End Of Love

End Of Love
EOL 53


__ADS_3

Jessica POV


Orang tua Carlos sangat menyayangiku apa lagi Federico, dia sangat menyayangiku seakan akan aku adalah anak kandungnya. Aku benar benar merasakan apa itu kasih sayang, aku menemukan kasih sayang dari Federico dan Liliana. Liliana bercerita kalau dulu Federico sangat mendambakan anak perempuan tapi saat melahirkan Dario Liliana sudah tidak bisa hamil lagi, makanya begitu aku hadir dalam keluarga mereka Federico sangat bahagia.


Sekarang kalau pulang kantor yang mereka cari lebih dulu aku, kalau aku dan Carlos


bertengkar Liliana dan Federico selalu membelaku. Terkadang Carlos menjadi


kesal, kalau dia sudah kesal begitu aku selalu ledekin dia tapi Carlos tidak


berani mengeluarkan kata kata kasar padaku dia sangat menyayangiku


Dan guys Carlos sekarang menjadi pencemburu, medsosku sekarang selalu di


awasinya. Wa ku di hubungkan ke laptopnya bahkan messengerku sekarang


dia yang pakai.


Terus kalau ada yang added aku, dia langsung blockir. Pokoknya kalau ada cowok yang ngeadd aku, pasti di blockir. Tapi aku sih gak apa apa, lagi pula aku tidak terlalu aktif bermain medsos dan buatku Carlos seperti itu karena dia sangat mencintaiku. So no problem for me.


Aku ingat waktu kami jalan jalan di mall dan Federico bertemu dengan rekan bisnis bersama anak laki lakinya, dan Federico mengenalkan aku pada mereka. Federico mengenalkan aku sebagai anak perempuannya bukan calon menantu. Aku lihat wajah Carlos agak kesal apa lagi anak dari rekan bisnis Federico itu selalu menatapku. Anaknya ganteng sich, aku liat Carlos mulai cemburu.


Sampai dirumah Carlos langsung menarikku masuk ke kamar dan menatapku, aku tersenyum aku tau dia sedang kesal. Aku menghampirinya dan memeluknya.


“Kenapa beb, kenapa wajahmu seperti itu?”


Carlos melepaskan pelukanku dan dia pergi berbaring, dalam hatiku ngambek ya. Aku naik


ketempat tidur dan memeluknya. “Beb kamu marah padaku?” Dia hanya menggelengkan


kepala. “Terus kenapa kamu diam?” Carlos membalikkan badannya menghadapku


“Kamu mencintaiku?” Tanya Carlos padaku


“Tentu beb, aku sangat mencintaimu. Kalau aku tidak mencintaimu untuk apa aku mau


mengandung anakmu.” Carlos memegang pipiku.


“Kamu akan setia padaku?” Tanya Carlos lagi


“Tentu saja beb, kenapa kamu bertanya begitu padaku. Kamu pikir aku akan meninggalkanmu


dan pergi dengan laki laki lain?”


“Sayang aku takut saja kamu meninggalkanku, kamu sangat muda, cantik sedangkan aku ,kamu tau sendirikan umurku sekarang. Umur kita sangat berbeda jauh, aku takut saja kamu pergi meninggalkanku.

__ADS_1


Aku memeluk Carlos. “Beb aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kamu tau juga aku sangat mencintaimu. Aku akan selalu bersamamu, aku akan menghabiskan hidupku hanya bersamamu. Aku hanya milikmu, justru aku yang takut kalau suatu waktu kamu mengkhianatiku.


“Tidak akan pernah sayang, aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Selamanya aku milikmu selamanya sayang, aku berjanji padamu.”


Kami berpelukan dan dia mencium keningku, Carlos juga sempat protes pada Federico karena mengenalkan aku sebagai anak bukan calon menantu dan Federico tertawa.


“Nak sepertinya kamu cemburu ya sama anak rekan bisnisku.” Canda Federico pada Carlos.


“Bukan begitu dadd, Jessicakan calon istriku aku tidak suka ada yang menatapnya seperti itu”


Federico tertawa lagi. “Nak itu tandanya kamu cemburu, tapi itu bagus berarti kamu mencintai Jessica


“Tentu saja dadd aku sangat mencintainya makanya aku tidak suka ada laki laki yang


menatapnya seperti itu.” Kata Carlos pada Federico


“Iya.. Iya.. Daddy minta maaf.” Sambil menepuk nepuk punggung Carlos.


Pernikahan aku dan Carlos dua minggu lagi Federico sudah mengurus visaku, aku keluar kamar


tapi aku mendengar Carlos sedang ngobrol dengan Federico dan Liliana di ruang santai tapi mereka bicara pakai bahasa Spain. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan aku hanya mengetahaui sedikit bahasa spain. Aku turun ke bawa tapi langkahku terhenti karena Liliana memanggilku, aku menghampiri Liliana dan Liliana mengajak aku duduk bersama mereka. Aku duduk di samping Carlos, dan Carlos menciumku dan memegang tanganku.


