
Jam lima subuh Carlos terbangun, dia berdiri dan pergi kekamar Jessica, dia membuka pintu dan melihat Jessica tidur pulas memeluk Kairos. Carlos masuk dan dia berbaring di samping Jessica, dia memeluk Jessica dari belakang. Jessica merasakan pelukan Carlos, dia memutar badannya dan memeluk Carlos.
“Jam berapa sekarang beb?’ Tanya Jessica dengan suara yang serak.
“Jam lima sayang, tidur saja kembali!”
“Kenapa kamu sudah bangun beb?”
“Aku ingin memelukmu sayang.” Jawab Carlos sambil membelai rambut Jessica dan mencium kening Jessica. Carlos meluruskan badannya dan Jessica meletakan kepalanya di dada Carlos dan melingkarkan tangannya di atas perut Carlos kemudian dia tertidur kembali.
Acel dan Cella terbangun, mereka turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar Jessica. Mereka masuk dan langsung naik ke tempat tidur dan memeluk Jessica dan Carlos. Jessica membuka matanya dan menatap Cella.
“Good morning sayang.” Sambil membelai rambut Cella.
“Good morning mama.” Cella mencium pipi Jessica.
Jessica melihat jam yang ada di dinding sudah menunjukan pukul enam, Jessica melepaskan pelukan Cella dan dia turun dari tempat tidur.
“Mama akan siapkan sarapan untuk kalian.”
Carlos juga berdiri dari tempat tidur dan mengikuti Jessica turun ke dapur. Carlos membantu Jessica menyiapkan sarapan, selesai menyiapkan sarapan Jessica naik ke atas dan menyuruh ketiga anaknya sarapan.
Selesai sarapan Jessica membereskan pakaian anak anaknya dan Carlos membantu Jessica. Selesai membereskan pakaian anak anaknya. Carlos dan Jessica bersiap siap, mereka mandi dan mengganti pakaian mereka.
Jessica menelepon Pak Bambang untuk menjemput mereka di apartemen. Selesai menelpon Jessica duduk dengan ketiga anaknya.
“Mama aku tidak sabar lagi ingin bertemu dengan opa dan oma di manado.”
“Aku juga Acel, aku tidak sabar ingin bertemu dengan mereka.” Kata Cella.
Jessica tersenyum pada Acel dan Cella lalu dia mencium kedua anaknya itu.
Tidak lama kemudian handphone Jessica berbunyi, Jessica melihat ada pesan dari Pak Bambang, dia memberitahukan kalau dia sudah di bawah.
“Beb jemputan sudah di bawah.”
“Iya sayang.” Carlos mengangkat kedua koper dan menurunkan di lantai satu.
“Ayo anak anak kita ke lobby, Kairos tarik kopermu!”
“Iya mama.”
Kairos mengambil kopernya yang kecil dan membawanya turun ke lantai satu, mereka keluar dari apartemen dan menuju lobby.
Sampai di lobby, Pak Bambang langsung membantu mengangkat barang barang milik mereka dan memasukkannya kedalam mobil. Jessica dan anak anak naik ke dalam mobil begitu juga dengan Carlos, dia duduk di samping Pak Bambang
Mereka langsung meluncur ke airport. Tiba di airport, Pak Bambang turun dan langsung mengambil troli dan meletakkan barang barang di troli. Setelah selesai Jessica juga memberikan uang pada kepada Pak Bambang.
“Terima kasih bu Jessica.”
“Sama sama Pak, nanti aku akan telepon kalau akan kembali ke Jakarta.” Kata Jessica.
“Baik bu.”
Jessica, Carlos dan anak anak masuk ke dalam dan melakukan check in. Selesai check in mereka boarding dan pergi keruang tunggu dan tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam pesawat. Mereka langsung menuju ketempat duduk dan Carlos mengambil tas punggung Acel dan Cella lalu memasukan ke dalam kabin kemudian dia duduk dekat Acel.
Jessica duduk bersama Kairos dan Cella dan akhirnya pesawat Takeoff, Jessica memperhatikan Cella yang sedang melihat kota Jakarta dari balik kaca jendelanya. Jessica memegang tangan Cella dan Cella menatap Jessica sambil tersenyum.
Tiga jam kemudian mereka tiba di Samratulangi Airport, mereka keluar dari pesawat dan mengambil barang barang mereka di tempat pangambilan barang. Setelah mereka
“Mama kita akan ke rumah opa sekarangkan?” Tanya Acel
“Kalau kamu tidak lelah sayang.”
“Mama aku tidak lelah, kita ke rumah opa sekarang ya!”
“Baik sayang, mama cari mobil dulu ya.”
