Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Menemui Sahabat Lama


__ADS_3

"Naya tunggu!" Panggil Gerald sembari setengah berlari mengejar Naya.


Naya yang saat itu terlebih dahulu tiba di kamarnya langsung saja menutup pintu serta membantingnya dengan keras. Gerald sangat terkejut, ia tidak bisa diam saja melihat kelakuan Naya yang sedang uring-uringan seperti itu. Ia harus tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga membuat Naya begitu murka, bukankah tadi Gerald yang sedang marah tapi kenapa malah saat ini kebalikannya?


Tok … tok … tok … Naya buka pintunya. Naya kau dengar tidak? Aku bilang buka pintunya!" Gerald berteriak sembari terus mengetuk pintu itu berulang kali.


Akan tetapi Naya menutup telinganya erat-erat tidak mau mendengar apalagi untuk membukakan pintu tersebut. Akhirnya Gerald pun menyerah, ia menuju ke kamarnya dan memikirkan tentang ini semua.


"Ada apa dengan Naya? Kenapa tiba-tiba dia begitu sensitif. Ini tidak bisa dibiarkan, berani sekali dia melawanku dan bersikap kasar seperti itu. Kalau aku biarkan, lama-lama Naya akan semakin ngelunjak dan tidak akan menghormati aku lagi sebagai suaminya," umpat Gerald serta mengepal erat kedua tangannya.


Karena saat ini Gerald merasa sangat kesal dengan suasana yang terjadi di rumah, ia pun memutuskan untuk pergi menghibur dirinya. Ia pergi mengunjungi perusahaan sahabat lamanya yang sudah lama tidak ia datangi.


***


"Wah … merupakan suatu kehormatan bagiku karena aku kedatangan Tuan Muda dari perusahaan besar. Angin apa yang sudah membuatmu datang ke sini Tuan Nathan. Bukankah kau sudah tidak mau lagi berkunjung ke sini?" Tanya Leo yang saat ini sedang sibuk memeriksa beberapa file.


"Kau itu selalu saja menyindirku, bukankah kau juga merupakan CEO dari perusahaan besar," sindir Gerald.


"Ya tapi tidak sebesar perusahaanmu itu," kata Leo enggan menyombongkan diri.


"Sudahlah, apa kedatanganku kesini mengganggumu?" Tanya Gerald, meskipun saat ini sudah waktunya pulang kerja tetapi Gerald melihat jika sahabatnya itu masih sibuk bergelut dengan pekerjaannya.


"Sama sekali tidak, aku hanya ada sedikit pekerjaan saja. Tapi kau belum menjawab pertanyaanku tadi, ada apa kau datang ke sini? Tumben sekali. Bukankah kau selalu sibuk sampai sudah melupakan sahabat lamamu ini," kata Leo.

__ADS_1


"Ck, kau ini. Kau tahu kan bukan seperti itu. Kau benar jika aku memang sibuk di perusahaan apalagi dengan urusan rumah tanggaku akhir-akhir ini yang membuat kepalaku hampir pecah," ucap Gerald.


"Memang ada apa dengan rumah tanggamu itu? Bukankah kau selalu bilang bahwa rumah tanggamu itu baik-baik saja. Kau juga tidak pernah menganggap pernikahan itu ada kan? Kau masih saja berhubungan dengan Bella meskipun kau sudah memiliki seorang Istri," kata Leo yang memang sudah mengetahui semuanya.


Meskipun Gerald dan Leo jarang bertemu, tetapi Gerald sering membagikan kisah hidupnya termasuk kisah rumah tangganya itu kepada sahabatnya lewat telepon.


"Aku hanya sedang bingung, kenapa akhir-akhir ini istriku begitu sensitif dan marah-marah kepadaku. Padahal biasanya jika aku menyiksanya sekalipun dia sama sekali tidak pernah melawanku, dia hanya bersabar dan menganggap itu semua tidak pernah terjadi. Tetapi hari ini dia melawanku dan seakan menentangku," kata Gerald.


"Oh ya? Lalu kenapa kau ambil pusing, kenapa kau tidak langsung saja menemui Bella untuk melampiaskan rasa kesalmu menjadi sebuah kenikmatan seperti yang biasa kau lakukan," kata Leo yang sengaja membuat sahabatnya itu semakin kesal dan memancing untuk mengetahui bagaimana perasaannya saat ini kepada Bella.


