
"Sayang, kenapa jadi kamu yang diam sekarang? Lagi memikirkan apa?" Tanya Naya yang melihat Gerald termenung.
"Oh nggak kok Sayang, aku tidak lagi memikirkan apa pun," jawab Gerald.
"Ya sudah kalau gitu kita bayar yuk. Ini sudah selesai kok semuanya," kata Naya.
"Iya Sayang," jawab Gerald yang membawa keranjang belanjaan, lalu mereka berdua pun segera pergi menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya itu.
Setelah itu, segera saja Gerald dan Naya melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah yang jaraknya sudah tidak terlalu jauh lagi.
***
Setibanya di rumah, Naya dan Gerald langsung saja membersihkan diri mereka setelah beraktivitas di luar, setelah itu barulah mereka berdua menghampiri Kania yang saat itu sedang bermain bersama dengan Oma dan juga baby sisternya di dalam kamar Kania.
"Ma, Sus," sapa Gerald dan juga Naya.
"Iya Sayang. Wah … itu Mama dan Papa sudah pulang, sekarang saatnya Kania main sama Mama dan Papa deh," ucap Dania.
"Anak Papa senang banget main sama Oma dan Suster," ucap Gerald.
"Ma, Suster, terimakasih ya sudah menjaga Kania. Nggak apa-apa kan kalau sekarang kita berdua bawa Kania ke kamar," ucap Naya yang langsung saja menghampiri mereka.
Gerald pun segera meraih tubuh sang anak ke dalam dekapannya. Kania tampak begitu senang berada di gendongan sang ayah. Apalagi di saat Gerald mengajaknya untuk bercanda yang membuat Kania tertawa bermain bersama ayahnya itu. Dania dan Naya juga ikut merasakan bahagia melihat akan hal itu.
"Iya Nyonya," jawab Suster, sedangkan Dania hanya mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
Lalu Naya dan Gerald pun segera saja pergi meninggalkan ibu dan suster dan di susul oleh Dania yang juga ikut keluar dari kamar tersebut. Sedangkan suster, setelah mengemasi kamar Kania, barulah ia keluar dari kamar itu dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Duh … anak Papa gemesin banget sih kamu. Tahu nggak sih Sayang, Papa itu kalau nggak melihat kamu sehari saja Papa sudah sangat merindukan kamu," ucap Gerald kepada Kania.
"Masa sih Pa," ucap Naya.
"Iya dong bukan hanya Kania, tetapi juga merindukan Mama kamu. Mama kamu itu selalu saja buat Papa rindu meskipun setiap hari bertemu," ucap Gerald.
"Kamu nih ya, bisa aja menggombal," ucap Naya.
"Siapa yang gombal, ini tulus dari dalam lubuk hati aku yang paling dalam Sayang. Memang ini yang selalu aku rasakan," ucap Gerald.
"Iya, iya aku percaya kok. Terimakasih ya Sayang," ucap Naya diiringi senyumannya.
"Terimakasih untuk apa?" Tanya Gerald kebingungan.
"Sama-sama Sayang, ini kan memang sudah kewajiban aku sebagai seorang suami untuk mencintai istri sendiri. Aku yakin kok cinta ini akan terus ada sampai maut memisahkan kita, akan kekal abadi. Lagipula tidak ada alasan untuk aku tidak mencintai kamu. Aku minta maaf ya kalau dulu sikapku benar-benar tidak baik terhadapmu, aku adalah pria arogan yang tak pernah mengerti akan perasaanmu. Dan makasih karena kesabaran kamu selama ini, akhirnya kita masih bisa bersama dan aku juga bisa merasakan cinta itu untuk kamu," ucap Gerald.
"Maksud kamu?" Tanya Naya.
"Maksud apanya Sayang? Aku nggak ada maksud apa-apa. Ya maksudnya, maksud aku seperti itu, sekarang aku benar-benar merasakan bahwa aku mencintai kamu, aku tidak peduli dengan masa lalu aku yang tidak mengingat siapa kamu. Yang aku tahu hanyalah untuk sekarang dan masa depan. Kita akan selamanya hidup bahagia," ucap Gerald yang terlihat gugup, lalu merangkul sang istri. Sedangkan Kania saat ini berada di tengah-tengah mereka.
"Sayang, kamu mau nggak kalau besok kita ke rumahnya Bu Rosa?" Tanya Naya.
