
Carrisa sangat senang melihat Laura dan Kairos sudah kembali, dia berlari menyambut Laura.
"Laura aku sangat rindu padamu," ucap Carissa dengan memeluk Laura.
"Aku juga rindu padamu," balas Laura dengan menggendong Carissa lalu mereka masuk ke dalam.
Jessica mencium kedua pipi Laura, lalu mereka duduk di ruang santai. Carlos datang dan ikut bergabung dengan mereka.
"Bagaimana bulan madu kalian?" tanya Jessica kepada Kairos dan Cella.
"Um, bulan madunya bagus, Mam. Apalagi tempatnya sangat indah," sahut Kairos sambil memegang tangan Laura.
"Mama senang mendengarnya, kalau begitu kalian istirahat saja. Kamu dan Laura pasti lelah."
Kairos dan Laura tersenyum kemudian mereka berdua berdiri.
"Baiklah,Mam. Kalau begitu aku dan Laura ke kamar dulu," ujar Kairos lalu Jessica menganggukan kepala.
Kairos dan Laura meninggalkan Jessica dan Carlos juga Carissa. Mereka berdua pergi ke kamar.
Sedangkan Jessica dan Carlos mereka berdua berbincang di ruang santai.
"Aku harap Laura segera hamil, aku ingin rumah ini ada bayi lagi," canda Carlos lalu Jessica tertawa.
"Aku juga berharap begitu. Oh ya, Cella dan Joe juga ingin segera menikah."
Carlos menatap Jessica dan mengkerutkan dahinya.
"Mengapa dia ingin cepat menikah? Apakah dia hamil?" tanya Carlos dengan heran.
"Cella tidak hamil, dia dan Joe belum melakukan hubungan itu. Hanya mereka ingin menikah saja supaya sudah ada ikatan,"
"Oh begitu," gumam Carlos lalu Jessica menganggukan kepala.
"Kapan mereka akan menikah?" tanya Carlos lagi.
"3 bulan lagi," sahut Jessica dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, kamu atur saja," ujar Carlos kemudian dia berdiri dan mengajak Carissa ke kamarnya.
Jessica juga berdiri dan pergi ke kamar.
****
Laura terbangun saat dia meraskan lehernya di cium oleh Kairos, dia membuka matanya dan menatap Kairos.
"Hi, selamat pagi," ucap Laura dengan memegang pipi Kairos.
"Selamat pagi, Sayang," balas Kairos dengan mengecup bibir Laura.
"Maaf, aku bangun kesiangan. Pasti mama sudah selesai siapkan sarapan ya."
Kairos tersenyum dan membelai pipi Laura.
"Tidak apa-apa, Sayang. Ayo kita sarapan," ajak Kairos dengan menarik tangan Laura.
Saat Laura berdiri dia merasa pusing, Laura kembali berbaring dan memejamkan matanya.
"Apakah kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Carlos dengan khawatir.
"Aku merasa pusing," sahut Laura dengan memegang tangan Kairos.
"Kalau begitu kita ke dokter sekarang, sebentar aku ganti pakaianku."
Kairos berdiri kemudian dia mengganti pakaiannya, begitu juga dia mengambil pakaian Laura dan memakaikannya kepada Laura.
"Ayo, Sayang." Kairos membantu Laura berdiri .
"Apakah kamu bisa berjalan?" tanya Kairos dengan membelai rambu Laura.
"Iya, aku bisa," sahut Laura kemudian dia berdiri dan menggandeng tangan Kairos.
Mereka berdua keluar dari kamar dan turun.
Jessica melihat Kairos dan Laura kemudian dia terssenyum.
"Ayo kita sarapan,"
"Mam, aku dan Laura tidak akan sarapan. Aku akan mengantat Laura ke dokter," ujar Kairos sambil berjalan.
"Apakah Laura sakit?" tanya Jessica sambil menghampiri Laura. Dia melihat wajah Laura begitu pucat.
