
Jessica selesai mengantar ketiga anaknya, kemudian dia masuk kedalam kamar dan melihat Carlos masih berbaring di tempat tidur.
“Kamu tidak kekantor beb?” Tanya Jessica sambil melepaskan pakaiannya dan memakai kimono.
“Tidak sayang, aku tidak kekantor.”
“Beb nanti suruh Marco jemput anak anak ya, mereka ingin kerumah mommy.”
“Iya sayang. Nanti aku telepon Marco.” Jawab Carlos.
Jessica masuk ke kamar mandi dan mandi, selesai mandi dia menutup tubuhnya dengan handuk dan keluar dari kamar mandi. Dia berdiri di depan meja rias dan melepaskan handuk yang membalut tubuhnya. Dia meletakkan kakinnya di kursi dan mengolesnya dengan lotion, Carlos melihat Jessica, dia berdiri dan memeluk Jessica dari belakang.
“Kamu mau kekantor sayang?” Tanya Carlos sambil meremas dada Jessica.
Jessica memandang carlos dari cermin. “Iya beb aku hanya sebentar di kantor lalu aku harus meninjau proyek.”
“Oh, begitu.” Kata Carlos sambil mengeluarkan Juniornya dan………
“Ah, beb kamu tidak pakai pengaman? Ini masa suburku beb, aku tidak ingin hamil.”
“Sayang nanti aku keluarkan di luar, kamu jangan khawatir.” Kata Carlos lalu dia menarik Jessica ke tempat tidur. Dan melakukan hubungan itu dengan Jessica
“Beb, ambilkan tissue dimeja!” Pinta Jessica.
“Carlos mengambil tissue yang ada di meja didekatnya dan memberikannya pada Jessica.
“Jessica mengambil tissue dan membersih cairan yang ada di atas perutnya. Dia berdiri dan pergi kekamar mandi, dia membersihkan tubuhnya kemudian dia keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian dalamnya, dia mengambil celana jeans dan tank topnya kemudian memakainya. Dia membuka lemari dan mengambil kemeja lalu memakainya. Carlos memperhatikan Jessica.
“Kamu akan makan siang di rumah sayang?” Tanya Carlos
“Mungkin tidak beb, aku akan meninjau proyek dan mungkin agak lama aku di proyek. Jadi tidak usah menungguku untuk makan siang.” Kata Jessica sambil memakai ketsnya.
“Baiklah sayang, tapi jangan pulang malam ya!”
Jessica menatap Carlos dan tersenyum. “Iya beb aku tidak akan pulang malam, selesai dari proyek aku langsung pulang. Kata Jessica sambil mengecup bibir Carlos.
Carlos tersenyum dan membalas mengecup bibir Jessica.
“Beb, aku pergi dulu ya.
Carlos bangun dari tempat tidur dan memeluk Jessica. “Hati hati ya sayang! Aku mencintaimu.
“Iya beb, aku juga mencintaimu.” Jessica berdiri dan meninggalkan Carlos dikamar. Dia keluar dan masuk kedalam mobil dan langsung menuju kekantor. Sampai di kantor dia langsung masuk keruangannya. Jessica menyalakan komputernya dan memeriksa data data dari ke empat anak perusahaan well’s gorup dan memeriksa pergerakan saham dari well’s group.
Kemudian dia mengambil handphonenya dan memasukkan ke saku celana jeansnya kemudian dia keluar ruangan dan menuju keruangan asistennya.
“Mason aku akan meninjau proyek, nanti kamu pantau terus ya pergerakan saham perusahaan ini!”
“Baik Nyonya Jessica.” Jawab Mason.
Jessica meninggalkan kantor dan langsung menuju kelokasi proyek. Dari kejauhan Jessica melihat kepala proyek dan pengawas proyek lagi berbincang bincang. Jessica memarkirkan mobilnya dan melihat Billy dan Frank berjalan kearahnya.
“Bagaimana Billy? Apakah semua baik baik saja?” Tanya Jessica
“Iya Nyonya Jessica semua baik baik saja.” Billy memberikan helm kerja pada Jessica dan Jessica memakainya. Mereka masuk ke lokasi peroyek.
“Frank sudah berapa persen pengerjaan proyek ini?”
