
Jessica POV
Akhirnya pasporku selesai dan Carlos sudah mengatur jadwal lewat online di kedutaan America dan aku mendapat jadwal hari ini pada pukul sebelas.
Teman Carlos di America membantu mengirimkan invitation letters buat aku agar di permudah untuk pergi ke America, sebenarnya orang tuanya juga bisa tapi Carlos ingin buat kejutan untuk orang tuanya. Makanya di meminta bantuan temannya untuk mengirim invitation letters. Tiket juga sudah Carlos beli, dia membeli tiket bussines class. Karena persyaratannya sudah harus ada tiket.
Selesai bersiap siap kami langsung menuju ke kedutaan America, sampai di kedutaan kami harus melewati pos utama dan menitipkan bawaan kami, dilarang juga membawa handphone di dalam. Dari pos utama kami harus berjalan sekitar kurang lebih 15m ke dalam dan akhirnya aku dan Carlos sampai di kantor dan kami masuk ke dalam. Kami di sambut oleh pegawai kedutaan dan disuruh menunggu.
Aku dan Carlos menunggu di ruang tunggu dan tidak lama kemudian aku di panggil untuk di interview. Semua surat aku bawa bersamaku, aku duduk dan memberikan surat surat itu pada petugas juga pasporku. Mereka menginterview aku dan aku bisa jawab dengan lancar dan petugas memujiku, katanya bahasa inggrisku bagus sekali. Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Selesai di interview mereka memberitahukan untuk menunggu seminggu, mereka akan mengabarkan lewat email. Aku berdiri dan pamit pada petugas dan pergi menghampiri carlos, dia lagi bercakap cakap dengan pegawai kedutaan. Carlos melihatku dan dia langsung menghampiriku.
“Bagaimana interviewnya sayang.” Tanya Carlos padaku
“Lancar beb, malah petugas itu memujiku katanya bahasa Inggrisku bagus sekali.”
“Baguslah kalau begitu, kita pulang sekarang.”
“Iya beb.”
Kami berjalan keluar menuju pos utama dan mengambil barang barang yang kami titip, setelah itu kami menuju mobil dan kembali ke apartemen. Sampai di apartemen Carlos membuatkanku juice alpukat, Carlos sangat memanjakanku. selesai menghabiskan juice Carlos menggendongku naik ke atas dan dia merebahkanku di sofa, dia mengambilkan buku dan memberikan padaku. Aku tersenyum padanya dan dia membalas senyumanku.
Keesokan harinya Andrew mengajak aku makan bersamanya dan aku minta ijin pada Carlos, Carlos mengijinkanku tapi tidak boleh naik motor harus pakai mobil, jadi aku dan Andrew pakai mobil Carlos dan kami pergi ke restoran di pinggir pantai. Sampai di restoran Andrew memarkirkan mobil dan kami berdua turun, kami masuk ke dalam restoran dan langsung memilih milih ikan. Selesai memilih ikan aku dan Andrew berjalan mencari meja, aku ingin duduk menghadap pantai. Aku dan andrew duduk paling pojok dan menghadap pantai.
“Jess tidak lama lagi kita akan berpisah dan aku akan merindukanmu, tidak ada lagi yang bermanja sama aku.” Kata Andrew dengan sedih
“Ndrew kitakan bisa saling teleponan, becanda di telepon.”
“Tapi beda Jess, tapi aku senang melihat kamu bahagia.”
Aku berdiri dan duduk di samping Andrew, aku memeluknya. “Ndrew selama ini aku tidak pernah punya teman sebaik kamu, aku sangat bersyukur memiliki teman seperti kamu. Aku sudah menganggapmu sudaraku.
“Aku juga menganggap kamu sudara kembarku Jess.”
Aku menatap Andrew. “Sudara kembar, kamu punya kembaran Ndrew?”
“Iya jess, aku punya kembaran dan gayanya mirip sekali denganmu. Bicaranya, manjanya.”
“Terus dimana sudara kembarmu?”
Andrew melayangkan pandangannya ke pantai, dia menarik nafas Panjang dan menunduk
“Dia sudah meninggal Jess, saat duduk di kelas dua SMP dia meniggal.”
Aku terkejut mendengarnya. “Meninggal karena sakit atau..?”
“Kecelakaan Jess.”
