End Of Love

End Of Love
EOL 13


__ADS_3

Jam istirahat Jessica memilih diam di kelas sambil membaca buku, Jessica tidak merasa lapar karena sebelum ke sekolah dia dan Carlos sarapan bersama. Jessica senang membaca buku makanya Carlos sering membelikan buku untuknya. Lagi asik membaca, Guru wali kelasnya masuk.


“ Jessica kamu di tunggu Guru olahraga di ruang kesehatan.” Kata Bu Endang


“ Sekarang bu?”


“ Iya sekarang Jessica.”


“ Baik bu .” Kata Jessica sambil berdiri dan keluar dari kelas.


Jessica pergi ke ruang kesehatan, sampai di ruang kesehatan dia melihat ada Tini , Guru olahrga serta seorang pria di dalam ruangan. Jessica masuk dan menghampiri Tini, Pak Guru melihat ke arah Jessica dan tersenyum. Jessica berbisik kepada Tini.


“ Ada apa Tin?”


“ Aku gak tau Jess.” Jawab tini pada Jessica sambil tersenyum


Pak guru bersama pria itu mendekati Jessica dan Tini


“ Jessica Tini ini Coach Soni dia pelatih voli.” Kata Guru olah raga. Jessica dan Tini menyalami Coach Soni.


“ Coach.” Panggil Pak Guru, mereka berdua ini yang saya bicarakan itu.


Jessica dan Tini saling pandang dan mengangkat bahu.


“ Jessica Tini, Pak Guru menceritakan pada Coach tentang kamu berdua karena kebetulan Coach Soni lagi mencari pemain. Karena bulan depan ada pertandingan voli antar Bank , jadi Bapak merekomendasikan kalian berdua.” Kata Guru olahraga pada Jessica dan Tini


“ Iya benar apa yang di katakan pak guru kalian,” Kata Coach Soni sambil tersenyum. “ Kalian mau?” Tanya Coach.


“ Tapi aku belum hebat Pak.” Jawab Jessica


“ Saya juga Pak.” Sambung Tini.


“ Jangan pikirkan itu, nantikan ada latihan. Jessica tingginya berapa?” Tanya Coach


“ Dulunya ngukur 165 Pak, gak tau sekarang.” Jawab Jessica sambil tersenyum.


“ Coba kesini ukur tinggi badan kamu.” Kata Pak guru. Jessica berdiri dan bersandar di dinding yang ada ukuran tinggi badan dan Pak guru mengukur tinggi badan Jessica.


“ Tingginya 168 cm.” Kata Guru olahraga


“ Lumayan tinggi, umur kamu sekarang berapa Jess?” Tanya Coach lagi


“ Lima belas Coach.”


“ Hah lima belas?” Kata Coach sambil mengerutkan dahinya. “ Umur lima belas tahun dengan tinggi badan 168 itu sudah termasuk tinggi dan itu pasti akan bertambah tinggi lagi. Apalagi kamu sering olahraga.” Kata Coach


“ Aduhh, jangan sampai dech Coach, kalau terlalu tinggi gak ada cowok yang mau.” Canda Jessica sambil tertawa.


Coach dan Guru ikut tertawa. Tinipun ikut tertawa sambil menepuk bahu Jessica.


“ Kalau Tini tingginya berapa.” Tanya Coach


“ 170 Coach.” Jawab Tini


“ Tinggi ya, umur berapa sekarang.?”


“ Aku umur 16 Tahun Coach.” Jawab Tini


“ Ohh lebih tua setahun dari Jessica ya.” Kata Coach sambil tersenyum.


“ Begini kalau kalian berdua berminat, sebentar sore akan ada latihan di gedung S. Kalian boleh datang kesana, dan aku berharap kalian berdua bisa bergabung karena aku masih kekurangan pemain.” Kata Coach lagi pada Jessica dan Tini


“ Baik Coach.” Jawab Jessica dan Tini.


Jessica dan tini meninggalkan ruang kesehatan, dan kembali kekelas masing masing karena jam istirahat sudah selesai.


Jessica masuk ke kelas dan menghadap Guru walinya. “ Maaf Bu terlambat masuk.” Kata Jessica pada Bu Endang.

__ADS_1


“ Tidak apa apa Jessica, duduk sana.” Kata Bu Endang sambil tersenyum.


Jessica berjalan ke mejanya dan duduk, Lia memandang Jessica dengan heran. Jessica mengangkat kedua keningnya menatap Lia.


