
Menjelang malam Kairos mengajak Nasya untuk makan di luar, Nasya dan Kairos pergi ke salah satu restoran terkenal di surabaya.
Nasya dan Kairos masuk ke restoran, pelayan menyambut mereka berdua dan mengantar mereka ke meja.
Kairos dan Nasya duduk lalu pelayan memberikan buku menu kepada mereka berdua. Kairos memperhatikan restoran itu banyak pengunjungnya.
"Pasti makanan di sini lesat-lesat," ujar Kairos kemudian dia kembali melihat menu.
Nasya melihat-lihat menu lalu dia memesan makanan kepada pelayan.
“Aku pesan steak dan kentang saja,”
“Minumnya?” tanya pelayan sambi menulis pesanan Nasya
“Lemon tea saja,” sahut Nasya sambil memberikan buku menu kepada pelayan lalu dia menatap Kairos yang masih melihat-lihat menu.
“Aku juga steak dan kentang, terus minumnya aku ingin orange juice saja.” Sambil tersenyum Kairos memberikan buku menu kepada pelayan.
Kairos dan Nasya saling bertatap mata tapi Nasya begitu cepat mengalihkan pandangannya, dia tidak tahan dengan tatapan Kairos.
“Terima kasih mau menemaniku makan malam,’ ucap Kairos dengan tersenyum
“Sama-sama,” balas Nasya
“Bagaimana kalau aku meminta papa kamu yang membatalkan pernikahanmu?”
“Tapi Kairos, papaku tahu kalau Rayhan yang menghamiliku. Aku tidak ingin papa marah padaku,” sahut Nasya dengan wajah memohon kepada Kairos.
“Aku akan berterus terang kepada papa kamu, dan aku rasa dia tidak akan marah,”
“Please, Kairos.” Nayla memohon kepada Kairos, “biarkan aku saja yang bicara kepada Rayhan,”
“Nasya. Semakin cepat orang tuamu tahu itu lebih bagus, apakah kamu akan mengatakannya di saat pernikahanmu sudah dekat? Atau bagaimana kalau kita ke Jakarta tanpa sepengetahuan orang tuamu dan Rayhan?”
“Jangan seperti itu Kairos, aku janji akan mengatakan kepada Rayhan,” mohon Nasya lagi.
“Baiklah, aku beri kamu kesempatan tiga hari,” ujar Kairos lalu pesanan mereka datang.
Kairos dan Nasya makan, Kairos makan begitu lahap sedangkan Nasya dia tidak bisa makan karena memikirkan apa yang harus dia katakan kepada Rayhan. Kairos memperhatikan makanan Nasya hanya di sentuh sedikit.
“Mengapa kamu tidak makan?”
“Aku makan,” ujar Nasya sambil memotong daging steak dan memasukkan ke dalam mulutnya.
Kairos mengangkat keningnya kemudian dia melanjutkan makannya. Nasya tidak menghabiskan makannya.
__ADS_1
Kairos selesai makan dan memperhatikan makanan Nasya tidak habis, lalu dia menyedot orange juice dan menatap Nasya.
“Jangan terlalu di pikirkan,” ujar Kairos sambil memberi isyarat kepada pelayan untuk membawa nota pesanan mereka.
Pelayan membawa nota lalu dia berikan kepada Kairos. Kairos mengambil nota itu dan melihat jumlah yang harus di bayar, dia mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu kemudian dia berikan kepada pelayan. Kairos berdiri dan mengajak Nasya pulang.
Kairos dan Nasya masuk ke mobil lalu langsung pulang ke tempat Kairos, sepanjang jalan mereka berdua hanya saling diam. Nasya memandang keluar jendela sambil berpikir.
Kairos dan Nasya tiba lalu masuk ke rumah, Kairos langsung menuju ke kamar dia melepaskan pakaiannya dan pergi mandi. Sedangkan Nasya, dia duduk di depan tv dan menyalakan tv. Dia mencari siaran yang bagus tapi Nasya tidak menemukan siaran yang dia sukai.
Tidak lama kemudian Kairos keluar dari kamar menemui Nasya, dia memperhatikan Nasya yang terlihat tidak tenang. Kairos duduk di samping Nasya dan memegang perut Nasya, dia ingin mencurahkan kasih sayang sama seperti dia berikan kepada Laura saat Laura masih dalam kandungan.
“Aku sudah katakan padamu, jangan terlalu di pikirkan. Nanti berpengaruh kepada anak kita,” ujar Kairos dengan suara pelan.
Nasya hanya menganggukkan kepala, dia membiarkan Kairos mengecup perutnya. Kairos berdiri dan menarik tangan Nasya lalu mengajaknya ke kamar. Kairos duduk di sisi tempat tidur sedangkan Nasya berdiri di depan Kairos.
Kairos menarik Nasya lebih dekat dengannya kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Nasya dan membenamkan wajahnya di perut Nasya. Nasya hanya diam dan memejamkan matanya, dia merasakan Kairos mengecup berulang kali perutnya.