Jessica mencari rental mobil via internet kemudian di menelepon rental tersebut. Dan terdengar suara dari seberang telepon.
“Hallo selamat sore rental mobil disini, ada yang bisa di bantu?”
“Selamat sore pak, aku mau tanya mobil apa saja yang di sewakan?” Tanya Jessica
“Disini ada Avansa, Xenia, Terios , Rush dengan Fortuner.”
“Kalau Fortuner bisa lepas kunci?” Tanya Jessica lagi
“Oh, bisa Bu.” Jawab pemilik rental dari seberang telepon. “Kalau Fortuner lepas kunci satu juta bu.”
“Bisa di antar ke hotel mobilnya?”
“Bisa Bu, Ibu menginap di hotel mana?”
Jessica memberitahukan hotel tempat mereka menginap pada pemilik rental.
“Oh iya Bu saya antarkan sekarang mobilnya, Bu kalau boleh tunggu di lobby ya. saya hanya dekat dengan hotel tempat Ibu menginap.
“Ok kalau begitu saya tunggu di lobby sekarang, tapi itu matickan?”
“Iya bu ini mobil matic.”
“Ok kalau begitu.”
Jessica menutup telepon dan melihat Carlos yang tertidur di sofa. Jessica mengambil dompetnya dan turun ke lobby. Dia duduk di lobby menunggu mobil yang akan di antar oleh pemilik rental.
Tidak lama kemudian handphonenya berbunyi, ada pesan masuk dari pemilik rental. Jessica keluar dari hotel dan menemui pemilik mobil.
“Ibu yang akan pakai mobil ini?”
“Iyo kita yang mo pake om.” (Jessica menggunakan logat manado.)
“Oh... Orang Manado kote takira orang Jakarta (Oh ternyata orang Manado kirain orang Jakarta) Jessica tertawa.
“Percaya pa kita to om?” Canda jessica (percaya sama akukan om?)
“Oh.. Percaya no Bu, masa kwa nda percaya. Nda mungkin Ibu pe cantik bagini kong mo batipu orang.” Jessica langsung tertawa (Oh percayalah Bu, masa sich tidak percaya. Tidak mungkin wanita secantik Ibu mau menipu orang)
“Ok dang, kita somo selunas sekarang atau panjar dulu?” (Ok lah, aku lunaskan sekarang atau panjar dulu?)
__ADS_1
“Terserah pa Ibu jo, berapa hari so ibu mo pake tu oto?” (Terserah ibu saja, memang berapa hari Ibu akan pakai mobilnya?)
“Tujuh hari, kalau begitu aku bayar setengah dulu ya. Aku belum ambil uang di atm.”
“Iya tidak apa apa Bu, ini kuncinya Bu.”
“Ok makase dang ne.” (Ok terima kasih ya)
Jessic kembali ke kamar dan melihat Carlos sudah bangun.
“Beb kita ke Tomohon sekarang?”
“Terserah kamu sayang, kamu tidak lelah?”
“Sedikit beb, tapi anak anak inginnya pergi sekarang. Aku sudah sewa mobil juga beb.”
“Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang sayang!” Carlos mengambil dompetnya dan memasukannya ke dalam saku celananya.
“Kamu yang menyetir sayang?”
“Iya beb aku yang akan menyetir.” Jawab jessica. “Anak anak ayo kita pergi sekarang ke rumah opa.”
“Yes, kita kerumah opa.” Kata Acel dengan gembira.
Mereka keluar hotel dan menuju ke mobil, mereka masuk kedalam mobil dan Jessica menjalankan mobil keluar dari kawasan mall. Carlos menatap Jessica sambil tersenyum.
“Kamu masih ingat arah ke Tomohon sayang?”
“Tentu saja beb, masa aku lupa.” Jawab Jessica sambil tersenyum pada Carlos. Carlos memegang tangan Jessica dan menciumnya. Jessica menjalankan mobilnya menuju ke Tomohon.
Sepanjang perjalanan ke Tomohon Jessica memperhatikan ke tiga anaknya dari kaca spion, mereka menikmati perjalanannya. Saat berada di puncak Tinoor Kairos melihat pemandangan Kota Manado dan Jessica memperlambat mobilnya.
“Mama itu kota Manado ya?” Tanya Kairos.
“Iya sayang itu Kota Manado.”
“Mama itu gunung apa yang ada di tengah laut?” Tanya Acel
“Itu Manado Tua sayang, nah disana ada pulau namanya pulau Bunaken sama pulau Siladen.
“Mama nanti kita kesana ya!” Kata Acel lagi.
“Iya sayang nanti kita kesana.”