“ Kenapa melihat ku begitu.” Tanya Jessica dengan suara berbisik.


“ Kamu dari mana, kenapa telat masuk? Tanya Lia


“ Tadi aku di ruang kesehatan sama Guru olahraga.”


“ Ngapain disana.” Bisik Lia.


“ Ichh, mau tau aja.” Ledek Jessica pada Lia


“ Ahh, dasar.” Kata Lia sambil tertawa cekikan dan Jessicapun ikut tertawa


Jam sekolah usai, Jessica memasukan buku ke dalam tasnya. Dan Andrew menghampiri Jessica sambil duduk di atas meja. “ Jess tadi kamu kemana? tadi aku bawain minum tapi kamu gak di kelas.” Kata Andrew


“ Tadi aku keruang kesehatan.”


“ Kenapa? Kamu sakit?” Tanya Andrew.


“ Nggak, tadi Guru olahraga memanggil aku dan Tini ke ruang kesehatan.


“ Memangnya ada apa?” Tanya Andrew penasaran dan Jessica menjelaskan semua pada Andrew. “ Ohh begitu, terus kalian mau pergi?" Tanya Andrew lagi.


“ Tergantung Tini, kalau tini mau aku juga mau.” Jawab Jessica sambil duduk di kursi.


Tiba tiba Tini masuk kedalam kelas.


“ Hi Jess hi Ndrew.” Sapa Tini pada Jessica dan Andrew


“ Hi Tini.” Balas Andrew


“ Jess gimana mau pergi.?”


“ Kita coba aja yukk.”


“ Ok, jam berapa kita kesana?” Tanya Jessica


“ Bagaima kalau jam empat aja.”


“ Ok kalau begitu kita pulang dulu.” Kata Jessica. Dan mereka bertiga berjalan menuju gerbang sekolah, Tini sudah mendapat jemputan. Sedangkan Jessica dan Andrew pulang bersama.


Andrew mengantar Jessica sampai depan lobby


“ Makasi ya Ndrew.” Kata Jessica


“ Iya sama sama, nanti sebentar aku anterin ya.”


“ Tidak merepotkanmu.?”


“ Untuk seorang Jessica kemanapun aku anterin.” Canda Andrew sambil terseyum nakal.


“ Dasar.” Kata Jessica sambil mendorong pelan wajah Andrew dan Andrewpun tertawa.


“ Jangan lupa jam empat ya.” Kata Jessica lagi


“ Siap bu boss.” Kata Andrew dan Jessica langsung tertawa, dan mencubit perut Andrew


“ Auww, sakit Jess.” Rintih Andrew dan Jessica tertawa dan akhirnya Andrew pergi.


Jessica masuk ke dalam apartemen. Dia langsung menuju ke kamar, dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Selesai mandi dia kembali ke kamar, dia membuka lemari dan mencari celana trainingnya. “ Ah ini dia.” Gumam Jessica dalam hati. Dia mengambil trainingnya dan meletakkannya di atas tempat tidur.


Jessica keluar kamar dan pergi ke dapur, dia mengambil mesin juicer dan membuat juice semangka di mix dengan jeruk nipis. “ Udara panas jadi perlu yang segar segar.” Katanya dalam hati.


Selesai membuat juice dia kembali ke atas dan meletakkan juicenya di atas meja, dan masuk ke kamar kemudian mengambil handphonenya dan mengirim pesan pada Carlos.

__ADS_1


“ hi Carlos, aku akan pergi latihan voli. Mungkin aku akan pulang telat.” Sambil memberikan emoticon smile, Jessica mengirimkan pesannya. Sambil menunggu balasan dari Carlos, Jessica mengganti pakainnya. dia memakai celana training dan kaos.


Jessica kembali memeriksa handphonenya, melihat kalau pesannya sudah di bacah Carlos atau belum. “ Hmmm belum dibaca, mungkin Carlos lagi sibuk. “ Katanya dalam hati.


Jessica melihat jam di meja. “ Hmm, sudah mau jam empat.” Jessica mengambil sepatu dan memakainya, lalu dia meminum juicenya sampai habis, dia mengambil tas punggungnya dan turun ke lobby.


Sampai di lobby Andrew belum datang, Jessica duduk dan memeriksa handphonenya, melihat kalau pesannya sudah di baca atau belum, tapi masih belum di baca juga.


