Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan
Rasa Takut


__ADS_3

"Kamu tidak perlu takut Naya. Itu semua hanya lah secuil memori yang baru diingat oleh Gerald, Papa yakin suatu saat nanti Gerald akan mengingat bagaimana dia menyesali perbuatannya di masa lalu dan mulai mencintai kamu," ucap David.


"Iya Pa, tapi bagaimana kalau Gerald lebih mengingat kisah cintanya dulu dengan Bella dan akan mencari Bella lagi. Aku nggak mau Pa kalau Gerald kembali lagi dengan Bella," ucap Naya yang tampak khawatir.


"Sayang, itu tidak mungkin. Kamu dan Gerald sudah menikah. Kamu adalah istri sah Gerald, Gerald tidak akan pernah kembali lagi dengan istrinya. Kamu percaya itu, Mama bisa menjamin," ucap Dania dengan sangat yakin.


Lalu Naya pun mencoba untuk tenang, apa yang dikatakan oleh ayah dan ibu mertuanya itu memang benar bahwa Gerald adalah suami sahnya, sedangkan Bella hanyalah masa lalu yang berusaha untuk merusak hubungan rumah tangganya. Seharusnya Naya tidak perlu terlalu takut, tapi ia akan berusaha untuk membuat Gerald mengingat tentang cintanya untuk Naya yang bahkan belum sempat dia ucapkan secara langsung, dengan seperti ini Gerald pasti akan melupakan Bella selamanya. Naya tidak akan pernah memberi kesempatan untuk Bella masuk ke dalam ingatan suaminya lagi.


"Ya sudah Ma, Pa, kalau gitu Naya mau ke kamar dulu ya," pamit Naya lalu segera saja melangkahkan kakinya menuju ke kamar.


"Kamu dari mana?" Tanya Gerald, Naya tersentak saat melihat Gerald yang saat itu masih terjaga.


"Aku habis ngobrol dengan Mama dan Papa di bawah. Kamu kok belum tidur?" Jawab Naya dan bertanya.


"Aku nunggu kamu," jawab Gerald.


Naya mengernyitkan dahinya lalu berjalan menghampiri suaminya itu dan duduk di tepi ranjang di samping Gerald.


"Ada apa?" Kenapa kamu menungguku?" Tanya Naya.


"Aku tidak bisa tidur karena sesuatu hal yang mengganggu pikiran aku Nay. Aku Masih memikirkan siapa wanita yang saat itu pernah aku siksa, kalau itu bukan kamu lalu siapa wanita itu?" Tanya Gerald yang sangat penasaran.

__ADS_1


"Kenapa kamu menanyakan hal itu lagi? Itu sama sekali tidak penting," kata Naya.


"Justru itu sangat penting Naya, aku tahu jika saat ini aku sedang hilang ingatan dan seharusnya kamu membantu aku supaya mengingat kembali memori aku itu. Saat ini aku sudah mengingat sedikit demi sedikit, kenapa kamu tidak mau menjelaskannya. Tolong jelaskan padaku Nay, apa seburuk itu sifat aku?" Pinta Gerald dengan tatapan mata mendamba, ia sangat berharap Naya mau menceritakan kepadanya tentang siapa wanita yang pernah dulu ia siksa agar hidupnya lebih tenang.


"Oke, aku akan beritahu kamu. Tapi janji apapun yang terjadi kamu harus kuat, aku hanya takut Gerald, aku takut otak kamu tidak bisa menerimanya," ucap Naya menatap Gerald dengan mata berkaca-kaca.


"Iya aku janji, aku siap untuk mendengar apapun itu," ucap Gerald.


"Jadi yang kamu bilang itu benar Gerald, wanita yang selalu kamu siksa di masa lalu itu adalah aku. Aku yang saat itu tidak pernah kamu cintai, kita menikah karena perjodohan. Aku yang sudah berusaha untuk mencintai kamu, tetapi kamu sama sekali tidak menghargainya. Bahkan terang-terangan kamu mengkhianatiku, di depan mata aku kamu bermadu kasih dengan Bella. Hingga pada akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dan aku memilih untuk pergi agar kamu sadar dengan semua sikap buruk kamu itu. Disaat aku pergi, Mama dan Papa mengatakan jika kamu mencariku selama ini, kamu merasa kehilangan aku dan Kania, bahkan kamu juga sudah mulai merasakan bahwa cinta itu ada untuk aku. Tapi kenapa di saat aku ingin kembali lagi padamu, aku menemukan kamu dalam kondisi seperti ini Gerald," jelas Naya.


