
Desahan-desahan tedengar dari kamar itu, dua insan sedang berusaha mencapai puncak kenikmatan. Rintihan kenikmatan keluar dari bibir Laura saat dia merasakan milik Kairos masuk ke luar di dalam miliknya yang sudah basah itu.
Tangan Kairos bertumpuh di tempat tidur kemudian dia melihat kebawah, miliknya menusuk-nusuk lubang yang masih sempit itu. Dia merasakn di dinding v itu memijit-mijit miliknya, dia memejamkan matanya dan menggerakkan pinggangnya dengan perlahan-lahan.
Cella membelai dada bidang itu dan merintih saat Kairos menekan pinggangnya sampai ke daerah ke wanitaannya, dia merasakan sakit
“Ah … pelan-pelan Kairos,” bisik Laura dengan mendesah
Kairos mulai menggerakkan pinggangnya dengan cepat, dia ingin membuat Laura merasakan kenikmatan itu, dia memacu gerakannya lalu Laura melingkarkan kakinya di pinggang Kairos dia mengekrutkan dahi dan memejamkan matanya, dia tidak tahan lagi lalu dia menarik Kairos
“Ah … aku … aku … Kairos … ahh ….” Laura memeluk Kairos dia menggigit bibirnya, dia mengalami pelepasan.
Kairos tidak berhenti dia ingin membuat Laura benar-benar tidak berdaya, dia memutar tubuh Laura sehingga Laura berbaring tengkurap lalu Kairos duduk di belakang paha yang mulus itu. dia meremas bokong yang tidak terlalu besar itu dan membukanya kemudian dia memasukan miliknya yang masih keras ke daerah intim itu, dia melihat darah di atas sprei tapi Kairos tidak perduli
Kairos menuntun masuk kemudian dia mulai menggerakkan pinggangnya sambil mengusap belakang Laura. Kairos menekan pinggang Laura dengan kedua tangannya kemudian dia memacu gerakannya, bunyi perpaduan kulit mereka berdua seiring hentakan-hentakan yang di lakukan oleh Kairos.
Kepala laura tergantung di sisi tempat tidut lalu Kairos menindih belakang Laura dan meraih wajah laura kemudian dia mencium bibir Laura sambil menggerakkan pinggangnya naik turun.
Rintihan kenikmatan keluar dari bibir Laura, tanpa mereka sadari Acel mendengar desahan Laura. Dia berjalan perlahan-lahan menuju kamar Kairos kemudian dia mencoba membuka pintu kamar, ternyata Kairos tidak mengunci pintu kamarnya, Acel membuka pelahan-lahan dan melihat tubuh Kairos sedang menindih belakang Laura.
Acel melihat mereka berdua dalam keadaan telanjang, dia memperhatikan gerakan-gerakan yang Kairos lakukan serta rintihan-rintihan kenikmatan yang keluar dari mulut Laura, miliknya menjadi keras saat melihat Kairos memacu gerakannya dan membuat Laura menjerit. Acel memasukan tangannya ke dalam celana dan mengelus-ngelus miliknya.
Dia terus memperhatikan serangan-serangan yang di lancarkan Kairos kepada Laura. Dia melihat Kairos menekan pinggang Laura dan menggerakan pinggangnya dengan Cepat lalu terdengar erangan kenikmatan dari bibir Laura, Acel melihat Laura meremas sprei. Dia mengocok miliknya dengan cepat.
__ADS_1
“Ah … desahan-desahan Laura membuat aku gila,” guma Acel sambil memperhatikan Kairos memutar tubuh Laura dan mengangkat kedua kaki Laura lalu di letakkan di punggung Kairos. dia melihat Kairos memasukkan miliknya ke dalam milik Laura lalu Kairos memacunya dengan cepat.
Melihat gerakan yang di lakukan Kairos begitu cepat, Acel mengocok miliknya dengan cepat juga. Dia mendengar Laura menjerit kenikmatan, Acel semakin mengocok dengan cepat dia ingin sampai ke puncak kenikmatan itu, dia melihat Kairos menghentakkan pinggangnya dan menurunkan kedua kaki Laura dari punggungnya dan memeluk tubuh yang mungil itu, dia memperhatikan kembali Kairos memacu gerakan dengan cepat dan terdengar erangan dari bibir Kairos dan Laura.
