
Author POV
Hari ini Jessica pulang cepat
dari sekolah, mereka tidak belajar karena mereka sedang mengadakan ujian
semester. Seperti biasa Jessica dan Andrew selalu pulang bersama dan hari ini Jessica
masih melanjutkan shooting terakhir iklan susu. Jessica sudah menceritakan pada
Carlos dan Carlos memberi ijin pada Jessica. Sampai di apartemen Jessica mengambil handuk dan mandi selesai mandi dia mengganti pakaiannya. Dan Andrew
akan mengantar Jessica ke tempat shooting karena Carlos tidak mengijinkan kalau
Jessica pergi sendiri.
Jessica turun dan menunggu Andrew di
lobby kali ini Andrew menggunakan mobil Carlos, dan Carlos ke kantor menggunakan mobilnya yang satu lagi. Jessica melihat Andrew dan berjalan menghampiri mobil. Dia membuka pintu dan masuk, Andrew langsung menjalankan mobil menuju ke tempat shooting. Akhirnya mereka sampai dan jessica langsung menemui pak Rudy dan Donal, mereka bercakap cakap dan akhirnya waktu
pengambilan gambar di mulai. Jessica mengikuti sesuai arahan sutrada.
Selesai pengambilan gambar Jessica
berjalan mendekati Andrew dan tiba tiba tangan Jessica di tarik kasar oleh Glen.
Jessica terkejut Glen ada di tempat shooting, Glen menarik tangan Jessica dan Jessica berusaha melepaskan tangannya dari Glen.
“Glen lepaskan tanganku, kenapa kamu
menarikku, kamu kasar Glen.” Kata Jessica pada Glen dengan wajah marah.
“Jess kenapa sich kamu harus kembali
pada Carlos, dia sudah mengkhianatimu. Kenapa kamu kembali padanya?” Kata Glen
pada Jessica
“Karena aku mencintainya.” Jawab Jessica
sambil berusaha melepaskan tangannya dari Glen
“Tapi dia sudah mengkhianatimu Jess,
tinggalkan dia.” Kata Glen sambil menarik tangan Jessica
“Glen dia sudah minta maaf dan
berjanji tidak akan mengulanginya.” Kata Jessica sambil menarik tangannya dari
genggaman Glen
“Kamu percaya pada Carlos? sekali
pengkhianat dia akan tetap jadi pengkhianat. Kamu ikut denganku jess.” Sambil
menarik tangan jessica
Andrew melihat Glen menarik tangan
tangan jessica dan Andrew menghampirinya
“Lepaskan tangannya.” Kata Andrew
pada Glen
“Kamu jangan ikut campur urusan
kami.” Kata Glen sambil menarik tangan Jessica dan Jessica berusaha melepaskan
tanganya dari Glen tapi Glen memegangnya dengan kuat.
“Hei sudah aku katakan lepaskan
tanganmu dari Jessica!” Kata Andrew dengan wajah marah
“Diam kamu, sudah aku katakan jangan
ikut campur.” Kata Glen lagi
“Glen lepaskan tanganku, tanganku
sakit.” Jessica berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Glen dan Andrew
mendekat dan memukul Glen. Glen terjatuh, dia bangkit dan ingin membalas
pukulan Andrew tapi kru di tempat shooting langsung datang dan melerai mereka.
Glen menunjuk pada Andrew
“Hati hati kamu, tunggu saja
pembalasanku.” Kata Glen pada Andrew
“Aku tidak takut padamu.” Balas Andrew
dan Glen meninggalkan mereka.
“Jess kamu tidak apa apa?” Tanya Andrew
pada Jessica
“Tidak apa apa Ndrew cuma tanganku
agak sakit.” Kata Jessica sambil memegang tangannya yang sakit.
“Kamu harus hati hati Jess, kalau
mau kemana mana jangan sendiri. Sepertinya Glen itu orangnya nekat.” Kata Andrew
mengingatkan Jessica.
“Iya Ndrew, aku pikir dia orangnya
baik.” Kata Jessica sambil mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Carlos, ada
nada panggil dan Carlos langsung menjawabnya
“Iya sayang kamu masih shooting?” Tanya
Carlos
“Sudah selesai beb.”
“Kalau begitu datang saja ke
kantorku.”
“Aku tidak tau alamatnya.” Kata Jessica
pada Carlos
“Aku kirim alamatnya sekarang nanti kamu
langsung kesini ya.” Kata Carlos dari seberang telepon
“Iya..” Jessica menutup telepon
dan menghampiri Andrew. “ Ndrew kita ke kantor Carlos ya.” Kata Jessica pada Andrew
“Sekarang Jess?” Tanya Andrew
“ Iya Ndrew.”
