
Saat ini, George dan Putri sedang menikmati sarapan bersama di kediaman Putri. Karena orang tua putri lah yang meminta George untuk datang ke rumah, akhirnya George pun mengikuti permintaan kedua orang tua Putri itu. Lagipula apa salahnya? Toh mereka berdua saat ini juga sudah menjalin hubungan, meskipun hanyalah dijodohkan.
George terus menatap Putri kebingungan, ia ingin menyampaikan sesuatu tentang apa yang terjadi dengan sahabatnya tadi malam, tetapi ia juga ragu karena Naya melarangnya untuk mengatakan kepada Gerald maupun Putri. Akan tetapi George sendiri tidak sanggup untuk menyembunyikan rahasia ini terhadap Putri, terlebih lagi Naya adalah sahabatnya. Sudah seharusnya Putri tahu tentang kondisi sahabatnya itu.
Hingga saat mereka telah selesai sarapan, Putri pun mengajak George untuk duduk di teras depan rumah berdua. Putri tahu jika George terlihat ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.
"Ada apa George? Aku lihat dari tadi seperti ada yang ingin kamu sampaikan. Maka dari itu aku sengaja ajak kamu untuk duduk di sini. Mama dan Papa juga kan ada di dalam, jadi lebih baik kamu bilang aja apa yang ingin kamu sampaikan," tanya Putri yang sedari tadi memang sudah melihat gerak-gerik George yang terlihat resah dan gelisah.
"Ternyata kamu tahu ya Put kalau memang ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu. Padahal kamu belum lama mengenal aku," ucap George.
"Sebenarnya bukan karena itu George dan bukan hanya kamu saja, tapi aku juga tahu meskipun itu orang lain yang sedang menyimpan sesuatu dan ingin menyampaikannya. Jadi sekarang bilang aja apa yang ingin kamu sampaikan itu," ucap Putri.
"Iya Put. Jadi tadi malam …."
George pun menceritakan kepada putri tentang apa yang telah terjadi kepada Naya hingga ia pun datang untuk menyelamatkannya. Tentu saja Putri merasa sangat terkejut dan merasa sangat khawatir terhadap sahabatnya itu. Putri yakin jika saat ini Putri merasa sangat terpukul karena kejadian buruk yang telah menimpanya itu.
"George, kejadian itu tadi malam dan kamu baru bilang ke aku sekarang?" Tanya Putri yang terlihat marah begitu kesal.
"Maafkan aku Put, tapi ini permintaan Naya. Naya yang meminta aku untuk tidak memberitahu kamu ataupun Gerald. Bahkan saat ini aku nggak tahu Gerald sudah tahu atau belum tentang masalah ini. Aku terpaksa mengiyakan permintaan Naya karena aku tahu maksudnya, Naya nggak mau menambah beban Gerald karena ibunya sedang berada di rumah sakit. Begitu juga dengan kamu, Naya nggak mau kamu khawatir. Tapi asal kamu, sejujurnya aku tidak bisa menyembunyikannya dari kamu, apalagi Naya itu sahabat kamu, maka dari itu aku pun sekarang menyampaikannya Put secara langsung," ucap George.
Putri terdiam, memang tidak sepantasnya ia marah terhadap George, karena George dalam posisi yang serba salah.
"Ya sudah aku maafkan. Tapi menurut aku lebih baik Kak Eral eh maksud aku Kak Gerald tahu tentang keadaan istrinya. Jadi kamu benar-benar belum ada menghubungi Kak Gerald?" Tanya Putri.
__ADS_1
"Santai aja Put, kan aku sudah tahu masalah kamu dan Gerald, kamu sendiri yang cerita ke aku. Belum sih, tapi kamu benar Gerald berhak tahu. Bagaimana kalau sekarang kita ke rumah Naya, aku yang tadi malam antar Naya pulang dan aku tahu bagaimana keadaan Naya. Saat ini pasti Naya masih sangat terpukul dan aku rasa kamu bisa untuk menemani dan menghiburnya," ucap George.
"Iya, kamu benar. Lebih baik sekarang kita ke sana," ucap Putri menyetujui.
***
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Putri dan George pun pergi ke rumah Naya. Karena jaraknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa menit saja pun mereka telah tiba di kediaman keluarga David.
Di saat itu, George dan Putri melihat ada mobil Gerald di depan rumah yang artinya pemilik mobil tersebut saat ini sedang berada di rumah.
"Ternyata Gerald sudah berada rumah, seandainya memang Gerald belum mengetahui kondisi Naya, kita harus kasih tahu ke Gerald. Ya Gerald berhak tahu kondisi istrinya," ucap Putri.
"Iya kamu benar Put," ucap George.
"Gerald, aku mau minta maaf. Jadi sebenarnya aku ke sini karena ingin menyampaikan sesuatu mengenai Naya," ucap George.
