
Hari ini Kairos akan pergi ke perusahaan Tuan Arnets, mereka akan membicarakan pembangunan real Estate, pusat perbelanjaan dan hiburan.
Kairos keluar dari ruangannya lalu dia pergi ke parkiran mobil, sebelum masuk kedalam mobil dia menelepon Billy. Terdengar suara Billy dari seberang telepon
“Hallo Tuan Kairos, apakah Tuan sudah di kantor Tuan Arnets?” Tanya Billy
“Belum Billy, aku baru saja mau jalan.” Jawab Kairos. “Kamu dimana Billy?”
“Aku lagi dalam perjalanan menuju ke kantor Tuan Arnets.” Jawab Billy dari seberang telepon
“Baiklah Billy, kalau begitu aku pergi sekarang.” Kata Kairos kemudian di menutup telepon lalu masuk ke dalam mobil. Dia menghidupkan mesin mobil lalu menjalankannya menuju ke perusahaan Tuan Arnets.
Tiba di kantor Tuan Arnets Kairos memarkirkan mobilnya lalu dia turun, Kairos masuk ke dalam Kantor dan dia melihat Elena.
Kairos menghampiri Elena
“Selamat pagi sayang.” Kata Kairos sambil memeluk Elena dan mengecup bibir Elena
Elena membalas pelukan Kairos
“Selamat pagi dear.” Balas Elena. “Kamu ingin bertemu papi?” Tanya Elena
“Iya sayang, kami ingin membicarakan tentang kerja sama.” Kata Kairos
Tuan Arnets memperhatikan Kairos dan Elena dari dalam ruangannya.
“Aku senang kalau Elena bersama Kairos, apalagi Kairos itu anak yang baik.” Kata Tuan Arnets dalam hati “Dan sepertinya mereka sudah saling mencintai. Hmm.. itu bagus.” Kata Tuan Arnets lagi
Tuan Arnets keluar dari ruangannya dan menemui Kairos. Tuan Arnets menyapa Kairos
“Selamat pagi Kairos.” Sapa Tuan Arnets
Kairos melepaskan tangannya dari pinggang Elena
“Selamat pagi Tuan Arnets.” Balas Kairos. “Aku masih menunggu Billy, dia lagi dalam perjalanan kesini.” Kata Kairos
“Oh begitu, kamu ingin masuk ke dalam ruangan atau mau menunggu billy disini?”
“Umm. Aku tunggu di sini saja.” Jawab Kairos sambil matanya melirik Elena
Elena tersenyum melihat Kairos
“Baiklah, kalau begitu aku masuk ke dalam dulu.” Kata Tuan Arnets kemudian dia kembali keruangannya.
Kairos menatap Elena dan menarik tangan Elena, mereka berdua keluar dari kantor lalu menuju ke parkiran mobil, Kairos mengajal Elena masuk kedalam mobilnya.
Mereka berdua masuk kedalam mobil lalu Kairos langsung mencium bibir Elena, mereka berdua saling berciuman. Kairos berhenti mencium Elena dan dia menatap Elena
“Sayang nanti sore aku jemput kamu lagi.” Kata Kairos sambil membelai wajah Tania
“Kita akan kemana dear.” Tanya Elena
“Kita ke villa lagi.” Bisik Kairos dan Elena tersenyum.
“Baiklah dear, kamu akan menjemputku jam berapa?
“Umm.. selesai dari kantor aku langsung menjemputmu.” Kata Kairos lalu dia kembali mencium bibir Elena
__ADS_1
Elena membalas ciuman Kairos lalu membelai rambut Kairos. Kairos memasukan tangannya di dalam kemeja Elena dan meremas dada Elena
“Ahh… aku ingin melakukannya sayang.” Kata Kairos sambil mengecup kening Elene.
Elena tersenyum lalu membelai wajah Kairos.
“Sebentar sore kita lakukan di villa.” Kata Elena
“Iya sayang.” Kata Kairos lalu dia melihat Billy. “Sayang, ayo kita masuk kedalam. Itu Billy sudah datang.” Kata Kairos lalu mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam Kantor.
Mereka langsung keruang meeting dan membicarakan proyek yang akan mereka kerjakan.
“Begini Tuan Arnets, masalah keuangan itu gampang. Tapi aku ingin mengetahui bagaimana system kerja sama kita. Apakah system kerja sama berbentuk Join Operasional atau hanya pembiayaan berupa pinjaman?” Tanya Kairos kepada Tuan Arnets
“Ehmm.. begini Kairos aku lebih memilih system kerja sama dalam bentuk Join Operasional. Kalau berbentuk pinjaman aku tidak punya corateral.”
“Baiklah Tuan Arnets kalau JO its ok, tapi accountingnya dari perusahaanku. Dan para pekerja di lapangan juga dari perusahaanku.”
“Aku setuju Kairos.” Kata Tuan Arnets.
“Satu hal lagi, system 70:30.” Kata Kairos
“Tidak apa apa Kairos. Aku setuju saja, yang terpenting proyek ini berjalan dengan baik.”
“Baiklah Tuan Arnets minggu depan kita mulai perencanaan.” Kata Kairos “Nanti Tuan Arnets langsung saja berhubungan dengan Konsultan Keuangan juga Billy.”