"Untuk apa kamu ke sana? Bukankah dia sama sekali tidak pernah menyukai kamu, bahkan dia tidak menyukai kehadiran kamu Sayang. Jadi untuk apa kamu harus menemuinya?" Tanya Gerald.
__ADS_1
Lagi-lagi Naya merasa yakin jika Gerald sudah mengingat semuanya dengan pernyataannya itu. Bagaimana bisa Gerald mengatakan bahwa Rosa tidak menyukainya, padahal Naya sendiri belum pernah menceritakan hal itu semenjak dinyatakan Gerald hilang ingatan.
"Gerald, sekarang kamu jujur saja denganku. Sebenarnya kamu sudah mengingat tentang masa lalu itu kan? Ingatan kamu sudah kembali kan?" Tanya Naya langsung saja.
Mungkin ini memang sudah saatnya jika Naya menanyakan langsung kepada Gerald tentang kecurigaannya selama ini. Lagipula untuk apa Gerald menyembunyikan hal itu dari istrinya sendiri, sungguh membuat Naya penasaran dan segera ingin tahu.
"Maksud kamu apa Sayang? Aku nggak mengerti?" Tanya Gerald yang pura-pura tidak mengerti, ia sendiri baru menyadari jika tidak sengaja mengatakan hal yang membuat Naya merasa curiga.
"Sudahlah Gerald, Kamu nggak usah berpura-pura lagi. Sebenarnya selama ini aku sudah curiga sama kamu, aku tahu kalau kamu telah mengingat semuanya dari kita di Jogja kemarin. Kamu yang begitu lancar mengatakan kondisi masa lalu kamu bersama dengan Oma dan Opa, lalu saat kamu menceritakan kondisi rumah itu dan sekarang kamu juga ingat bahwa Bu Rosa adalah ibu yang jahat, ibu yang tidak pernah bersikap baik padaku. Padahal semenjak kamu dinyatakan hilang ingatan, aku tidak pernah menceritakannya. Lebih baik sekarang kamu jujur Gerald, apa alasan kamu menyembunyikan hal ini dariku?" Tanya Naya.
Gerald terdiam, sudah saatnya ia mengatakan hal yang sebenarnya kepada Naya. Ia juga sudah tidak bisa lagi untuk menyembunyikan rahasia ini terlalu lama dengan terus bersandiwara.
"Iya, Oke, aku akan jujur. Sebelumnya aku minta maaf sama kamu karena aku nggak jujur kalau sebenarnya aku sudah mengingat semua tentang masa lalu itu, sejak kemarin di saat Dokter Farhan pulang dari sini," kata gerald.
"Jadi ternyata benar, lalu apa alasannya?" Tanya Naya.
"Aku hanya tidak ingin mengingat masa lalu kelam itu lagi Nay. Aku ingat bagaimana kelakuan aku yang dulu terhadap kamu, apa salah kalau aku hanya ingin melupakan semuanya," ucap Gerald.
"Tetapi dengan tidak berpura-pura hilang ingatan Gerald. Kita di sini semuanya khawatir dengan keadaan kamu. kita ingin kamu kembali mengingat masa lalu, tetapi kamu malah menyembunyikannya dari kita. Kamu pikir ini lelucon," ucap Naya yang terlihat begitu kesal.
"Iya, aku tahu aku salah, aku minta maaf. Tapi benar aku melakukan ini bukan tanpa sebab Nay, aku tidak mau mengingat masa lalu yang kelam itu lagi. Aku sudah bertekad akan memperbaiki semuanya Naya," kata Gerald.
"Tetapi tidak semua bagian masa lalu itu kelam kan? Kalau kamu memang menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan dulu terhadapku, ya sudah jangan pernah melakukan hal itu lagi. Aku juga sudah melihat kalau sekarang ini kamu benar-benar sudah berubah, kamu benar-benar tulus mencintai aku dan Kania. Jadi tidak masalah dengan masa lalu itu, aku sudah melupakan semuanya, aku sudah memaafkan kamu," ucap Naya.
Gerald sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan sang istri. Ia pun langsung saja menarik tubuh Naya ke dalam pelukannya. Untungnya saat itu Kania sedikit menjauh dari mereka, sehingga Gerald dapat leluasa untuk memeluk istrinya itu.
__ADS_1
"Aku minta maaf Naya, aku minta maaf karena baru sekarang aku bisa mengungkapkan faktanya, bahwa aku telah mengingat semuanya. Tapi aku harap kamu mengerti bahwa aku melakukan ini semuanya karena ada alasannya," ucap Gerald.
...Bersambung …...