
Jessica POV
Aku terbangun saat suster masuk ke kamar, aku melihat carlos masih tertidur pulas. Aku berdiri dari tempat tidur dan susternya tersenyum padaku. Semalam aku tidur di samping carlos, suster membawa obat obatan yang akan di minum carlos dan mereka meletakkan di meja.
“sepertinya tuan carlos tertidur pulas ya.” Kata sus padaku
“Iya, mungkin itu karena pengaruh obat ya sus?”
“Iya itu karena obat.”
Suster memeriksa kantong infus Carlos dan setelah itu dia pergi, dan tidak lama kemudian masuk petugas pengantar makanan. Mereka meletakkan makanan di atas meja.
Saat ini Carlos bisanya makan bubur, aku memandang wajahnya yang lagi tidur. Dia terlihat kurus, aku jadi merasa bersalah. Aku mengusap wajanya dan tak terasa air mataku keluar, dan Carlos bergerak aku cepat cepat hapus air mataku.
Carlos memegang tanganku.
“Kamu sudah bangun sayang?” Tanya Carlos padaku.
“Iya beb, aku membangunkanmu?”
“Tidak sayang, sini berbaring di sampingku.”
Aku naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Carlos, aku memeluk carlos.
“Maafin aku ya sayang, aku sudah menyakitimu aku sudah mengkhianatimu. Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi.
“Beb sudah jangan ingat ingat itu lagi, aku ingin kamu cepat sembuh dan pulang ke apartemen.”
“Selama kamu pergi apakah kamu sering memikirkanku?” Tanya Carlos padaku.
“Iya setiap malam aku selalu memikirkanmu, kamu tau aku sangat mencintaimu.”
“Iya, aku juga sangat mencintaimu. Waktu kamu pergi aku rasanya ingin mati.” Kata Carlos lagi padaku
“Sudah jangan di ingat lagi beb.” kataku sambil memeluk Carlos
Carlos mencium keningku dan dokter masuk untuk memeriksa Carlos, Aku langsung turun dari tempat tidur.
“Wah cepat sembuh nich kalau di peluk terus, pelukan obat yang paling manjur.” Dokter bercanda padaku dan aku langsung tertawa.
“Aku sudah bisa pulang dok?” Tanya Carlos pada dokter
“Sepertinya besok baru kamu pulang.” Jawab dokter
Selesai memeriksa Carlos dokterpun keluar dan Carlos menarik tanganku, aku menatapnya
“Kenapa?”
“Aku ingin segera pulang sayang aku bosan disini.” Kata Carlos padaku
“Baru beberapa hari sudah bosan.” Ledekku pada Carlos
“Iya aku bosan tidak bisa memelukmu lebih sayang.”
Aku menatap Carlos. “Maksudnya lebih apa?”
“Iya peluk lebih erat, peluk lebih lama. Baru saja peluk sudah ada yang masuk, tidak bebas. Aku ingin menciummu lebih lama tapi tidak bisa, selalu ada yang mengganggu.” Kata Carlos dan aku langsung tertawa.
“Sabar beb, besok pasti sudah bisa pulang. Aku mendekatkan wajahku dan mencium bibir carlos, Carlos membalas ciumanku dan tiba tiba pintu di buka. Petugas kebersihan datang dan membersihkan kamar, Carlos langsung menatapku dan berbisik.
”Aku sudah bilangkan kita tidak bisa pelukan lama tidak bisa ciuman lama.” Kata Carlos
Aku tersenyum melihatnya, aku mengambil bubur dan menyuapi Carlos.
“Tiap hari kalau kamu menyuapiku pasti badanku akan kembali seperti dulu lagi.” Canda Carlos padaku
“Iya nanti di apartemen aku akan menyuapimu setiap hari.” Kataku pada Carlos dan Carlos mencubit hidungku.
“Perut kamu masih sakit?”
“Sudah tidak sakit, sayang nanti katakan pada dokter lepas saja infusnya, aku sudah sehat.”
“Iya beb, nanti kalau dokternya datang lagi aku akan minta infusnya di lepas, lagi pula cairan infusnya sudah mau habis.”
“Sayang nanti aku mau mandi ya.”
“Iya.. Habiskan dulu buburnya.” Aku menyuapi Carlos lagi.
“Kamu mandikan aku ya.” Pinta Carlos padaku
“Iya, nanti aku mandiin, dasar manja.”
__ADS_1
Carlos tertawa dan mencubit pipiku.
“Nanti sebelum minum obat kamu mandi.”
“Iya sayang.”
“Ini satu sendok lagi terus habis.” Aku menyuapi Carlos lagi. Setelah itu aku meletakkan piring di meja.
Aku mengambil handuk dan membawa ke kamar mandi, sebentar lagi Carlos akan mandi, aku mengatur air dingin dan hangat. Selesai, aku keluar dari kamar mandi dan menyiapkan baju ganti yang sudah di siapkan oleh rumah sakit. Aku menghampiri Carlos dan melepaskan kantong infus dari tiangnya dan Carlos berdiri kemudian berjalan ke kamar mandi. Aku menggantungkan kantong infus di gantungan yang ada di kamar mandi.