Aku memeluk Andrew
“Ndrew aku turut prihatin.”
“Kamu tau Jess saat pertama aku melihatmu, aku seperti melihat kembaranku dan saat kamu bermanja padaku membuat aku teringat padanya dan sekarang kembaranku akan pergi lagi. Tapi aku harus merelakannya untuk kebahagiaanya, aku bahagia melihat kamu dengan Carlos. Dia sangat mencintaimu.
“Jess saat kamu di culik dia sangat khawatir, dia sempat menangis. Begitu juga saat aku dan Carlos membawa kamu ke rumah sakit, di mobil dia memelukmu dan menangis. Dia begitu takut kehilanganmu. Jess cinta Carlos begitu besar padamu, kamu sudah berada di tangan yang tepat jess.
Aku menatap Andrew dan tersenyum. “Iya Ndrew, aku juga sangat mencintainya Carlos cinta pertama dan terakhirku.
“Aku doain semoga hubungan kalian sampe kakek nenek.” Kata Andrew padaku dan
__ADS_1
Aku dan andrew tertawa. “Jess nanti kalau anak kamu lahir jangan lupa kirim fotonya padaku, akukan pamannya juga.”
“Tentu saja Ndrew, tuh makanan sudah datang kita makan dulu.”
“Iya Jess.”
Aku dan Andrew makan ikan bakar dan sayur kangkong, kami berdua makan begitu lahap. Selesai makan aku dan andrew berebutan untuk bayar.
“Ndrew aku yang bayar, selama ini kamu yang selalu traktir aku dan sekarang giliranku ok.”
“Jess please, aku yang mengajakmu makan jadi aku yang harus bayar.” Kata Andrew padaku
“Andrew please, kali ini aku yang bayar ok.”
Akhirnya Andrew mengalah dan aku membayarnya, aku dan Andrew keluar dari restoran dan berjalan menuju mobil.
Tiba tiba ada mobil yang sengaja ingin menyerempet aku, andrew dengan spontanitas mendorongku dan aku terjatuh. Jidatku terbentur di batu dan andrew terjatuh di dekat mobil Carlos. Andrew berdiri dan menghampiriku.
“Jess kita ke dokter jidatmu berdarah.” Kata Andrew sambil membantu aku berdiri
“Iya Ndrew aku takut dengan perutku, aku merasakan sakit.”
Andrew membuka pintu mobil dan aku langsung masuk, begitu juga Andrew dia langsung masuk kedalam mobil dan Andrew keluar dan meninggalkan kawasan pantai. Kami mencari rumah sakit, jidatku masih berdarah dan aku menutupnya dengan tissue. Aku dan Andrew tiba di rumah sakit, Andrew memegangku masuk keruangan IGD dan perawat langsung menangani aku. Aku melihat tangan Andrew juga lecet.
Aku meminta untuk memeriksa kandunganku dan dokter kandungan datang, dia meminta perawat untuk membawaku ke ruangannya dan perawat mengantar aku dan Andrew ke ruangan Dr. Kandungan. kami masuk dan dokter langsung menyuruh aku berbaring di tempat tidur.
Dokter melakukan USG terhadapa kandunganku, aku melihat di monitor dan Andrew juga melihatnya. Aku lihat Andrew tersenyum.
“Syukurlah tidak apa apa, janinnya sehat lain kali hati hati ya.” Kata dokter padaku
“Terima kasih dokter.”
“Jadi dok kandunganku baik baik sajakan?”
“Iya, kandunganmu baik baik saja.” Jawab dokter
Dokter memberikan aku vitamin lagi dan dokter menganjurkan aku untuk rajin makan buah buahan sayur dan rajin minum susu. Akhirnya aku dan Andrew pamit pada dokter dan berjalan menuju parkiran. Kami naik ke mobil dan Andrew keluar dari rumah sakit.
“Ndrew kita ke kantor Carlos ya.”
“Baik Jess.”
Aku dan Andrew pergi ke kantor Carlos. Akhirnya kami tiba, aku turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam. Aku bertemu dengan tiara dan dia melihat perban di jidatku.
“Jess kenapa jidatmu?” Tanya mba Tiara
“Terbentur di batu mba.”
