
Tidak seperti biasanya, jika sudah melakukan pertempuran di atas ranjang bersama sang istri, pastinya Gerald akan memintanya lagi karena merasa tidak pernah puas saat menggauli istrinya itu. Akan tetapi kali ini di saat Gerald ingin mengerti kondisi istrinya yang pasti sangat lelah karena mereka baru saja pulang jalan-jalan, bahkan saat ini mereka juga belum mandi tetapi langsung bermain kuda-kudaan sehingga ia pun memerintahkan Naya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Akan tetapi dengan agresifnya Naya malah meraba tubuh gerald yang masih polos itu dengan jari-jarinya, hal itu membuat kepemilikan Gerald merasa tegang kembali.
"Sayang kamu kenapa? Kamu bandel ya. Aku sudah berusaha untuk mengalah, aku meminta kamu untuk mandi tapi kamu malah menggodaku," ucap Gerald sembari menangkap tangan sang istri, ia takut jika tidak tahan maka akan mengajak istrinya itu untuk mengulanginya.
"Apa ini termasuk menggoda?" Tanya Naya.
"Iya dong, seharusnya tangan kamu itu tidak jahil meraba-raba tubuhku seperti itu. Apa kamu tahu karena ulah kamu itu junior aku jadi bangun lagi," kata Gerald.
"Oh ya? mana coba aku lihat," kata Naya yang langsung saja memegang benda pusaka milik suaminya itu.
Tentu saja hal itu membuat Gerald merasa sangat terkejut. Ada hal lebih gila lagi yang membuat Gerald semakin terkejut dan tidak mempercayainya dimana saat itu Naya langsung saja meremas kepemilikannya yang sudah tampak mengeras. Selain itu Naya juga memainkan juniornya itu hingga ia merasakan nikmat serta kegelian dan tidak tertahankan lagi ingin mengajak istrinya itu untuk bermain kuda-kudaan kembali.
"Stop!" ucap Naya saat Gerald hendak mengatur posisi agar Naya berada di bawahnya. Membuat Gerald mengerutkan keningnya, tidak mengerti.
"Kenapa Sayang? Kalau kamu tidak mau, kenapa kamu memancingku? Apa kamu pikir aku akan melepaskanmu," ucap Gerald.
"Siapa bilang aku tidak mau. Tapi kali ini biar aku saja yang memimpinnya," kata Naya.
"Wow, kamu serius? Kamu mau memimpinnya," ucap Gerald tak mempercayainya.
"Iya aku serius, kali ini kamu hanya perlu berbaring saja. Nikmati saja permainanku," kata Naya yang terus saja menggoda suaminya itu.
"Oke kalau begitu," ucap Gerald dengan sangat antusias.
__ADS_1
Lalu Gerald pun terlihat berbaring pasrah. Di saat itu Naya mulai mencumbu mesra bibirnya dengan penuh gairah dan tentunya dibalas juga oleh Gerald dengan tak kalah gairah dengan yang dilakukan oleh istrinya itu. Kini Naya pun beralih menyapu leher milik sang suami, turun ke dadanya hingga semakin lama turun ke bawah hingga kini telah tiba di bawah sana yang sejak tadi dipegangnya. Tak lagi mau memegangnya, Naya beralih mengulum junior milik Gerald yang membuat suaminya itu merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"Ahg … terus sayang, terus," pinta Gerald diiringi desa***nya.
Baru kali ini Naya melakukan hal segila itu, bahkan Gerald sendiri tidak tahu dari mana Naya belajar dan dia juga tidak tahu kenapa malam ini istrinya itu begitu agresif memuaskannya. Akan tetapi tak bisa dipungkiri jika Gerald merasa sangat senang akan perlakuan Naya. Setelah itu Naya pun merasa jika pemilikannya juga sudah tidak tahan meminta untuk segera dimanjakan, hingga segera saja ia duduk berjongkok dan mengarahkan junior sang suami untuk masuk ke dalam lembahnya itu.
Suara desa*** terdengar dari mulut keduanya pun terdengar jelas di saat Naya menaik turunkan pinggulnya. Gerald pun meremas kedua bukit kembar yang menggelayut manja di hadapannya sambil sesekali menyesapnya. Gerald sama sekali tak pernah menyangka jika akan melakukan pergulatan di atas ranjang dengan dipimpin oleh istrinya itu. Dan rasanya benar-benar di luar dugaannya, ia tidak menyangka jika Naya yang dianggapnya begitu polos dan selalu bersikap pasrah saat ia melakukan penyatuan, kali ini dapat memimpinnya dengan sangat baik. Tentu saja membuat Gerald sebagai seorang suami begitu merasakan puas dengan pelayanannya. Hingga tidak lama kemudian keduanya sudah sama-sama mencapai puncak dan kembali terbaring lelah karena pergulatan mesra yang mereka lakukan di atas ranjang.