Aku melepaskan pakaian Carlos dan melepaskan shower dari tempatnya, aku menyalakan shower dan menyiram ke badan Carlos, dia terlihat kurus.
“Beb, kamu terlihat kurus.” Kataku pada Carlos
“Iya aku tau sayang, tapi juniorku tidak kuruskan.” Canda Carlos padaku dan aku tertawa
“Beb,” aku langsung mencubit perutnya dan dia tertawa. Aku menyabuni dada Carlos dan belakang Carlos. Carlos memutar badannya menghadap aku, dia memegang wajahku dengan tangannya yang satu lalu dia mencium bibirku dan aku membalas ciumannya. Aku melingkarkan tanganku di lehernya dan kami berciuman. Dan terdengar ada yang memanggil, aku dan Carlos berhenti berciuman.
“Beb itu Tiara.”
“Mengganggu saja.” Kata Carlos dan aku langsung tertawa.
“Sebentar beb.” Aku keluar dari kamar mandi dan menemui mba Tiara
“Mba sebentar ya Carlos lagi mandi.”
“Iya Jess gak apa apa.” Kata mba Tiara padaku dan aku kembali ke kamar mandi dan memakaikan pakaian pada Carlos dan kami keluar dari kamar mandi.
“Hi Tiara bagaiman dengan kantor?” Tanya Carlos pada mba tiara,
Aku mengantar Carlos ke tempat tidur dan menggantungkan kantong infusnya di tiang besi.
“Baik tuan Carlos, semuanya lancar.” Kata mba Tiara
“Bagus kalau begitu.” Kata Carlos sambil duduk di tempat tidur
“Ini laporan yang tuan Carlos minta, semuanya ada dalam map itu.” Kata mba Tiara pada Carlos sambil memberikan mapnya pada Carlos dan Carlos mengambil map itu.
“Terima kasih tiara.” Ucap Carlos pada mba Tiara.
“Aku pamit dulu, cepat sembuh ya tuan Carlos.”
“Iya, terima kasih Tiara.”
“Iya mba, makasi ya hati hati.”
“Iya sama sama.” kata mba Tiara.
Mba Tiara meninggalkan ruangan VIP dan Carlos membuka map itu tapi aku mengambil kembali dari tangan Carlos dan Carlos menatapku.
“ Istirahat bukan kerja, lagi pula kamu belum minum obat.”
“Iya, bu dokter.” Canda Carlos sambil tersenyum.
Aku mengambil obat dan air minum lalu memberikan pada Carlos dan dia meminum obat itu. setelah itu aku mengambil handuk untuk mandi.
“Beb aku mandi dulua ya, kamu rebahan saja jangan kerja dulu.”
“Iya sayang.” Kata Carlos sambil menatapku dan tersenyum.
Aku masuk ke kamar mandi dan mandi selesai mandi aku keluar dan duduk di samping tempat tidur. Carlos tersenyum melihatku. Dalam hatiku dia mulai ceria. Carlos menarik tanganku.
“Tidur disampingku, aku ingin tidur memelukmu.” Kata Carlos padaku.
Aku naik ketempat tidur dan berbaring di samping Carlos, dia memelukku dan kami tertidur.
Pintu kamar di ketuk dan aku bangun, aku membuka pintu ternyata Andrew yang datang. dan kami berdua berpelukan.
“Bagaimana di sekolah Ndrew? aku sudah beberapa hari ijin.”
“Tenang saja aku sudah beritahu wali kelas dia mengerti kok, lagi pula kamukan selalu rajin buat tugas. Jadi tidak masalah, bagaimana Carlos kapan dia pulang.” Tanya Andrew padaku.
“Sudah baikkan, besok suda bisa pulang.”
“Baguslah, lihat wajahnya sekarang cerah jess. Tidak seperti waktu yang lalu.”
Aku menatap Carlos yang sedang tidur.
“Iya Ndrew, makasi ya kalau tidak ada kamu aku tidak tau dia akan jadi apa.”
“ya, itu gunanya teman Jess.” Kata Andrew padaku. “Oh ya, kamu jangan terlalu dekat dengan Glen.” kata Andrew padaku lagi padaku
__ADS_1
“Kenapa Ndrew?” Andrew mengeluarkan ponselnya dari saku dan membuka medsosnya dan menunjukan padaku
Kamu lihat Jess medsos kamu, Glen memposting foto foto mesra kamu dengan dia dan menandai medsos kamu. Aku rasa dia sengaja melakukan ini untuk membuat kamu dengan Carlos berpisah.
Aku melihat foto foto itu dan aku tidak percaya, foto foto itu di edit oleh Glen.