“Kok bisa Jess.” Tanya mba Tiara lagi
“Gak tau juga, tadi ada mobil yang mau menyerempet aku untuk ada Andrew.”
Andrew berdiri di sampinku. “Mba Carlos di dalam?”
“Iya dia di dalam, lagi ada tamu.”
“Ohh.. Kalau begitu aku tunggu di sini aja.” Aku dan Andrew duduk di ruang tunggu dan mba Tiara kembali bekerja dan luka di jidatku sakit.
“Jess sakit ya.” Tanya Andrew padaku
__ADS_1
“Iya, gimana tangan kamu?”
“Sakit sedikit.” Jawab Andrew padaku
“Makasi ya Ndrew kalau kamu gak mendorong aku, mungkin aku sudah keseret sama tu mobil.”
“Iya.. Tapi Jess sepertinya dia sengaja ingin menabrakmu, tadikan kamu sudah di pinggir banget.”
“Iya sich Ndrew, tapi siapa ya?”
Carlos keluar bersama temannya dan dia melihatku, dia terkejut melihat jidatku dan langsung menghampiriku.
“Sayang kamu kenapa, kenapa dengan kepalamu. Andrew apa yang terjadi?”
Aku menjelaskan semuanya pada Carlos.
“Terus kandunganmu bagaimana sayang?” Tanya Carlos dengan penuh kekhawatiran.
“Tidak apa apa beb, tadi aku langsung di usg dan dokter bilang tidak apa apa.”
“Sayang...{sambil memelukku} aku jadi khawatir ada yang mengincarmu, mulai sekarang kamu jangan kemana mana dulu ya. Nanti aku akan kerja di apartemen tidak perlu ke kantor, nanti kalau kamu bosan kita datang ke kantor atau ajak Andrew main di apartemen. Ya sayang.”
“Iya beb.” Aku memeluk Carlos dan Carlos mengajak aku dan Andrew masuk ke ruangannya. Aku langsung merebahkan diri di sofa dan andrew juga duduk di sofa depanku. Carlos menghampiriku dan duduk disisi sofa.
“Sayang kamu baik baik saja?” Tanya Carlos sambil mengelus perutku
“Iya beb, aku tidak apa apa.”
Carlos mencium keningku dan berdiri kembali ke mejanya.
Author POV
Carlos duduk di kursi kerjanya dan memikirkan kejadia yang menimpa Jessica. “Siapa yang ingin menabrak Jessica, Olivia masih di tahan apa mungkin Glen. Kenapa sich harus seperti ini, aku harus cepat cepat membawa Jessica ke America disini aku tidak tenang. Ada saja yang mengganggu.” Carlos menunduk di meja dan memegang kepalanya, menjalin hubungan dengan orang yang kita cintai tidak mudah pasti ada saja yang menghalangi. Carlos merasakan tangan jessica di bahunya, Carlos mengangkat kepalanya.
“Kamu baik baik saja beb?”
“Iya sayang, aku baik baik saja sini duduk di pangkuanku.”
Jessica duduk di pangkuan Carlos dan dia memeluknya, Jessica melingkarkan tangannya di punggung Carlos.
“Beb aku ingin menciummu tapi ada Andrew.”
Carlos tersenyum
“Memang kenapa kalau ada Andrew.” Bisik Carlos di kuping Jessica.
“Aku malu.”
“Cium saja, Andrew lagi sibuk main game dia tidak akan melihatmu menciumku.” Kata Carlos lagi pada Jessica
Jessica mencium bibir Carlos dan Carlos membalas ciuman Jessica, sementara mereka berciuman Andrew pura pura batuk dan Jessica langsung berhenti.
“Itukan beb dia tau kita lagi ciuman.” Kata Jessica pada Carlos
“Sudah ciuman saja, anggap saja aku ini buta dan tuli.” Kata Andrew sambil tersenyum melihat Carlos dan Jessica. Mendengar Andrew berkata begitu Jessica langsung tertawa, Carlospun ikut tertawa.
“Bisa saja kamu Ndrew.” Kata Jessica pada Andrew.
Akhirnya Carlos mengajak mereka berdua pulang, Jessica ikut di mobil Carlos dan Andrew pulang sendiri dengan mobil Carlos yang satu lagi. Mereka langsung pulang ke apartemen.
__ADS_1
Selamat membaca