
Naya mencoba untuk mengerti dengan kondisi suaminya saat ini. Ia tahu jika Gerald memang melakukan hal di luar nalarnya karena ada sebabnya. Akhirnya ia pun mencoba untuk menetralisir perasaannya sendiri dan memaafkan suaminya itu.
"Sudahlah Sayang, aku mengerti kok. Yang penting sekarang kamu sudah jujur kan tentang itu semua. Dan aku minta sama kamu, mulai sekarang kalau lagi ada masalah tentang apapun itu, tolong jangan pernah kamu sembunyikan lagi dari aku. Aku ini istri kamu, aku mencintai kamu. Aku akan selalu ada dan mendukung kamu, kamu mengerti kan maksud aku," ucap Gerald.
"Iya Sayang aku mengerti. Terimakasih ya. Maaf ya aku sudah membuat kamu khawatir karena tidak bersikap jujur, tetapi aku janji ini adalah terakhir kalinya. Untuk kedepannya aku akan selalu jujur sama kamu tentang hal apapun itu," ucap Gerald.
"Iya, aku percaya kok sama kamu. Lalu apakah kamu akan bilang ke Mama dan Papa atau kamu akan tetap merahasiakannya?" Tanya Naya.
"Iya Sayang, karena aku sudah membicarakan tentang hal ini denganmu, tentunya aku juga akan berbicara kepada Mama dan Papa," jawab Gerald.
"Baguslah, itu lebih baik dan aku sangat setuju. Kamu tenang aja ya Sayang, masa lalu kamu itu nggak semuanya buruk. Meskipun kamu merasa bersalah dengan apa yang pernah kamu lakukan terhadapku dengan sifat yang pernah kamu lakukan kepadaku, aku sudah memaafkan kamu karena aku mencintaimu Gerald. Aku ingin kita bisa selalu bersama-sama, asalkan saat ini kamu mau berjanji untuk tidak akan pernah menyakitiku lagi. Aku tidak akan pernah membahas tentang masa lalu itu," ucap Naya yang membuat Gerald terharu dan kembali memeluk tubuh istrinya.
"Aku Janji Sayang, aku akan berusaha untuk membuat kamu dan Kania bahagia dengan cinta yang aku miliki untuk kalian. Aku janji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi. Sayang, aku mau bertemu juga berbicara dengan Mama dan Papa sekarang," ucap Gerald.
"Kamu mau berbicara dengan Mama dan Papa sekarang juga?" Tanya Naya.
"Iya, ada hal penting yang mau aku sampaikan kepada Mama dan Papa secepatnya selain tentang kondisi aku saat ini," ucap Gerald.
"Ya sudah, lagipula ini kan sudah waktunya kita makan malam. Sekarang kita turun aja ya sekalian temuin Mama dan Papa," ucap Naya, bahkan saat ini bukan hanya Gerald yang terlihat antusias tetapi juga Naya.
Naya begitu senang karena akhirnya Gerald mau bersikap jujur kepadanya dan juga keluarganya itu. Naya dan Gerald pun langsung menuju ke dapur dengan anak mereka yang digendong sang ayah.
***
__ADS_1
Setibanya di ruang makan, terlihat David dan Dania yang sudah terlebih dulu berada di ruang makan menunggu kedatangan mereka.
"Nah ini dia anak-anak dan cucu Mama, baru saja Mama mau panggil karena kalian belum juga turun untuk makan malam," ucap Dania.
"Iya Ma maaf kita terlambat. Tadi kita berdua lagi asik main sama Kania. Oh Ya Ma, setelah makan malam nanti, ada yang mau Gerald sampaikan ke Mama dan Papa," ucap Naya.
"Oh ya? Memang kamu mau menyampaikan apa Gerald?" Tanya Dania.
"Ehm … kita makan aja ya dulu ya Ma. Selesai makan, baru aku akan menyampaikannya," ucap Gerald.
"Oh begitu, ya sudah kalau begitu ayo kita makan," ajak Dania.