Liliana bertanya kalau pernikahan kami temanya apa, nuansanya apa. Aku juga bingung,


aku serahkan semua pada Carlos.


“Mom aku lebih suka outdoor, rumah kita di Spanyol halamannyakan luas, kita bisa pakai untuk pernikahan aku dan Jessica.


“Itu bagus nak.” Ucap Federico. “Halaman rumah kita luas, pernikahan di halam rumah saja nanti kita bayar orang untuk mendekorasinya.


“Iya dadd.”


Aku hanya diam dan mendengarkan rencana rencana mereka, aku juga suka pernikahanku di buat outdoor kalau di dalam gedung terlalu formal. Selesai berdiskusi aku dan Carlos berdiri meninggalkan Federico dan Liliana di ruang santai, aku turun ke bawah dan pergi ke halaman belakang. Aku duduk duduk disitu dan Carlos menghampiriku.


“Apa yang kamu pikirkan sayang?” Tanya Carlos sambil memegang tanganku


“Tidak ada beb.” Aku tersenyum pada Carlos


“Sayang kamu suka dengan tema pernikahan kita?” Tanya Carlos lagi


Aku memegang pipi Carlos dan tersenyum. “Aku suka beb.”


“Sayang kamu bahagiakan bersamaku?” Tanya Carlos sambil menarik tanganku dan menyuruh aku duduk di pangkuannya, aku duduk di pangkuan Carlos.


“Aku sangat bahagia bersamamu.” Carlos mencium pipiku dan memelukku dan berbisik. “Aku sangat mencintaimu.”

__ADS_1


Aku tersenyum menatap Carlos. “ Aku juga mencintaimu sangat mencintaimu.” Bisikku di kuping Carlos. Carlos tersenyum kemudian dia mengajak aku berjalan di halaman belakang, dia mengajak aku pergi ke pondok yang berada di dekat pepohonan. kami berjalan di atas rumput hijau yang tertata rapi, Carlos melingkarkan tangannya di punggungku dan aku melingkarkan


tanganku di pinggangnya.


Pondoknya jauh juga dan akhirnya kami sampai di pondok. Carlos menarikku dan aku duduk di


pangkuannya, aku dan carlos bersenda gurau di pondok,


“Sayang kamu ingin anak kita berapa?” Tanya Carlos padaku.


“Hmmm.. Aku ingin anak kita empat dua laki laki dan dua perempuan.” Jawabku sambil tersenyum pada Carlos.


“Kenapa banyak begitu sayang?”


“Aku ingin rumah kita ramai dengan anak anak.” Carlos tersenyum dan mencium bibirku.beb kamu tidak bosan mencium bibirku?” Ledekku pada Carlos


“Tidak akan pernah bosan, aku ingin menciumnya terus dan terus.” Sambil mencium berulang kali bibirku.


Aku tertawa. “Beb sudah ah.” Carlos berhenti dan menatapku


“kenapa sayang kamu bosan aku menciummu?”


Aku menggelengkan kepala, Carlos membelai wajahku dan mengusap perutku. Aku memegang tangan Carlos. “Beb kalau anak kita lahir kamu akan beri dia nama apa.?” Carlos berpikir..


“Hmmmm, aku akan memberi dia nama Kairos, ya aku akan memberi dia nama Kairos.”


Aku menatap Carlos dengan penasaran. “Beb apa itu Kairos apakah itu ada makna tertentu bagimu?”


“Iya sayang itu artinya saat yang tepat atau waktu yang tepat, saat yang tepat aku memilikimu saat yang tepat dimana aku akan memiliki anak dari wanita yang aku cintai dan bisa di artikan kesempatan.Umm.. Kesempatan memiliki wanita cantik sepertimu.” Jawab Carlos sambil tersenyum padaku


Aku tersenyum pada Carlos. “Ohh begitu..” Carlos mengajakku kembali kedalam rumah, aku dan Carlos berjalan dan masuk ke dalam rumah. Kami berpapasan dengan Federico, dan Federico tersenyum melihatku.


“Dari mana kalian berdua?”


“Dari pondok dadd.” jawab Carlos pada Federico


“Oh begitu, kalian tidak ke dokter. Bukannya Jessica akan memeriksa kandungannya?”


“Nanti sebentar dadd.”


“Ya sudah, istirahatlah.”


“Iya dadd.” Jawabku pada Federico kemudian aku dan Carlos naik ke atas dan masuk ke


dalam kamar. Aku langsung berbaring di tempat tidur, Carlos juga berbaring dan memelukku.

__ADS_1


Selamat membaca


Terima kasih bagi yang masih setia memberi like dan koment


__ADS_2