Terdengar bunyi klakson di luar, Jessica berdiri berjalan ke arah Andrew. Jessica naik ke atas motor, dan mereka berdua pergi ke gedung olahraga. Sampai digedung olahraga Jessica turun dari motor dan Andrew memarkir motornya kemudian dia merapikan rambutnya dan berjalan ke arah jessica.


Jessica tersenyum menatap Andrew, mereka berdua masuk ke dalam Gedung. Jessica mencari Tini tapi Tininya belum datang, di dalam hanya ada beberapa orang saja. Coachnya juga belum kelihatan. Jessica dan Andrew duduk di bangku sambil menunggu Tini, dan Andrew melihat Tini masuk dari pintu seberang.


“ Jess itu Tini.” Kata Andrew sambil menunjuk ke arah Tini.


Jessica melambaikan tangan pada Tini. Tini berlarian menghampiri Jessica dan Andrew.


“ Hi, kalian sudah dari tadi?” Tanya Tini.


“ Nggakk kita juga baru sampai kok.” Jawab Jessica. “ Sepertinya Coachnya belum juga datang Tin.” Kata Jessica


“ Kalau begitu kita tunggu aja.” Kata Tini dan Jessica menganggukan kepala.


Tidak lama kemudian coach Soni datang , dia datang bersama beberapa pemain. Coach melihat Jessica dan Tini. Coach memanggil mereka berdua, dan mereka menghampiri coach. Mereka bersalaman dengan coach.


Coach memperkenalkan Jessica dan Tini pada rekan yang lainnya sambil bersalaman.


Kemudian coach memberikan briefing kepada mereka. Selesai briefing mereka masuk kelapangan, Jessica melihat Andrew dan menunjuk tas punggungnya. Andrew mengambil tas itu dan memberikannya pada Jessica, Jessica melepaskan jam tangannya dan memasukan ke dalam tas, dan memberikan kembali tasnya pada Andrew dan Andrew kembali duduk.


Coach membagi mereka menjadi dua tim untuk saling berhadapan. Kali ini coach tidak memberikan latihan tapi langsung disuruh bermain. Tim Jessica yaitu Tini, Maya , Etha , Fanya dan Angel.


Coach memberikan bola kepada tim lawan, dan tim lawan melakukan service. Fanya menerima bola dan langsung mengumpan bola pada Tini, dan Tini melakukan pukulan smash tapi masih diterima oleh tim lawan. Tim lawan memberikan umpan pada rekannya dan rekannya melakukan smash, Jessica dan Angel melompat untuk melakukan block tapi bolah jatuh ke dalam area mereka sendiri.


Tim lawan masih melakukan service, dan bola di terima Tini, Tini bermaksud mengumpan bola pada Maya tapi langsung di sambar oleh Jessica dengan pukulan smash yang kencang, dan bola jatuh tepat ditengah area lawan.


Mereka saling menunjukan kehebatan mereka masing masing, coach memperhatikan cara mereka bermain. Tapi dia lebih kagum melihat Tini dan Jessica, mereka begitu semangat.


Coach menyudahi permainan dan menyuru mereka berkumpul.


“ Untuk hari ini cukup, kita lanjutkan besok.” Kata coach dan mereka membubarkan diri. Tini dan Jessica berjalan ke arah Andrew, tapi coach memanggil mereka berdua.


Jessic dan Tini menghampiri coach.


“ Besok kalian berdua datang lagi ya, aku suka melihat cara kalian bermain.” Kata coach pada Jessica dan Tini


Jessica dan Tini saling pandang dan tersenyum. “ Sekarang kalian boleh pulang, sudah mau malam.” Kata coach.


Jessica dan Tini pergi dan menghampiri Andrew yang sedari tadi menunggu mereka berdua.


“ Ayo pulang Ndrew.” Ajak Jessica pada Andrew


Andrew berdiri dan berjalan di belakang Jessica dan Tini. Sampai di parkiran mereka berpisah, Andrew dan Jessica kembali ke apartemen.


“ Thanks ya Ndrew sudah mau menemaniku hari ini.” Kata Jessica


“ Iya sama sama, aku pulang ya Jess…”


“ Iya Ndrew hati hati ya.” Kata Jessica sambil tersenyum


“ Iya...Sayang.” Canda Andrew sambil mengedipkan mata kirinya pada Jessica dan pergi.


Jessica tersenyum dan masuk ke dalam apartemen.


Selamat membaca


Terima kasih bagi yang masih setia menanti cerita ini.


Salam

__ADS_1


__ADS_2