Aku menatap Andrew. “Ndrew ini foto sudah di edit sama Glen, ini foto aku bersama Fanya bukan dengan dia. Ini di edit sama Glen, gambar Fanya di ganti sama dia. Gila si Glen, ini tanganku melingkar di punggung Fanya dan mencium pipi Fanya dan yang mengambil gambar ini si Glen.
“Makanya aku kasih tau ke kamu jauhi Glen, hubungan kamu dengan Carlos sudah baik jangan sampai di rusak lagi sama Glen.
“Iya Ndrew, aku tidak ingin berpisah lagi dengan Carlos, aku sangat mencintainya.” Aku menatap Carlos yang lagi tidur.” Aku tidak ingin kehilangan Carlos.”
Carlos bergerak dan membuka matanya. Aku tesenyum melihatnya, aku dan Andrew mendekati Carlos.
“Hi Ndrew, sudah dari tadi?” Tanya Carlos pada Andrew
“Belum lama, tidur mu pulas sekali Carlos dan wajahmu terlihat cerah sekarang?” Canda Andrew pada Carlos.
“Terima kasih ndrew.” Kata Carlos sambil tersenyum.
“Oh ya ini kunci mobilmu.” Kata Andrew sambil mengeluarkan kunci dari saku celananya
“Terus kamu pulang pakai apa Ndrew?”
“Pakai ojol aja Jess.” Jawab Andrew padaku
“Bawah saja dulu mobilnya Ndrew.” Kata Carlos
“Iya, nanti besok pagi kamu jemput aku dengan Carlos. Besokkan libur.”
“Ya sudah kalau begitu.” Kata andrew dan Suster masuk dan melepaskan jarum infus dari tangan carlos
“Mba Jessica besok pagi tuan Carlos sudah bisa pulang.” Kata suster padaku.
“Iya sus makasih ya.”
“Iya sama sama mba Jessica.” Kata sus sambil keluar dari kamar.
Dan tidak lama kemudian Andrew pamit pulang.
“Oh ya, Jess Carlos aku pulang dulu ya, sudah malam.” Kata Andrew
“Ok Ndrew terima kasih ya.” Ucap Carlos pada Andrew.
“Hati hati ya Ndrew.” Aku mengantar Andrew sampai depan pintu dan memeluknya.
“Jangan lupa besok pagi jemput kami ya.”
“Iya tenang aja.” Andrew pergi dan aku masuk kembali ke kamar, Carlos berdiri dan duduk di sofa. Dia terlihat bebas karena infusnya sudah di lepas, dia mengambil map dan mengeluarkan laporan perusahaan lalu memeriksanya. Aku mengambil buku dan rebahan di sofa, Carlos mengangkat kedua kakiku dan meletakkan di pahanya. Dia menatapku dan tersenyum.
Suda jam sebelas Carlos berdiri dan mengambil buku yang sedang aku baca.
“Sudah waktunya tidur.” Kata Carlos padaku.
“Baiklah ayo tidur.”
Carlos berjalan dan mengunci pintu kamar dari dalam, aku masi duduk di sofa dan dia berjalan meghampiriku dan dia berbisik padaku. “Biar tidak ada yang mengganggu kita.”
Aku menatap Carlos dengan heran. “Kamu mau apa?”
“Mau memakanmu.” Kata Carlos dan dia langsung mencium bibirku dan membaringkan tubuhku di sofa. Carlos berada di atas tubuhku dia membelai wajahku. “Aku sangat merindukanmu sayang.” Kata Carlos lalu dia mengecup bibirku
“Aku juga rindu padamu beb.” Aku melingkarkan kedua tanganku di punggung Carlos
“Apa yang kamu rindukan dariku?” Tanya Carlos sambil mencium leherku dan aku membelai rambutnya
“Rindu ciumanmu, rindu pelukanmu dan rindu cintamu.” Kataku pelan pada Carlos.
“Hanya itu, kamu tidak rindu dengan dia?” Bisik Carlos di kupingku dan dia menggigit lembut kupingku dan menghembuskan nafasnya di belakang kupingku.
“Aku juga merindukannya beb.” sambil berbisik di kuping Carlos.
“Dia juga sangat merindukanmu." Carlos meraba bibirku. “Sudah lama aku tidak menyentuh bibirmu.” Kata Carlos padaku. Carlos mencium bibirku dan aku membalas ciuman Carlos, dan kami saling berciuman. “Kamu semakin aktif.” Goda Carlos padaku dan aku tertawa. Kami kembali berciuman.
Dan akhirnya aku dan Carlos melakukannya, Carlos terbaring di atas tubuhku. Dia mencium keningku dan mengusap wajahku. “Aku sangat mencintaimu.” Kata Carlos padaku.
Aku mencium pipinya dan berbisik. "Aku juga mencintaimu."
“Aku mau ke kamar mandi beb.”
“Aku juga sayang.
__ADS_1
Kami berdua masuk ke kamar mandi dan mandi, selesai mandi kami kembali ke tempat tidur. Kami saling berpelukan dan tertidur.
Selamat membaca