
“Hi, apa kabar readers. Lama juga ya tak bersua.
Ok aku akan melanjutkan season dua dari End Of Love karena sudah lama season dua terhenti karena focus dengan Novel #Suamibajingan
Ok, aku kasih tau ya. Eps 1 sampai eps 120 sama dengan Novel Suami bajingaan yang sekarang di rubah menjadi This Is Love SS2 (Sebelumnya Suami Bajingaan)
Di eps 121 alurnya sudah berbeda.
Kenapa ada End Of Love?
“End Of love tercipta karena adanya Spoiler dan akhirnya aku merubah alur cerita di eps 121-127. Novel yang sebenarnya adalah #Suamibajingan
Dan Season 2 End Of Love bukan Season duanya Suami Bajingaan ya. karena sudah beda alur dari 121. Jadi jangan tanya lagi Thor kok disini Emily di suami bajingaan Tania. Jawabnya beda alur sayang.
Ok lanjuuutttt…!!!
Kepergian Carlos dan Jessica membawa kesedihan yang mendalam bagi Kairos dan ketiga adiknya. Tak henti hentinya mereka menangis. Mereka masih tidak percaya dengan kepergian Jessica dan Carlos.
Melihat cucunya seperti itu, Federico pergi bertemu dengan Jeremmy. Sampai di kediaman Jeremmy, Federico mengetuk pintu dan seorang pelayan membukakan pintu kepada Federico
“Maaf, apakah Tuan Jeremmy di rumah?”
“Iya Tuan. Tuan Jeremmy sedang berada di ruang kerjanya.”
“Ohh.. katakan kepada Tuan Jeremmy Federico ingin bertemu dengannya.”
“Baik Tuan silahkan masuk.”
Federico masuk dan duduk di ruang tamu, kemudian pelayan rumah pergi mengetuk pintu ruang kerja Tuan Jeremmy.
Tuan Jeremmy membuka pintu
“Tuan, di depan ada Tuan Federico. Dia ingin bertemu dengan Tuan.”
“Oh..iya aku segera kedapan.”
Jeremmy keluar dari ruang kerjanya dan menemui Federico.
“Ahh.. Federico mengapa tidak memberitahuku kalau kamu akan datang.” Kata Jeremmy sambil memeluk Federico dan mereka berdua berpelukan
“Maaf Jeremmy kalau aku mengganggumu.”
‘Ahh.. tidak Federico, kamu tidak menggangguku. Aku hanya duduk duduk saja di ruang kerja, samapi saat ini aku masih belum percaya kalau Jessica anakku sudah tiada. Aku baru saja dekat dengannya tapi dia sudah pergi.” Kata Jeremmy dengan raut wajah yang sedih.
Federico melihat foto foto Jessica dan anak anak terpajang di ruangan.
“Iya Jeremmy, aku juga masih belum percaya kalau Carlos dan Jessica sudah tiada. Ini seperti mimpi bagiku.” Kata Federico dan tidak terasa air matanya jatuh dan dia cepat cepat menyekanya.
“Ada apa Federico? Apakah anak anak baik baik saja?”
“Itu yang ingin aku bicarakan denganmu Jeremmy. Aku tidak bisa lihat mereka seperti itu, mereka mengurung diri terus di kamar. Dan aku berpikir mungkin lebih baik mereka aku bawa ke Spanyol dulu untuk sementara waktu.
“Iya mungkin itu lebih baik, aku juga merasa tidak aman anak anak ada di disini. Karena kita tidak tahu siapa yang menembak Jessica dan Carlos.
“Benar sekali Jeremmy, aku juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka. Jadi lebih baik aku bawa mereka ke Spanyol.”
“Iya Federico, bawah saja mereka ke Spanyol, nanti aku akan selalu berkunjung kesana.”
“Baiklah Jeremmy, aku hanya ingin membicarakan hal itu kepadamu. Karena mereka juga cucumu.”
“Iya Federico, tidak apa apa. Demi keamanan mereka, bawah saja mereka ke Spanyol.”
“Terima kasih Jeremmy, kalau begitu aku permisi dulu.”
“Baiklah Federico, Terima kasih.”
__ADS_1
Federico bangit berdiri dan meninggalkan kediaman Jeremmy. Dia masuk ke dalam mobil dan meminta Rick untuk kembali kerumah.
Tiba di rumah Federico masuk dan Liliana menyambut Federico.
“Bagaimana Federico? Apakah kamu sudah membicarakannya dengan Jeremmy?”
