada di sini." Gerald menatap Naya dengan tajam.
"Aku tidak butuh kau di sini. Tinggalkan aku, aku ingin sendirian," kata Naya.
"Terserah kata Naya." Lalu Naya pun berbaring menghadapkan wajahnya ke arah lain yang berlawanan.
Gerald tak peduli, ia tetap saja duduk di samping Naya untuk menemaninya. Naya memejamkan matanya hingga ia terlelap. Gerald yang saat ini juga merasakan kantuk yang luar biasa, akhirnya ikut merebahkan diri di samping Naya meskipun hanya ada ruang yang sangat sempit. Ia pun ikut memejamkan matanya hingga terlelap juga.
***
"Ough … ayo Sayang lebih cepat, puaskan aku. Rasanya sangat nikmat," ucap Kelvin kepada Bella.
Saat ini mereka sedang bermadu kasih di apartemen Bella seperti biasanya. Memang kelvin meminta service lebih kepada Bella hari ini karena besok pagi ia akan kembali ke Canada. Bella dengan sangat senang hati melayani kekasihnya itu. Karena selain Bella juga menginginkannya, ia juga merasa bahagia karena Kelvin akan segera pergi meninggalkan Indonesia. Itu artinya misinya untuk mendapatkan Gerald kembali akan segera berjalan, apalagi kali ini ia akan menjalankan misi tersebut tidak sendirian, melainkan bersama dengan Denis.
Bella yang berada di atas Kelvin itu menaik turunkan pinggulnya dengan tempo semakin cepat, Kelvin memainkan ujung pada bukit kembar milik Bella sambil sesekali menyesapnya.
__ADS_1
"Agh … ." Suara ******* dari keduanya terdengar memenuhi seluruh kamar.
Karena sibuk dengan aksi panas dengan sang kekasih di atas ranjang, Bella sampai lupa jika saat ini di dalam apartemennya ada Denis yang tadi malam memang menginap di apartemennya itu. Bahkan ia juga tidak mengunci pintu kamar hingga Denis pun dapat melihat dengan sangat jelas apa yang sedang dilakukan oleh mereka.
"Sialan, buat juniorku tegang saja," umpat Denis. "Ternyata kau sama saja denganku, pemuas hasrat seseorang."
Denis tersenyum smirk, setelah memotret dan merekam kejadian yang saat ini ada di depan matanya, ia pun segera saja pergi meninggalkan apartemen Bella.
Saat ini Denis merasa sangat merindukan Naya meskipun baru satu hari tidak melihatnya di kampus. Ia tidak sabar menunggu hari esok untuk menemui wanita pujaannya itu. Denis pun merogoh ponsel di dalam kantong celananya hendak menghubungi Naya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Denis saat ini, padahal ia tahu jika Naya adalah Wanita yang sudah bersuami dan saat ini tentunya Naya sedang bersama suaminya, tetapi ia tetap saja nekat hendak menghubungi Naya untuk melepaskan rasa rindunya. Baginya mendengar suara Naya saja sudah cukup mengobatinya rindu yang terpendam.
****
Naya mengerjap-ngerjapkan matanya saat mendengar suara ponselnya yang berdering, ia sangat terkejut saat melihat di sampingnya ada sosok pria gagah yang sedang merangkul tubuhnya itu. Dengan refleks Naya pun mendorong Gerald yang berada di tepian itu hingga terjatuh.
"Ahk," rintih Gerald yang merasa kesakitan karena kepalanya terbentur lantai.
"Naya, apa yang kau lakukan?!" Bentak Gerald.
"Kau tidak salah bertanya padaku? Aku yang harusnya bertanya apa yang kau lakukan di kamarku. Sudah aku katakan jika aku mau sendirian, kenapa kau tetap ada di sini!" Bentak Naya pula.
"Aku hanya ingin menjagamu, lalu aku mengantuk dan ketiduran juga di sini," jelas Gerald.
"Ck, itu hanya alasanmu saja Gerald. Sekarang kau keluar dari kamarku!" Naya mengusirnya.
Gerald pun bangkit lalu segera saja keluar dari kamar Naya.
"Dasar wanita menyebalkan, diberikan perhatian malah seperti itu," gerutu Gerald sembari melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.
__ADS_1
...Bersambung......