"Iya, Mam. Dia merasa pusing, makanya aku ingin mengantar dia ke dokter."
Jessica tersenyum dan memegang pipi Laura.
"Jangan-jangan kamu lagi hamil," canda Jessica lalu Kairos membelalakkan mata.
"Benarkah, Mam?" tanya Kairos sambil memperhatikan Laura.
Carlos mendengar percakapan Jessica dan Kairos, dia berdiri dan menghampiri Jessica.
"Apa? Laura hamil?" tanya Carlos, tampak wajahnya sangat bahagia.
__ADS_1
"Aku hanya menduga saja, Beb, kita periksa ke dokter saja,"
" Iya, kalau begitu kita ke dokter sekarang. Ayo."
Jessica tertawa melihat Carlos yang begitu antusias. Jessica pergi ke kamar dan mengganti pakaiannya, begitu juga Carlos, dia mengganti pakaiannya.
Mereka masuk ke dalam mobil lalu Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke klinik.
Mereka tiba di klinik lalu Kairos mendaftarkan Laura.
Laura dan Jessica duduk dan memperhatikan Kairos yang sedang mendaftatkan Laura.
"Mudah-mudahan saja kamu hamil," ujar Carlos dengan tersenyum.
Laura tersenyum kepada Carlos, dia juga berharap dia hamil.
Kairos selesai mendaftakan Laura kemudian dia duduk di samping Laura. Dia memegang tangan Laura dan menciumnya.
Tidak lama kemudian petugas menyuru Laura masuk.
Kairos dan Laura berdiri kemudian masuk ke ruangan. Jessica dan Carlos juga ikut masuk. Mereka tidak mau ketinggalan melihat Laura di usg.
Laura duduk di ikuti Jessica, sedangkan Kairos dan Carlos berdiri. Dokter meminta Laura untuk berbaring, Kairos membantu Laura berdiri dan mengantar Laura ke tempat tidur.
Laura berbaring kemudian dokter duduk di dekat tempat tidur. Dia mengangkat kaos Laura dan mengoleskan gel di atas perut Laura.
Dokter menjalankan mesin usg di perut Laura sambil pandangannya di monitor. Dia terus menggerakkan usg itu kemudian di tersenyum.
Dokter membersihkan sisa gel di perut dan menyuruh Laura untuk duduk.
Laura bangun kemudian dia turun dari tempat tidur di bantu Kairos.
Laura kembali duduk di samping Jessica.
"Bagaimana, Dok?" tanya Jessica dengan penasaran.
" Dia sedang hamil dan usia kehamilannya sudah masuk tiga bulan.
Kairos membelalakan matanya kemudian dia memeluk Carlos.
"Pap, aku akan memilik anak," ucap Kairos dengan gembira.
"Iya, Kairos. Papa juga akan memiliki cucu." mereka berdua saling berpelukan.
Jessica memeluk Laura dan mencium pipi Laura.
"Kami sangat bahagia mendengar kamu hamil," ujar Jessica dengan bahagia.
Dokter memberikan vitamin untuk Laura kemudian Kairos menyelesaikan administrasi.
Kairos langsung mengantar Laura ke kamar. Sedangkan Jessica menyiapkan sarapan untuk Laura.
Acel datang dan langsung menyapa Jessica.
"Hi, Mam. Bagaimana dengan Laura? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Acel sambil mengambil gelas.
"Iya, Sayang. Laura baik-baik saja, dia sedang hamil," jelas Jessica kepada Acel.
Acel membelalakkan mata dan menatap Jessica.
"Benarkah, Mam?"
“Iya, Acel. Laura sedang hamil, sebentar lagi kamu akan memiliki keponakan,” ujar Jessica dengan memegang kedua tangan Acel.
Acel tertawa kemudian dia memelik Jessica dengan erat.