"Kania sayang, kamu sama Suster dulu ya. Suster sudah selesai makan kok," ucap baby sister Kania yang menghampiri mereka.
Kini keluarga David tampak sedang menikmati makan malam bersama, setelah itu langsung saja Gerald menyampaikan apa yang tadi ingin ia sampaikan di depan kedua orang tuanya itu.
"Kamu mau berbicara soal apa sih Gerald? Buat Mama deg-degan saja," ucap Dania.
"Sabar dong Ma, itu kan anaknya sudah mau bicara," ucap David.
"Iya nih Mama, sabar dong Ma.Gerald lagi berusaha untuk tarik nafas, buang nafas dan sekarang aku sudah siap untuk berbicara," ucap Gerald.
"Ya sudah cepat dong bicara," ucap Dania yang sangat terlihat tidak sabar.
__ADS_1
"Jadi begini Ma, Pa, aku sudah tahu jika selama ini kalian menaruh rasa curiga terhadapku. Kalian pasti sudah tahu kan bahwa aku sudah mengingat tentang masa lalu aku itu. Aku-" ucapan Gerald terputus.
"Jadi benar kalau kamu sudah mengingat tentang masa lalu itu?" Tanya Dania mencela ucapan Gerald begitu saja.
"Ma, dengar dulu dong penjelasan anaknya," ucap David.
"Oh iya maaf, Mama terlalu antusias. Ya sudah kamu lanjutkan," ucap Dania.
"Aku mau minta maaf karena sudah menyembunyikan hal ini dari Mama, Papa dan juga Naya. Tapi aku menyembunyikan hal itu juga karena ada sebabnya Ma, Pa," ucap Gerald, lalu ia pun mengatakan apa yang sudah ia jelaskan kepada Naya terlebih dulu tentang alasannya itu kepada David dan Dania.
David dan Dania mendengarkannya dengan seksama, ia dapat mengerti kenapa anaknya bisa merahasiakan hal sepenting itu kepada mereka berdua.
"Ya sudahlah Gerald, Papa juga tidak mempermasalahkan hal itu jika memang benar seperti itu kenyataannya. Seharusnya kita semua saat ini bersyukur kan dengan kesembuhan kamu. Memang apa yang kamu lakukan itu salah, seharusnya apapun masalah kamu, kamu harus cerita kepada istri kamu, cerita dengan orang tua kamu. Kamu tidak perlu menyembunyikannya seperti itu," ucap David.
"Iya Sayang, kamu tahu kan jika Mama, Papa dan istri kamu itu begitu khawatir terhadap kamu. Jadi lain kali, kamu jangan bersikap seperti itu lagi ya," sambung Dania.
"Iya Ma, Pa, maafkan aku ya. Dan aku juga mau ucapkan terimakasih banyak sama Mama dan Papa," ucap Gerald.
"Terimakasih? Terimakasih untuk apa?" Tanya Dania yang tidak mengerti. Begitu halnya dengan David.
"Aku mau bilang terimakasih sama Mama dan Papa karena sudah menjodohkan aku dengan wanita sesempurna Naya, wanita yang begitu tulus mencintai aku, menerima aku apa adanya dengan keburukan aku di masa lalu. Bahkan saat ini Naya bersedia untuk memulai semuanya dari awal denganku. Rasa cintanya kepadaku tidak pernah berubah, bahkan semakin besar di saat tahu aku mulai mencintainya. Terimakasih karena Mama dan Papa telah memilihkan aku jodoh yang terbaik. Terimakasih ya Ma, Pa," ucap Gerald memegang kedua tangan ibunya itu.
Bukan hanya Dania yang merasa bahagia atas perlakuan anaknya, Naya sebagai istrinya tentu saja lebih merasakan bahagia. Begitu juga dengan David, rasanya kebahagiaan di dalam keluarganya itu benar-benar sempurna, kebahagiaan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
__ADS_1
...Bersambung …...