“Sudah sayang dan Jeremmy setujuh anak anak tinggal di Spanyol.”
“Baguslah kalau begitu, aku khawatir kalau mereka tinggal disini.”
“Iya sayang.”
Federico naik ke atas menuju ke kamar Kairos, dia membuka pintu dan melihat Kairos lagi berbaring di tempat tidur sambil memegang foto Jessica dan Carlos. sesekali dia menyeka air matanya.
Federico menghampiri Kairos dan duduk disisi tempat tidur. Dia memeluk Kairos dan membelai rambut Kairos. Kairos memeluk Federico dan menangis.
“Aku sangat merindukan mama dan papa opa. Aku tidak percaya mama dan papa sudah pergi.” Kata Kairos sambil menangis.”
“Kairos, kamu harus kuat. Kamu memiliki 3 adik dan opa sudah tua, kamu harus menjaga ketiga adikmu.”
Kairos memeluk Federico dengan erat
“Iya opa, aku akan menjaga ketiga adikku.”
“Bagus, opa senang mendengarnya. Kairos untuk sementara waktu kita akan tinggal di Spanyol.”
Kairos melepaskan pelukannya
“Kenapa opa? Kenapa kita harus tinggal di Spanyol?”
Federico membelai rambut Kairos
“Kairos, disini opa merasa tidak aman. Kita di Spanyol hanya untuk sementara, kalau sudah aman kita kembali kesini lagi.”
“Baiklah opa.”
“Iya opa.”
Federico berdiri dan meninggalkan Kairos. Dia turun dan masuk kedalam kamarnya.
Akhirnya Federico membawa anak anak Jessica dan Carlos ke Spanyol. Kairos kuliah di Spanyol begitu juga Acel dan Cella, mereka sekolah juga di Spanyol.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dengan Kematian orang tuaku akhirnya membuat opa dan omaku membawa aku dan ketiga adikku tinggal di spanyol, opa dan oma khawatir kalau sesuatu terjadi pada kami. opa berpikir kalau ada yang tidak suka dengan keluarga kami, jadi opa membawa kami ke spanyol.
Hi Namaku Kairos
Aku anak pertama dari keluraga Gomes - Anes. Papa ku berasal dariSpanyol dan mamaku berdarah Portugis dan Indonesia. Mamaku berasal dari Kota Tomohon, aku memiliki tiga adik.
Adik pertama bernama Marcel tapi kami sering memanggil dia Acel
dan adik kedua bernama Marcella kami juga memanggil dia Cella
Acel dan Cella adalah kembar dan sekarang mereka beumur tujuh belas tahun
dan yang ketiga. Adikku yang paling kecil namanya Carissa.
__ADS_1
Carissa saat ini berumur empat tahun.
Aku selalu memanggil Carissa gadis kecil karena dia sangat cantik, dia adikku yang paling cerewet dan periang. Kami bertiga selalu memberikan kasih sayang pada Carissa.
Aku kuliah di Spanyol dan mengambil jurusan accounting. Aku ingin seperti mama dan ingin meneruskan bisnis mamaku. Kedua adikku mereka juga bersekolah di Spanyol, aku berkeinginan kalau selesai kuliah akan pindah ke Amerika. Begitu juga dengan adikku mereka ingin kulian di Amerika.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhinya kuliahku selesai dan aku meminta kepada opa dan oma untuk pindah ke Amerika, awalnya mereka tidak mengijinkan kami pindah ke Amerika. Tapi aku dan adik adikku memaksa opa dan oma, aku juga meminta opa Jeremmy untuk membujuk opa Federico agar mengijinkan kami pindah ke Amerika. Dan akhirnya opa Federico mengijinkan kami kembali ke Amerika dan opa Federico juga ikut pindah ke Amerika karena dia tidak ingin kami hidup sendiri di Amerika.
Kami pindah ke Amerika dan tinggal di rumah opa Federico. Aku langsung mengambil alih perusahaan yang didirikan oleh mamaku yaitu Golbal invesment. Sedangkan perusahaan well’s gorup di teruskan oleh paman Dixon tapi saham sebesar 60% tetap milik mama dan di berikan kepada aku dan adik adikku. Aku meneruskan pekerjaan mama yaitu membiayai perusahaan perusahaan yang kekurangan dana dalam menangani proyek dengan sistem sharing profit.