"Oh ya aku belum mengatakannya padamu kalau hubunganku dengan Bella sudah berakhir. Wanita itu selingkuh, bahkan aku melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri dia berhubungan badan dengan selingkuhannya itu, di rumahnya," kata Gerald.


"Wow, akhirnya kau bisa melihatnya secara langsung. Sudah aku katakan padamu dari dulu kalau Bella itu bukan wanita yang baik bahkan Tante Dania juga sudah mengatakannya, tapi kau sama sekali tidak mempercayainya kan. Kau tetap kekeh bahwa Bella adalah wanita yang sangat baik dan cocok untukmu. Kau sudah dibutakan oleh cinta wanita itu sehingga kau tidak bisa lagi melihat mana yang baik dan tidak baik," kata Leo.


"Sialan! Kau malah membawa soal pribadiku. Padahal memang benar kalau Bella itu bukan wanita yang baik. Come on Gerald, sekarang ini kau telah memiliki istri muda yang cantik, baik bahkan dia bisa menerima segala kekuranganmu, kau selingkuh saja dia masih bisa bersabar. Apa kau tidak takut jika istrimu itu akan pergi meninggalkanmu," kata Leo yang sengaja memanasi Gerald, sebenarnya ia juga sangat kesal melihat kelakuan buruk dari sahabatnya yang tak pernah mau mendengar perkataannya dari dulu.


"Kenapa kau berbicara seperti itu, seakan kau tahu jika Naya akan pergi meninggalkanku," kata Gerald.


"Gerald, Gerald, sepertinya kau belum mengerti juga. Wanita sabar sekalipun memiliki batas kesabarannya dan menurutku sudah berapa lama kalian menikah?" Tanya Leo sebelum melanjutkan ucapannya.


"Tujuh bulan," jawab Gerald.


"Selama itu aku rasa Naya sudah cukup bersabar menghadapimu. Dan seperti yang kau katakan tadi jika Naya akhir-akhir ini sering uring-uringan dan sensitif bahkan hari ini dia melawanmu, itu artinya dia sudah mulai tidak kuat lagi menghadapi sikapmu itu Gerald, bisa saja setelah ini dia akan pergi meninggalkanmu, setelah dia pergi, kau pasti akan merasa kehilangan dan betapa berharganya Naya di hidupmu.

__ADS_1


"Kau tidak usah sok tahu, kenapa kau bisa mengatakan bahwa aku akan merasa kehilangan dirinya sedangkan aku tidak mencintainya. Aku sama sekali tak peduli jika Naya harus pergi meninggalkanku. Bukankah itu bagus? Itu artinya dia meninggalkanku, jadi tak ada yang bisa menyalahkanku jika kami berpisah," kata Gerald, meskipun kata hatinya tidak seperti itu.


"Sepertinya kau belum menyadarinya juga kalau kau itu sudah mencintai Naya, atau memang kau yang terlalu gengsi untuk mengakuinya," kata Leo.


"Lagi-lagi kau sok tahu Leo. Sudahlah lebih baik kau urus aja urusanmu sendiri, cepat cari istri supaya kau tahu bagaimana rasanya mengurus rumah tangga, jangan hanya memikirkan perusahaan saja," hardik Gerald.


"Kalau soal itu kau tak perlu khawatir, sebentar lagi aku akan mengirimkan undangan untukmu. Yang penting kau harus datang bersama Naya bukan wanita lain," kata Leo.


Gerald mengurutkan keningnya seolah meminta penjelasan.


"Ya aku harap kau masih berhubungan dengan Naya di saat aku menikah nanti," ucap Leo.


Gerald tak menggubris ucapan sahabatnya itu, ia lebih memilih pergi tanpa berpamitan.


"Hati-hati, ingat pesanku Gerald!" Teriak Leo yang sama sekali tidak ditanggapi oleh Gerald.


***


Naya merasakan tubuhnya bergetar hebat tak seperti biasanya, perutnya juga tiba-tiba terasa keram dan ia pun merasakan mual yang sangat luar biasa. Segera saja Naya berlari menuju ke kamar mandi untuk menumpahkan semua isi di dalam perutnya. Setelah perutnya terasa kosong tiba-tiba saja pandangan matanya berkunang-kunang dan ia pingsan begitu saja di kamar mandi tanpa seorangpun yang tahu.


...Bersambung......


__ADS_1


__ADS_2