
Kairos membantu Laura memasukkan pakaian di koper, hari ini dia dan Laura juga Carissa akan berangkat ke Indonesia.
Selesai mengatur pakaian Laura minta ijin kepada Kairos untuk pergi ke gereja, dia ingin bertemu Pastor.
Kairos mengijinkan Laura, dia mengantar Laura pergi ke gereja. Tiba di gereja Laura turun dari mobil.
"Tidak usah menungguku, nanti aku telepon kamu kalau sudah selesai," ujar Laura kepada Kairos
"Jangan lama-lama nanti kita ketinggalan pesawat." Kairos mengingatkan Laura, dia ingin menunggu Laura tapi Laura meminta Kairos pulang saja.
Akhirnya Kairos kembali ke rumah. Sedangkan Laura, dia masuk ke dalam pastori dan mencari Pastor.
"Bapa Pastor," panggil Laura sambil berjalan masuk ke dalam mencari Pastor.
Terlihat Pastor keluar dari ruang tempat berdoa, dia tersenyum kepada Laura dan mengajak Laura duduk.
"Bagaimana kabarmu? Sudah lama kamu tidak datang kesini," ujar Pastor sambil tersenyum
"Maaf Bapa Pastor, aku sibuk di rumah itu. Oh ya Bapa, aku akan pergi ke Indonesia."
Pastor mengangkat kedua keningnya,
"Apakah kamu sudah berhenti bekerja?" tanya Pastor dengan heran.
"Tidak, Bapa. Aku ke Indonesia bersama calon suamiku."
Pastor terkejut mendengar perkataan Laura.
"Calon suami? Siapa calon suami kamu?" tanya Pastor dengan penasaran
"Ah, Bapa. Aku malu mengatakannya," sahut Laura seraya tertawa
"Kenapa malu anakku? Katakanlah padaku," ujar Pastor
"Um, Bapa. Dia adalah bossku, dia ingin menikah denganku," jawab Laura dengan malu-malu.
"Benarkah?" Pastor seakan tidak percaya.
"Iya, Bapa. Benar aku akan menikah dengan bossku. Oh ya Bapa, aku ingin mengaku dosa."
"Ah. Aku senang, Anakku. Baiklah kalau kamu ingin mengaku dosa kita pergi ke tempat pengakuan dosa.
Pastor dan Laura masuk ke dalam ruangan kemudian Pastor masuk ke dalam ruang kecil dan Laura, dia duduk di luar ruangan.
Laura mulai pengakuan dosa dan Pastor mendengarnya dengak seksama.
Pastor terkejut mendengar pengakuan Laura.
"Benarkah kamu melakukannya?"
"Benar, Bapa. Maafkan aku, makanya aku dan bossku akan segerah menikah," sahut Laura dengan wajah tertunduk
"Semoga Tuhan mengampunimu, Anakku."
Selesai pengakuan dosa Laura dan Pastor kembali ke pastori, mereka berdua kembali berbincang-bincang.
Asik berbincang Laura menjadi lupa waktu, terdengar bunyi ponsel Laura.
Laura langsung menjawab telepon dari Kairos. Terdengar suara Kairos dari seberang telepon.
"Laura, kita sudah harus ke airport."
Laura terkejut dan melihat jam di tangannya.
"Kairos, kamu jangan menjemputku. Kita bertemu di airport saja, kalau kamu menjemputku kita bisa terlambat. Aku pakai taxi saja," sahut Laura
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kita bertemu di airport.
Terdengar telepon di tutup, Laura langsung pamit kepada Pastor dan dia berlari keluar dari gereja.
Laura langsung memanggil taxi dan taxi berhenti tepat di depan Laura.
Laura masuk ke dalam taxi dan meminta sopir untuk mengantarnya ke airport.
Sementara di rumah terlihat Kairos memasukkan koper ke dalam bagasi dan menyuruh Carissa masuk ke dalam mobil.
Kairos memeluk Acel dan Cella kemudian dia masuk ke dalam mobil duduk di samping Carissa.
Dean mengantar Kairos dan Carissa ke airport.
Cella dan Acel saling pandang lalu masuk ke dalam rumah.
"Rumah menjadi sepi tidak ada Carissa," ujar Cella sambil menggandeng lengan Acel dan berjalan menaiki tangga.
"Iya, pagi-pagi pasti akan terasa sepi tanpa teriakan Carissa," kata Acel dengan memegang tangan Cella yang berada di lengannya.
Cella masuk ke dalam kamarnya kemudian dia menghempaskan tubuhnya di ranjang.
Dia mengambil bantal dan menutupnya di wajah.
Sementara Acel, dia juga masuk ke dalam kamar dan berbaring, dia memikirkan Mecy.
Acel tersenyum saat mengingat dia dan Mecy berciuman di dalam mobil. Acel memegang bibirnya dan mengingat saat Mecy menggigit dengan lembut bibirnya.
"Aku benar-benar jatuh cinta kepada Mecy, semoga tidak ada halangan hubunganku dengannya," kata acel dalam hati kemudian dia memejamkan mata.
