Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Kondisi Gerald


__ADS_3

Sebelum keluar dari gudang untuk menghadapi para musuh yang datang, pria bertopeng itu terlebih dahulu menghabisi Gerald meskipun dia sudah sangat lemah dan tidak sadarkan diri. Ia juga berkali-kali menendang tubuh Gerald meskipun sama sekali tidak ada perlawanan. Rasanya tidak puas jika Gerald tidak mati di tangannya. Setelah itu pun, barulah ia segera saja keluar untuk membantu para anak buahnya yang terlihat sudah sangat kewalahan.


Di saat pria bertopeng itu hendak memukul David yang sedang menghajar salah satu anak buahnya dari belakang, Boy yang melihatnya dengan cepat melindungi David sehingga Boy lah yang jatuh tersungkur karena terkena pukulan tersebut. David begitu terkejut saat melihat ke belakang, ia pun segera saja memukul pria bertopeng itu hingga tubuh musuhnya itu terhuyung.


Untungnya semua tidak terlambat, di saat itu terdengar suara sirine mobil polisi yang tadi sempat ditelepon oleh Boy, karena mereka tidak akan sanggup jika menghadapi anak buah pria bertopeng yang semakin bertambah banyak jumlahnya. Segera saja beberapa gerombolan polisi itu menghampiri mereka semua.


"****! Beraninya mereka memanggil polisi," umpat pria bertopeng. Lalu ia pun segera saja melarikan diri dengan beberapa anak buahnya, sedangkan beberapa anak buahnya yang lain berhasil ditangkap oleh polisi.


David segera berlari masuk ke dalam rumah tua untuk mencari keberadaan sang anak dan akhirnya ia menemukannya di dalam gudang. David begitu terkejut melihat Gerald yang saat itu tersungkur di lantai dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Dengan dibantu oleh polisi, David pun membawa Gerald menuju ke mobil dan segera saja mereka membawa Gerald dan Boy menuju ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan.


***


Setibanya di rumah sakit, Gerald dan Boy langsung dibawa ke ruang IGD untuk segera ditangani oleh dokter. Keadaan Gerald begitu parah hingga ia pun mengalami koma dan saat ini sudah dipindahkan di ruang ICU. Sedangkan Boy sudah sadar meskipun terdapat beberapa luka pada tubuhnya dan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Bagaimana keadaannya Tuan Gerald Tuan?" Tanya Boy, ia dapat melihat jika Tuan besarnya itu sedang diliputi rasa gundah dan cemas.


"Boy, sebaiknya kamu tidak usah memikirkan Gerald dulu, kamu pikirkan saja dulu keadaan kamu ya. Terima kasih karena kamu telah menyelamatkan saya hingga kamu yang terluka seperti ini," ucap David.


"Tuan jangan berbicara seperti itu, ini memang sudah kewajiban saya menolong Tuan. Lagipula saya bisa seperti ini juga karena kelemahan saya sendiri. Sekarang bagaimana keadaan Tuan Gerald, apa dia baik-baik saja Tuan?" Tanya Boy lagi.


"Saat ini Gerald sedang koma dan dia sedang berada di ruang ICU," jawab David lirih dengan matanya yang berkaca-kaca.


David tidak dapat menyembunyikan rasa kesedihannya itu, setelah mendengar kabar bahwa Gerald diculik kini harus menerima kenyataan bahwa anaknya itu kritis. Apa yang harus dia katakan kepada istri dan menantunya yang saat ini telah menunggu kabarnya itu, bahkan ia sama sekali tidak berani menjawab telepon dari mereka.

__ADS_1


Boy pun tampak terpukul mendengar kabar tentang tuannya itu, ia merasa menyesal dan bersalah karena tidak dapat berbuat apapun sebelumnya sehingga Gerald dalam keadaan seperti ini. Seandainya saja ia melakukan tindakan terlebih dahulu untuk menolong Gerald, mungkin semuanya tidak akan terjadi. Tetapi bagaimana mungkin? Bahkan ia sendiri saja bisa terluka parah menghadapi anak buah pria bertopeng yang cukup banyak.