"Hust … diam! Aku sudah tahu semuanya dan aku mau mengucapkan terimakasih karena kau sudah menolong istriku. Lalu bagaimana manusia brengsek itu?" Tanya Gerald.
"Soal itu kau tenang saja, semua sudah aku urus. Lalu bagaimana keadaan Naya?" Jawab George dan bertanya pula.
"Bagus, pastikan pria tua bangka itu mendekam di penjara. Tadi malam Naya berteriak mimpi buruk karena dihantui rasa takutnya. Bahkan tadi pagi pun disaat aku memeluknya, Naya juga berteriak minta untuk dilepas dan jangan mengganggunya. Dokter mengatakan jika Naya terkena trauma ringan," ungkap Gerald.
Putri dan George pun tampak terdiam, mereka ikut merasa sedih dan prihatin terhadap kondisi Naya saat ini.
__ADS_1
"Jadi dimana Naya sekarang Kak? Apa boleh aku melihat dan menemaninya. Mungkin saja dengan aku menemaninya, Naya akan merasa lebih tenang," ucap Putri.
"Ya kamu benar, apalagi kamu itu kan sahabatnya Naya. Saat ini Naya memang sedang beristirahat. Tapi di saat dia terbangun nanti, aku minta tolong ya sama kamu, tolong jaga dia ya, tenangkan hati Naya. Kebetulan saat ini juga aku harus ke rumah sakit, kasihan Papa karena Papa juga butuh istirahat. Aku akan mengganti untuk menjaga Mama sebentar. Apakah bisa aku titipkan Naya kepada kalian berdua, itu pun kalau kalian berdua sedang tidak ada pekerjaan," ucap Gerald.
"Tentu saja bisa kak, hari ini aku sama sekali nggak ada kegiatan apapun. Kebetulan kita juga kan masih libur kuliah," ucap Putri.
Tentu saja ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menjaga sahabatnya di saat dalam kondisi terpuruk seperti ini. Putri tidak mau hanya menemani Putri Di Saat senang, tapi ia juga mau menemaninya di saat dalam kondisi terpuruk sekalipun.
Kebetulan aku juga sedang tidak ada kegiatan apapun. Jadi aku akan tetap berada di sini, aku akan berada di luar kamar untuk menjaga Putri dan Naya. Kau bisa tenang berada di rumah sakit Gerald," ucap George.
"Terimakasih George, Putri, aku merasa lebih tenang karena menitipkan Naya kepada kalian. Aku janji sore nanti aku pasti akan kembali setelah Papa beristirahat," ucap Gerald.
"Iya Kak lebih baik seperti itu. Kak Gerald tenang aja kalau ada apa-apa pasti kami akan segera mengabari kamu," ucap Putri.
Dengan sangat terpaksa, Gerald pun meninggalkan Naya di rumah. Karena saat ini juga ia sedang berada di posisi yang begitu berat dan serba salah, di saat ini Naya sedang membutuhkannya, tetapi orang tuanya juga seperti itu. Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu dan setelah itu ia pasti akan kembali lagi untuk menjaga istrinya.
Setelah Gerald pergi, Putri pun masuk ke dalam kamar Naya. Dilihatnya saat itu sahabatnya masih tertidur pulas karena efek obat penenang yang diberikan oleh dokter.
"Naya, aku turut prihatin dengan apa yang terjadi dengan kamu Nay. Aku benar-benar sedih melihat keadaan kamu seperti ini. Aku minta maaf ya karena aku pernah berniat ingin merebut Kak Eral dari kamu, tapi aku sadar jika perbuatan aku itu salah. Kamulah yang pantas bersama Kak Eral, karena kalian berdua saling mencintai. Aku bisa melihat bagaimana kekhawatiran ke Eral yang begitu sangat mencintai kamu. Aku ikhlas Naya, aku ikhlas karena Kak Eral bisa bersama dengan wanita yang baik, bisa bersama dengan wanita yang tepat seperti kamu. Aku juga berharap jika hubunganku dengan George nantinya bisa ke jenjang yang lebih serius, sehingga aku benar-benar bisa melupakan Kak Eral dan memberikan cinta aku seutuhnya untuk George. Hanya itu yang aku harapkan Naya. Naya, aku sangat menyayangi kamu sebagai sahabat bahkan seperti keluarga aku sendiri. Mudah-mudahan kamu cepat sembuh ya, kamu lekas terbebas dari trauma ini. Aku pastikan orang yang telah berani berbuat jahat padamu itu akan mendekam di penjara dengan waktu yang sangat lama, bila perlu selamanya," ucap Putri.
Memang saat ini kasus yang sedang menimpa Naya itu sedang ditangani oleh polisi dan George lah yang mengurus semuanya seperti yang sudah George katakan kepada Gerald tadi.
...Bersambung …...
__ADS_1