Jessica pamit pada pak Rudy serta kru
dan berjalan ke mobil, Jessica membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Andrew
__ADS_1
melihat pergelangan tangan Jessica merah.
“Jess tanganmu masih sakit?” Tanya Andrew
“Sedikit Ndrew, ayo jalan!”
“Iya.. Jess.”
Andrew menjalankan mobilnya dan Handphone
Jessica berbunyi, dia melihat ada sebuah pesan dari Carlos.
“Ndrew ini alamat kantor Carlos.” Kata
Jessica sambil menunjukan alamatnya pada Andrew.
“Oh iya aku tau alamatnya.” Kata Andrew
dan mereka langsung menuju ke kantor Carlos, Jessica mengirim pesan pada Carlos
untuk menunggu dia dan Andrew di depan.
Tidak lama kemudian mereka tiba di
kantor Carlos, dan Carlos sudah menunggu mereka di depan. Jessica dan Andrew
masuk kemudian Carlos memeluk Jessica dan mengecup bibir Jessica, semua
karyawan melihat Jessica dan Carlos. Carlos memegang tangan Jessica dan masuk
keruangan, dan Andrew berjalan di belakang Carlos dan Jessica.
Sementara di luar terjadi
percakapan, itu pasti pacar boss ya. Masih mudah sekali ya, cantik dan tinggi
lagi timpal yang lain. Cocok sama boss lah, bosskan tinggi.
Sampai di ruangan Jessica dan Andrew
duduk di sofa kemudian Carlos memanggil Jessica
“Sayang kesini.” Panggil Carlos pada
Jessica
Jessica berdiri dan menghampiri Carlos,
Carlos menarik Jessica dan menyuruh duduk di pangkuan Carlos. Carlos
memegang tangan Jessica dan melihat tangan Jessica. “Kenapa pergelangan
tanganmu merah sayang?” Tanya Carlos
Jessica baru mau menjawab, Andrew
sudah duluan memberitahukan pada Carlos, padahal Jessica ingin
menyembunyikannya pada Carlos.
“Itu perbuatan Glen Carlos, dia tadi
menarik kasar tangan Jessica. Tapi tenang saja Carlos aku sudah menghajarnya.” Kata
Andrew pada Carlos
“Oh begitu.” Kata Carlos . Dalam
hati Carlos. “Tunggu saja Glen, aku akan memberimu pelajaran. Berani sekali
kamu berbuat kasar pada Jessica, aku akan mendatangi kantornya.”
“Aku tidak apa apa beb.” Kata Jessica pada Carlos
“Iya sayang, jangan berhubungan lagi
“Iya beb.”
“Ok sayang kita pergi sebentar.” Kata Carlos
“kemana beb?” Tanya Jessica
“Temanku mengundangku ke kantornya.”
Bohong Carlos pada Jessica
“Aku juga ikut?” Tanya Jessica lagi.
“Iya kamu harus ikut sayang, ayo Ndrew kamu juga ikut.”
Mereka berjalan keluar dan menuju
parkiran, Carlos memberikan kunci pada Andrew dan mereka masuk kedalam
mobil dan Andrew menyetir mobil. Carlos memberitahukan alamat kantor
temannya, dan Andrew langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor yang di
tuju. Tidak lama kemudian mereka sampai dan mereka turun. Carlos memegang
tangan Jessica dan masuk ke dalam kantor, mereka tidak menghadang Carlos karena
mereka sudah mengenal Carlos. Sampai di dalam Carlos menyuruh Jessica dan
Andrew duduk di ruang tunggu kemudian Carlos masuk ke dalam ruangan. Dia tidak
mengetuk pintu, Carlos langsung masuk dan Glen terkejut melihat Carlos
ada di kantornya. Carlos menarik kemeja Glen dan melayangkan pukulan ke
wajahnya dan Glen terduduk di kursi kerjanya.
“Carlos ada apa ini?” Tanya Glen
sambil memegang wajahnya.
“Ada apa?” Carlos menariknya
lagi dan memberikan pukulan di perutnya, dan Glen meringis kesakitan. “Kamu mau bertanya lagi ada apa?” Kata Carlos
pada Glen dengan wajah marah
“Iya kenapa kamu tiba tiba
memukulku?” Tanya Glen pada Carlos dengan wajah keheranan
“Kamu tidak menyadari kesalahanmu?” Kata
Carlos sambil menarik kerak baju Glen. “Berani sekali kamu berbuat kasar pada Jessica.”
Kata Carlos sambil melayangkan lagi pukulan ke wajah Glen dan Glen
terjatuh. Carlos memegang kemeja Glen dan menarik Glen berdiri dan menyandarkan
Glen di dinding dengan kasar.