"Sayang, aku akui kamu benar-benar luar biasa. kamu begitu agresif, tapi aku suka," ucap Gerald.
"Oh ya? Apa kamu menyukai permainanku?" Ucap Naya yang tak malu menanyakan soal ini.
"Tentu saja aku suka. Nanti saat kita melakukannya lagi, boleh kan kalau aku meminta kamu yang memimpin seperti tadi," ucap Gerald.
"Oh … oke kalau begitu, tidak masalah. Mau kamu atau aku yang memimpinnya, yang terpenting aku mau setiap hari kita melakukannya untuk mengganti rasa rindu karena sudah lama kita tidak melakukannya," ucap Gerald.
"Oke," jawab Naya yang kali ini tidak lagi membantah jika suaminya membahas soal berhubungan. "Apa kamu mau mengulanginya lagi di kamar mandi?"
Gerald menatap Naya seakan tak percaya, tentu saja ia sangat mau. Tanpa menjawab apapun Gerald langsung saja membopong tubuh sang istri lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Jangan ditanya lagi, sudah pasti mereka melakukannya sekali lagi sambil membersihkan diri. Setelah itupun keduanya menikmati makan malam bersama, lalu mengambil Kania untuk dibawa ke kamar mereka.
***
Saat ini, dua keluarga sedang bertemu kembali. Yaitu keluarga George dan juga keluarga Putri. Setelah waktu itu Putri menyatakan bahwa ia mencintai George dan atas persetujuan Putri pula George bersama kedua orang tuanya itu pun datang kembali dan kali ini untuk melamar Putri menjadi istrinya. Putri tidak menolak, karena menurutnya mungkin ini memang sudah saatnya ia menikah, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi. Meskipun saat ini Putri masih kuliah, George tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Sehingga nantinya Putri masih bisa tetap menyelesaikan pendidikannya, meskipun sudah menjadi seorang istri.
__ADS_1
"Saya tidak menyangka, karena pada akhirnya George dan Putri benar-benar bisa saling jatuh cinta dan bahkan kita akan membahas soal pernikahan," ucap Lisa.
"Iya Jeng, saya bilang juga apa, mereka berdua ini awalnya saja malu-malu dan mengatakan tidak mau dijodohkan, tetapi pada akhirnya setelah bertemu dan mereka menjalaninya ternyata mereka cocok kan," kata Vira pula.
"Iya Jeng, saya sangat bersyukur karena pada akhirnya anak saya George bisa menemukan jodohnya juga," ucap Lisa.
"Iya, begitu juga dengan saya Jeng. Saya juga merasa sangat senang," kata Vira.
Yang namanya ibu-ibu kalau sudah membahas soal anak-anaknya pasti sangat semangat dan begitu antusias. Begitu juga dengan suami mereka, yaitu Toni dan Firman. Tentunya sebagai orang tua mereka merasa sangat bahagia dan menganggap pernikahan ini bukan hanya karena bisnis, tetapi juga demi persahabatan di antara mereka, agar dapat terus terjalin dan tidak pernah putus tali silaturahmi diantara mereka.
"George, Putri, apa kalian sama sekali tidak mau menentukan kapan kalian akan menikah? Di tanggal berapa misalnya?" Tanya Firman.
"Tidak Om, kita menyerahkannya kepada kalian sebagai orang tua kita," jawab George.
"Benar kata george Pa. Putri juga kan menerima perjodohan ini juga Papa dan Mama yang atur. Tapi semua baik-baik saja kan? Jadi aku yakin tanggal pernikahan kita kalian saja yang menentukan. Itu pasti akan lebih baik," kata Putri.
"Baik lah kalau kalian maunya seperti itu, sejujurnya kita berempat juga sudah membahas tanggal pernikahan kalian," ucap Firman.
"Oh ya memang kapan Pa?" Tanya Putri.
"Bulan depan," jawab Firman.
"Bulan depan? Ucap Putri dan Gerald secara bersamaan dan merasa sangat terkejut.
__ADS_1
...Bersambung …...