“Ayo naik ke tempat tidur, kamu harus biasakan tidur denganku sampai anak kita lahir. Kalau dia sudah lahir terserah padamu, kamu mau tetap tidur bersamaku silahkan atau kamu mau tidur di kamar lain tidak masalah bagiku,” ujar Kairos sambil berbaring di tempat tidur.
Nasya naik ke tempat tidur kemudian dia berbaring di samping Kairos, kembali dia merasakan tangan Kairos berada di atas perutnya. Nasya memejamkan mata dan mencoba untuk tidur.
***
Amerika
Carlos mondar-mandir di ruang kerjanya, sedikit-sedikit dia melihat ke cctv. Pistol tidak pernah lepas dari tangannya, dia selalu siap siaga. Kembali dia memperhatikan cctv, dia melihat mobil Mike masuk ke pekarangan rumah. Carlos menyelipkan pistol di pinganggan dan keluar dari ruang kerjanya.
Carlos membuka pintu dan menyuruh Mike masuk, mereka berdua langsung menuju ke ruang kerja. Mike langsung duduk di ikuti Carlos.
“Apakah ada kabar?” tanya Mike sambil mengeluarkan pistol yang di selipkan di pinggangnya.
“Diego dan anak Tuan Rolland sedang mencari Acel dan Mecy,”
“Oh ya? untung saja mereka berdua sudah di Spanyol,” ujar Mike sambil tertawa.
“Kita harus berhati-hati, bisa saja mereka mengincar kita berdua,”
“Iya. kamu benar, Carlos.”
Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan di depan. Carlos dan Mike langsung berdiri dan mengambil pistol.
Carlos membuka lemari dan mengambil senjata laras panjang.
Dia dan Mike langsung keluar dari ruang kerja. Carlos dan Miker naik ke atas dan mengintip dari balik jendela.
__ADS_1
Carlos mengeluarkan ponsel dan menghubungi Charlie. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Charlie.
"Hi, Carlos. Apakah sudah ada perkembangan?"
"Rumahku diserang, Charlie. Kamu di mana sekarang?" tanya Carlos sambil matanya terus mengawasi.
"Aku lagi di kantor, aku ke sana sekarang."
Terdengar telepon di tutup kemudian Carlos memasukkan ponsel ke saku celana.
Carlos mengajak Mike turun dan pergi keluar, Carlos mengisyaratkan kepada Mike agar Mike ambil jalan memutar.
Dengan jalan membunkuk dan pistol di tangan yang siap membidik, Carlos dan Mike berpisah.
Carlos berlari perlahan kemudian dia melihat seseorang sedang berlari di halaman mencari tempat perlindungan. Carlos langsung menembak orang itu dan orang itu tersungkur.
Carlos berlari dengan cepat berlindung di balik pohon, matanya melihat sana-sini. Dia belari pindah ke pohon yang lain kemudian dia jongkok dan terus mengawasi.
Sedangkan Mike dia berlari arah ke depan, dia menuju ke pekarangan. Terdengar bunyi temban lalu Mike melompat dan berguling di tanah.
Mike melepaskan tembakan lalu mengenai dada orang itu. Mike langsung berlindung di balik susunan batah yang di buat taman.
Di kediaman Carlos masih terjadi saling baku tembak. Anak buah Carlos mengejar orang-orang yang menyerang ruma Carlos.
Carlos kembali dua orang sedang berlari mencari perlindungan lalu dia melepaskan tembakan, salah satu langsung terkapar sedangkan satunya melarikan diri.
Carlos berdiri dan mengejar orang itu.
"Kamu pikir kamu akan lolos," ujar Carlos dengan emosi. Carlos berhenti kemudian dia membidik kaki orang itu.
Orang itu terjatuh lalu Carlos menghampirinya sambil menodongkan senjata kepada orang itu.
"Jangan tembak aku, aku hanya di perintahkan Tuan Diego untuk mencari putrinya di rumah Anda," jelas orang itu dengan meringis kesakitan.
Carlos memanggil anak buahnya untuk mengurus orang itu. Carlos langsung mencari Mike, dia berlari ke depan dan melihat mobil Charlie masuk.
Mike melihat Carlos dan Charlie kemudian dia menghampiri mereka.
"Bagaimana? Apakah Diego yang menyuruh mereka?" tanya Mike sambil mengibas-ngibas debu yang menempel di kaos dan celananya.
"Iya, Diego yang menyuruh mereka. Aku akan pergi ke rumanya sekarang," ujar Carlos sambil berjalan menuju ke mobilnya.
"Jangan, Carlos. Kita atur rencana dulu, kamu jangan gegabah. Bisa saja ini hanya jebakan agar kamu pergi ke kediamannya dan menyerangmu," kata Charlie sambil menahan lengan Carlos.
"Benar apa yang di katakan Charlie, kalau memang dia akan menyerang kamu tidak mungkin hanya mengutus beberapa orang saja ke sini," ujar Mike kepada Carlos lalu Carlos menganggukan kepala.
__ADS_1
Ambulance datang dan memasukkan orang suruhan Diego ke ambulance dan membawanya ke rumah sakit. Beberapa polisi mengikuti ambulance.