“Sejauh ini sudah 30% persen Nyonya,” Jawab Frank pada Jessica.
Jessica menatap Billy. “Billy usahakan proyek ini selesai tepat waktu ya. Oh ya Billy, kita akan mengerjakan mega proyek di West covina. Apakah kamu ingin disini atau ke West covina?”
“Terserah Nyonya Jessica saja, kalau Nyonya inginkan aku di West covina aku akan kesana.”
“Billy aku butuh orang yang bisa aku percaya dan aku sangat percaya padamu, kamu sudah banyak membantu aku. Aku tidak ingin ada yang mempermainkan proyek ini.
“Baik nyonya aku akan ke West covina. Terima kasih Nyonya sudah percaya padaku, ini merupakan penghargaan buatku. Aku akan menjaga kepercayaan Nyonya padaku.
“Terima kasih billy, bulan depan peroyek sudah harus di kerjakan.” Kata Jessica pada Billy. “Oh ya Frank nanti kamu yang awasi proyek disini.
“Baik Nyonya Jessica.” Mereka berbincang bincang mengenai proyek.
__ADS_1
Sementara di rumah Carlos mendapatkan telepon dari Peter.
“Hello Peter, ada apa meneleponku?”
“Carlos kamu di kantor sekarang?” Tanya Peter dari seberang telepon.
“Umm.. Tidak Peter, aku lagi di rumah. Ada apa Peter?”
“Carlos aku ingin bertemu denganmu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Mengenai apa Peter?” Tanya Carlos
“Carlos bagaiman kalau aku kerumahmu saja, kita bicara di rumahmu saja?”
“Ohh, begini saja. Kamu dimana sekarang Peter?” Tanya Carlos lagi.
“Aku lagi di club bersama pacarku.” Jawab Peter dari seberang telepon.
“Kalau begitu aku ke club saja. Tapi jangan berikan aku minuman, aku tidak ingin bermasalah dengan istriku.”
“Tenang saja Carlos, masih siang tidak ada minuman di club.” Canda Peter dari seberang telepon.
“Baiklah Peter aku kesana sekarang.”
Carlos menutup teleponnya dan pergi keluar, kemudian dia masuk kedalam mobil dan langsung menuju ke club Peter. Sampai di club dia langsung masuk keruangan Peter.
“Hi Peter. Apa yang ingin kamu bicarakan denganku.” Tanya Carlos sambil duduk di depan meja kerja Peter.
“Hi Carlos, oh ya kenalkan ini pacarku Melly. Carlos menyalami Melly. “Oh ya begini Carlos aku punya bisnis yang bagus, tapi aku terkendala dengan modal. Aku ingin menawarkan bisnis ini padamu.”
“Bisnis apa Peter?” Tanya Carlos lagi. Lalu Peter memberikan proposal kepada Carlos dan mempelajarinya.
Kemudian Adrian masuk keruangan Peter lalu menyapa Carlos dan Peter.
“Hi Carlos lama tidak bertemu.”
Carlos berdiri dan memeluk Adrian. “Iya Adrian lama kita tidak bertemu.” Kata Carlos kemudian dia duduk kembali. Adrian duduk disofa dan memperhatikan Carlos dan Peter yang lagi berbincang.
Sementara Carlos masih membaca proposal yang di berikan peter padanya.
Adrian berdiri dan memberikan minuman yang dia tuang kepada Carlos. Carlos menatap Adrian
“Maaf Adrian aku tidak minum.” Kata Carlos sambil menolak minuman yang di berikan Adrian padanya.
“Kenapa Carlos? Apakah kamu takut pada istrimu?”
“Bukan begitu Adrian, aku tidak takut pada istriku tapi aku menghormati dan mencintainya. Aku tidak bisa minum Adrian.” Kata Carlos lagi
“Carlos satu sloki saja, itu tidak akan membuatmu mabuk. Ayolah Carlos!” Adrian memaksa Carlos untuk minum. Peter sudah melihat gelagat Adrian yang tidak bagus.
“Baiklah Adrian, satu sloki saja.” Carlos mengambil minuman itu dan langsung meminumnya. Kemudian dia kembali memeriksa proposal itu. Carlos menatap Peter.