Sementara itu, saat ini para polisi masih berlalu-lalang di rumah sakit untuk mencari informasi tentang pria bertopeng dan mencari dalang di balik ini semua. Beberapa polisi lainnya yang masih mengejar pria bertopeng beserta anak buahnya itu belum dapat menemukan mereka, dan sialnya anak buah yang sudah berhasil tertangkap pun tidak bisa memberikan informasi apapun kepada mereka.


"Siapa yang kira-kira telah melakukan ini semua kepada Tuan Gerald? Kenapa mereka sama sekali tidak punya hati," kata Boy.


"Entahlah Boy, tapi yang jelas saya tidak akan pernah mengampuni mereka semua," ucap David.


"Iya Tuan, saya pastikan saya akan membalas perbuatan jahat mereka," ucap Boy menatap tajam.


"Ya sudahlah Boy, sekarang kamu istirahat saja ya. Saya mau melihat Gerald dulu," kata David.


"Apa saya boleh ikut Tuan?" Tanya Boy.


Boy terdiam, akhirnya dia mengalah demi kesembuhannya dulu. Lalu David segera saja pergi meninggalkan ruang rawat inap Boy.


***


Naya dan Dania semakin khawatir karena belum juga mendapatkan kabar dari David maupun Gerald. Sudah beberapa jam lamanya, bahkan David pun tidak bisa menjawab telepon dari mereka berdua.


"Ma, ini ada apa sebenarnya Ma? Kenapa Papa sama sekali tidak menjawab telepon dari kita. Aku khawatir terjadi apa-apa dengan Papa juga Ma," kata Naya.


"Naya, Mama sama dengan kamu yang merasa sangat khawatir. Tetapi kita tidak boleh berpikiran negatif seperti itu, kita harus tetap sabar menunggu kabar dari Papa maupun Gerald," kata Dania.

__ADS_1


Padahal perasaannya saat ini juga sama dengan Naya, takut terjadi sesuatu dengan suaminya itu. Tetapi dia juga tidak mau menambah kekhawatiran Naya, karena ia memiliki anak kecil yang harus dijaga saat ini.


Di saat itu, tiba-tiba saja ponsel Dania berdering, ada panggilan telepon dari suaminya.


"Ma itu Papa Ma, cepat angkat teleponnya Ma," kata Naya yang begitu antusias.


Dania pun segera saja menjawab dan men-loudspeaker teleponnya itu agar Naya juga dapat mendengarnya.


"Halo Pa, Papa dimana? Bagaimana keadaan Papa saat ini, apa sudah bertemu dengan Gerald?" Langsung saja Dania melontarkan beberapa pertanyaan.


"Ma, apa sekarang Naya sedang ada bersama Mama?" Tanya David pula.


"Iya Pa Naya lagi ada sama Mama. Ada apa Pa?" Tanya Naya.


"Naya, Mama, Gerald sudah ditemukan. Tapi saat ini Gerald sedang berada di rumah sakit," kata David.


Entah harus senang atau sedih, yang jelas keduanya di rasakan oleh Dania dan Naya saat ini. Mereka senang karena Gerald sudah ditemukan, tetapi di satu sisi mereka juga terkejut mendengar bahwa Gerald sedang berada di rumah sakit.


"Kenapa dengan Gerald Pa?" Tanya Naya.


"Naya, Mama, kalau kalian mau tahu keadaan Gerald, lebih baik kalian ke sini saja ya sekarang. Titipkan saja Kania kepada Mbak Ina, jangan dibawa ke rumah sakit," ucap Gerald.


Tanpa menjawab apapun, Dania pun langsung menutup panggilan telepon tersebut dan tanpa menunda lagi, Naya segera saja menitipkan Kana kepada ART, Mbok Ina. Lalu Dania dan Naya langsung saja pergi menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2