Author Pov
Hari ini adalah hari libur. Kairos mengajak ketiga adiknya pergi kerumah pertama mereka, yang di beli oleh Carlos, mereka ingin membersihkan rumah tersebut karena sudah lama tidak di tempati.
“Acel, Cella bagaimana kalau kita kerumah papa, sudah lama rumah itu tidak di tempati dan pasti rumah itu sangat berantakan.
“Baiklah kairos, apakah kita pergi sekarang?” Tanya Cella.
“Tentu saja Cella kalau besok aku tidak bisa.”
“Iya lebih bagus sekarang, karena besok juga aku harus kuliah Kairos.” kata Acel pada Kairos.
Mereka bertiga pergi kerumah mereka. Sampai di rumah yang di beli Carlos, mereka masuk dan rumah itu terlihat sanagt gersang dan tidak terawat. Kairos masuk kedalam kamarnya, dia teringat Jessica dan Carlos, mereka selalu masuk kekamarnya dan selalu mengganggu dia. Dia terbayang setiap pagi Jessica datang membangunkannya untuk kesekolah. Kairos menarik nafas panjang.
“Hemm…, rumah ini terlalu banyak kenangan bersama papa dan mama.” Kata Kairos dalam hati.
Kairos kemudian masuk kedalam kamar Carlos, dia melihat foto foto mesra Jessica dan Carlos masih terpajang di dinding kamar, begitu juga foto pernikahan mereka berdua. Kairos menurunkan foto foto mama dan papanya dan membersihkan debu debu yang menempel di bingkai foto. Saat dia membersihkan bingkai foto pernikahan papa dan mamanya sebuah amplop surat jatuh ke lantai. Kairos mengambil surat itu. Dia membaca sampul depannya tertulis.
“Untuk anak anakku tersayang.”
Kairos membuka amplop itu dan mengeluarkan surat itu, lalu membacanya.
“Hi anak anakku tersayang, papa berharap kalian menemukan surat ini. Papa ingin kalian tahu kalau papa sangat meyayangi kalian, kalian bertiga juga mama adalah hidup papa dan kebahagiaan papa.
Papa ingin kalian mengetahu bahwa papa tidak berselingkuh, apa yang kalian lihat semuanya hanya sandiwara papa. Papa berbuat demikian karena saat ini papa lagi sakit dan sakit papa ini tidak ada obatnya. Dan sudah pasti papa akan meninggalkan kalian untuk selamanya. Papa sangat tahu kalian begitu menyayangi papa, papa melakukan sandiwara itu agar kalian membenci papa supaya saat papa pergi kalian tidak bersedih. Kalian tidak berlarut larut dalam kesedihan. Papa minta maaf kepada kalian karena papa sudah menyakiti hati kalian.
Salam Sayang
Papa
Kairos melipat surat itu dan menangis.
“Aku sangat merindukan kalian.” Kairos mengusap foto Carlos dan Jessica. “Sampai saat ini aku merasakan kalian berdua masih hidup dan berada di suatu tempat.” Kata Kairos lagi sambil mengusap foto Carlos dan Jessica.
Acel dan cella masuk ke kamar dan melihat kairos lagi menangis memegang foto Carlos dan Jessica. Mereka berdua menghampiri Kairos, mereka saling berpelukan dan menangis.
“Kairos aku sangat merindukan papa dan mama.” Kata Cella pada Kairos sambil menangis.
“Aku juga sangat merindukan mereka Kairos, saat aku masuk kedalam rumah ini aku teringat mama yang selalu menggangguku di kamar. Begitu juga papa, kalau aku tidak mau bangun papa selalu mengangkatku.” Kata Acel sambil menangis.
Kairos memeluk Acel dan Cella.
“Aku juga sangat merindukan mereka. Sudah kita rapikan rumah ini, aku ingin tidur disini nanti malam. Cella kamu telepon oma suruh pelayan oma datang membantu kita membereskan rumah ini.
“Baik Kairos, tapi aku juga tidur disini ya.” Pinta Cella pada Kairos.
“Iya, makanya telepon oma supaya pelayan rumah cepat kesini.”
“Baiklah Kairos, aku akan menelepon oma." Cella menelepon Liliana dan memintanya untuk menyuruh pelayan datang kerumah mereka.
Dan tidak lama kemudian pelayan Liliana datang dan mereka langsung membersihkan rumah. Kairos merapikan kamar Carlos dan Jessica, dia ingin menggunakan kamar itu. Dia berencana untuk tinggal di rumah milik Carlos.
Selamat Membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya..
Salam Author..❤❤😘😘