“Terima kasih Kairos. Aku sangat senang kamu menyetujui untuk membiayai proyek ini.” Kata Tuan Arnets
“Sama-sama Tuan Arnets, kalau begitu aku permisi dulu.” Pamit Kairos kepada Tua Arnets
Kairos dan Billy meninggalkan ruang meeting di ikuti oleh Tuan Arnets.
“Jangan lupa sebentar sore ya.” Kata Kairos
Elena tersenyum dan menganggukan kepala
“Iya dear, kamu jemput aku ya.” Kata Elena
“Tentu saja sayang, aku akan menjemputmu. Aku harus kembali kekantor, samapai jumpa sore nanti.”
“Hati - hati ya!” Kata Elena kemudian dia mencium bibir Kairos
“Terima kasih sayang. Aku mencintaimu.” Bisik Kairos di kuping Elena
“Aku juga mencintaimu.” Balas Elena sambil tersenyum
Kairos memeluk Elena kemudian dia menninggalkan Kantor Tuan Arnets. Kairos masuk ke dalam mobil kemudian dia langsung menuju ke kantornya.
Sementar di sebuah Gedung perkantoran terjadi percakapan
“Tuan aku mendapatkan informasi kalau Tuan Arnets melakukan kerja sama dengan perusahaan Global Investmen.”
“Bangsaat kamu Arnets, kamu membatalkan kerja sama kita dan memilih Global Investment untuk membiayai proyek itu.” Kata Tuan Adam dengan marah. “Aldrich, kamu selidiki keluarga dari Arnets dan siapa pemilik perusahaan Global Investmen.”
“Baik Tuan Adam.” Sahut Aldrich
“Aku ingin secepatnya Aldrich.” Perintah Tuan Adam
__ADS_1
“Iya Tuan Adam, anda tenang saja. Secepatnya aku akan memberi kabar padamu.” Kata Aldirch. “Hanya itu saja Tuan?”
“Iya Aldrich.” Sahut Tuan Adam
“Baiklah, kalau begitu aku permisi Tuan.” Kata Aldrich lalu dia meninggalkan ruangan Tuan Adam.
Sementa itu di kantor, Kairos sedang bekerja lalu terdengar pintu di ketuk
“Masuk saja.” Kata Kairos lalu pintu terbuka, dia melihat Carissa dan Liliana yang datang.
Kairos langsung bediri dan menggendong Carissa, dia mencium kedua pipi Carissa kemudian dia memeluk Liliana. Kairos juga mencium kedua pipi Liliana.
“Adikku yang paling cantik ada apa kesini?” Tanya Kairos sambil duduk di sofa lalu memangku Carissa
Liliana juga duduk di sofa
“Kairos aku sangat merindukanmu, aku mengajak oma untuk datang kesini.” Kata Carissa sambil memeluk Kairos
“Iya Kairos dari tadi dia merengek rengek ingin bertemu kalian bertiga.” Kata Liliana sambil membelai rambut Carissa
Kairos tersenyum dan memeluk erat Carissa.
“Aku juga sangat merindukanmu. Oh ya aku akan menelepon Acel dan Cella, aku ingin kita makan siang bersama. Ok!” Kata Kairos sambil mencubit hidung Carissa
“Iya Kairos, telepon Acel dan Cella. Ajak mereka berdua untuk makan siang bersama kita.”
“Iya oma, aku akan menelpon mereka berdua.” Kata Kairos lalu dia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Acel. “Carissa yang bicara ya.” Bisik Kairos di kuping Carissa dan Carissa menganggukan kepala.
Kairos memberikan handphonenya kepada Carissa. Terdengar suara Acel dari seberang telepon.
“Iya Kairos, ada apa menelponku?” Tanya Acel
“Aku bukan Kairos, ini Carissa. Acel kamu dimana? Aku sangat merindukanmu.” Kata Carissa dengan manja
“Hallo adikku yang paling cantik dan cerewet, aku juga sangat merindukanmu.” Kata Acel dari seberang telepon.
“Acel ayo kita maka siang bersama.” Pinta Carissa kepada Acel. Kairos dan Liliana tersenyum melihat Carissa.
“Baiklah sayang, aku akan ke kantor Kairos sekarang.” Kata Acel
“Benar ya Acel.”
“Tentu saja sayang, berikan handphonenya kepada Kairos.” Pita Acel lalu Carissa memberikan handphone kepada Kairos.
“Hallo Acel, ada apa?”
“Kita akan makan siang dimana?
“Umm.. terserah kamu saja. Oh ya nanti kamu beritahu Cella ya.” Kata Kairos
“Iya nanti aku beritahu Cella, kalau begitu kita bertemu di restoran saja ya.”
“Baiklah Acel, kita bertemu saja di restoran.” Jawab Kairos lalu dia menutup teleponnya. “Baiklah Adikku yang paling cantik, kita pergi ke restoran sekarang. Acel dan Cella akan menunggu kita disana.” Kata Kairos lalu mereka meninggalkan ruang kerja Kairos lalu pergi ke parkiran.
Mereka masuk kedalam mobil lalu mereka langsung pergi ke restoran.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangann lupa like dan komentar ya
Terima kasih