
Kairos keluar dari kamar lalu mengambil kunci mobil kemudian dia masuk kedalam mobil, kairos langsung mengarahkan mobilnya menuju ke rumah orang tua Elena.
“Dimana Clinton menyekap Elena?” Tanya Kairos dalam hati. “Kalau terjadi sesuatu kepada Elena aku akan membunuhmu Clinton.” Kata Kairos lagi.
Kairos melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tua Elena. Kairos toba di kediaman orang tua Elena, di turun dari mobil kemudian dia pergi mengetuk pintu. Pintu terbuka dan Kairos melihat Nyonya Arnets, Kairos menyapa Nyonya Arnets
“Selamat pagi Nyonya, apakah Tuan Arnets sudah pergi ke kantor?” Tanya Kairos
“Selamat pagi Kairos, suamiku masih di dalam. Ayo masuk.” Kata Nyonya Arnets lalu menyuruh Kairos masuk.
Kairos masuk kedalam lalu dia duduk di sofa.
“Sebentar Kairos, aku akan memanggil suamiku.” Kata Nyonya Arnets kemudian dia pergi memanggil Tuan Arnets
Tidak lama kemudia Nyonya Arnets kembali bersama Tuan Arnets. Melihat Tuan Arnets Kairos langsung berdiri.
“Tuan bisa kita bicara sebentar?” Tanya Kairos sambil memberi isyarat kepada Tuan Arnets, Kiaros tidak ingin Nyonya Arnets Tahu tentang Elena
“Ohh.. Iya Kiaros, ayo keruang kerjaku.” Kata Tuan Arnets lalu dia dan Kairos pergi ke ruang kerja.
Mereka masuk lalu Tuan Arnet menyuruh Kairos duduk.
“Ada apa Kairos pagi pagi begini kamu menemuiku?”
“Tuan Arnets, aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Kata Kairos
“Apa itu Kairos? Katakanlah!”
“Umm.. apakah Tuan mengenal Clinton?” Tanya Kairos
“Ohh.. Clinton. Iya aku mengenalnya, dia anak rekan bisnisku. Dia anak dari Tuan Adam.” Kata Tuan Arnets. “Ada apa dengan Clinton Kairos?”
“Apakah Elena sudah pulang?” Kairos Tanya Kairos lagi.
“Ehmm… semalam Elena tidak pulang, aku berpikir mungkin dia sedang berada di tempat temannya.” Jawab Tuan Arnets
Kairos menatap Tuan Arnets
“Mengapa Tuan sedikitpun tidak ada rasa khawatir kepada anak Tuan? Orang tuaku, kalau kami pulang terlambat mereka sudah khawatir. Padahal aku dan adikku laki laki. Tapi Tuan tidak ada rasa khawatir terhadap anak perempuan Tuan. Tuan Tahu, kalau sekarang anak perempuan Tuan sedang di sekap oleh Clinton, dan sampai saat ini aku tidak tahu dimana Clinton menyekap anak Tuan.” Kata Kairos dengan emosi
Tuan Arnets terkejut.
“Apa?? Clinton menyekap anakku? Kurang ajar dia.” Kata Tuan Arnets.
Dia kelihatan emosi lalu dia membuka laci meja kerjanya lalu mengambil pistol. Dia menyelipkan pistol di pinggangnya.
Sementara di rumah kosong tempat Clinton menyekap Elena, terlihat Elena sedang bersiap siap dengan pecahan botol yang di simpannya. Dia menunggu Clinton masuk ke dalam kamarnya.
“Apapun yang terjadi aku harus terlpas dari Clinton gila itu.” Kata Elena dalam hati.
Pintu kamar Elena terbuka, dia melihat Clinton yang masuk. Clinton berjalan menghampiri Elena sambil melepaskan kaosnya. Sambil tersenyum dia menghampiri Elena.
__ADS_1
“Selamat pagi sayangku, apakah kamu sudah siap melayaniku pagi ini sayang?” Kata Clinton sambil membelai wajah Elena
Elena tersenyum kepada Clinton
“Iya Clinton aku sudah siap melayanimu.” Kata Elena kemudian dia menusuk perut Clinton dengan pecahan botol.
Clinton terkejut dan menampar Elena, Elena tidak tinggal diam dia mencabut pecahan botol yang tertancap di perut Clinton lalu menggoreskan pecahan botol itu ke wajah Clinton. Clinton memegang perutnya dan mengambil pistol yang berada di balik pinggangnya lalu dia menembak Elena.
Peluru bersarang di perut Elena. Elena memegang perutnya, saat dia ingin menyerang Clinton lagi. Clinton memegang tangan Elena.
“Bangsaat kamu Elena.” Kata Clinton
Clinton kembali menembak Elena lalu Elena tersungkur di lantai. Sekali lagi Clinton menembak Elena.
Clinton memegang perutnya yang sudah banyak mengeluarkan darah, kemudian dia meninggalkan Elena yang suda tidak bernyawa.