Gerald yang mendengar secara detail setiap penjelasan dari Naya itu pun merasakan kepalanya begitu sakit, ia tidak menyangka jika Naya hidup menderita di masa lalu gara-gara ulahnya.


Naya begitu panik dan sangat khawatir melihatnya. "Gerald, kamu kenapa Gerald!" Teriak Naya dengan sangat panik.


Karena Naya tidak tahu lagi harus melakukan apa, segera saja ia berlari untuk mencari kedua orang tua Gerald dan memberitahu tentang keadaan anak mereka.


***


Sejak kejadian itu, Naya dan Gerald menjadi jarang sekali berkomunikasi jika tidak ada hal yang penting untuk di bahas. Naya takut jika ia akan salah berbicara lagi dan mengakibatkan kondisi Gerald semakin parah. Gerald sendiri tampak tidak banyak bertanya lagi kepada Naya, entah apa yang saat ini ia rasakan, rasa bersalah atau karena ada hal lain yang tidak dapat ia ungkapkan untuk saat ini.


Mereka tidur di atas ranjang yang sama dan tinggal di satu atap yang sama, tetapi bagaikan dua orang asing yang tidak saling mengenal. Akan tetapi Naya tetap berusaha untuk menjadi istri yang baik, yang selalu menjaga dan merawat Gerald di saat kondisinya sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


Hingga 2 bulan pun telah berlalu, Gerald sedang bersiap-siap akan pergi ke perusahaannya karena merasa bosan setelah lama berdiam diri di rumah.


"Gerald, kamu yakin akan pergi ke kantor hari ini?" Tanya Dania saat mereka sedang sarapan bersama.


"Aku yakin Ma, meskipun aku belum terlalu mengingat jelas masa lalu aku di kantor, tetapi sedikit-sedikit aku pasti akan bisa mempelajarinya. Lagipula bukankah kata Papa ada Boy, asisten aku yang nantinya akan memberitahu tentang apa saja pekerjaanku," jawab Gerald.


"Ya sudah kalau kamu memang yakin seperti itu. Tapi ingat, kamu jangan memaksakan diri ya. Kesehatan kamu belum terlalu pulih, ingatan kamu juga belum sepenuhnya kembali Gerald, baru 20%. Mama tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu lagi," ucap Dania.


"Mama, Mama tenang saja ya, Mama juga harus memikirkan kesehatan Mama. Masalah Gerald, selama di perusahaan ada Papa dan Boy yang akan menjaganya. Kamu juga Naya, kamu tidak usah merasa khawatir terhadap suami kamu, kamu tetap fokus di rumah menjaga Kania dan Mama," kata David.


"Iya Pa, Mama tenang kalau ada Papa dan Boy," ucap Dania.


"Iya Pa, aku juga. Aku titip Gerald ya Pa," ucap Naya lalu melirik suaminya itu.


Gerald pun menatap Naya sekilas lalu melanjutkan sarapannya kembali.


Seperti biasa, saat berpamitan Naya selalu menyalami dan mencium tangan Gerald, begitu juga dengan Gerald yang tak lupa untuk mengecup kening sang istri sebelum beraktivitas, meskipun ia tampak gugup dan tampak asing karena biasanya ia hanya melakukannya itu sebagai sandiwara di depan orang tuanya, tetapi kali ini semuanya seakan tulus dari dalam lubuk hatinya. Apakah mungkin ingatan Gerald saat ini memang sudah mulai berangsur membaik? Apakah Gerald sudah mengingat siapa Naya meskipun belum sepenuhnya ada di dalam memori ingatannya itu.


...Bersambung …...


__ADS_1


__ADS_2