****
Akhirnya Kairos dan Carissa tiba di airport, Mereka berdua turun dari mobil kemudian Kairos membantu Dean mengeluarkan koper dari bagasi.
Mata Kairos melihat kesana-kemari mencari Laura, tapi dia tidak menemukan Laura.
Sementara di taxi Laura terlihat gelisah, sedikit-sedikit dia melihat jam di tangannya.
Dia meminta sopir taxi agar lebih cepat lagi.
"Kenapa aku bisa lupa waktu, ah ... aku bisa di marahi Kairos," ujar Laura dalam hati sambil matanya terus memandang kedepan.
Akhirnya dia tiba di airport, Laura langsung membayar taxi, dia tidak perduli dengan uang kembaliannya.
Laura langsung turun dari taxi kemudian dia berlari mencari Kairos dan Carissa.
Tiba-tiba Laura menabrak seorang wanita yang sedang berjalan bersama suaminya.
Laura terkejut dan menatap wanita dan pria itu.
"Maaf, Nyonya. Aku terburu-buru sampai tidak melihat Nyonya dan Tuan," ucap Laura dengan memohon.
Pasangan suami istri itu tersenyum
"Tidak apa-apa, Nona. Lain kali hati-hati ya," kata wanita itu dengan suara yang lembut kepada Laura.
"Iya Nyonya, sekali lagi aku minta maaf. Aku permisi."
Laura meninggalkan pasangan suami istri itu kemudian dia mengeluarkan ponsel dan menelepon Kairos.
Sementara pasangan suami istri itu tersenyum melihat kepergian Laura.
"Apakah kamu baik-baik saja, sayang?"
"Iya, Beb. Aku baik-baik saja."
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita temui anak-anak kita. Mereka pasti terkejut melihat kita berdua.
Pasangan suami istri itu masuk ke dalam mobil jemputan dan meninggalkan airport.
Sementara Kairos begitu gelisah menunggu Laura, sedikit-sedikit dia berdiri dan matanya mencari Laura.
Lalu ponselnya berbunyi, dia melihat panggilan dari Laura, Kairos langsung menjawab telepon itu dan menanyakan posisi Laura.
"Baiklah, kamu tunggu saja di situ nanti aku dan Carissa saja yang kesana," ujar Kairos kemudian dia menutup teleponnya.
Kairos mengajak Carissa menemui Laura, Kairos berjalan sambil mendorong troli.
Carissa melihat Laura lalu dia berlari menghampiri Laura.
"Laura kenapa kamu lama sekali?" tanya Carissa sambil memegang tangan Laura
"Iya, Maaf. Tadi aku pergi ke gereja, aku pamitan sama Pastor.
"Oh ...," gumam Carissa
Kairos mengajak mereka masuk untuk check in.
Mereka masuk dan check in kemudian Kairos, Laura dan Carissa pergi ke Imigrasi. Mereka mendapatkan stamp di paspor mereka kemudian mereka bertiga pergi ke ruang tunggu.
Tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam pesawat, Kairos membeli tiket bussines class.
Pesawat take off, Laura dan Carissa duduk bersampingan, Laura mengatur tempat duduk Carissa menjadi tempat tidur lalu Carissa berbaring.
Kairos tersenyum melihat Laura dan Carissa kemudian dia memejamkan mata.
****
Alkhirnya Kairos, Laura dan Carissa tiba di airport Seokarno Hatta. Mereka di jemput oleh sopir perusahaan.
Kairos meminta untuk mengantar mereka ke apertemen milik orang tuanya.
Sopir perusahaan mengantar mereka ke apartemen. Mereka tiba lalu sopir membantu Kairos menurunkan koper mereka dan membawanya masuk ke apartemen.
Kairos memberikan tip kepada sopir kemudian dia menyuruh Laur dan Carissa masuk.
Kairos mengkat koper dan membawanya ke lantai dua di ikuti Carissa dan Laura.
Carissa membuka kamar kemudian dia melihat foto Carlos dan Jessica yang terpakang di dinding.
"Kairos, ini foto papa dan mama waktu masih mudah ya?" tanya Carissa sambil memperhatikan foto Jessica dan Carlos yang lagi berpelukan.
Kairos tersenyum lalu dia membelai rambut Carissa.
"Iya, Sayang. Itu foto papa dan mama," jawab Kairos sambil tersenyum. Dia juga memperhatikan foto Jessica dan Carlos.
"Seandainya papa dan mama masih hidup, mereka pasti akan senang melihat aku menikah."
Laura memperhatikan raut wajah Kairos, dia juga melihat foto Jessica dan Carlos. Lalu dia teringat saat di airport.
Laura terus memperhatikan foto Jessica,
"Dia mirip sekali dengan wanita yang aku tabrak di airport, ah ... itu hanya kebetulan saja. Tidak mungkin dia mama dari Kairos. Mereka kan sudah meninggal," kata Laura dalam hati kemudian dia berbaring di samping Carissa.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terim kasih
__ADS_1
Jangan lupa baca juga Mencintai Bodyguardku