Clinton menemui anak buahnya dan dia meminta untuk membawanya ke rumah sakit. lalu anak buah Clinton membawa Clinton ke rumah sakit
Sementar itu
Terlihat Acel sedang berbincang bincang dengan Dean lalu handphonenya berbunyi, dia melihat pesan dari Abel. Acel mebacanya kemudian dia menelepon Charlie. Terdengar suara Charlie dari seberang telepon
“Hallo Acel, ada apa meneleponku?” Tanya Charlie
“Um.. Charlie, pacar Kairos dalam bahaya. Bagaiman kalau kamu meminta rekan polisi untuk pergi kerumah tempat Elena di sekap?”
Charlie terkejut
“Yang menyekap Elena adalah Clinton, Charlie lebih baik kamu bergerk sekarang karena Clinton itu orangnya sangat jahat.” Kata Acel lagi.
“Baiklah Acel kamu kirim alamat rumah tempat Clinton menyekap Elena nanti aku akan meminta teman temanku kesana.” Kata Charlie
“Baik Charlie aku akan segera mengirimnya.” Kata Acel lalu dia menutup teleponya, kemudian dia mengirim alamat rumah tempat Elena di sekap.
“Dean, Luca ikut aku ke alamat ini.” Kata Acel sambil menunjukan alamat rumah tempat Elena di sekap kepada Dean dan luca.
“Baiklah Acel, ayo kita pergi!” Kata Luca kemudian dia memanggil juga Alex dan Lincon.
Acel masuk lalu pergi ke kamarnya kemudian dia mengambil pistol dan menyelipkan di pinggangnya. Acel keluar dari kamarnya kemudian dia menemui Luca dan Dean.
“Kalian pakai mobil saja, aku akan memakai motorku.” Kata Acel sambil naik ke atas motornya. Dia memakai helmnya lalu dia langsung tancap gas menuju kerumah tempat Elena di sekap.
Dean, luca, Alex dan Lincon langsung berlari masuk ke dalam mobil. Mereka langsung menyusul Acel.
Sedangkan di kediaman Tuan Arnets terlihat Kairos dan Tuan Arnets keluar dari rumah. Kairos berlari menghampiri Ryder.
“Ryder ayo ikut aku dan Tuan Arnet.” Ajak Kairos kepada Ryder
“Baik Kairos.” Jawab Ryder kemudian dia masuk kedalam mobil bersama Kairos. Tuan Arnets juga masuk kedalam mobilnya.
Ryder mengikuti mobil Tuan Arnets
__ADS_1
“Ada apa Kairos? Apa yang terjadi?” Tanya Ryder
“Clinton menyekap Elena.” Kata Kairos
“Oh ya? Dia menyekapnya dimana?” Tanya Ryder lagi sambil menyetir mobil
“Aku tidak tahu Ryder, aku masih menunggu kabar dari Acel.”
Tidak lama kemudian mereka sampai di kediaman Tuan Adam.
Tuan Arnets turun dari mobilnya begitu juga Kairos dan Ryder, mereka berdua juga turun dari mobil lalu mengikuti Tuan Arnets.
Tuan Arnets mengetuk pintu rumah Tuan Adam.
Pintu terbuka lalu Tuan Arnets langsung masuk di ikuti Kairos dan Ryder.
“Dimana Tuan Adam?” Tanya Tuan Arnets kepada pelayan rumah
“Maaf, Anda siapa?”
“Suruh Tuanmu keluar, katakan padanya Tuan Arnets ingin bertemu dengannya sekarang.” Kata Tuan Arnets dengan suara yang kesal
Lalu terdengar suara Tuan Adam
“Hi Arnets, ada apa pagi pagi begini kamu ke rumahku?” Tanya Tuan Adam sambil berjalan menghampiri Tuan Arnets
“Dimana anakmu Adam?”
“Ehmm.. aku tidak tahu Arnets. Dari semalam dia tidak pulang.” Jawab Tuan Adam. “Kamu tahukan laki laki bisa tidur di mana saja.”
“Adam, anakmu telah menyekap Elena anakku.” Kata Tuan Arnets dengan marah
“Apa?? Clinton menyekap anakmu? Itu tidak mungkin Arnets. Tidak mungkin Clinton melakukan hal itu.” Kata Tuan Adam
Tuan Arnets menjadi marah, dia mengeluarkan pistolnya lalu menodongkan ke wajah Tuan Arnets.
“Katakan dimana Clinton?” Tanya Tuan Arnets dengan emosi
“Hei.. hei… Tenang Arnets, aku berkata jujur padamu. Aku tidak tahu dimana dia, dari semalam dia tidak pulang. Nanti kalau dia pulang aku akan menanyakannya.”
Kairos memegang tanga Tuan Arnets.
“Tuan turunkan senjatamu, lebih baik kita pulang dan tunggu kabar dari adikku.” Kata Kairos menenangkan Tuan Arnets
“Baiklah Kairos, kita pulang. Tapi kalau benar Clinton telah menyekap anakku, aku akan membunuhnya.” Kata Tuan Arnets kemudian dia meninggalkan kediaman Tuan Adam.
Kairos dan Ryder masuk kedalam mobil lalu meninggalkan kediaman Tuan Adam
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1
Terima kasih