“Aku senang sekali, Mam. Aku akan pergi ke kamar Kairos.” Acel langsung bergegas pergi ke kamar Kairos, dia mengetuk pintu. Pintu terbuka kemudian Acel langsung masuk.
Acel duduk di sisi tempat tidur dan memegang tanga Laura.
“Akhirnya aku akan memiliki keponakan,” ujar Acel sambil tersenyum kepada Laura. “Kamu harus menjaga keponakan dengan baik, ok!”
Laura tertawa dan memukul lengan Acel, dia bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur.
“Tentu saja aku akan menjaga keponakanmu ini,” canda Laura dengan memegang perutnya.
Kairos tersenyum melihat Acel dan Laura kemudian dia menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur. Kairos membelai perut Laura.
“Aku sangat bahagia, sebentar lagi aku akan memiliki anak,” ujar kairos kemudian dia mengecup kening Laura.
“Baiklah kalau begitu, aku ke kamarku dulu ya,” pamit Acel kemudian dia berdiri sambil menepuk punggung Kairos.
“Jangan kalah sama Cella,” canda Kairos lalu Acel dan Laura tertawa.
“Tenang saja, Kakaku.” Acel balik bercanda sambil berjalan keluar dari kamar Kairos.
Kairos tertawa kemudian dia menatap Laura dan memegang tangan Laura.
“Sebentar, aku ambilkan sarapanmu,” ujar Kairos sambil berdiri dan Laura menganggukan kepala.
Kairos keluar dari kamar dan pergi mengambil sarapan untuk Laura. Dia pergi ke ruang makan dan melihat Jessica sedang mengatur sarapan untuk Laura. Jessica melihat Kairos kemudian dia tersenyum.
“Sayang, ini sarapan untuk Laura. Kamu bawah saja ke kamar.”
__ADS_1
Kairos mengambil makanan yang di siapkan Jessica.
“Terima kasih Mamaku, Sayang,” canda Kairos lalu Jessica mencubit pinggang Kairos.
Kairos tertawa lalu dia meninggalkan Jessica dan kembali ke kamarnya. Kairos masuk lalu dia meletakkan sarapan Laura di meja. Dia mengambil mangkok yang berisikan sop dan menyuapi Laura.
Semenjak Laura hamil Jessica sangat memanjakan Laura, dia tidak mengijinkan Laura membantunya di dapur.
***
Carlos dan Jessica mendapat undangan makan malam dari Tuan Arnets dan istrinya, Jessica dan Carlos bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua Joe.
Jessica pergi ke kamar Cella, dia masuk dan melihat Cella sedang bersiap-siap. Jessica menghampiri Cella dan membelai rambut Cella.
“Kamu belum selesai, Sayang?”
“Sebentar lagi, Mam,” sahut Cella sambil mengatur rambutnya.
“Baiklah, Sayang. Mama tunggu di bawah ya,”
“Iya, Mam.” Ujar Cella dengan memeluk Jessica.
Jessica turun dan pergi ke kamarnya, dia mengambil tas lalu menunggu Cella di ruang santai. Carlos duduk di samping Jessica dan memegang tangan Jessica.
“Kamu cantik sekali,” puji Carlos dengan mengecup tangan Jessica.
“Terima kasih, Beb,” ucap Jessica dengan tersenyum dan memegang pipi Carlos. “Kamu juga sangat tampan,”
“Ah, Sayang. Aku sudah tua, sedangkan kamu masih terlihat sangat muda,” canda Carlos lalu Jessica tertawa dan mengecup bibir Carlos.
“Sekalipun kamu sudah tua, aku akan selalu mencintaimu,”
Carlos tersenyum dan memegang kedua pipi Jessica.
“Terima kasih, Sayang. Aku juga mencintaimu.”
Mereka berdua saling berpelukan lalu Cella datang dan mengajak Carlos dan Jessica untuk pergi. Carlos menyetir mobil sedangkan Jessica di samping Carlos dan Cella di belakang.