“Begini saja Peter aku tidak bisa mengambil keputusan, yang bisa mengambil keputusan istriku, karena dia yang mengendalikan perusahaanku di Indonesia. Aku akan membicarakannya dengan istriku.” Kata Carlos pada Peter.
Tiba tiba Carlos mengeluarkan keringat, dia merasakan panas di tubuhnya. Wajahnya menjadi merah. Dia membuka jacketnya dan kancing kemejanya. Nafasnya tidak beraturan, dia memandang Melly seolah olah itu Jessica.
Peter melihat keadaan Carlos dia langsung menjadi khawatir dan mencurigai Adrian. Peter langsung mengirim pesan pada Jessica
Adrian menatap Carlos dan tersenyum.
Sementara di proyek Jessica masih berbincang bincang dengan Billy dan Frank tiba tiba handphonenya bergetar. Dia melihatnya ada pesan dari nomor yang tidak dia kenal dan dia membaca pesan tersebut.
“Jessica cepat ke clubku Carlos lagi dalam bahaya. “Peter” Jessica langsung memasukkan handphonenya ke saku celananya dan langsung berlari kemobilnya. Dia masuk kedalam mobil dan langsung meninggalkan kawasan proyek.
Jessica menyetir dengan kecepatan tinggi, dia sudah tidak perduli lagi dengan mobil mobil yang memberi klakson padanya. “Kenapa Carlos berada di club itu lagi. Dia selalu mengingkari janjinya padaku.” Kata Jessica dalam hati.
Saat mendekati traffic light dia melihat lampu masih hijau dia menambah kecepatan, begitu sudah dekat lampu berubah menjadi merah. Jessica menerobos lampu merah dan polisi mengejar mobil Jessica. melihat polisi mengejarnya, Jessica lebih menambah kecepatan dan polisi meminta bantuan rekan rekannya untuk mengejar mobil Jessica. Empat mobil polisi mengejar Jessica.
“Ini kesempatan membawa mereke ke club.” Kata Jessica dalam hati sambil memperhatikan polisi yang mengejarnya lewat kaca spion.
Sementara di club, Carlos menarik melly kepelukannya dan menciumnya. Melly berusaha melepaskan diri dari Carlos. Carlos membuka kemejanya dan menarik Melly lagi, Carlos menatap Melly seakan akan itu Jessica. Carlos berusaha mencium Melly dan peter menahan Carlos tapi Carlos mendorong Peter. Dan Adrian langsung menahan Peter.
__ADS_1
Carlos membuka ikat pinggang dan resleting celananya. Kemudian Carlos merobek kaos Melly dan menghempaskan tubuh Melly di sofa. Dia mengangkat rok melly dan membuka celana Melly. Dia menindiih tubuh Melly dan Melly meronta ingin melepaskan diri dari Carlos, Melly memohon pada Carlos tapi Carlos tetap ingin melakukan aksinya,
Peter berteriak pada Carlos sambil berusaha melepaskan dirinya dari Adrian. “Carlos jangan lakukan itu, kendalikan dirimu Carlos.” Tapi Adrian memukul Peter.
Sementara Jessica masuk keparkiran club milik Peter. Dia turun dari mobil dan langsung berlari kedalam dan menuju keruangan Peter, dia membuka pintu dan mendapati Carlos berada di atas tubuh Melly dan sedang melakukan aksinya dan Adrian menahan tangan Melly. Jessica berteriak pada Carlos.
“Carloossss...!! Apa yang kamu lakukan?” Carlos terkejut mendengar suara Jessica, dia berhenti mencium Melly dan menatap Melly kemudian dia menatap Jessica, dia menjadi seperti orang yang kebingungan.
“Kamu baajingaan Carlos.!! Apa yang kamu lakukan padanya?” Jessica mengambil gelas yang ada di meja dan melemparkannya pada Carlos dan Carlos menangkis dengan tangannya.
“Aku sudah katakan padamu jangan bergaul dengan penjahat ini tapi kamu masih saja bergaul dengannya. Lihat dirimu, kamu sudah seperti penjahat . Kamu sudah seperti orang ini.” Kata Jessica sambil menunjuk Adrian.
Carlos tidak tahu lagi apa yang ingin dia katakan pada Jessica, dia menjadi seperti orang yang kebingungan. Jessica menatap Adrian dan menampar Adrian.