Acel mengocok kembali miliknya dan dia memejamkan matanya, cairan hangat keluar dari ujung miliknya. Acel menutup dengan pelan pintu kamar Kairos dan pergi ke kamarnya. Dia langsung masuk ke kamar mandi dan melepaskan celananya. Dia menyalakan shower dan mengambil sabung kemudian dia memainkan kembali miliknya sambil membayangkan permainan Kairos dan Laura.
Dia mengocok dengan cepat dan kembali dia menyemprotkan cairan berwana putih itu di lantai. Dia bersandar di dinding dan memejamkan mata.
Sementara di kamar Kairos terlihat Kairos sedang mengisap gundukan bukit itu, dia memainkan lidahnya di daging kenyal yang berwarna merah itu, dia kulit yang tidak terlalu putih itu menjadi merah dengan kecupan-kecupannya.
Kairos masih ingin melakukan hubungan itu kairos berbaring dan meminta Laura untuk naik ke atas tubuhnya. Laura naik ke atas tubu Kairos dan duduk
Kairos mengangkat sediki bokong Laura kemudian dia mengarahkan miliknya ke dalam lubang kenikmatan itu.
“Ah … Kairos,” desah Laura. Dia merasakan milik Kairos yang panjang itu mentok di dalam miliknya, kakinya gemetar menahan kenikmatan itu.
Kairos tersenyum kemudian dia memegang pinggang Laura dan menggerakan naik turun. Laura memejamkan matanya
“Kairos, aku tidak bisa di atas. Aku tidak tahan,” ujar Laura dengan menahan kenikmatan itu.
Kairos menarik Laura lalu memeluknya, “Aku ingin kamu merasakn kenikmatan itu saat berada di atas tubuhku,” bisik Kairos, “Lingkarkan kedua tanganmu di punggungku,” pinta Kairos lalu Laura mengikuti perintah Kairos.
Kairos melingkarkan kedua tangannya di pinggang Laura kemudian dia mengerakkan pinggangnya dengan perlahan
__ADS_1
Terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Laura, Kairos memegang bokong Laura kemudian dia menggerakan pinggangnya naik turun dengan cepat.
“Kairos. Kamu membuat aku gila,” rintih Laura. Dia merasakan milik Kairos masuk keluar dengan cepat
Laura ingin mengangkat pinggangnya tapi Kairos menahannya. Dia menahan pinggang Laura dan menggerakkan pinggangnya lebih cepat lagi. Laura langsung mengeratkan pelukannya dia tidak tahan lagi lalu dia mengerang di kuping Kairos. Laura kembali mengalami pelepasan
Kairos semakin memacu kemudian dia mengalami pelesapasan juga. Dia mengecup ubun kepala Laura dan memeluk Laura dengan erat.
“Kita berdua akan segera menikah,” bisi Kairos kemudian Laura menganggukkan kepala. Dia tidak bisa berkata apa- apa karena badannya masih lemas.
Kairos melepaskan pelukkannya kemudian dia mengajak Laura pergi ke kamarn mandi, dia memegang Laura turun dari tempat tidur. Terdengar Laura meringis kesakitan. Dia melihat sprei banyak dengan darah lalu dia menatap Kairos.
Kairos tersenyum dan memeluk Laura, “itu darah Perawanmu,” bisik Kairos lalu Laura memukul dada Kairos.
Kairos tertawa kemudian dia menggendong Laura dan pergi ke kamar mandi. Mereka berdua mandi bersama. Selesai mandi Kairos dan Laura mengganti sprei kemudian Kairos mengajak Laura duduk di teras belakang. Kairos duduk dan menarik Laura duduk di pangkuannya
“Nanti kita berdua pergi ke Indonesia untuk mengurus dokumen-dokumern milikmu,” ujar Kairos sambil mengatur rambut Laura ke belakang telinga
“Bagaimana dengan Carissa?”
“Kita akan membawa Carissa juga ke Indonesia, aku akan bicara dengan Opa Federico dan Oma juga Opa Jeremmy.” Kairos tersenyum melihat Laura, dia benar-benar sudah jatuh cinta kepada Laura. Begitu juga Laura dia sudah jatuh cinta kepada Kairos.
Laura sangat senang karena Kairos serius padanya. Bahkan ingin menikahinya. Dia menyandarkan kepalanya di dada Kairos lalu dia merasakan belaian lembut di rambutnya.
__ADS_1