Mereka tiba di kediaman orang tua Joe. Carlos turun dan membukakan pintu untuk Jessica dan Cella.
Jessica dan Cella turun. Carlos mengetuk pintu lalu pintu terbuka.
Tuan Arnets dan istrinya menyambut Carlos dan Jessica juga Cella, Tuan Arnets mengajak mereka untuk masuk. Mereka langsung menuju ke ruang tamu, Tuan Arnets dan istrinya menyuruh Carlos dan Jessica untuk duduk, kemudian dia masuk ke dalam menuju ke ruang makan.
Istri Tuan Arnets meminta pelayan untuk menyiapkan makanan di meja, kemudian dia naik ke atas memanggil Joe.
Joe dan istri Tuan Arnets turun menemui Carlos, Jessica dan Cella. Joe menyalami Jessica dan Carlos lalu dia mengajak Cella untuk pergi ke kolam renang. Mereka berdua duduk di kolam renang lalu berbincang-bincang.
Sementara di dalam rumah Carlos, Jessica dan Tuan Arnets juga istrinya berbincang tentang pernikahan Cella dan Joe.
“Jadi kalian sudah tentukan tanggal pernikaha Joe dan Cella?” tanya Carlos kepada Tuan Arnets dan istriinya.
“Untuk tanggal kami serahkan kepada Joe dan Cella saja, biarkan mereka yang menentukan,” sahut Tuna Arnets sambil tersenyum kepada Carlos dan Jessica.
“Baiklah kalau begitu, nanti kita tanyakan kepada mereka berdua,”
‘Iya, Tuan Carlos. Kalau begitu kita makan dulu.”
Mereka berdiri dan pergi ke ruang makan, Istri Tuan Arnets pergi memanggil Cella dan Joe untuk makan malam. Mereka pergi ke ruang makan kemudian duduk.
Mereka masing-masing membuka piring lalu Tuan Arnets mempersilahkan Carlos dan Jessica mengambil makanan lebih dulu. Carlos dan Jessica tersenyum dan mengambil makanan di ikuti Tuan Arnets dan istrinya. Cella dan Joe juga mengambil makanan.
Sambil makan mereka berbincang-bincang lagi tentang pernikahan Cella dan Joe.
“Jadi, Joe. Kapan kamu dan Cella akan menikah?” tanya Carlos sembari menyuap makanan ke dalam mulutnya.
“Aku dan Cella sudah menetukan tanggal pernikah kita berdua,” sahut Joe
“Oh ya? Kapan?” tanya Tuan Arnets
“Akhirn bulan ini tanggal 28,” jawab Joe dengan tersenyum dan menatap Cella.
“Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengurus semua dokumen-dokumen untuk pernikaha kalian,” ujar Jessica.
“Terima kasih, Nyonya Jessica,” ucap Istri Tuna Arnets
“Sama-sama, Nyonya.”
Selesai makan mereka kembali berbincang-bincang, terdengar tawa Carlos dan Jessica saat Tuan Arnets bercanda.
Akhirnya Carlos dan Jessica berpamitan kepada Tuan Arnets dan istrinya, sedangkan Cella masih tinggal dan akan di antar oleh Joe.
Jessica dan Carlos pulang, mereka tiba di rumah dan masuk. Mereka berdua langsung menuju kamar, Jessica melepaskan gaunnya kemudian dia mengambil handuk dan mandi, begitu juga dengan Carlos. Dia masuk ke kamar mandi dan mandi bersama Jessica.
Selesai mandi mereka berdua berbaring di tempat tidur, Jessica meletakkan kepalanya di dada Carlos.
“Kalau Cella menikah, pasti dia akan tinggal bersama Joe. Dia tidak akan tinggal bersama kita,”
“Tentu saja, Sayang. Dia pasti akan tinggal bersama Joe.”
Jessica menarik napas panjang, dia merasa berat kalau Cella akan tinggal bersama Joe. Jessica memejamkan mata dan tidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Selamat membaca