Adrian menjadi emosi karena Jessica menamparnya, dia mengambil pisau yang diselipkan di pinggangnya dan langsung menusuk perut Jessica, dua tusukan masuk keperut Jessica. Carlos terkejut melihat Adrian menusuk Jessica dan dia langsung berteriak.
“Adrian jangan sentuh istriku, bangsaat kamu.” Carlos mengambil botol yang masih berisikan minuman dan langsung memukulkannya ke kepala Adrian dan botol itu pecah di kepala Adrian, Adrian terjatuh dan polisi masuk kedalam ruangan.
Jessica memegang perutnya dia terhuyung kebelakang, saat dia akan terjatuh polisi memegangnya.
Jessica menatap Carlos dengan tatapan penuh kebencian, Carlos tidak tahu harus berbuat. Dia menjadi histeris di ruangan Peter, dia tidak menyangka Adrian menikam Jessica di depan matanya. Dia berteriak dan Peter memeluk Carlos dari belakang, dia menahan Carlos yang berteriak histeris, polisi membantu peter menahan Carlos.
Polisi langsung menelepon Ambulance. Tapi salah satu polisi yang memeluk Jessica berteriak.
“Kita tidak bisa menunggu Ambulance. Dia akan kehabisan darah, kita bawah saja dia kerumah sakit. Polisi itu mengangkat Jessica dan membawanya kemobil dan melarikan Jessica kerumah sakit.
Sedangkan di club. Polisi langsung membawa Adrian. Dan Carlos masih berteriak histeris memanggil Jessica, Peter mengambil obat penenang dilaci mejanya
“Opsir berikan obat ini padanya, kalau tidak dia akan terkena serangan jantung.”
Opsir mengambil obat di tangan Peter dan langsung diberi minum kepada Carlos.
Polisi melihat ada serbuk berwarnah putih bercampur pink beserta pembungkusnya di meja dekat sofa. Mereka mengambilnya dan memasukkannya di plastik.
Carlos terlihat mulai tenang dan dia tertidur. Peter membaringkan Carlos di sofa dan menunggu Carlos sampai sadar.
Sementara di mobil polisi, Jessica menatap opsir yang memeluknya. Air mata jatuh lewat sudut matanya. Jessica membaca nama opsir itu dan menyebutnya. “Charlie”
“Iya Nyonya, tenang ya rumah sakit sudah dekat.”
Jessica memejamkan matanya, dia terbayang Carlos berada di atas tubuh perempuan dan kembali air matanya menetes.
Tiba di rumah sakit opsir Charlie langsung mengangkat Jessica dan membawanya kedalam rumah sakit. Petugas rumah sakit langsung membaringkan Jessica di tempat tidur. Jessica memegang tangan opsir Charlie. Dia tidak melepaskan tangan opsir Charlie dan opsir Charlie mengikuti petugas membawa Jessica kedalam ruangan.
Jessica berusaha mengeluarkan handphonenya dari saku celana dan opsir Charlie melihatnya, dia mengambil handphone Jessica.
“Nyonya ingin menghubungi siapa?” Tanya opsir Charlie
Dengan pelan Jessica menjawab. “Mason, suruh Mason kesini.” Jessica menarik tangan opsir Charlie dan opsir Charlie mendekat pada Jessica dan Jessica berbsisik. “Katakan pada Mason jangan beritahu siapapun aku di rumah sakit!”
“Baik Nyonya akan aku beritahu.”
Dokter masuk dan langsung menangani Jessica, mereka menghentikan pendarahannya. Opsir Charlie menunggu di luar kemudian dia mencari Mason di handphone Jessica dan langsung menghubungi Mason. Dan terdengar suara Mason
“Hello Nyonya Jessica.” Suara Mason dari seberang telepon.
“Maaf Mason ini bukan nyonya Jessica, aku opsir Charlie. Anda diminta Nyonya Jessica untuk kerumah sakit dan pesan nyonya Jessica jangan beritahu siapapun kalau Nyonya Jessica di rawat di rumah sakit Good Samaritan Hospital.
“Baik opsir aku akan segera kesana.”
Opsir menutup telepon dan menunggu Dokter yang sedang menangani Jessica.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen ya
Terima kasih juga yang masih setia memberi like dan komennya..
Salam
Author
__ADS_1