Jessica kembali menjalankan mobilnya menuju ke rumah papanya.
“Mama rumah opa masih jauh?” Tanya Cella
“Sudah dekat sayang.”
Mereka masuk ke pusat Kota, Jessica memperlambat mobilnya dan Jessica tersenyum menatap Carlos.
“Kenapa kamu tersenyum sayang?” Tanya Carlos.
“Beb kamu ingat toko itu?” Tanya Jessica sambil menunjuk toko yang ada di sudut jalan dan Carlos langsung tertawa.
Jessica dan Carlos tertawa di mobil.
“Beb kita bernostalgia lagi di tomohon.”
Carlos tertawa dan memperhatikan toko tersebut.
“Sayang tidak di sangka kita bertemu di toko itu dan tak disangka juga kamu bisa menjadi istriku.” Mereka berdua tertawa lagi. “Resort tempat aku dan kamu menginap kira kira masih ada sayang?”
“Tidak tahu beb, mungkin masih ada.” Jawab Jessica sambil tersenyum pada Carlos.
Jessica menjalankan mobilnya dengan pelan keluar dari pusat kota, Jessica langsung menuju ke rumah orang tuanya. Jessica melihat jam sudah setenga lima sore.
Akhirnya mereka tiba depan rumah orang tua Jessica.
“Mama ini rumah opa?” Tanya Kairos.
“Iya sayang ini rumah opa, itu opa lagi duduk di teras.”
“Ohh... Itu opa Jonny ma?” Tanya Cella.
“Iya itu opa Jonny sayang.”
Papa Jessica melihat mobil yang di parkir depan rumahnya tapi dia tidak tahu kalau itu Jessica dan anak anak.
Jessica turun dari mobil dan di ikuti anak anak, papa Jessica terkejut melihat Jessica. Dia langsung berdiri dan memeluk Jessica.
“Sayang, papa rindu sekali padamu Nak.” Jessica dan papanya berpelukan.
“Jessi juga rindu sama papa.” Jessica melepaskan pelukkannya. “Pa ini anak anak Jessi, itu kairos.”
Kairos datang mendekat dan memeluk papa Jessica.
“Hallo opa apa kabar?” Tanya Kairos
“Opa baik baik saja, kamu sudah besar ya.”
“Iya opa.” Kata Kairos sambil melepaskan pelukannya.
“Pa kalau ini Marcel dan Marcella.”
Papa Jessica memeluk Acel dan Cella.
“Jessi anakmu ganteng ganteng dan cantik.”
Jessica tersenyum. Papa Jessica melihat Carlos dan memeluk Carlos, Papa Jessica mengajak mereka masuk kedalam.
“Pa mama mana?” Tanya Jessica sambil melihat ke arah kamar.
“Mama lagi pergi ke arisan, sebentar lagi juga pulang.”
“Oh begitu, kalau Linda sama Titin mana pa?”
“Kedua adikmu itu sedang bekerja di toko.”
__ADS_1
“Mereka tidak kuliah pa?” Tanya Jessica
“Tidak sayang, papa tidak sanggup untuk menguliahkan kedua adikmu.”
“Pa, tiap bulan Jessi kirim uang sama papa masa tidak cukup untuk membayar kuliah kedua adikku?”
“Sayang, uang yang kamu kirim itu selalu diambil sama mama dan mama kamu itu boros.”
Jessica menjadi kesal mendengar kedua adiknya tidak kuliah
“Kalau begitu aku akan kirimkan langsung pada Linda dan Titin, aku ingin kedua adikku kuliah pa!”
“Kamu bicarakan dulu denga Linda dan Titin kalau mereka mau kulia atau tidak.” Carlos hanya diam dia tidak mengerti bahasa Jessica dan papanya.
Tidak lama kemudian mama Jessica pulang dan dia terkejut melihat Jessica, dia langsung memeluk Jessica.
“Sayang mama sangat merindukanmu.” Kata mama Jessica sambil memeluk Jessica, papa Jessica melihat istrinya memeluk Jessia dia mengernyitkan keningnya.
Jessica juga memeluk mamanya.
“Aku juga merindukanmu ma, mama sehat sehatkan?”
“Iya mama sehat.” Jawab mama Jessica, dia melihat anak anak Jessica. “Jessi ini anak anakmu?”
“Iya ma ini anak anak Jessi dan itu Carlos suami Jessi.”
Anak anak Jessi memeluk mama Jessica dan Carlos hanya bersalaman saja.
Mereka berbincang bincang di ruang tamu, kemudian Linda dan Titin datang. Mereka juga terkejut melihat Jessica. Linda dan Titin memeluk Jessica.