“Ingat Glen kamu di Indonesia karena
aku, Bisnismu aku yang bantu dan inikah balasanmu padaku.” Kata Carlos dengan
emosi
“Carlos bukan begitu.” Kata Glen
“Lalu apa ha…? Kamu ingin membangkitkan
Carlos yang dulu?” Kata Carlos lagi penuh dengan emosi
__ADS_1
“Carlos tenanglah, aku memang salah
aku akui itu. Tapi aku juga menyukai jessica.” Kata Glen pada Carlos
“Ingat Glen dia itu milikku, dan
kami saling mencintai. Jangan pernah ganggu hubungan kami, kalau kamu masih
mengganggu hubungan kami, aku akan hancurkan bisnismu disini maupun bisnis
orang tuamu. Ingat Glen aku beritahu padamu, orang tuaku sangat menyayangi Jessica.
Kalau kamu macam macam dengannya aku tinggal telepon orang tuaku maka mereka
akan tarik investasinya di perusahaan orang tuamu, maka bisnis orang tuamu
hancur termasuk bisnismu disini.” Ancam Carlos pada Glen dan Glen menjadi takut
“Carlos jangan seperti itu aku
salah, aku minta maaf.”
“Jangan minta maaf padaku, tapi minta
maaf pada Jessica.” Kata Carlos pada glen sambil menarik Glen
keluar dari ruangannya dan membawanya kepada Jessica. Carlos mendorong Glen
dan Glen terjatuh di depan Jessica.
“Sekarang minta maaf.” Kata Carlos
pada Glen
Jessica terkejut melihat Glen, ujung
bibirnya berdarahh dan dia melihat ke Carlos.
“Beb ada apa ini.” Tanya Jessica
sambil menatap Carlos
“Sudah sayang kamu tenang saja.” Kata
Carlos pada Jessica. “Ayo Glen minta
maaf pada Jessica.”
“Jess aku minta maaf sudah bersikap kasar
padamu.” Kata Glen pada Jessica
“Iya sudah lupakan saja.” Kata
Jessica pada Glen dan dia menatap Carlos. “Beb ayo kita pulang.”
“Sebentar sayang dia belum berjanji
padamu.”
“Beb sudahlah.” Kata Jessica pada
Carlos
“Sayang dia harus membuat perjanjian
denganmu, ayo Glen.” Perintah Carlos pada Glen
“Jess aku janji tidak akan pernah
mengganggumu lagi.” Kata Glen pada Jessica
“Hei satu hal lagi, hapus semua
video dan foto foto yang kamu edit itu di medsos, dan ingat aku akan mengawasimu
Glen.” Kata Carlos lagi
“Iya aku akan menghapusnya.” Jawab Glen
“Sayang ayo kita pergi.” Carlos
memegang tangan Jessica dan keluar dari kantor Glen. “Ayo ndrew.” Kata Carlos
pada Andrew.
Mereka berjalan ke tempat parkir dan
naik mobil. “Kita kembali ke kantor Ndrew.”
Andrew menjalankan mobilnya menuju
ke kantor Carlos. Di mobil dia dan Jessica hanya diam, sampai di kantor mereka
turun dari mobil dan masuk ke kantor dan menuju ke ruangan Carlos
Jessica masih diam, dan Carlos
menarik Jessica pergi keruang meeting dan Andrew sibuk dengan handphonenya
“Kenapa kamu dari tadi diam saja
sayang?” Tanya Carlos sambil membelai rambut Jessica
“Kamu bohong padaku, kamu bilang
temanmu mengundangmu ke kantornya. Tapi ternyata kamu berbohong.” Kata Jessica
dengan wajah cemberut
“Sayang kalau aku berterus
terang pasti kamu akan menahanku.” Kata Carlos sambil memegang wajah Jessica
“Iya aku akan menahanmu, kalau
terjadi sesuatu padamu bagaimana?”
“Sayang Glen itu harus di beri
pelajaran agar dia tidak mengganggumu lagi.”
“Tapi aku khawatir padamu beb, kalau
dia melakukan sesuatu yang nekat padamu bagaimana?” kata Jessica sambil
melingkarkan tangannya di pinggang Carlos
“Tidak sayang, buktinya sekarang
lihat aku tidak apa apakan.” Kata Carlos sambil memeluk Jessica dan mengecup
kening Jessica.
“Aku hanya takut terjadi sesuatu
padamu beb.” Jessica memeluk Carlos dengan erat
“Iya.. Iya maaf sayang.” Carlos
memeluk Jessica dan mencium bibir Jessica. “Ayo kembali keruangan.
Carlos dan Jessica kembali
keruangannya, Jessica duduk bersama Andrew di sofa dan Carlos kembali bekerja.
Selamat membaca
__ADS_1