“Kaka so lebe cantik do eh.” (kaka makin cantik aja) Kata Linda pada Jessica dan Jessica tersenyum.
Mereka berbincang bincang dan tak terasa sudah jam sepuluh malam. Jessica pamit pada orang tuanya.
“Pa, ma Jessi kembali ke hotel dulu ya, anak anak sudah terlihat lelah. Nanti besok Jessi kesini lagi.”
“Baiklah Nak, hati hati ya!” Ucap papa Jessica.
“Iya pa.”
Anak anak Jessica memeluk papa dan mama Jessica kemudian pergi ke mobil. Jessica juga memeluk papa dan mamanya. Carlos juga memeluk papa Jessica dan menyalami mama Jessica kemudian dia masuk ke dalam mobil.
“Jessi hati hati menyetir ya!” Kata mama Jessica.
“Iya ma.” Jessica masuk ke dalam mobil dan menurunkan kaca mobilnya. “Jessi pergi dulu ya, besok Jessi kesini lagi.
“Iya hati hati ya!” Kata papa Jessica lagi.
Jessica menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman orang tuanya, dia menatap Carlos.
“Kamu lelah beb?”
“Sedikit sayang, kamu masih sanggup menyetir sayang?”
“Masih sanggup beb, tenang saja.” Kata Jessica pada Carlos sambil memegang pipi Carlos dan Carlos tersenyum pada Jessica.
Jessica langsung meluncur ke hotel, dia melihat dari kaca spion ketiga anaknya sudah tertidur.
“Beb anak kita sudah tertidur, mereka sudah kelelahan.” Carlos melihat ketiga anaknya dan tersenyum. “Beb kalau kamu mengantuk tidur saja!”
“Tidak sayang, aku ingin menemanimu.” Kata Carlos.
Tidak lama kemudian mereka sampai di hotel, Jessica memarkirkan mobilnya kemudian dia membangunkan ketiga anaknya.
“Anak anak kita sudah sampai, ayo turun!”
Mereka bangun dan turun dari mobil, mereka berjalan masuk kedalam hotel. Carlos pergi ke receptionis dan memesan satu kamar lagi dekat dengan kamar mereka kemudian dia pergi masuk ke dalam lift dan menuju ke kamar mereka.
Dia membuka pintu dan langsung merebahkan diri di sofa, dia melihat Jessica keluar dari kamar mandi. Dia berdiri dan memeluk Jessica.
“Kamu lelah sayang?” Tanya Carlos sambil melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.
“Sedikit beb, kenapa?”
Carlos melihat anak anaknya yang sudah tertidur kembali.
“Aku ingin melakukakannya, kemarin kita tidak bisa melakukan di apartemen karena ada anak anak.
“Ini juga ada anak anak beb.”
Carlos menarik tangan Jessica keluar dari kamar. “Beb kita mau kemana?”
“Ikut saja sayang.”
Carlos membuka kamar yang sudah dia pesan, mereka berdua masuk dan Carlos langsung memeluk Jessica dari belakang.
Dia mulai mencium leher Jessica dan tangannya mulai meremas dada Jessica. Terdengar Jessica mendesah, dia memutar badannya menghadap Carlos dan melingkarkan tangannya di leher Carlos dan mereka berciuman.
Tangan Carlos mulai melepaskan baju Jessica, dia membuka kancing dan resleting celana Jessica. Sambil berciuman mereka berjalan ke tempat tidur.
Carlos menghampaskan tubuh Jessica di ranjang dan kembali mencium bibir Jessica. Mereka berdua kembali berciuman dan akhirnya mereka melakukan hubungan itu berulang kali.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komen ya
keluar, Jessica langsung memesan mobil yang memiliki enam seat lalu meminta mereka untuk mengantar ke hotel.
Mereka menginap di hotel Four points yang terletak di pinggir pantai dan tersambung dengan mall. jJessica pergi ke receptionis dan memesan kamar denga extra bed. Selesai memesan kamar mereka di antar oleh petugas hotel ke kamar mereka.
Mereka masuk ke dalam kamar dan petugas hotel meletakkan barang barang mereka dan Jessica memberikan tip pada petugas hotel, kemudian petugas hotel keluar dan Jessica menutup pintu kamar.
Jessica langsung mengeluarkan laptop dan menghidupkannya. Jessica ingin mencari rental mobil lewat internet.
Kairos mendekati Jessica.
“Mama viewnya bagus ya.” Kata Kairos pada Jessica. “Oh ya mama, rumah opa dan oma dimana?”
“Masih jauh dari sini sayang, opa tinggal di kota Tomohon. Kalau dari sini sekitar satu jam perjalanannya.”
__ADS_1